SIDIMPUAN EPISENTRUM TABAGSEL, GEJOLAK DAN BARA SEKAM (Bagian 3 – selesai)
- account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Menuju Sumteng, Sidimpuan Bersiap Menjadi Ibukota Kawasan
Sudah tiba masanya Sidimpuan menegaskan diri sebagai episentrum Tabagsel. Membangun kolaborasi regional, bukan persaingan kecil antarwilayah, apalagi hanya sekedar pertarungan elit lama dan elit baru.
Wacana Provinsi Sumatera Tenggara mungkin masih jauh. Mungkin juga bakal jadi desakan untuk menghentikan moratorium.
Tetapi sejarah sering dimulai dari gagasan yang mula-mula dianggap terlalu besar.
Dan jika kawasan Tabagsel suatu hari benar-benar bergerak menuju provinsi baru,
maka Padangsidimpuan sudah harus dalam posisi siap lahir-batin, SDM dan SDA.
Karena kota ini punya peluang paling kuat menjadi:
pusat administrasi dan wajah kawasan Selatan Sumatera Utara.
Tetapi peluang itu tidak akan datang otomatis. Sidimpuan harus membuktikan dirinya layak:
* secara infrastruktur,
* secara tata kota,
* secara pelayanan,
* dan terutama secara cara berpikir.
Kota calon ibu kota tidak boleh sibuk dalam konflik elite tanpa akhir.
Sidimpuan harus mampu memimpin kolaborasi regional.
Dan di sinilah Tabagsel membutuhkan pembagian peran baru:
* Mandailing Natal sebagai gerbang ekonomi, perhubungan udara dan maritim barat,
* Tapanuli Selatan sebagai penyangga pertanian dan ekologi,
* Padang Lawas sebagai basis energi dan perkebunan,
* Padang Lawas Utara sebagai simpul logistik dan konektivitas, dan
* Sidimpuan menjadi pusat pendidikan, jasa, budaya, dan pemerintahan kawasan.
Karena masa depan Tabagsel tidak bisa lagi dibangun dengan ego kabupaten masing-masing dan keangkuhan elit-elitnya.
Kawasan ini terlalu lama berjalan sendiri-sendiri.
Padahal dunia sedang bergerak menuju:
kolaborasi regional,
integrasi ekonomi,
dan konektivitas kawasan.
Dan mungkin inilah momentum terbesar Sidimpuan:
bukan sekadar menjadi kota tua yang ribut mengenang masa lalu,
tetapi berubah menjadi kota yang memimpin masa depan di tenggara Sumatera. ***
- Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

