Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode

Isu Penculikan Merebak di Sibolga

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 30 Nov 2010
  • print Cetak


TAPTENG-Masyarakat Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah Tapteng), khususnya orangtua, resah akibat merebaknya isu melalui SMS tentang aksi penculikan terhadap anak-anak, orang dewasa, bahkan orangtua. Sesuai sms itu, orang yang diculik akan dibunuh untuk diambil organ tubuhnya seperti hati, jantung dan ginjal.

“Polsek/Polres Madina memohon maaf untuk semua. Diumumkan kepada Anda bahwa ada penculikan anak, dewasa, orangtua sudah sampai di Penyabungan. Sudah dapat empat anak yang diambil bagian dalam tubuh terutama mata dan jantung. Penculiknya baru tertangkap dua orang. Dan masih ada 148 orang yang diculiknya. Semua berita ini kenyataan, tolong bantuan kerja sama, waspadailah mobil APV Abu-abu bernomor polisi BB 18xx,” demikian SMS yang beredar ke ponsel sejumlah warga dari sumber yang mengaku Slamet Riady.

Sejumlah warga di tempat berbeda mengaku resah atas isu tersebut, apalagi SMS itu disebut berasal dari pihak kepolisian.

“Jujur saja kami sangat resah dan khawatir dengan adanya SMS tersebut. Saat ini terpaksa saya atau suami mengantar dan menjemput anak dari sekolah mereka setiap hari. Padahal biasanya mereka bisa pulang sendiri. Apalagi kita sering menonton atau membaca di media, sekarang marak pembunuhan secara mutilasi. Ini yang membuat kita khawatir. Bahkan sekarang kami tidak mengizinkan anak-anak bermain keluar dari rumah, takut menjadi korban penculikan,” ujar Umak Irma br Hasibuan, warga Pandan di Pasar Pandan, Minggu (28/11) bersama warga lain seperti Tuti br Pardede, Umak Lisa, dan Tua Panggabean.

Hal senada disampaikan Putri Br Hutagalung, Umak Ridho dan Dedek br Regar, warga Sarudik. Menurut mereka, SMS beredar hampir ke semua ponsel amat meresahkan dan mengganggu aktivitas mereka.

“Biasanya anak saya pulang pergi ke sekolah dan pengajian selalu pergi sendiri, karena sudah terbiasa. Tapi sejak beredarnya isu tersebut, saya jadi resah dan khawatir sehingga terpaksa saya mengantar jemputnya, walaupun terpaksa saya harus terlambat pergi ke tempat kerja. Orangtua mana yang tidak takut anaknya diculik dan dibunuh, terus diambil mata, jantung atau ginjalnya. Pasti semua takut. Kalau memang penculik itu ada, saya harap polisi segera menangkapnya. Kalau hanya isu, mohon dijelaskan!” ungkapnya.

Beberapa kelompok warga mengaku akan membentuk kelompok untuk menjaga daerah mereka.
“Kami warga di sini memang sudah sepakat untuk membuat kelompok penjagaan, memantau mobil APV abu-abu BB 18xx seperti yang ada di SMS tersebut datang kemari. Kalau memang datang, biar cepat kita antisipasi,” ujar warga.(ahu/smg)
Sumber : Sumut Pos

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Malaria Serang Tabuyung, Seorang Warga Meninggal

    Malaria Serang Tabuyung, Seorang Warga Meninggal

    • calendar_month Kamis, 28 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Sejumlah warga Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terserang penyakit malaria dan telah menewaskan salah seorang warga. Denip (35) salah seorang warga Tabuyung yang terserang Malaria hingga dirawat di RS Permata Madina, Panyabungan, Selasa (26/04/2011) mengungkapkan, sejumlah warga khususnya pekerja di salah satu perusahaan di Tabuyung diduga terjangkit malaria dalam […]

  • Mobil Dinas Rusak, Camat Ranto Baek Nekat Sewa Mobil

    Mobil Dinas Rusak, Camat Ranto Baek Nekat Sewa Mobil

    • calendar_month Kamis, 27 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) ternyata ada Camat di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) yang nekat menyewa mobil untuk menunjang aktifitas kerjanya sebagai kepala wilayah, pasalnya mobil dinasnya mengalami kerusakan parah dibagian mesin sehingga tidak bisa di gunakan. Camat Ranto Baek kabarnya nekat menyewa mobil tersebut selama 3 bulan terakhir, ia menyewa mobil itu dengan […]

  • Produksi Pendaratan Ikan di Tapteng Sibolga Merosot

    Produksi Pendaratan Ikan di Tapteng Sibolga Merosot

    • calendar_month Senin, 2 Nov 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Panda – Akibat cuaca ekstrem yang kerap melanda perairan Pantai Barat Sumatera Utara sejak 3 tahun terakhir, menyebabkan produksi penangkapan ikan di Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Kota Sibolga tidak stabil atau kembali merosot. Jika pada tahun 2012 lalu, total produksi/pendaratan ikan mampu mencapai 38.290 ton, kemudian turun menjadi 34.573 ton pada tahun 2012, lalu tahun […]

  • LUKA SEJARAH YANG BELUM SEMBUH DI TANAH RENCONG

    LUKA SEJARAH YANG BELUM SEMBUH DI TANAH RENCONG

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle Moechtar Nasution
    • 0Komentar

    Oleh : Moechtar Nasution*   … Kemarin, persis tanggal 15 Agustus 2026, suasana di sekitar pekarangan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, mendadak berubah jadi sangat mencekam. Padahal, awalnya massa berkumpul buat zikir dan doa bersama memperingati 21 tahun damai MoU Helsinki. Tapi situasi di lapangan langsung lepas kendali ketika puluhan bendera Bulan Bintang—yang sarat sejarah […]

  • Atika Ungkap Alasan Berpasangan dengan Saipullah

    Atika Ungkap Alasan Berpasangan dengan Saipullah

    • calendar_month Jumat, 11 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        BUKIT MALINTANG (Mandailing Online) – Keputusan berpasangan dengan Saipullah Nasution untuk mengarungi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) tahun 2024 lahir dari pertimbangan dan dukungan banyak pihak, termasuk Bupati HM Jafar Sukhairi Nasution. Hal itu diungkapkan calon wakil bupati Atika Azmi Utammi Nasution usai menyerahkan santunan kepada anak yatim dan piatu […]

  • Batak Hasil Konstruksi Kolonial

    Batak Hasil Konstruksi Kolonial

    • calendar_month Selasa, 24 Okt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Mandailing bukan Batak yang berlangsung di VIP Restoran Hotel Madani, Senin (23/10/2017) diselenggarakan oleh Yayasan Madina Centre mencuatkan kajian-kajian akademik antropologis tentang fakta-fakta tidak adanya etnis Batak di Sumatera Utara. Dari sisi pendekatan antropologis menyimpulkan tidak ditemukannya konsep ‘Batak’ pada manuskrip-manuskrip kuno kepunyaan enam etnis Karo, Simalungun, Pakpak, Mandailing dan […]

expand_less