Jumat, 25 Sep 2026
light_mode

Bencana Anggaran Madina: Menuntut Tanggung Jawab Masa Lalu atas Darurat Belanja Pegawai

  • account_circle Muhammad Rizki Lubis
  • calendar_month 5 menit yang lalu
  • print Cetak

 

…

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kini tengah berhadapan dengan apa yang disebut sebagai ‘bencana anggaran’. Sempitnya ruang gerak fiskal daerah ini merupakan buah dari kebijakan masa lalu yang kini mewajibkan adanya koreksi terhadap pengangkatan pegawai yang berlebih.

Pangkal dari krisis anggaran daerah ini berakar pada ketidakmampuan pemerintah di masa lalu dalam menyeimbangkan antara rekrutmen pegawai (termasuk tenaga honorer dan PPPK) dengan kapasitas Pendapatan Asli Daerah (PAD). Data APBD menunjukkan tren Belanja Pegawai yang terus meroket tajam tanpa bisa direm.

Pada tahun 2024, realisasi Belanja Pegawai Madina sudah menyentuh angka Rp 795,3 miliar dari alokasi anggaran sebesar Rp 880,1 miliar. Beban ini membengkak menjadi Rp 974,3 miliar pada alokasi tahun 2025. Puncaknya, pada APBD tahun 2026, postur Belanja Pegawai menembus angka fantastis hingga Rp 1,05 triliun.

Besarnya beban gaji aparatur ini secara otomatis menguras lebih dari separuh total belanja daerah, sehingga mencekik alokasi untuk pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik masyarakat Madina.

Tanggung jawab kepala daerah (Bupati) pada masa-masa sebelumnya menjadi sorotan utama dalam evaluasi postur anggaran saat ini. Kebijakan pengangkatan pegawai masal yang kerap sarat dengan muatan populis kini menjadi beban struktural (mandatory spending) yang membelenggu bupati penerusnya.

Ketimpangan ini terlihat sangat mencolok ketika membandingkan beban gaji dengan kemandirian fiskal daerah. Secara historis, PAD Kabupaten Madina jalan di tempat. Pada tahun 2021, capaian PAD hanya berkisar Rp 100,2 miliar, lalu naik perlahan ke angka Rp 110,7 miliar pada 2022, kemudian Rp 169 miliar pada 2024, dan pada tahun 2026 hanya ditargetkan sebesar Rp 204,6 miliar.

Akibat dari lemahnya PAD ini, Pemkab Madina memiliki ketergantungan yang sangat tinggi terhadap suntikan Dana Transfer Pusat, khususnya Dana Alokasi Umum (DAU). Sebagai gambaran miris, pada tahun 2024, kucuran DAU untuk Madina ditetapkan sebesar Rp 892,4 miliar. Angka DAU tersebut hampir sepenuhnya habis sekadar untuk menutupi biaya operasional Belanja Pegawai yang dianggarkan sebesar Rp 880,1 miliar pada tahun yang sama.

Jika tren pengangkatan pegawai ini tidak dikoreksi secara radikal, daerah ini terancam lumpuh secara pembangunan.

Berlakukan Masa Efisiensi dan Dorong Investasi Pihak Ketiga

Mewarisi beban anggaran yang terlampau berat dari kebijakan masa lalu, pemerintahan saat ini tidak menampik kondisi kritis yang sedang terjadi. Sebagai bentuk pertanggungjawaban dan langkah korektif, Pemkab Madina terpaksa memberlakukan kebijakan ikat pinggang alias pengetatan anggaran secara ketat.

Kondisi ini disampaikan secara terbuka oleh Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution, dalam sebuah acara peresmian infrastruktur bantuan kepolisian di Desa Aek Mata pada awal Juni 2026. Ia menyebutkan bahwa pemerintah daerah sangat terbantu oleh pihak luar karena kondisi kas daerah yang terbatas. “Atas nama pemerintah daerah, kami mengucapkan terima kasih. Kami sangat terbantu dengan pembangunan jembatan ini karena pemerintah saat ini masa efisiensi,” sebut Atika.

Di saat yang bersamaan, Bupati Madina, H. Saipullah Nasution, juga tengah mencari jalan keluar guna melepaskan daerah dari jerat bencana anggaran ini dengan cara memacu pertumbuhan investasi guna mendongkrak PAD.

Salah satu upaya nyata adalah pembukaan konektivitas rute penerbangan perdana Wings Air di Bandar Udara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution pada Agustus 2026. Pihak pemerintah daerah berharap dengan terbukanya mobilitas udara, iklim pariwisata dan bisnis di Madina dapat tumbuh pesat, yang secara bertahap diharapkan mampu menambal defisit keuangan peninggalan masa lalu. ***

  • Penulis: Muhammad Rizki Lubis
  • Editor: Dahlan Batubara

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jenggot Jadi Mangkok Mie

    Jenggot Jadi Mangkok Mie

    • calendar_month Sabtu, 28 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Dibanding sebagai beban, memiliki jenggot panjang tampaknya jadi hal paling menyenangkan bagi Isaiah Webb. Ia membuat kreasi dengan membentuk jenggotnya jadi berbagai bentuk “ajaib”. Salah satu yang terpopuler, mangkok mie. Isaiah selalu mengunggah foto dengan bentuk jenggot baru saban Senin di akun Tumblr dan Instagram-nya. Ada jenggot yang dibentuk seperti tangga, melingkar, jadi pegangan untuk […]

  • Pemda se Tabagsel Teken Komitmen dengan KPK

    Pemda se Tabagsel Teken Komitmen dengan KPK

    • calendar_month Rabu, 22 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK (Mandailing Online) – Bupati/Walikota beserta wakil masing-masing menadatangani komitmen bersama KPK. Komitmen itu berupa pencegahan korupsi di daerahnya masing-masing. Dari Mandailing Natal (Madina) ikut meneken adalah bupati Ja’far Sukhairi Nasution dan wakil bupati Atika Azmi Utammi Nasution. Penandatangan itu berlangsung dalam Rapat Koordinasi Pemberantasan Korupsi Terintegrasi di Pemerintahan Kabupaten/Kota Tapanuli Selatan, Padangsidimpuan, Tapanuli Tengah, […]

  • Pengumuman CPNS Sibolga Terkendala Nilai

    Pengumuman CPNS Sibolga Terkendala Nilai

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    SIBOLGA – Pemko Sibolga belum bisa mengumumkan hasil seleksi CPNS formasi 2013. Hal ini terkendala nilai dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN & RB). “Hasil ujian peserta sudah kita terima tanggal 24 Desember 2013. Namun Kementerian PAN belum mencantumkan nilai peserta ujian. Makanya hasil seleksi itu belum bisa kita umumkan. Kondisi ini […]

  • Penguatan Kebudayaan Melalui Politik Anggaran Daerah

    Penguatan Kebudayaan Melalui Politik Anggaran Daerah

    • calendar_month Kamis, 3 Mei 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Mulyadi Hakim Nasution, SH Anggota DPRD Mandailing Natal Disampaikan pada Kegiatan Konsolidasi Organisasi Forum Pelestarian dan Pengembangan Adat dan Budaya Mandailing Natal Hotel Madina Sejahtera, Panyabungan, Kamis 3 Mei 201     Penguatan adat dan budaya daerah memang memerlukan peran berbagai pihak. Tidak memadai lagi kalau hanya semata-mata menjadi beban pelaku-pelaku adat […]

  • MAKNA IBADAH HAJI

    MAKNA IBADAH HAJI

    • calendar_month Minggu, 11 Jun 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Ummu Haura Aktivis/Ibu Rumah Tangga Sebagaimana diketahui, bulan-bulan ini sudah memasuki bulan-bulan haji tahun 1444 H. Jutaan calon jemaah haji telah mulai berangkat dari berbagai penjuru dunia menuju tanah suci, Mekah al-Mukarramah. Jutaan lainnya telah mengantri untuk bisa berangkat tahun depan. Meski tergolong berat dan melelahkan, minat umat Islam untuk menunaikan ibadah haji ke […]

  • Pemkab Madina Alokasikan Anggaran Kematian dan Kecelakaan Kerja. Segini Besarannya

    Pemkab Madina Alokasikan Anggaran Kematian dan Kecelakaan Kerja. Segini Besarannya

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) alokasikan dana Belanja Iuran Jaminan Kematian bagi Pekerja Rentan dan Belanja Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja bagi Pekerja Rentan untuk 2500 orang di Seluruh Kabupaten. Dari data yang dihimpun Mandailing Online alokasi dana itu bersumber dari APBD tahun 2025 Senilai Rp. Rp. 201.008.000., total […]

expand_less