Job Fair Madina Bakal Dibuka, 13 Perusahaan Siapkan 245 Lowongan Kerja
- account_circle Dahlan Batubara
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Rahmad Hidayat, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Mandailing Natal. (Foto: MO/Dahlan Batubara)
…
Ini kabar gembira. Program baru di Mandailing Natal (Madina) bagi para generasi muda pencari kerja. Juga terobosan penting Pemkab Madina dalam menjawab tantangan angka pengangguran.
Kabar gembira itu adalah Dinas Tenaga Kerja Madina akan menyelenggarakan Job Fair di Madina.
Dalam Job Fair, perusahaan-perusahaan membuka stan dan menawarkan lowongan kerja. Pencari kerja membawa CV/lamaran.
Ada wawancara langsung atau proses seleksi awal. Ada juga informasi posisi, syarat, gaji, dan jenjang karier.
Job Fair itu direncanakan berlangsung tanggal 23 hingga 24 September 2026 di gedung Serba Guna, Parbangunan, Panyabungan.
Program Job Fair ini tercatat kali pertama sejak Kabupaten Mandailing Natal berdiri.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Madina, Rahmat Hidayat menjawab Mandailing Online di Panyabungan, Jum’at (4/9/2026) menyatakan Job Fair adalah bursa atau lowongan kerja, tempat perusahaan bertemu langsung dengan pencari kerja.
“Sesuai arahan dan petunjuk Bupati Mandailing Natal, Pak Saipullah Nasution, kita akan menggelar Job Fair insyaallah tanggal 23 sampai 24 September 2026,” katanya.
Program ini penting dan perlu serta strategis sebagai upaya Pemkab Madina memfasilitasi pencari kerja terhadap perusahaan perusahaan yang ada di Madina.
Sekitar 13 perusahaan menyatakan siap memajang stan dan berbagai informasi lowongan kerja di Job Fair tersebut. 10 diantaranya adalah perusahaan perkebunan dan 3 lainnya perusahaan kesehatan atau rumah sakit.
Dari 13 perusahaan itu, yang datanya masuk ke Disnaker Madina, terdapat 245 lowongan kerja yang disiapkan bagi pencari kerja, khususnya pencari kerja yang berdomisili di Madina.
“Untuk itu, kami dari pihak pemerintah dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja Mandailing Natal mengajak saudara-saudara yang saat ini belum mendapat pekerjaan untuk hadir di Job Fair,” imbau Rahmad.
Job Fair ini adalah kegiatan bersama antara Pemkab Madina dengan banyak pihak perusahaan. Pemkab Madina sebagai fasilitator, sedangkan perusahaan penyedia lapangan kerja. Job Fair ini dilaksanakan secara terbuka, tidak ada intervensi, sehingga para pencari kerja memiliki hak yang sama dalam lowongan kerja yang ditawarkan di Job Fair.
Rahmad juga perlu menyampaikan bahwa Dinsnaker tidak bisa mengintervensi perusahaan. “Kita hanya memfasilitasi agar perusahaan membuka lowongannya itu secara terbuka dan dilaksanakan bersama di suatu tempat yakni Job Fair,” imbuh Rahmad.
Di Job Fair itu para pencari kerja dapat mencari informasi seluas-luasnya tentang lowongan kerja di tiap-tiap stan perusahaan yang menawarkan lowongan kerja tersebut.
Disamping itu, Disnaker Madina juga akan memosting lowongan kerja mana yang disediakan di Job Fair itu dari 246 lowongan tersedia.
“Misalnya, perusahaan A lowongannya ini ini dan ini, syaratnya begini dan begini. Itu akan ada. Itu akan mempermudah pencari kerja memperoleh informasi secara terbuka. Sehingga tidak ada lagi kesan bahwa perusahaan mengandalkan orang di sekitarnya atau ordal (orang dalam). Inilah sistem keterbukaan untuk lowongan kerja,” katanya.
Di Job Fair itu, lanjut Rahmad, para pencari kerja sebaiknya membawa dokumen-dokumen yang dibutuhkan dalam lamaran kerja. Kalau memungkinkan waktunya bisa langsung wawancara di tempat antara pencari kerja dengan pihak perusahaan. Dan Disnaker akan melakukan pengawalan. “Itulah inti dari Job Fair” imbuh Rahmad.
Rahmad berharap kegiatan Job Fair dilaksanakan saban tahun, sehingga setiap perusahaan di Madina dapat membuka lowongan kerja secara terbuka kepada masyarakat luas yang difasilitasi pemerintah.
Dia menyatakan bahwa Pemkab Madina memiliki kewajiban mengurangi angka pengangguran. Namun, perlu ditegaskan bahwa posisi pemerintah tidak bisa memberikan pekerjaan bagi pencari kerja, melainkan sebagai fasilitator bagi pencari kerja. Fasilitator itulah tugas pemerintah.
“Salah satu program fasilitasi itu adalah menyelenggarakan Job Fair,” jelasnya.
Disamping itu Disnasker Madina juga menyediakan pelatihan-pelatihan kepada generasi muda yang mau menekuni bidang yang dilatihkan.
Setiap tahun terdapat 10 ragam bidang keterampilan kerja yang dilatihkan. Tiga sampai empat bidang dibiayai dari APBD Madina, selebihnya didanai APBN melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas yang berada dibawah Kementerian Ketenagakerjaan.
Di sisi lain Rahmad juga mengimbau generasi muda pencari kerja untuk rajin menelusuri informasi-informasi ketenagakerjaan melalui berbagai platfrom media sosial, sebab era terkini informasi ketenagakerjaan disebarkan melalui medsos agar mudah menjangkau seluruh kawasan. Baik di tingkat nasional, provinsi maupun tingkat kabupaten.
Rahmad menjelaskan, agar masyarakat luas mengetahui pelaksanaan Job Fair tersebut, pihaknya akan mengumumkannya melaui media mainstream maupun media sosial. Termasuk juga menginformasikannya melaui para camat untuk disebarkan ke desa desa dan kelurahan. (dab)
- Penulis: Dahlan Batubara
- Editor: Dahlan Batubara




