Jumat, 6 Nov 2026
light_mode

Greget Sergai Hari Ini: Tiga Arah Isu Merujuk ke Duet Wijaya–Tambunan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
  • print Cetak

 

Oleh: Tim Mandailing Episentrum*

Ada yang menarik jika membaca denyut terakhir Serdang Bedagai hari ini. Kabupaten yang dulu lebih sering dikenali lewat hamparan sawah, jalur lintas timur, dan aroma agraris itu kini mulai bergerak ke arah baru: politik persepsi.

Dan di tengah pusaran itu, satu hal tampak jelas: hampir semua arah isu akhirnya merujuk ke duet kepemimpinan Darma Wijaya dan Adlin Tambunan.

Baik soal birokrasi, buruh, ekonomi lokal, pelayanan publik hingga keamanan sosial — publik seolah diarahkan untuk membaca semuanya melalui kacamata Pemkab.

Sergai hari ini seperti memiliki satu matahari politik: Pemkab.

Dan semua orbit isu bergerak mengitarinya.

 

Dari Jalan Rusak ke Politik Persepsi

Jika beberapa tahun lalu percakapan warga masih berkutat pada:

  • jalan,
  • irigasi,
  • pupuk,
  • dan banjir,

maka kini medan pembicaraan mulai bergeser.

Yang ramai bukan hanya pembangunan fisik, tetapi:

  • disiplin ASN,
  • kualitas pelayanan,
  • komunikasi pemerintah,
  • efektivitas birokrasi,
  • hingga kecepatan respons pemerintah.

Ini terlihat dari makin seringnya narasi reformasi birokrasi dimainkan ke ruang publik. Sidak ASN, penekanan pelayanan masyarakat, hingga simbol-simbol kedisiplinan aparatur terus dipertontonkan.

Bahasanya sederhana:
Pemkab ingin menunjukkan bahwa mereka bukan hanya membangun beton, tetapi juga membangun tata kelola.

Di sinilah duet Wijaya–Tambunan tampak sedang memainkan babak baru:
dari politik proyek menuju politik performa.

Isu Pertama: Konsolidasi Kekuasaan Daerah

Aroma paling kuat di Sergai hari ini adalah konsolidasi.

Bukan dalam arti negatif. Tetapi terlihat jelas ada upaya menjaga agar seluruh mesin pemerintahan tetap solid dan terkendali.

ASN dirapikan.
Narasi media diperkuat.
Agenda lapangan diperbanyak.
Komunikasi publik dipercepat.

Ini biasanya terjadi ketika pemerintah daerah sadar bahwa stabilitas politik menjadi modal utama pembangunan.

Dan duet Wijaya–Tambunan tampaknya tidak ingin ada ruang kosong dalam persepsi publik.

Karena di era media sosial, kekosongan informasi akan cepat diisi rumor.

 

Isu Kedua: Buruh dan Ekonomi Lokal Naik Kelas Jadi Agenda Politik

Yang mulai terasa diam-diam adalah perubahan struktur ekonomi Sergai.

Kabupaten ini perlahan tidak lagi hanya dibaca sebagai daerah pertanian, tetapi juga wilayah penyangga koridor ekonomi:

  • Medan,
  • Tebing Tinggi, hingga
  • Kuala Tanjung.

Karena itu, isu tenaga kerja mulai naik kelas. Kelas buruh jadi lebih penting.

Momentum Hari Buruh 2026 misalnya, digunakan Pemkab untuk memainkan narasi “sinergi buruh dan pemerintah”.

Kelihatannya normatif.
Padahal sesungguhnya itu sinyal politik-ekonomi.

Artinya:
Pemkab mulai sadar bahwa masa depan Sergai akan sangat ditentukan oleh:

  • investasi,
  • industri pengolahan, dan
  • stabilitas hubungan tenaga kerja.

Jika gagal mengelola ini, Sergai bisa terseret menjadi daerah penyangga yang hanya ramai lalu lintas ekonomi tetapi miskin manfaat sosial.

 

Isu Ketiga: Ketertiban Sosial Mulai Jadi Kecemasan Baru

Di lapisan bawah masyarakat, ada isu yang bergerak lebih senyap namun cukup terasa:
kekhawatiran soal degradasi sosial.

Isu perjudian togel, keresahan masyarakat, hingga pembicaraan tentang keamanan lingkungan mulai sering terdengar.

Biasanya gejala seperti ini muncul ketika:

  • tekanan ekonomi meningkat,
  • ruang kerja informal menyempit, dan
  • kohesi sosial mulai melemah.

Karena itu, narasi “kondusifitas daerah” sekarang makin sering dimainkan aparat dan pemerintah.

Sebab pemerintah daerah paham: Investasi tidak akan datang ke wilayah yang dianggap gaduh secara sosial.

 

Politik Digital: Pertarungan Baru Sergai

Ada satu perubahan penting lain yang mungkin luput dibaca.

Hari ini politik Sergai tidak lagi sepenuhnya berlangsung di kantor pemerintahan atau warung kopi.

Polemik pun pindah ke layar ponsel.

Aktivitas bupati, sidak, kunjungan lapangan, bantuan sosial, hingga agenda simbolik kini bergerak cepat di Instagram, Facebook, TikTok dan media lokal.

Dan ini bukan kebetulan.

Politik modern hari ini bukan hanya soal bekerja. Tetapi juga soal memastikan publik melihat pekerjaan itu.

Duet Wijaya–Tambunan tampaknya memahami benar permainan ini.

 

Sergai Sedang Bangun Sinergi Menuju Fase Energik

Pertanyaan terbesarnya sekarang: Apakah Sergai akan berhenti sebagai kabupaten administratif biasa? Atau, mulai naik menjadi simpul ekonomi-politik baru di pantai timur Sumatera Utara?

Jawabannya akan ditentukan oleh satu hal:
Apakah konsolidasi kekuasaan hari ini benar-benar diubah menjadi percepatan kesejahteraan publik.

Karena rakyat biasanya sabar saja melihat pencitraan. Tetapi tak tahan jika dapur mereka mulai terganggu. Mereka baka bergerak atau bahkan berontak.

Dan di situlah ujian sebenarnya bagi duet Wijaya–Tambunan dimulai.

*Wadah pemikiran, gerakan kritis dan motivasi untuk sinergi yang energik.

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua Umum IMPM Ahmad Husein Nasution: Perjuangan terhadap Kepentingan Masyarakat Harus Diutamakan

    Ketua Umum IMPM Ahmad Husein Nasution: Perjuangan terhadap Kepentingan Masyarakat Harus Diutamakan

    • calendar_month Minggu, 7 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Ketua umum Ikatan Masyarakat Peduli Madina (IMPM) Ahmad Huzein Nasution menyatakan perjuangan organisasi terhadap kepentingan masyarakat merupakan yang utama sehingga memiliki poin-poin tujuan sebagai katalisator terhadap semua kebijakan pemerintah daerah. Demikian disampaikan Ketua umum Ikatan Masyarakat Peduli Madina (IMPM) Ahmad Huzein Nasution kepada Analisa Jumat, (5/11) di Panyabungan sehubungan baru terbentuknya wadah kebersamaan dalam […]

  • Sapma PP Madina Bantu Korban kebakaran Kotasiantar

    Sapma PP Madina Bantu Korban kebakaran Kotasiantar

    • calendar_month Minggu, 17 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bantuan terus mengalir dari berbagai kalangan meringankan beban 9 keluarga korban kebakaran di Kelurahan Kotasiantar, Panyabungan, Madina. Sapma Pemuda Pancasila Madina juga menyalurkan bantuan, Sabtu (16/11/2019). Bantuan diserahkan fungsionaris Sapma Madina, Harun Ridwan Nasution. Bantuan meliputi sembako dan perlengkapan sekolah. Amiruddin Hasibuan perwakilan korban kebakaran mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya […]

  • Banjir di Madina Rendam Puluhan Rumah. Ini Penjelasan Kaban BPBD

    Banjir di Madina Rendam Puluhan Rumah. Ini Penjelasan Kaban BPBD

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Lantaran sering di diguyur hujan beberapa Desa di Dua Kecamatan yang ada di Kabupaten Mandailing Natal terdampak banjir. Berdasarkan Laporan yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mandailing Natal ada sekitar 70 KK (Kepala Kelurga) yang terdampak. Kata Kepala Badan BPBD Madina Muksin Nasution. Berdasarkan laporan tim hingga minggu pagi […]

  • Simulasi Parkir Elektrik di Pasar Baru Panyabungan

    Simulasi Parkir Elektrik di Pasar Baru Panyabungan

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Simulasi parkir elektrik di komplek Pasar Baru Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Sumut mulai dilangsungkan Rabu (12/2/2025). Simulasi ini dijadwalkan sejak tanggal 12 hingga 14 Pebruari 2025, berlaku terhadap seluruh jenis kenderaan yang memasuki komplek pasar, baik milik pedagang maupun pengunjung. Selama tiga hari simulasi biaya parkir digratiskan. Seterusnya hingga tanggal 28 […]

  • Pemungutan Suara Ulang Madina

    Pemungutan Suara Ulang Madina

    • calendar_month Rabu, 23 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Spanduk & Baliho Dilarang Berdiri MADINA- Komisi Pemilihan Umum Mandailing Natal akan menghadirikan tujuh pasangan calon bupati dan wakil bupati Madina, Kamis (24/2). Pertemuan itu untuk menjelaskan secara teknis bahwa tahapan dan jadwal pemungutan suara ulang telah dimulai ”Kita akan sosialisasikan kepada mereka (7 pasangan calon, red) secara teknis pelaksanaan pemungutan suara ulang ini. Seperti […]

  • Harga Ayam Potong di Madina Naik

    Harga Ayam Potong di Madina Naik

    • calendar_month Selasa, 7 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO)-Harga ayam potong dalam beberapa minggu terakhir di beberapa pasar tradisional di Kabupaten Madina menunjukkan kenaikan. Rentang grafik kenaikan berada di posisi Rp.22.000 ke arah Rp.25.000 per Kg. Pengakuan pedagang, faktor kenaikan harga bukan karena stokan dari peternak berkurang, melainkan mengikuti trend naiknya harga dari daerah lain. “Pasokan dari peternak tidak berkurang, namun harga […]

expand_less