Selasa, 14 Jul 2026
light_mode

Alokasikan 1,3 Triliun untuk Jalan, Bobby Tata Ekonomi Sumut

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
  • print Cetak

Boby Nasution

 

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum

 

Infrastruktur Digeber Besar-Besaran. Tetapi Sumut Masih Menyimpan Satu Pertanyaan Besar: Setelah Aspal Dibentang, Ekonomi Mau Dibawa ke Mana?

Di Sumatera Utara, alat berat mulai bergerak lagi.

Jalan dibuka. Jembatan dibangun. Wilayah terisolir mulai disentuh.

Pemerintahan Bobby Nasution menggelontorkan anggaran Rp1,372 triliun untuk pembangunan infrastruktur tahun 2026, dengan target pembangunan 141 kilometer jalan melalui program PHTC dan Proyek Strategis Daerah (PSD). (Suarasumut.id)

Angka itu jelas bukan angka kecil.

Pemprov Sumut bahkan mengalokasikan:

  • Rp672,22 miliar untuk pembangunan dan peningkatan jalan serta jembatan strategis,
  • Rp320,2 miliar untuk membuka jalan penghubung wilayah terisolir dan kawasan strategis,
  • Rp137 miliar untuk penanganan infrastruktur pascabencana,
  • termasuk afirmasi pembangunan Kepulauan Nias dan infrastruktur dasar lainnya. (id)

Di atas kertas, ini tampak seperti gelombang besar pembangunan.

Dan memang harus diakui: Sumut terlalu lama hidup dengan luka infrastruktur.

Jalan rusak. Konektivitas timpang. Pantai barat tertinggal. Biaya distribusi jadi mahal.

Maka, agresivitas pembangunan jalan memang layak diapresiasi.

Tetapi, justru karena angkanya besar, pertanyaannya menjadi jauh lebih besar: Setelah jalan selesai dibangun, ekonomi baru apa yang sebenarnya akan lahir?

Sebab problem utama Sumatera Utara hari ini bukan sekadar kekurangan aspal. Masalahnya, lebih dalam:
Sumut mulai kehilangan daya hentak ekonominya.

Ekonomi masih tumbuh.
Tetapi tidak lagi mengejutkan.

Sementara provinsi lain mulai melompat lewat:
hilirisasi, smelter, manufaktur, dan kawasan industri baru.

Maluku Utara tumbuh karena nikel. Sulawesi Tengah hidup lewat industrialisasi mineral.
Kepri bergerak lewat manufaktur dan kawasan industri Batam.

Sedangkan Sumut?
Masih terlihat sibuk memperbaiki jalur distribusi. Dan itu mulai terasa mengkhawatirkan.

Karena daerah besar tidak cukup hanya rajin membangun jalan.
Provinsi seperti Sumut harus tahu: jalan itu seyogianya dapat membawa rakyat menuju masa depan yang cemerlang.

Data Pemprov Sumut sendiri menunjukkan kondisi jalan mantap di Sumut baru mencapai 74,12 persen atau sekitar 3.006 kilometer. Sementara 25,88 persen lainnya masih dalam kondisi rusak ringan dan berat. (Suarasumut.id)

Artinya pembangunan infrastruktur memang mendesak.

Tetapi publik mulai ingin mendengar sesuatu yang lebih strategis:

  • di mana pusat hilirisasi sawit Sumut?
  • kawasan agroindustri pantai baratnya di mana?
  • pelabuhan industrinya ke mana?
  • investasi pengolahannya apa?
  • kawasan manufaktur barunya di mana?

Karena tanpa itu semua, jalan hanya akan mempercepat arus barang keluar daerah —
bukan mempercepat kemajuan daerah itu sendiri.

Yang menarik, pembangunan kali ini mulai memberi sinyal bahwa pantai barat Sumut perlahan masuk radar strategis.

Dan ini bisa menjadi titik paling penting.

Selama bertahun-tahun orbit utama ekonomi Sumut terlalu bertumpu pada: Medan, Belawan, Deli Serdang, dan pantai timur.

Sementara daerah seperti Mandailing Natal lebih sering diposisikan sebagai: penghasil bahan mentah, daerah pinggiran, atau sekadar penerima proyek pembangunan.

Padahal, daerah seperti Madina, sudah memiliki fondasi yang tidak kecil:
Bandara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution, rencana Pelabuhan Palimbungan,
wacana KEK Batahan,
potensi energi, perkebunan, dan kini konektivitas jalan yang makin terbuka.

Artinya, untuk pertama kalinya, pantai barat Sumut mulai memiliki syarat dasar untuk menjadi pusat pertumbuhan baru.

Akan tetapi, di sinilah penyakit lama pembangunan daerah sering muncul: terlalu banyak proyek, terlalu sedikit desain ekonomi.

Bandara berdiri tanpa industri. Pelabuhan dibangun tanpa rantai produksi. Jalan dibuka tanpa hilirisasi.

Akibatnya, pembangunan tampak sibuk, tetapi ekonomi rakyat tetap berjalan lambat.

Dan publik tentu berharap gelombang pembangunan infrastruktur ini tidak hanya cepat secara fisik, tetapi juga bersih dalam tata kelola.

Sebab Sumut sendiri pernah diguncang kasus dugaan korupsi proyek jalan bernilai ratusan miliar yang menyeret proyek pembangunan jalan di wilayah Mandailing Natal dan Sumut. (Reddit)

Karena itu, pembangunan besar tanpa pengawasan yang kuat justru bisa berubah menjadi jebakan baru: anggaran besar,
proyek besar, tetapi manfaat ekonominya mengecil di tengah jalan.

Dan mungkin di titik itulah Bobby Nasution sedang diuji.

Bukan sekadar soal keberanian membangun fisik. Tetapi keberanian menentukan arah sejarah ekonomi Sumut.

Apakah Sumut hanya ingin menjadi provinsi transit perdagangan?

Atau benar-benar ingin menjadi:
pusat hilirisasi sawit,
kekuatan agroindustri,
koridor logistik pantai barat,
dan mesin ekonomi baru Sumatera?

Karena kalau pembangunan jalan ini berhasil dipertemukan dengan industrialisasi dan hilirisasi, maka Sumut bisa mendapatkan kembali daya hentaknya.

Tetapi jika tidak,
maka Rp1,3 triliun itu mungkin hanya akan dikenang sebagai:
jalan-jalan baru yang dibangun di atas ekonomi lama.

Dan sejarah menunjukkan, banyak daerah gagal bukan karena tidak punya anggaran—
melainkan karena tidak pernah benar-benar menentukan ke mana arah pembangunan ingin dibawa. ***

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bella Saphira Berhaji Diundang Pemerintah Arab Saudi

    Bella Saphira Berhaji Diundang Pemerintah Arab Saudi

    • calendar_month Jumat, 25 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BARU menjadi mualaf, Bella Saphira mendapat rezeki menunaikan ibadah haji bersama suaminya, Mayor Jenderal Agus Surya Bakti. Wanita yang mulai dikenal dalam sinetron Dewi Fortuna itu mendapat undangan haji khusus dari pemerintah Arab Saudi. Dan Rabu (23/10) lalu dia baru saja kembali dari Tanah Suci Mekkah. ‘Iya, baru pulang,’ ujar perwakilan manajemen Bella, Rio, saat […]

  • BI: Kredit UMKM Sumut Tumbuh 15,25 Persen

    BI: Kredit UMKM Sumut Tumbuh 15,25 Persen

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Medan  – Bank Indonesia mencatat kredit usaha mikro, kecil, dan menengah di Sumut pada 2014 tumbuh sebesar 15,25 persen dibandingkan 2013 atau mencapai Rp45,77 triliun. “Pada 2013, penyaluran kredit UMKM Rp39,7 triliun dan 2014 mencapai Rp45,77 triliun,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut Difi A Johansyah di Medan, Jumat. Pertumbuhan kredit tahun 2014 […]

  • Bupati Kunjungi Lembah Sorik Marapi

    Bupati Kunjungi Lembah Sorik Marapi

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LEMBAH SORIK MARAPI (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina), H. Saipullah Nasution, menggelar temu ramah bersama warga di Desa Purba Baru dan Desa Maga Lombang, Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Kamis (29/5/2025). Didampingi Pj. Sekdakab M. Sahnan Pasaribu, Asisten II Ahmad Meinul Lubis, Kadis PMD Irsal Pariadi, serta Kadis Kominfo Azhar Paras Muda Hasibuan, Bupati […]

  • Pj Bupati Madina: Aktifkan siskamling

    Pj Bupati Madina: Aktifkan siskamling

    • calendar_month Kamis, 7 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Untuk mencegah masuknya jaringan teroris dan kejahatan lainnya ke wilayah Kabupaten Mandailing Natal, Pj Bupati Madina, Aspan Sopian Batubara menghimbau masyarakat khususnya para kepala desa, supaya mengaktifkan lagi pos ronda malam maupun sistem keamanan lingkungan (siskamling). Itu dikatakannnya saat melakukan silaturrahmi dengan masyarakat Kecamatan Batang Natal di Desa Tarlola baru-baru ini. Ia meminta […]

  • Bupati Madina Serahkan Seluruh Gajinya kepada Petugas Kebersihan

    Bupati Madina Serahkan Seluruh Gajinya kepada Petugas Kebersihan

    • calendar_month Rabu, 1 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal, Jakfar Sukhairi Nasution menyerahkan seluruh gajinya bulan ini kepada para petugas kebersihan. Gaji itu diserahkannya secara langsung, Rabu (1/9/2021) di lapangan parkir perkantoran Pemkab Madina. Ini adalah gaji perdana Jakfar Sukhairi Nasution pasca dilantik menjadi bupati akhir Juli. Petugas kebersihan itu meliputi tukang sapu, pekerja, sopir, penjaga TPA […]

  • Hipnotis marak di Madina

    Hipnotis marak di Madina

    • calendar_month Sabtu, 2 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Masyarakat Mandailing Natal diminta untuk lebih berhati-hati, apalagi jangan membawa uang berlebihan serta barang berharga lainnya ke pasar tradional, sebab belakangan ini aksi penipuan bermodus hipnotis mulai marak di Madina. Menurut data yang dihimpun, dari Polsek Kotanopan dan Polres Madina dalam seminggu ini sudah dua kali terjadi penipuan bermodus hipnotis. Pertama terjadi di […]

expand_less