Distan Madina Anggarkan Rp399 Juta untuk 20 Jenis Benih, Plt Kadis: Belum Dapat Laporan Realisasi
- account_circle Muhammad Hanapi
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal
PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Mandailing Natal mengalokasikan anggaran sebesar Rp399.179.450 untuk belanja benih dan bibit tanaman pada Tahun Anggaran 2026.
Alokasi tersebut bersumber dari APBD Madina dan tersebar untuk 20 sub pos pengadaan benih, mulai dari Benih Pare, Padi, Bawang Merah, Kol, Seledri, Kangkung, Gambas, Kacang Panjang, Buncis, Tomat, Timun, Terong Ungu, Sawi Putih, Sawi, Cabai Rawit, Cabe Merah, Bayam, Jagung, hingga Bawang Daun.
Plt Kepala Dinas Pertanian Madina, Syail Lubis, membenarkan adanya alokasi tersebut saat dikonfirmasi di kantornya, Kamis (15/10).
Namun, Syail mengaku belum mengetahui secara pasti progres realisasi pengadaan benih tersebut di lapangan.
“Alokasinya ada cabe merah, kol, tersebar di beberapa UPT. Pengadaan sekitar Rp51 juta untuk 3 UPT. Seperti di Mandailing Jae ada bawang merah, kayaknya pas kalau dijumlahkan ada 300-an juta,” beber Syail.
“Untuk progresnya saya belum dapat laporan apakah sudah terealisasi atau belum,” ujarnya.
Sebelumnya, Syail menyebut total pagu anggaran Distan Madina tahun 2026 mencapai sekitar Rp15 miliar termasuk gaji pegawai. Anggaran itu terbagi untuk 6 bidang.
Rp15 miliar include dengan gaji, itu terbagi untuk 6 bidang. Tanaman pangan, penyuluhan, perkebunan, sarana dan prasarana, hortikultura, peternakan juga keswan,” kata Syail.
Di sisi lain, Syail menegaskan pihaknya akan fokus mendukung visi dan misi Bupati H. Saipullah Nasution dan Wakil Bupati Atika Azmi untuk menjadikan sektor pertanian sebagai unggulan.
Menurutnya, Pemkab Madina telah resmi menetapkan serai wangi dan nilam sebagai dua komoditas unggulan daerah untuk mendongkrak kesejahteraan petani.
“Kita optimis, dengan dukungan penuh dari Pemprov Sumut dan komitmen kuat dari pimpinan daerah kita, semoga Madina bisa menjadi salah satu pusat penghasil minyak atsiri terbesar di Sumatera Utara. Kami di Dinas Pertanian siap bekerja keras di lapangan demi menyukseskan program ini,” pungkasnya.( fikri )
- Penulis: Muhammad Hanapi




