Komanja dan SRI Latih Petani Kopi di Ulupungkut
- account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
- calendar_month 2 menit yang lalu
- print Cetak
ULUPUNGKUT (Mandailing Online) – Koperasi Kopi Mandailing Jaya (Komanja) dan Sumatera Rainforest Institute (SRI) melakukan pelatihan kepada petani kopi di Kecamatan Ulupungkut, Mandailing Natal, Sabtu (31/10/2026).
Ketua Komanja Syafruddin Lubis menyatakan pelatihan itu sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas petani dapam budidaya kopi.
Pelatihan dilaksanakan dua hari, Jumat dan Sabtu. hari pertama dilaksanakan di Rumah Produksi Komanja Banamon Mandheling Coffee. Materi pelatihan mengenai proses pasca panen dan menguji rendemen kopi dari kebun petani di beberapa desa.
“Materi pelatihan hari jumat tentang proses pasca panen dan uji rendemen kopi. Maka peserta kita haruskan membawa 10 kg buah merah hingga kita ketahui hasilnya satu minggu ke depan. Maknya tempat pelatihan kita laksanakan di rumah produksi koperasi ini”, ujarnya.
Hari kedua tentang tekhnik budidaya. Pelatihan berlokasi di kebun. Menariknya pada hari kedua ini diskusi tentang perlakuan perawatan terhadap pohon kopi berkembang dinamis antar petani. Mereka saling berbagai menyampaikan masalah yang dihadapi di kebunnya. Petani yang pernah mengalaminya dan telah menemukan solusinya, petani tersebut menjelaskan cara penanganan yang telah dilakukannya.
Syafruddin juga menjelaskan bahwa acara ini merupakan rangkaian kegiatan Sekolah Lapang Pertanian sebagai upaya peningkatan kapasitas petani dalam produktifitas buah kopi yang berkualitas.
Di sisi lain, Dony Saputra, Direktur SRI, menyatakan kegiatan pelatihan ini merupakan bagian program peningkatan kapasitas kelembagaan koperasi petani menjadi unit bisnis yang kuat, inklusif dan berkelanjutan oleh SRI sebagai anggota dari konsorsium Caritas PSE yang didukung pendanaan hibah Siklus X TFCA Sumatera.
Dia mengungkapkan bahwa di pelatihan itu berkembang harapan para petani agar Koperasi Kopi Mandailing Jaya dapat memfasilitasi pertemuan secara berkala sebagai forum temu ramah, silaturrahmi dan diskusi. Juga ke depan untuk menjadikan forum petani itu sebagai wadah untuk sharing. “Selain itu pelatihan ini juga akan dilaksanakan hingga lima bulan kedepan dengan materi yang berbeda tentunya”, imbuhnya. (rel/dab)
- Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)






