Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Tabagsel Mulai Bergerak, Jangan Berhenti di Foto Bersama

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
  • print Cetak

 

Oleh: Tim Mandailing Episentrum

 

Ada sesuatu yang berbeda dari pertemuan para kepala daerah Tapanuli Bagian Selatan di Padangsidimpuan beberapa hari lalu. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, publik melihat sinyal bahwa elite daerah mulai berbicara bukan sekadar atas nama kabupaten masing-masing, tetapi atas nama kawasan.

Isu yang dibahas memang tentang bandara:

* Bandara Aek Godang di Padang Lawas Utara,
* dan Bandara Jenderal Besar AH Nasution di Mandailing Natal.

Namun sesungguhnya, yang sedang dipertaruhkan jauh lebih besar daripada urusan penerbangan.

Yang sedang dicari adalah masa depan konektivitas dan arah pembangunan regional Tabagsel.

Dan itu penting.

Karena terlalu lama kawasan ini berjalan dalam pola yang terpecah:
kabupaten sibuk sendiri,
kota berjalan sendiri,
anggaran sendiri,
ego sendiri,
dan pembangunan sendiri-sendiri.

Akibatnya, Tabagsel kaya potensi tetapi miskin akselerasi.

Padahal kawasan ini memiliki hampir semua modal dasar:
sumber daya alam,
perkebunan,
pertanian,
jalur perdagangan,
budaya kuat,
sejarah panjang,
hingga posisi geografis strategis di pantai barat Sumatera.

Yang lemah hanya satu:
konektivitas.

Maka ketika para kepala daerah mulai duduk bersama membahas bandara, jalan penghubung, dan transportasi regional, itu patut diapresiasi sebagai langkah awal yang sehat.

Inisiatif yang dimotori Bupati Mandailing Natal Saipullah Nasution setidaknya menunjukkan satu hal:
elite Tabagsel mulai sadar bahwa mereka tidak akan mampu berlari cepat bila terus bergerak sendiri-sendiri.

Namun di titik inilah tantangan sesungguhnya dimulai.

Sebab sejarah pembangunan daerah terlalu sering dipenuhi:
rapat koordinasi,
penandatanganan notulen,
foto bersama,
dan pernyataan dukungan,
tetapi minim eksekusi nyata.

Karena itu, forum ini jangan berhenti sebagai seremoni politik regional semata.

Tabagsel membutuhkan agenda konkret yang langsung terasa dampaknya bagi mobilitas masyarakat dan ekonomi kawasan.

Salah satu yang paling mendesak adalah pemantapan jalur Padangsidimpuan–Malintang.

Ini jalur strategis.

Kalau kualitas ruas ini benar-benar ditingkatkan secara serius — mulus, aman, minim hambatan, dan terkoneksi baik — maka perjalanan Sidimpuan–Malintang sangat mungkin ditempuh sekitar satu jam dengan rata-rata kecepatan kendaraan 75 kilometer per jam.

Dampaknya tidak kecil.

Jalur cepat ini akan:

* memperpendek psikologi jarak antarwilayah,
* mempercepat akses menuju Bandara AH Nasution,
* memperlancar distribusi barang,
* memudahkan mobilitas mahasiswa, pedagang, ASN, dan investor,
* sekaligus menjadikan bandara benar-benar hidup karena ditopang hinterland yang luas.

Karena bandara tanpa akses jalan cepat hanyalah bangunan mahal yang sepi penumpang.

Di sinilah pentingnya melihat Tabagsel sebagai satu kesatuan ekonomi regional.

Padangsidimpuan tidak cukup hanya menjadi kota administratif. Ia harus menjadi simpul jasa dan perdagangan kawasan.

Mandailing Natal tidak cukup hanya menjadi daerah kaya sumber daya. Ia harus menjadi gerbang konektivitas pantai barat.

Padang Lawas dan Padang Lawas Utara harus terhubung cepat agar tidak terus terisolasi secara logistik.

Sementara Tapanuli Selatan harus memainkan peran sebagai penguat hinterland regional.

Artinya, pembangunan Tabagsel ke depan tidak bisa lagi memakai pola lama:
“siapa dapat apa.”

Tetapi harus bergerak dengan paradigma baru:
“apa yang membuat kawasan ini tumbuh bersama.”

Kalau konektivitas udara berhasil,
jalan lintas regional dipercepat,
dan ego antardaerah mulai dikurangi,
maka Tabagsel sebenarnya memiliki peluang besar menjadi poros pertumbuhan baru di Sumatera Utara bagian selatan.

Dan mungkin untuk pertama kalinya setelah sekian lama,
kita mulai melihat tanda-tanda awal ke arah sana.

Sekarang tinggal satu pertanyaan:
apakah semangat ini akan benar-benar dibangun sampai tuntas, atau kembali menguap sebagai arsip rapat dan dokumentasi protokoler belaka?(*)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rapat Paripurna DPRD Madina Akhirnya Dibuka

    Rapat Paripurna DPRD Madina Akhirnya Dibuka

    • calendar_month Kamis, 27 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Setelah tiga hari skor akibat tak menucukupi quorum, akhirnya sidang paripurna DPRD Madina tentang Laporan Keterangan Pertangungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2011, Kamis (27/9). Wakil Bupati Dahlan Hasan Nasution pun membacakan nota pengantar LKPJ tersebut di hadapan rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Madina As.Imran Khaitamy Daulay SH dihadiri dihadiri 20 orang […]

  • Anggota KPU Sumut, Evi Novida Ginting, Turun Zona

    Anggota KPU Sumut, Evi Novida Ginting, Turun Zona

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN  (Mandailing Online) – Komisioner KPU Sumatera Utara (Sumut), Evi Novida Ginting, melakukan kunjungan kerja ke zona Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) sejak Senin, 17/3 hingga Rabu 20/3. Hari pertama, ketua divisi hukum dan pengawasan ini, menginjakkan kaki di Kantor KPU Mandailingnatal (Madina) di Jalan Merdeka Panyabungan hingga Selasa sore (18/3). Selama berada di Madina, bergerak […]

  • Modernisasi Pada Bentuk dan Tema Dalam Prosa-Prosa Willem Iskander (1840-1876) (bagian 2)

    Modernisasi Pada Bentuk dan Tema Dalam Prosa-Prosa Willem Iskander (1840-1876) (bagian 2)

    • calendar_month Rabu, 1 Feb 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

              Oleh: HARIS SUTAN LUBIS Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara    3. PEMBAHASAN Memberikan pengertian serta batasan-batasan apa dan bagaimana sebenarnya yang dikatakan sebuah cerita pendek adalah suatu pekerjaan yang rumit dan bahkan menjurus kepada kesia-siaan belaka. Ukuran panjang atau pendeknya sebuah cerita pun ternyata belum bisa memastikan apakah cerita tersebut […]

  • PKB Madina Surati Bupati Terkait Pengisian Wakil Bupati Madina

    PKB Madina Surati Bupati Terkait Pengisian Wakil Bupati Madina

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB ) Mandailing Natal (Madina) menyurati Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution terkait pengisian calon wakil Bupati Madina yang saat ini masih kosong. Surat PKB ini menekankan kepada bupati bahwa proses pengisian kursi wakil bupati adalah berdasarkan Undang – undang 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Selama ini di […]

  • Bappeda Madina: CI Tak Pernah Laporkan Kegiatan

    Bappeda Madina: CI Tak Pernah Laporkan Kegiatan

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Temuan Batang Pungkut Green Concervation bahwa program Causeruation International (CI) di Mandailing Natal (Madina) tak jelas dan tak berdampak positif pada daerah ini, diperkuat oleh Pemkab Madina. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Mandailing Natal, Abu Hanifah, Senin (6/1/2014) mengatakan bahwa sejak penandatanganan MoU antara Pemkab Madina dengan CI tanggal 11 […]

  • Pengukuhan Pengurus Paguyuban Zona 70

    Pengukuhan Pengurus Paguyuban Zona 70

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Chairuman: Jadikan Paguyuban Perkumpulan Berikan Kontribusi TAPSEL- Komunitas paguyuban tersebut mampu berpartisipasi dalam pembangunan daerah serta berbagai aspek kehidupan baik sosial budaya, ekonomi dan lain-lain. Demikian sambutan Chairuman Harahap selaku Dewan Pembina Paguyuban Zona 70 pada acara mengukuhkan kepengurusan Paguyuban Zona 70 Tabagsel periode 2011-2016, di aula Tor Sibohi Nauli Hotel Sipirok, Kabupatena Tapsel, Minggu […]

expand_less