Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Isu Penculikan Merebak di Sibolga

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 30 Nov 2010
  • print Cetak


TAPTENG-Masyarakat Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah Tapteng), khususnya orangtua, resah akibat merebaknya isu melalui SMS tentang aksi penculikan terhadap anak-anak, orang dewasa, bahkan orangtua. Sesuai sms itu, orang yang diculik akan dibunuh untuk diambil organ tubuhnya seperti hati, jantung dan ginjal.

“Polsek/Polres Madina memohon maaf untuk semua. Diumumkan kepada Anda bahwa ada penculikan anak, dewasa, orangtua sudah sampai di Penyabungan. Sudah dapat empat anak yang diambil bagian dalam tubuh terutama mata dan jantung. Penculiknya baru tertangkap dua orang. Dan masih ada 148 orang yang diculiknya. Semua berita ini kenyataan, tolong bantuan kerja sama, waspadailah mobil APV Abu-abu bernomor polisi BB 18xx,” demikian SMS yang beredar ke ponsel sejumlah warga dari sumber yang mengaku Slamet Riady.

Sejumlah warga di tempat berbeda mengaku resah atas isu tersebut, apalagi SMS itu disebut berasal dari pihak kepolisian.

“Jujur saja kami sangat resah dan khawatir dengan adanya SMS tersebut. Saat ini terpaksa saya atau suami mengantar dan menjemput anak dari sekolah mereka setiap hari. Padahal biasanya mereka bisa pulang sendiri. Apalagi kita sering menonton atau membaca di media, sekarang marak pembunuhan secara mutilasi. Ini yang membuat kita khawatir. Bahkan sekarang kami tidak mengizinkan anak-anak bermain keluar dari rumah, takut menjadi korban penculikan,” ujar Umak Irma br Hasibuan, warga Pandan di Pasar Pandan, Minggu (28/11) bersama warga lain seperti Tuti br Pardede, Umak Lisa, dan Tua Panggabean.

Hal senada disampaikan Putri Br Hutagalung, Umak Ridho dan Dedek br Regar, warga Sarudik. Menurut mereka, SMS beredar hampir ke semua ponsel amat meresahkan dan mengganggu aktivitas mereka.

“Biasanya anak saya pulang pergi ke sekolah dan pengajian selalu pergi sendiri, karena sudah terbiasa. Tapi sejak beredarnya isu tersebut, saya jadi resah dan khawatir sehingga terpaksa saya mengantar jemputnya, walaupun terpaksa saya harus terlambat pergi ke tempat kerja. Orangtua mana yang tidak takut anaknya diculik dan dibunuh, terus diambil mata, jantung atau ginjalnya. Pasti semua takut. Kalau memang penculik itu ada, saya harap polisi segera menangkapnya. Kalau hanya isu, mohon dijelaskan!” ungkapnya.

Beberapa kelompok warga mengaku akan membentuk kelompok untuk menjaga daerah mereka.
“Kami warga di sini memang sudah sepakat untuk membuat kelompok penjagaan, memantau mobil APV abu-abu BB 18xx seperti yang ada di SMS tersebut datang kemari. Kalau memang datang, biar cepat kita antisipasi,” ujar warga.(ahu/smg)
Sumber : Sumut Pos

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polisi: Bom Poso Berdaya Ledak Rendah

    • calendar_month Selasa, 4 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Palu, – Juru Bicara Polda Sulawesi Tengah AKBP Soemarno mengatakan ledakan bom bunuh diri yang terjadi di Mapolres Poso, Senin pagi, berdaya ledak rendah. “Meski tubuh pelaku hancur dan kendaraannya rusak, bangunan di sekitar tidak terkena dampaknya,” kata Soemarno kepada wartawan di Palu, Senin.  Dia mengatakan bahwa bom tersebut memang mematikan jika terdapat orang yang […]

  • Dilaporkan Ke Bawaslu, KPU Madina Nyatakan Siap : Itu Sudah Sesuai Aturan

    Dilaporkan Ke Bawaslu, KPU Madina Nyatakan Siap : Itu Sudah Sesuai Aturan

    • calendar_month Sabtu, 9 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan( Mandailing Online ): KPU Kabupaten Mandailing Natal (Madina) diketahui telah dilaporkan ke Bawaslu Sumut oleh salah seorang warga atas dugaan meloloskan dengan memenuhi syarat salah satu Calon Bupati yang mengikuti kontestasi politik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2024 beberapa waktu lalu. Dikonfirmasi media ini, Ketua KPU Madina Muhammad Ihsan mengatakan bahwa tahapan Pilkada 2024 […]

  • Hasil Tes CPNS Kabupaten Langkat Diumumkan Rabu

    Hasil Tes CPNS Kabupaten Langkat Diumumkan Rabu

    • calendar_month Rabu, 22 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Langkat, Sumut, – Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Langkat, Sumatera Utara H Amril mengatakan, pihaknya sudah menerima bundel berisi berkas hasil ujian seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil yang akan diumumkan Rabu (22/12). “Saya sudah menerima hasil ujian dari UI (Universitas Indonesia), namun belum dibuka,” katanya ketika ditemui di Stabat, Selasa. Menurut dia, bundel tersebut […]

  • Bupati Madina: PPPK Harus Konsisten Diwilayah Kerja

    Bupati Madina: PPPK Harus Konsisten Diwilayah Kerja

    • calendar_month Selasa, 20 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Madina harap peserta seleksi PPPK Tahun 2023 Madina yang dinyatakan lulus konsisten mengabdikan diri dimanapun ditempatkan. “Ini sudah ter aplikasi ke sistem, bahwa wilayah geografis Mandailing itu sangat luas, jadi kita harus konsisten dimanapun ditempatkan, siap mengabdi untuk Madina dan siap menjalani tugas dengan Ikhlas,” Kata Sukhairi pada Wartawan di […]

  • Atika: TNI Selalu Hadir Membantu Pemerintah Daerah

    Atika: TNI Selalu Hadir Membantu Pemerintah Daerah

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Padangsidimpuan (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina), Sumut Atika Azmi Utammi Nasution mengatakan TNI selama ini selalu hadir membantu pemerintah daerah dan masyarakat Bumi Gordang Sambilan. Kehadiran TNI ini, Atika, tidak hanya pada pesta demokrasi, tapi juga saat-saat masyarakat butuh bantuan. “Mulai dari penanganan covid, bencana alam, banjir bandang, pengamanan pilkada. Banyak […]

  • PNS harus Tahu Diri dengan Tupoksinya

    PNS harus Tahu Diri dengan Tupoksinya

    • calendar_month Sabtu, 14 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA-Untuk meningkatkan citra dan kinerja Pemkab Madina serta menjawab isu-isu miring terkait bobroknya kinerja aparaturnya, salah satu caranya, pegawainya harus tahu tugas pokok dan fugsi (tupoksi) nya. Dengan adanya persepesi bahwa Pegawai Negeri Sipil (PNS) harus tahu diri dan menghargai tupoksi masing-masing, jelas akan mudah menjalan visi dan misi kepala daerah. Jika PNS tidak tahu […]

expand_less