Senin, 20 Jul 2026
light_mode

Dua Nyawa Hampir Melayang

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
  • print Cetak


Panyabungan, Isu penculikan anak kembali menelan korban. Diduga komplotan penculik anak, dua orang warga Kelurahan Pasar Hilir, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, nyaris tewas dihajar massa di Desa Aek Banir, Kecamatan Panyabungan, Jumat (04/12/2010) dini hari.

Kedua korban bernama Ali Marsuki dan Ibrahim. Akibat pengeroyokan itu, keduanya menderita luka parah sehingga harus mendapat perawatan secara intensif di Rumah Sakit Permata Madina. Kepala kedua korban harus dijahit akibat luka yang diderita.

Penuturan kedua korban saat ditemui di RS Permata Madina, kejadian pengeroyokan berawal saat kedua korban hendak berkunjung ke Aek Banir dengan mengendarai mobil pribadi jenis Kijang Kapsul. Saat memutar mobil mau mengarah pulang, mobil yang ditumpangi kedua korban dicegat warga untuk memeriksa isi mobil.

Meski telah dilakukan pemeriksaan dan keduanya juga sudah menunjukkan KTP, warga Aek Banir tetap tidak yakin keduanya hanya sekadar berkunjung ke Aek Banir. Keduanya diduga komplotan penculik anak. Dugaan warga didasari merebaknya isu penculikan anak di Madina saat ini. Sejurus kemudian, warga Aek Banir langsung mengeroyok keduanya.

“Kami sempat melarikan diri, saya melarikan diri ke rumah warga sementara kawan saya Ibrahim lari ke hutan untuk meloloskan diri dari amukan masa. Dari rumah warga itu saya diambil massa dan saya langsung dihajar dengan dengan kayu. Tangan dan kaki saya diikat agar tidak ada perlawanan,” cerita Ali.

Kejadian ini diketahui kelurga Ali setelah Ibrahim kawan berhasil melarikan diri menelepon keluarga korban. Setelah keluarga Ali menerima telepon dari Ibrahim, keluarga Ali langsung melapor ke polisi.

Setelah keluarga korban melapor, polisi langsung berangkat ke Aek Banir untuk menyelamatkan Ali. Proses penjemputan korban berlangsung alot karena warga Aek Banir ngotot Ali adalah kompolotan penculik anak.

Wakakolres Madina AKP Hariyatmoko saat dikonfirmasi wartawan membenarkan pengeroyokan yang dilakukan warga Aek Banir. Pengeroyokan bermotif isu penculikan anak yang berkembang di Madina saat ini.

Meski diduga bermotif termakan isu penculikan anak, polisi yang menangani kasus ini berjanji akan tetap menindak para pelaku pengeroyokan sesuai aturan dan hukum yang berlaku.

Memang hampir di setiap desa di Madina isu penculikan anak saat ini disebarluaskan melalui masjid. Masyarakat diimbau menjaga anaknya sehingga membuat warga siaga bahkan terkadang warga panik begitu melihat orang baru.

Padahal pihak kepolisian sudah berusaha memberitahukan kepada masyarakat bahwa isu tersebut tidak benar karena hingga hari ini belum ada warga yang melapor menjadi korban. (BS-026)
Sumber : Berita Sumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rapat Terkait PETI, Dandim 0212/TS Minta Polisi Terbuka, Wakil Bupati Bantah Terima Hasil PETI

    Rapat Terkait PETI, Dandim 0212/TS Minta Polisi Terbuka, Wakil Bupati Bantah Terima Hasil PETI

    • calendar_month Kamis, 4 Apr 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online): Letkol Inf Amrizal Nasution Dandim 0212/TS meminta penertipan tambang emas ilegal tidak hanya di aliran sungai batang gadis di kota nopan saja, tetapi harus dilakukan secara merata di Kabupaten Mandailing Natal. ” rapat kita ini bukan rapat Forkopincam ( Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan, tetapi rapat melibatkan Forkopimda ( Forum Komunikasi Pimpinan […]

  • Guru Besar Universitas Sains Malaysia Puji Darul Mursyid

    • calendar_month Kamis, 23 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    SAIPAR DOLOK HOLE (Mandailing Online) – Dr.Sofri B.Yahya,Ph.D,CFIA,MIM dan Dr.Md.Harashid Bin Haron,Ph, keduanya guru besar Universitas Sains Malaysia menyatakan salut dengan system pendidikan di pesantren Darul Mursyid, di Tapanuli Selatan. “Saya melihat Darul Mursyid sudah punya system yang baik sehingga dapat eksis dalam dunia pendidikan,” kata Dr. Sofri, Jum’at (17/5/2013) lalu ketika mengunjungi pesantren modern […]

  • Putri Sayak

    Putri Sayak

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      Putri Raja Pulungan Yang Hilang di Lumban Huayan   Dituturkan : Patuan Kumala Pandapotan BGS/Ditulis : Saifuddin Lubis   Lumban Huayan, sekitar 4 Km dari Kelurahan Sayurmatinggi Tapanuli Selatan ke-arah Tano Tombangan pada abad ke-17 lalu adalah sebuah pusat kerajaan yang dipimpin oleh Raja Pulungan. Rajanya terkenal arif dan bijaksana, rakyatnya hidup rukun dan […]

  • KMM Salurkan Zakat Usaha ke  Angota dan Warga Sekitar

    KMM Salurkan Zakat Usaha ke Angota dan Warga Sekitar

    • calendar_month Kamis, 31 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )- Koperasi Konsumen Mitra Manindo (KMM) telah menyalurkan zakat usaha kepada 41 orang warga yang layak menerimanya pada akhir pekan lalu. Seluruh penerima zakat itu bertempat tinggal di sekitar kantor kas (KK) KMM yang berada di KK Kotanopan, KK Siabu, KK Maga, KK Panyabungan dan dan di sekitar gudang gas LPG […]

  • SK Honorer Diduga Hilang di BKD

    SK Honorer Diduga Hilang di BKD

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIANTAR- Akibat keteledoran seorang staf di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemko Pematangsiantar, Sanna Elplida br Saragih (25) honorer di Bagian Hukum Pemko Pematangsiantar terancam bakal tak diangkat jadi PNS. Pasalnya, SK honorer miliknya hilang di Kantor BKD Kota Siantar. Menurut Sanna Elplida, SK honorer asli miliknya itu tertanggal 1 April 2005 dan ditandatangani Wakil […]

  • Inspektorat Diminta Evaluasi Dana Desa Muara Mais

    Inspektorat Diminta Evaluasi Dana Desa Muara Mais

    • calendar_month Sabtu, 1 Sep 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      TAMBANGAN (Mandailing Online) – Pihak Inspektorat Madina diminta melakukan evaluasi terhadap penggunaan anggaran Dana Desa di Desa Muara Mais, Kecamatan Tambangan, Madina. Khususnya penggunaan Dana Desa TA 2018 untuk proyek pembangunan jalan jenis rabat beton di kawasan Aek Kapias, Muara Mais. Hal itu dikatakan sejumlah warga yang mengaku penduduk Muara Mais kepada wartawan, Kamis […]

expand_less