Jumat, 30 Okt 2026
light_mode

Dosen STAIN Mandailing Natal Gelar Pengabdian Antarprovinsi di Ponpes Nurul Yaqin Pariaman

  • account_circle Azhar/STAIN Madina
  • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
  • print Cetak

 

Tim dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) antarprovinsi di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Gadur, Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Kegiatan dilaksanakan dua hari, yaitu Rabu sampai Kamis, 9–10 September 2026.

Kegiatan pengabdian ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi masyarakat, khususnya para pendidik di lingkungan pondok pesantren. Dalam kegiatan tersebut, tim pengabdi menghadirkan sejumlah akademisi dan praktisi pendidikan untuk berbagi pengetahuan serta pengalaman terkait pengembangan pembelajaran hadis di tengah perkembangan teknologi digital.

Salah satu rangkaian utama kegiatan adalah Forum Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan di Aula Pondok Pesantren Nurul Yaqin Gadur. Pada kegiatan tersebut, tim pengabdi menghadirkan narasumber dari Institut Agama Islam Sumatera Barat, Kota Pariaman, Dr. (C) Melda Delvia, M.Pd.

FGD tersebut turut dihadiri oleh Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Yaqin Gadur, para dewan guru, serta stakeholder dari Nagari Pauh Kambar yang tergabung sebagai tim konselor Nagari Pauh Kambar, yaitu oleh Wisda Rahmadinur, M.Pd., yang merupakan bagian dari tim konselor Nagari Pauh Kambar sekaligus dosen pada Institut Agama Islam Sumatera Barat dan team pengabdi, yaitu Edriagus Saputra, S.Th.I.,M.Ag serta 2 orang mahasiswa STAIN Mandailing Natal.

Selain itu, turut hadir Arief Arafat Hankam, M.Pd., dosen bidang pendidikan dari UIN Imam Bonjol Padang. Kehadiran para akademisi tersebut memperkaya diskusi dan memberikan perspektif yang lebih luas kepada para peserta mengenai tantangan serta peluang pembelajaran hadis di era digital.

Kegiatan FGD secara resmi dibuka oleh Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Yaqin Gadur, yaitu Bapak Husni Thamrin, Tk. Sinaro.,M.Pd. Selanjutnya, sambutan dari ketua tim Pengabdian kepada Masyarakat disampaikan oleh Azhar Nasution, M.Ag.

Dalam sambutannya, Azhar menekankan pentingnya penguatan kapasitas guru dalam menghadapi perubahan paradigma pembelajaran. Perkembangan teknologi digital menuntut para pendidik untuk tidak hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga mampu menghadirkan proses pembelajaran yang kreatif, interaktif, kontekstual, dan bermakna bagi peserta didik.

Kegiatan pengabdian tersebut dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Pertemuan pertama difokuskan pada penyampaian materi dan diskusi bersama narasumber, sedangkan pertemuan kedua diarahkan pada evaluasi dan penguatan pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan. Pada pertemuan pertama, narasumber Dr. (C) Melda Delvia, M.Pd. menyampaikan materi dengan tema: “Transformasi Pembelajaran Hadis di Era Digital: Dari Metode Konvensional Menuju Pembelajaran Kreatif, Interaktif, dan Bermakna.”

Sebelum materi disampaikan, para guru yang menjadi peserta terlebih dahulu diberikan pre-test. Tes awal tersebut dilakukan untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta mengenai pembelajaran hadis sebelum mendapatkan materi dari narasumber.

Setelah pelaksanaan pre-test, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi. Dalam pemaparannya, narasumber mengajak para guru untuk melihat perkembangan teknologi digital sebagai peluang dalam menciptakan inovasi pembelajaran hadis. Pembelajaran hadis yang sebelumnya banyak menggunakan pendekatan konvensional diarahkan untuk dapat dikembangkan dengan memanfaatkan berbagai media dan teknologi pembelajaran. Dengan demikian, pembelajaran diharapkan menjadi lebih menarik, komunikatif, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik pada era digital.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif. Para guru diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai pertanyaan, pengalaman, maupun persoalan yang mereka hadapi dalam proses pembelajaran. Diskusi berlangsung secara aktif dan mendapatkan respons positif dari para peserta. Pada hari kedua, Kamis, 10 September 2026, tim pengabdi kembali melaksanakan pertemuan bersama para dewan guru Pondok Pesantren Nurul Yaqin Gadur. Pertemuan kedua difokuskan pada evaluasi terhadap materi yang telah disampaikan pada hari sebelumnya. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman para guru setelah mengikuti FGD dan mendapatkan materi tentang transformasi pembelajaran hadis di era digital.

Melalui kegiatan evaluasi tersebut, tim pengabdi dapat melihat tingkat pemahaman peserta sekaligus mengidentifikasi bagian-bagian materi yang masih membutuhkan penguatan. Kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi bagi para guru untuk mendiskusikan kembali penerapan pembelajaran kreatif, interaktif, dan bermakna dalam kegiatan belajar mengajar di pondok pesantren. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan antusiasme. Para peserta tidak hanya memperoleh wawasan baru, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk bertukar pengalaman mengenai praktik pembelajaran yang selama ini diterapkan.

Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat antarprovinsi ini diharapkan dapat memperkuat hubungan kelembagaan dan akademik antara STAIN Mandailing Natal dengan lembaga pendidikan Islam di Sumatera Barat. Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pengabdian perguruan tinggi tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga diarahkan pada proses pendampingan, evaluasi, penguatan kompetensi, dan pemberdayaan masyarakat. Transformasi pembelajaran hadis menjadi salah satu kebutuhan penting di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Guru dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perubahan tanpa meninggalkan substansi dan nilai-nilai utama dalam pembelajaran hadis.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para guru Pondok Pesantren Nurul Yaqin Gadur dapat mengembangkan berbagai inovasi pembelajaran yang lebih kreatif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik, sekaligus tetap menjaga kedalaman pemahaman terhadap sumber-sumber ajaran Islam.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat kemudian ditutup dengan foto bersama antara tim pengabdi, narasumber, Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Yaqin Gadur, dewan guru, serta para stakeholder yang hadir.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membangun sinergi antara perguruan tinggi, pesantren, dan masyarakat dalam menghadirkan pendidikan Islam yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan tantangan zaman. (Azhar)

 

  • Penulis: Azhar/STAIN Madina
  • Editor: Dahlan Batubara

Rekomendasi Untuk Anda

  • Digugat, Gambar Mengerikan di Bungkus Rokok

    Digugat, Gambar Mengerikan di Bungkus Rokok

    • calendar_month Rabu, 17 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Menurut para penggugat, gambar gigi busuk, jenazah, bisa membuat konsumen rokok depresi. Lima perusahaaan rokok menuntut Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) karena tidak setuju dengan undang-undang baru yang mengharuskan mereka memasang gambar peringatan kesehatan di bungkus rokok. Menurut mereka, hal tersebut melanggar kebebasan berekspresi sebagai warga negara dan bisa membuat mereka kehilangan […]

  • Fraksi Golkar : Bupati Harusnya Mencopot Tersangka Koruptor

    Fraksi Golkar : Bupati Harusnya Mencopot Tersangka Koruptor

    • calendar_month Rabu, 10 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Madina harusnya tak menjamin pejabat tersangka koruptor yang berakibat polisi tak bisa melakukan penahanan. “Seharusnya bupati mencopot jabatan, bukan memberikan jaminan,” kata Ketua Fraksi Golkar DPRD Mandailing Natal (Madina) As. Imran Khaitamy Daulah SH kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Selasa (9/2). Itu dikatakan Imran terkait kegagalan Polres Madina menahan […]

  • Kerugian PT Sorikmas Mining Mencapai Rp70 Miliar

    Kerugian PT Sorikmas Mining Mencapai Rp70 Miliar

    • calendar_month Minggu, 5 Jun 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Demo warga Desa Hutagodang Muda, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) berujung bentrok dan pembakaran camp milik PT Sorikmas Mining di Tor Sihayo, pada 29 Mei 2011 lalu. Akibat pembakaran camp PT Sorikmas Mining yang dilakukan warga, kerugian PT Sorikmas Mining mencapai Rp70 miliar dan tuntutan masyarakat Desa Hutagodang Muda terhadap PT Sorikmas Mining […]

  • Pameran Pembangunan HUT 17 tahun Madina

    Pameran Pembangunan HUT 17 tahun Madina

    • calendar_month Minggu, 6 Mar 2016
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    Hari Pertama pameran pembangunan Ulang Tahun ke 17 Kabupaten Mandailing Natal, yang dimeriahkan SKPD dan Swasta yang berdomisili di kabupaten Madina. Tetap terlihat kemeriahan meskipun  di protes para pengunjung karena lokasi sekarang yang ada di Tapian Siri Siri sulit di akses pengunjung terutama yang datang secara rombongan. Terlalu jauh untuk jalan kaki, sementara kalau naik […]

  • Diduga Terlibat Percaloan CPNS

    Diduga Terlibat Percaloan CPNS

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Mantan Kepala BKD Terancam Dipenjara TANJUNGBALAI (Mandailing Online) – Setelah dicopot dari jabatannya, dan gagal menjadi staf ahli Walikota karena tidak hadir saat pelantikan, BAS,SSos, mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Diklat dikabarkan terancam terjerat hukum. Beredar kabar, BAS terlibat percaloan CPNS formasi 2012 lalu. Sumber terpercaya di Mapolres Tanjungbalai, Selasa (15/10) mengatakan, belum […]

  • Jeruk Keprok Maga Kembali Dikembangkan

    Jeruk Keprok Maga Kembali Dikembangkan

    • calendar_month Senin, 9 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Setelah sepuluh tahun menghilang, Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kembali melakukan penanam ribuan batang Jeruk Keprok Maga di atas 50 hektare lahan di Desa Huta Tinggi dan Huta Namale, Kecamatan Puncak Sorik Merapi. Kadis Pertanian Madina Taufik Zulhendra baru-baru ini mengatakan, Jeruk Keprok Maga yang harum wanginya dan manis rasanya, menghilang akibat diserang […]

expand_less