Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Kehadiran Sorikmas Mining Harus Menguntungkan Daerah dan Masyarakat

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 5 Mar 2014
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua DPRD Mandailing Natal (Madina) AS Imran Khaitamy Daulay, SH menyatakan kehadiran kontrak karya PT. Sorikmas Mining di Madina harus menguntungkan pemerintah daerah terutama masyarakat.

Pemerintah daerah juga harus mampu berada di posisi antara rakyatnya dan investor. Di sisi lain, investor juga harus mematuhi semua aturan perundangan dalam kegiatan investasinya di daerah ini.

Itu dikatakan Imran Khaitami menjawab Mandailing Online, Rabu (5/3/2014) menyikapi hasil pertemuan tiga pihak (muspida, perwakilan Naga Juang, PT. Sorikmas Mining) di aula kantor bupati, Kamis (27/2/2014) yang melahirkan 11 poin penyelesaian polemik.

Menurutnya, pertemuan di aula kantor bupati antara Muspida, PT.Sorikmas Mining dan perwakilan Naga Juang itu diharapkan jadi titik awal untuk membangun formula-formula baru.

“Karena kita lihat, baik dari masyarakat atau juga pengusaha serta pemerintah sudah memiliki satu misi yang kuat misi kebersamaannya yang intinya adalah agar penyelesaian permasalahan-permasalahan terkait dengan investasi PT Sorikmas Mining dengan masyarakat wilayah tambang dapat diselesaikan dengan cara-cara yang paling menguntungkan pemerintah,masyarakat,dan pihak pengusaha,” katanya.

Miningsolution telah dapat ditemukan, artinya dalam tahapan proses-proses yang dilalui akan tetap dibahas dalam pertemuan pemerintah,masyarakat,dan pihak pengusaha.

Dari sisi investor, dia menekankan agar apa yang sudah dinampakkan di pertemuan itu jangan tinggal di dalan rapat, tetapi diimplementasikan oleh PT.Sorikmas Mining pada tahapan-tahapan pembangunan investasi ke depan.

“Dan yang terpenting dalam berinvestasi ini dapat memberi keuntungan kepada pemerintah daerah kabupaten dan juga utamanya pada masyarakat di sekitar wilayah tambang, dapat mencegah gerakan masyarakar dan dapat memudahkan urusan-urusan pemerintah, dapat memberi kontribusi penghasilan asli daerah. Bagi saya itu yang terpenting untuk dicermati,” katanya.

Dari sisi pemerintah, dia berharap pemerintah berada pada posisi yang benar, artinya tidak meninggalkan esensi-esensi penting dari apa yang menjadi keluhan masyarakat. Jangan pula karena dalam berinvestasi itu terkandung keuntungan-keuntungan pemerintah lalu mengabaikan harapan-harapan masyarakat.

“Jadi posisi pemerintah di sini menjadi penting sebagai mediator terhadap hajat masyarakat sekitar wilayah tambang kaitannya dengan PT Sorikmas Mining selaku pemegang kontra karya di wilayah tambang itu,” ujarnya.

Dari sisi masyarakat, Imrna Khaitamy berharap pertemuan di aula kantor bupati itu dapat memelihara semangat untuk mengarah pada kehidupan yang berdampingan dengan pihak PT Sorikmas Mining sebagai investor.

“Artinya satu hal yang sudah kita pastikan, keadilan investasi di kawasan itu akan menyertai perubahan-perubahan kehidupan masyarakat ke arah yang lebih baik. Lebih baik maksudnya dalam kehidupan ekonomi lebih sejahtera, dalam kehidupan yang lain juga lebih meningkat. Dengan demikian maka kita harapkan masyarakat juga lebih terbuka dan lebih koperatif terhadap upaya-upaya penyelesaian masalah sekitar kehadiran PT Sorikmas Mining,” ungkapnya.

Intinya, menurut Imran, pemerintah dan masyarakat serta PT Sorikmas Mining menjadi satu kesenyawaan dalam setiap menghadapi persoalan-persoalan pengelolaan potensi tambang di wilayah itu.

Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kisah Imam Denmark Menemukan Cahaya Islam

    Kisah Imam Denmark Menemukan Cahaya Islam

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Reino Arild Pedersen, merupakan imam pertama pengisi khotbah Jumat di Denmark. Ia lebih terkenal dengan nama Abdul Wahid Pedersen, namanya setelah berislam. Siapa sangka, sang imam yang pengetahuan keislamannya luas itu merupakan seoran mualaf. Hingga mengenal Islam, perjalanannya pun tak singkat. Ia menempuh banyak perjalanan hingga mendapat manisnya hidayah. Perjalanannya dimulai saat usianya masih 16 […]

  • Sejumlah Keluhan Disuarakan Para Tokoh Pantai Barat Madina

    Sejumlah Keluhan Disuarakan Para Tokoh Pantai Barat Madina

    • calendar_month Sabtu, 25 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    NATAL (Mandailing Online) – Pemkab Madina dan Pemprov Sumut harus lebih kerja keras membangun kawasan Pantai Barat Madina. Selain kerja keras, juga kemauan politik yang tinggi agar sektor-sektor dapat berkembang di kawasan ini. Kawasan Pantai Barat Madina memiliki panjang pantai 170 km yang memiliki potensi ekonomi, serta berbagai ruas jalan darat yang kewenangannya bukan saja […]

  • PKL “Pejuang Kesejahteraan Lokal”

    PKL “Pejuang Kesejahteraan Lokal”

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Supardi S.H.I Founder Business Owners Community-Panyabungan     PKL singkatan Pedagang Kaki Lima, pedagang yang memajang dagangan di pinggir jalan. Disebut pedagang kaki lima mungkin karena selama ini – kalau anda pelaku pedagang kaki lima – harus punya banyak kaki agar mudah berlari menyelamatkan dagangan ketika terkena penggusuran. PKL bukan Sampah Visual Setiap kali […]

  • Mahasiswa Tuntut Kepala Inspektorat Dicopot

    Mahasiswa Tuntut Kepala Inspektorat Dicopot

    • calendar_month Jumat, 3 Jun 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli (AMP) Madina kembali berunjuk rasa di depan kantor Inspektorat Kabupaten Madina, Rabu (1/6). Mereka menuntut Kepala Inspektorat Madina, Sayuti Lubis dicopot. Koordinator aksi Faisal Ardiyansyah dalam orasinya menyampaikan hasil pengumuman tim verifikasi dan validasi pengangkatan Sekretaris Desa (Sekdes) menjadi CPNS di Madina diindikasikan ada manipulasi data. […]

  • Mengapa Kita Berutang Maaf dan Gelar Pahlawan pada Sosok Willem Iskander?

    Mengapa Kita Berutang Maaf dan Gelar Pahlawan pada Sosok Willem Iskander?

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Moechtar Nasution ASN Dinas Pariwisata Mandailing Natal/Aktifis Gerep Institute (Pusat Kajian Madina)   Ada amnesia kolektif yang teramat kaku dalam ingatan bangsa kita. Saban tahun kita merayakan kemerdekaan, saban tahun juga memperingati hari pendidikan dan setiap tahun juga mengikuti upacara hari kebangkitan nasional. Lalu, dengan gampang dan mudah kita mendiktekan kepada anak-cucu bahwa […]

  • SBY: Tak Rp1 Pun Baju Saya Pakai Uang Negara

    SBY: Tak Rp1 Pun Baju Saya Pakai Uang Negara

    • calendar_month Jumat, 8 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Presiden menegaskan pentingnya penghematan anggaran negara di semua lembaga negara. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya merespons berbagai kritik belakangan ini tentang pemborosan anggaran negara, khususnya yang menyangkut perjalanan dinas. Dia menegaskan pentingnya penghematan, tak cuma di kalangan pemerintah tapi juga di lembaga-lembaga negara lainnya. “Saya mendengar kritik dan juga usulan dari beberapa kalangan masyarakat agar […]

expand_less