Selasa, 10 Mar 2026
light_mode

YLBHI kecam aksi koboi polisi di Mandailing Natal

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 5 Jun 2011
  • print Cetak


Jakarta –
Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mengecam tindakan ala koboi yang dilakukan para anggota Brigade Mobil Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Kompi C Tapanuli Selatan, terhadap warga Desa Hutagodang Muda, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatra Utara, baru-baru ini. Seorang perempuan yang mencoba menuntut hak-haknya terkapar terkena peluru.

Menurut rilis yang diterima primaironline.com, Jumat (3/6), aksi bak koboi oleh Brigade Mobil Kepolisian Daerah Sumatera Utara, bermula saat ratusan warga melakukan unjuk rasa menolak beroperasinya PT Sorikmas Mining, di Base Camp Sihayo II PT Sorikmas Mining. Dimana PT Sorikmas Mining merupakan perseroan tambang emas yang sahamnya dimiliki oleh asing 75% (tujuh puluh lima persen) dan PT Aneka Tambang 25% (dua puluh lima persen).

Penolakan warga terhadap PT Sorikmas Mining ini berkaitan dengan ancaman kerusakan lingkungan dan kehilangan lahan pertanian akibat kegiatan pertambangan. Puncak penolakan ini terjadi pada 29 Mei 2011, masyarakat berinisiatif untuk menyampaikan aspirasinya dalam melakukan penolakan tambang ke lokasi camp pertambangan PT Sorikmas Mining yang berjarak 5 kilometer dari desa.

Masyarakat yang menuntut haknya diperkirakan berjumlah 500 orang, namun sebelum sampai di lokasi masyarakat dihadang oleh aparat keamanan. Akibat penghadangan ini terjadi aksi dorong mendorong antara masyarakat dengan pihak keamanan, sehingga terjadi penembakan terhadap perempuan berusia 19 tahun, yang merupakan warga masyarakat yang melakukan aksi.

Tak berakhir sampai di situ, anggota Reserse Kriminal Kepolisian Daerah Sumatera Utara melanjutkan aksinya, dengan melakukan pengepungan terhadap YLBHI-LBH Medan, yang sedang melakukan pendampingan Bantuan Hukum terhadap warga dan korban penembakan di Kantor YLBHI-LBH Medan.

“YLBHI mengecam tindakan ini.Tindakan pengepungan oleh Anggota Reserse Kriminal Kepolisian Daerah Sumatera Utara adalah tindakan premanisme berseragam yang tidak dapat ditolerir oleh hukum,” tegas pernyataan yang ditandatangani Ketua YLBHI Erna Ratnaningsih.

Menurut YLBHI, tindakan pengepungan tersebut merupakan tindakan intervensi terhadap proses bantuan hukum yang sedang dilakukan oleh YLBHI-LBH Medan, merupakan bukti ancaman terhadap HAM oleh aparat, serta telah merusak citra Polri
Sumber :Primaironline

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Utang Suami, Siapa yang Membayar?

    Utang Suami, Siapa yang Membayar?

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Tanggungan utang tidak serta-merta menjadi tanggungan para ahli waris. Dalam kehidupan berumah tangga, kondisi ekonomi keluarga tak selamanya stabil, bahkan membaik. Sering kali, suami, sebagai kepala rumah tangga, memeras otak dan tenaga untuk gali lubang mencari pinjaman di sana-sini. Karena itu, utang pun acap kali menggunung. Tetapi, bagaimana bila ajal menjemput sang suami, sementara utang […]

  • Uang Makan Naik Jadi Rp25 Ribu per Hari Kenaikan Gaji PNS 10 Persen pada 2012

    Uang Makan Naik Jadi Rp25 Ribu per Hari Kenaikan Gaji PNS 10 Persen pada 2012

    • calendar_month Jumat, 19 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, Pemerintah akan menaikkan gaji pokok dan pensiun pokok pegawai negeri sipil (PNS) rata-rata sebesar 10 persen sebagai bagian dari kebijakan belanja pegawai pada 2012 mendatang. “Kami juga menyediakan anggaran tunjangan kinerja untuk mendukung reformasi birokrasi,” ujar Menteri Keuangan Agus Martowardojo dalam jumpa pers terkait nota keuangan dan RAPBN 2012 di Jakarta, Selasa (16/8). Dengan […]

  • DPRD Ramai-ramai Pulangkan Duit APBD

    DPRD Ramai-ramai Pulangkan Duit APBD

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kejadian Lagi di Langkat LANGKAT-Indikasi tindak pidana korupsi berjamaah di Kabupaten Langkat kembali mencuat. Kali ini muncul dari gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Langkat yang membocorkan APBD dengan nilai Rp1,4 miliar. Kebocoran anggaran ini tercium saat sejumlah mantan dewan periode 2004-2009 ramai-ramai memulangkan uang ke kantor dewan, Rabu (26/1) siang. Pemulangan uang negara itu, […]

  • Bawaslu Minta KPU Madina Verifikasi Ulang Berkas Harun Musthafa

    Bawaslu Minta KPU Madina Verifikasi Ulang Berkas Harun Musthafa

    • calendar_month Sabtu, 16 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menduga KPU Madina melanggar administrasi pemilihan dengan tidak melakukan verifikasi dokumen calon bupati nomor urut 1, Harun Musthafa Nasution. Untuk itu, Bawaslu merekomendasikan KPU kembali melakukan verifikasi ulang atas dokumen Harun Musthafa. Hal tersebut sesuai dengan Surat Bawaslu Nomor 081/PP.00.02/K.SU-11/11/2024 yang ditujukan kepada […]

  • Polisi Masih Usut Motif Pembunuhan Abdullah

    Polisi Masih Usut Motif Pembunuhan Abdullah

    • calendar_month Selasa, 2 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARA SIPONGI (Mandailing Online) : Pihak polisi masih melakukan penyelidikan motif pembunuhan terhadap Abdullah, warga perumahan relokasi Afgas, Kecamatan Muarasipongi, Mandailing Natal. Jenazah Abdullah (21) ditemukan di dalam jurang jalan Lintas Sumatera sedalam 30 meter di kawasan Ai Molili, Bukit Dua Belas, Dusun Pinyongek, Desa Ranjo Batu, Kecamatan Muarasipongi, Senin (1/2) sekira pukul 06.30 Wib. […]

  • Mafia dibalik rusuh KJRI Jeddah

    Mafia dibalik rusuh KJRI Jeddah

    • calendar_month Kamis, 13 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Ketua Badan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Jumhur Hidayat menduga pembakaran Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah didalangi mafia Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Ilegal. “Para mafia TKI ilegal ini ingin agar program pemutihan TKI yang melanggar batas izin tinggal di Arab Saudi gagal,” katanya dalam dialog publik pada Jambore Buruh Migran […]

expand_less