Minggu, 31 Mei 2026
light_mode

Batu Tulis dan Girp (Alat Belajar Anak Masa Lalu)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 23 Des 2022
  • print Cetak

Oleh: Dr. M. Daud Batubara, MSi
Pembina Forum Pendidik Madina

Sada dua tolu ning na gurui
Opat lima onom mangiut sipitui
Roma si salapan dohot sambilan i
Gonop ma bilangan so ro si sapului
Ulang di tijuran batu tulis i
Um denggan ma di basu dohot aek tawar i

Ini bagian syair dari lagu yang sangat top pada masa awal tahun tujuh puluhan yang sampai saat ini tidak diketahui dengan pasti siapa pengarangnya. Mungkin dia seorang pendidik sehingga tidak berniat untuk dikenal dan mengkomersilkan lagu yang sangat top saat itu. Sebagai pendidik dengan karakter pahlawan tanpa tanda jasa, mungkin pengarang lagu anonim ini hanya ingin lagu tersebut menjadi bagian dari alat sarana memudahkan belajar berhitung bagi anak-anak masa itu.

Pada bagian akhir syair ini tertulis “Ulang di tijuran batu tulis i. Um denggan ma dibasu dohot aek tawar i”. Artinya “Jangan diludahi Batu Tulis, Lebih baik dicuci dengan air tawar” yang menggambar kebiasan praktik anak dalam membersihkan alat tulisnya yang terbuat dari batu tersebut. Tentu ini juga menggambarkan kebenaran tentang keberadaan Batu Tulis sebagai alat belajar bagi anak sekolah masa lalu di Mandailing.

Batu tulis adalah alat bantu belajar untuk keperluan menulis di masa lalu bagi anak di sekolah. Alat tulis ini berupa kepingan batu yang sangat pipih, dibingkai dengan kayu sekelilingnya yang berfungsi untuk pelindung sekaligus asesoris untuk memperindah. Berbagai referensi menyebut batu tulis ini terbuat dari lempengan batu karbon yang dicetak segi empat. Batu ini berwarna hitam dengan permukaan cukup halus pada kedua sisi, sehingga bisa digores.
Ukuran ketebalan kepipihannya hampir sama tebalnya dengan tablet dan ukuran luasnya mirip laptop dengan berbagai ukuran juga. Mungkin bila ada dijumpai saat ini sangatlah mirip dengan tablet hanya saja isinya tentu sangat berbeda. Batu tulis yang diberbagai wilayah disebut dengan Sabak, sangat mudah pecah bila terkena benturan atau terjatuh dari tangan.

Pena untuk menggores di batu tulis seperti disebut sebelumnya disebut namanya Girf. Oleh bangsa Mandailing, Girf ini disebut Geref, mungkin karena kebiasaan dalam penggunaan lapas bahasa di Mandailing. Geref ini terbuat dari jenis batu yang sama dengan Batu Tulis. Bedanya bentuk penanya dibuat seperti pensil dengan ukuran panjang sekitar sepuluh cm dengan diameter sekitar tiga mm. Geref ini akan patah bila terjatuh, karena batu kecil panjang ini sangat mudah patah.

Cara menggunakan batu tulis, selalu berpasangan dengan grif. Batu tulis berfungsi sebagai media tulis sedangkan grip adalah alat tulisnya. Mungkin hal ini berhubungan pula dengan sebutan tempat menyimpan pensil atau balpen sampai saat ini disebut doosgrip, bukan doospen. Bagian yang runcing digoreskan ke bagian batu tulis yang relatif licin sehingga munculnya goresan yang dapat membentuk huruf, angka atau lukisan. Hasil goresan grip dari sisi bagian yang runcing di permukaan batu tulis, akan menghasilkan goresan seperti menulis pada kertas menggunakan pensil, tetapi agak lebih jelas dari tulisan pensil di kertas.

Batu tulis yang kurang lebih selebar laptop ini, tentu tidak dapat menampung banyak konten di dalamnya. Sehingga hampir setiap saat harus dihapus karena konten pelajaran yang bergerak terus. Jadi bukanlah peranti yang dapat menyimpan berkas permanen, tapi hanya digunakan sementara waktu untuk mengikuti pelajaran yang disampaikan oleh guru.  Setelah selesai, dapat dihapus dan ditulisi dengan materi pelajaran lainnya, begitu seterusnya. Tentu ada tuntutan yang tinggi terhadap kemampuan menghafal oleh peserta didik. Jadi sangat beda dengan kekinian yang dapat menyimpan dan mengarsipkan konten pelajaran. Dapat dibayangkan bagaimana fungsinya saat itu dengan bagaimana proses  belajar harus dilakukan oleh guru yang setiap saat, dimana konten pelajaran harus di hapus.

Cara menghapus batu tulis dari goresan konten yang ada di atasnya adalah dengan menggunakan air yang diusapkan ke atas permukaan batu tulis yang dituliskan. Bagi pelajar yang usianya masih sangat muda tentu akan merasa lebih praktis menggunakan ijur (ludah) dan mengusapnya dengan tangan. Tentulah meraka belum memahami betul tentang efek kesehatan, etika dan kenyamanan dari bau yang ditimbulkan ludah tersebut. Ini pulalah yang mungkin melatarbelakangi sang pencipta lagu di atas sampai menyinggung kondisi tersebut pada bagian akhir dari syair lagu berbahasa daerah tersebut. Cara lain menghapusnya dapat dengan menggunakan bagian batang besar bunga Angrek yang tumbuh di batang pokok kelapa. Benda ini dipotong bagian ujungnya lalu diusapkan ke batu tulis.

Sampai masa awal tahun tujuh puluhan, batu tulis merupakan alat bantu belajar yang sangat handal. Bahkan di berbagai pelosok Mandailing satu-satunya alat tulis masa itu untuk anak sekolah. Buku masih tergolong mahal bahkan boleh disebut langka sehingga sebahagian tempat seperti di kampungku Alahankae di Ulu Pungkut sulit untuk ditemukan.

Batu tulis ini mungkin dapat dikategorikan sebagai buku tulis kuno. Hal ini terlihat dari berbagai referensi yang menyebut bahwa di Indonesia sampai pada tahun 1960-an batu tulis masih sangat handal untuk alat bantu belajar tulis menulis. Saat ini sudah sulit untuk menemukannya, dan mungkin akan ditemukan pada museum-museum berbasis pendidikan.

Peran batu tulis dengan berbagai tahapan telah jauh berubah. Era milenial ini telah menggunakan peranti digital modern yang mirip dengan bentuk batu tulis, yaitu komputer tablet. Batu tulis digital ini bukan hanya berfungsi sebagai peranti untuk menulis dan berhitung tetapi juga digunakan sebagai alat komunikasi dan fungsi komputer untuk berbagai keperluan.

Dr. M. Daud Batubara, Msi

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kadin Sumut : 600 Perda Hambat Dunia Usaha dan Laju Investasi

    Kadin Sumut : 600 Perda Hambat Dunia Usaha dan Laju Investasi

    • calendar_month Kamis, 14 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara, Ivan Iskandar Batubara mengungkap sebanyak 600 peraturan daerah di Sumut menghambat dunia usaha dan laju investasi. Peraturan daerah yang sering berubah-ubah juga menjadi penyebab ketidakjelasan dan ketidakpastian bagi dunia usaha. Selama ini, lanjutnya, setiap ganti kepala daerah atau rezim pemerintahan maka berubah […]

  • Siswa SMKN 1 Sipirok MOGOK BELAJAR

    Siswa SMKN 1 Sipirok MOGOK BELAJAR

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK- Kepala SMKN 1 Sipirok Bandahara Spd mengaku siap mundur jika tidak berhasil membenahi kinerja di sekolah yang dipimpinnya. Namun, tetap saja ratusan siswa berunjuk rasa kemarin, bahkan mereka mogok belajar. Pantauan METRO Senin (16/5) sekitar pukul 07.30 WIB, ratusan siswa dengan pakaian putih abu-abu berbaris memanjang di pinggir jalan depan pintu gerbang sekolah yang […]

  • Ditengah Keterpurukan Harga Karet, Penduduk Madina Makin Sulit

    Ditengah Keterpurukan Harga Karet, Penduduk Madina Makin Sulit

    • calendar_month Minggu, 18 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Dalam kurun waktu setahun ini, laju perekonomian melambat. Harga bahan kebutuhan pokok semakin tinggi, sementara harga getah karet menurun drastis. Akibatnya masyarakat tampak semakin sulit. Namun, tetap saja sebagian masyarakat makin tegar. Gambaran seperti itu menjadi catatan bagi wartawan. Ketika mampir di kantor Wartawan, tiga orang ibu separuh baya sempat […]

  • Simak Perolehan SAHATA dan ONMA di 23 Kecamatan di Madina Berdasar C-1

    Simak Perolehan SAHATA dan ONMA di 23 Kecamatan di Madina Berdasar C-1

    • calendar_month Kamis, 28 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pasangan calon bupati dan wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2, H. Saipullah Nasution-Atika Azmi Utammi Nasution telah rampung menerima laporan c-1 hasil penghitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari seluruh saksi di 801 TPS, Rabu (27/11/2024) malam sekitar pukul 23.40 WIB. Dari hasil perhitungan 801 TPS yang […]

  • Golkar Hunjuk Atika Bertarung di Pilkada Madina 2024

    Golkar Hunjuk Atika Bertarung di Pilkada Madina 2024

    • calendar_month Rabu, 13 Des 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Atika Azmi Utammi Nasution memperoleh surat perintah dari DPP Partai Golkar untuk bakal calon kepala daerah (Bacakada) di Pilkada Madina 2024. Atika saat ini menjabat Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina). Didampingi pengurus Golkar Madina, Atika secara resmi menerima surat perintah itu yang diserahkan melalui DPD Golkar Sumatera Utara, Rabu (13/12/2023). Surat […]

  • Doakan Saipullah, Jamaah Tahlilan Sahotom Berzikir 70 Ribu

    Doakan Saipullah, Jamaah Tahlilan Sahotom Berzikir 70 Ribu

    • calendar_month Minggu, 6 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Jamaah Tahlilan Sahotom di Lorong III, Kelurahan Simangambat, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), menggelar tahlilan 70.000, Sabtu (5/10/2024) malam. Kegiatan ini diadakan sebagai bentuk dukungan spiritual kepada calon Bupati Madina nomor urut 2 Saipullah Nasution yang diundang secara khusus untuk menghadiri acara itu. Pengajian itu dipimpin tokoh agama setempat, Sobaruddin […]

expand_less