Jumat, 9 Okt 2026
light_mode

Isu Penculikan Merebak di Sibolga

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 30 Nov 2010
  • print Cetak


TAPTENG-Masyarakat Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah Tapteng), khususnya orangtua, resah akibat merebaknya isu melalui SMS tentang aksi penculikan terhadap anak-anak, orang dewasa, bahkan orangtua. Sesuai sms itu, orang yang diculik akan dibunuh untuk diambil organ tubuhnya seperti hati, jantung dan ginjal.

“Polsek/Polres Madina memohon maaf untuk semua. Diumumkan kepada Anda bahwa ada penculikan anak, dewasa, orangtua sudah sampai di Penyabungan. Sudah dapat empat anak yang diambil bagian dalam tubuh terutama mata dan jantung. Penculiknya baru tertangkap dua orang. Dan masih ada 148 orang yang diculiknya. Semua berita ini kenyataan, tolong bantuan kerja sama, waspadailah mobil APV Abu-abu bernomor polisi BB 18xx,” demikian SMS yang beredar ke ponsel sejumlah warga dari sumber yang mengaku Slamet Riady.

Sejumlah warga di tempat berbeda mengaku resah atas isu tersebut, apalagi SMS itu disebut berasal dari pihak kepolisian.

“Jujur saja kami sangat resah dan khawatir dengan adanya SMS tersebut. Saat ini terpaksa saya atau suami mengantar dan menjemput anak dari sekolah mereka setiap hari. Padahal biasanya mereka bisa pulang sendiri. Apalagi kita sering menonton atau membaca di media, sekarang marak pembunuhan secara mutilasi. Ini yang membuat kita khawatir. Bahkan sekarang kami tidak mengizinkan anak-anak bermain keluar dari rumah, takut menjadi korban penculikan,” ujar Umak Irma br Hasibuan, warga Pandan di Pasar Pandan, Minggu (28/11) bersama warga lain seperti Tuti br Pardede, Umak Lisa, dan Tua Panggabean.

Hal senada disampaikan Putri Br Hutagalung, Umak Ridho dan Dedek br Regar, warga Sarudik. Menurut mereka, SMS beredar hampir ke semua ponsel amat meresahkan dan mengganggu aktivitas mereka.

“Biasanya anak saya pulang pergi ke sekolah dan pengajian selalu pergi sendiri, karena sudah terbiasa. Tapi sejak beredarnya isu tersebut, saya jadi resah dan khawatir sehingga terpaksa saya mengantar jemputnya, walaupun terpaksa saya harus terlambat pergi ke tempat kerja. Orangtua mana yang tidak takut anaknya diculik dan dibunuh, terus diambil mata, jantung atau ginjalnya. Pasti semua takut. Kalau memang penculik itu ada, saya harap polisi segera menangkapnya. Kalau hanya isu, mohon dijelaskan!” ungkapnya.

Beberapa kelompok warga mengaku akan membentuk kelompok untuk menjaga daerah mereka.
“Kami warga di sini memang sudah sepakat untuk membuat kelompok penjagaan, memantau mobil APV abu-abu BB 18xx seperti yang ada di SMS tersebut datang kemari. Kalau memang datang, biar cepat kita antisipasi,” ujar warga.(ahu/smg)
Sumber : Sumut Pos

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mantan Birokrat Senior Pemkab Madina Dukung SAHATA, karena Alasan Ini

    Mantan Birokrat Senior Pemkab Madina Dukung SAHATA, karena Alasan Ini

    • calendar_month Kamis, 7 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dukungan para mantan birokrat senior di Pemkab Mandailing Natal (Madina) kepada pasangan calon nomor urut 2, Saipullah Nasution-Atika Azmi Utammi Nasution (SAHATA) terus mengalir. Setidaknya sosok Saipullah dinilai memiliki tiga faktor sebagai syarat yang diyakini mampu membawa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madina menjadi pemerintah daerah yang berwibawa. Tiga faktor itu adalah […]

  • Madina WDP Sejak 2014

    Madina WDP Sejak 2014

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Enam tahun sudah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menetapkan Pemkab Madina dalam kategori WDP (Wajar Dengan Pengecualian). Itu terungkap dalam laporan pertanggungjawaban (LPj) bupati Kabupaten Mandailing Natal (Madina) di DPRD Madina, Senin (24/8/2020). Dalam nota pengantar LPj tahun anggaran 2019 yang dibacakan Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution di sidang paripurna DPRD itu […]

  • DPKAD Palas Sosialisasi Dana Hibah dan Bansos

    DPKAD Palas Sosialisasi Dana Hibah dan Bansos

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Palas – Dinas Pendapatan Keuangan dan Asset Daerah (DPKAD) Kabupaten Padang Lawas (Palas), menggelar sosialisasi dana hibah dan Bantuan Sosial (Bansos), diikuti 120 peserta dari kalangan Ormas, OKP, LSM dan Unsur SKPD se-Palas, berlangsung di Aula Hotel Barumun Sibuhuan, Senin (15/12). Kepala DPKAD Palas Budi Hutari Siregar MAp menyampaikan, kegiatan ini merujuk Permendagri nomor : […]

  • Buntut Kurang Bermasyarakat, Bupati Akan Copot Lurah Panyabungan III

    Buntut Kurang Bermasyarakat, Bupati Akan Copot Lurah Panyabungan III

    • calendar_month Jumat, 29 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jakfar Sukhairi Nasution akan segera mencopot Andi Bugis dari jabatan Lurah Panyabungan III, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Madina. Pasalnya, warga Panyabungan menilai kinerja Andi Bugis buruk dan enggan bersosialisasi dengan warganya, terutama saat acara-acara keagamaan dan sosial kemasyarakatan lainnya. “Insya Allah, akan ditindak-lanjuti aspirasi warga Panyabungan III,” […]

  • Dinas PUPR Madina Kembali Teken MoU Pengawasan Dengan Kejaksaan

    Dinas PUPR Madina Kembali Teken MoU Pengawasan Dengan Kejaksaan

    • calendar_month Selasa, 26 Mar 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN ( Mandailing Online ): Dinas PUPR Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) hari ini Selasa 26/3/2024 kembali lakukan penandatanganan MoU Program kerjasama Perdata dan TUN berupa pengawasan dan supervisi oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terhadap implementasi pelaksanaan pekerjaan pembangunan yang didanai APBD Tahun 2024. Pendatanganan MoU dilaksanakan antara Kadis PUPR […]

  • Jalan Putus Diterjang Sungai

    Jalan Putus Diterjang Sungai

    • calendar_month Rabu, 7 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Penduduk memantau jalan yang putus di jalur Sinonoan-Tanggabosi Kecamatan Siabu, Mandailing Natal. Jalan ini putus setelah diterjang keganasan arus Sungai Batang yang meluap pada Sabtu (3/11) lalu. Akibat putusnya jalan tersebut, hubungan ke sejumlah desa di kawasan Tanggabosi terputus total. Hingga kini pemerintah daerah masih bahu membahu dengan warga membangun jembatan sementara dari batang pohon […]

expand_less