Rabu, 17 Jun 2026
light_mode

YLBHI kecam aksi koboi polisi di Mandailing Natal

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 5 Jun 2011
  • print Cetak


Jakarta –
Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mengecam tindakan ala koboi yang dilakukan para anggota Brigade Mobil Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Kompi C Tapanuli Selatan, terhadap warga Desa Hutagodang Muda, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatra Utara, baru-baru ini. Seorang perempuan yang mencoba menuntut hak-haknya terkapar terkena peluru.

Menurut rilis yang diterima primaironline.com, Jumat (3/6), aksi bak koboi oleh Brigade Mobil Kepolisian Daerah Sumatera Utara, bermula saat ratusan warga melakukan unjuk rasa menolak beroperasinya PT Sorikmas Mining, di Base Camp Sihayo II PT Sorikmas Mining. Dimana PT Sorikmas Mining merupakan perseroan tambang emas yang sahamnya dimiliki oleh asing 75% (tujuh puluh lima persen) dan PT Aneka Tambang 25% (dua puluh lima persen).

Penolakan warga terhadap PT Sorikmas Mining ini berkaitan dengan ancaman kerusakan lingkungan dan kehilangan lahan pertanian akibat kegiatan pertambangan. Puncak penolakan ini terjadi pada 29 Mei 2011, masyarakat berinisiatif untuk menyampaikan aspirasinya dalam melakukan penolakan tambang ke lokasi camp pertambangan PT Sorikmas Mining yang berjarak 5 kilometer dari desa.

Masyarakat yang menuntut haknya diperkirakan berjumlah 500 orang, namun sebelum sampai di lokasi masyarakat dihadang oleh aparat keamanan. Akibat penghadangan ini terjadi aksi dorong mendorong antara masyarakat dengan pihak keamanan, sehingga terjadi penembakan terhadap perempuan berusia 19 tahun, yang merupakan warga masyarakat yang melakukan aksi.

Tak berakhir sampai di situ, anggota Reserse Kriminal Kepolisian Daerah Sumatera Utara melanjutkan aksinya, dengan melakukan pengepungan terhadap YLBHI-LBH Medan, yang sedang melakukan pendampingan Bantuan Hukum terhadap warga dan korban penembakan di Kantor YLBHI-LBH Medan.

“YLBHI mengecam tindakan ini.Tindakan pengepungan oleh Anggota Reserse Kriminal Kepolisian Daerah Sumatera Utara adalah tindakan premanisme berseragam yang tidak dapat ditolerir oleh hukum,” tegas pernyataan yang ditandatangani Ketua YLBHI Erna Ratnaningsih.

Menurut YLBHI, tindakan pengepungan tersebut merupakan tindakan intervensi terhadap proses bantuan hukum yang sedang dilakukan oleh YLBHI-LBH Medan, merupakan bukti ancaman terhadap HAM oleh aparat, serta telah merusak citra Polri
Sumber :Primaironline

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penyematan Satu Nama Ruas Jalan Dibarter Satu Pulau? SungguhTerlalu!

    Penyematan Satu Nama Ruas Jalan Dibarter Satu Pulau? SungguhTerlalu!

    • calendar_month Selasa, 3 Nov 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Minggu lalu tersiar satu kabar yang diinformasikan oleh Koordinator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Nasional Merah Johansyah. Ia menuliskan dalam akun twitter pribadinya bahwa 1 ruas jalan nama Presiden Joko Widodo Street di Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab ditukar dengan 256 ribu Ha di Kaltim. Ia […]

  • Generasi Bangsa Aset Yang tiada terharga Nilainya

    Generasi Bangsa Aset Yang tiada terharga Nilainya

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Siswa Sekolah Dasar SD Negeri No.126 Gunung Baringin Antusias mengerjakan tugas yang diberikan guru. Mereka yakin bahwa hari esok pasti gemilnag. (MOL)

  • Batu Tulis dan Girp (Alat Belajar Anak Masa Lalu)

    Batu Tulis dan Girp (Alat Belajar Anak Masa Lalu)

    • calendar_month Jumat, 23 Des 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dr. M. Daud Batubara, MSi Pembina Forum Pendidik Madina Sada dua tolu ning na gurui Opat lima onom mangiut sipitui Roma si salapan dohot sambilan i Gonop ma bilangan so ro si sapului Ulang di tijuran batu tulis i Um denggan ma di basu dohot aek tawar i Ini bagian syair dari lagu yang […]

  • Terkait Kades Jambur Baru Batangnatal. Dinas PMD Madina Tunggu Hasil Rekomendasi Inspektorat

    Terkait Kades Jambur Baru Batangnatal. Dinas PMD Madina Tunggu Hasil Rekomendasi Inspektorat

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA||Mandailing Online- Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Irsal Pariadi, menyatakan akan menindaklanjuti hasil rekomendasi Inspektorat terkait Kepala Desa Jambur Baru, Riswan Haedy, yang diduga melakukan pengrusakan aset daerah. “Kita tunggu rekomendasi hasil riksus dari inspektorat. Apabila sudah keluar akan kami jalankan dan tindaklanjuti sesuai rekomendasi tersebut,” kata Irsal Pariadi Senin […]

  • Intel Melayu, Belajarlah Kepada Zulkifli Lubis Muda (bagian 1)

    Intel Melayu, Belajarlah Kepada Zulkifli Lubis Muda (bagian 1)

    • calendar_month Rabu, 8 Feb 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Cukup jarang badan intelijen membuat rilis yang disebarkan ke media. Tapi itulah yang terjadi tak lama setelah persidangan Ahok pada pekan lalu (Selasa, 31/1). Pertanyaan tim kuasa hukum kepada K.H. Ma'ruf Amin yang hadir sebagai saksi bergulir menjadi isu penyadapan, terutama setelah Susilo Bambang Yudhoyono menggelar konferensi pers. Bola pun bergulir ke arah Badan Intelijen Negara (BIN), […]

  • Penempatan di Madina Guru Pincang

    Penempatan di Madina Guru Pincang

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN BARAT (Mandailing Online) – PDI Perjuangan Panyabungan Barat mendesak Dinas Pendidikan untuk segera melakukan pemeratan dalam penempatan guru untuk SD di Kecamatan Panyabungan Barat. Saat ini, rata-rata SD hanya memiliki tiga orang guru kelas atau guru tetap. Sedangkan sisanya, termasuk guru honor. Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Panyabungan Barat Hosman Hasibuan mengatakan kepada wartawan […]

expand_less