Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Batu Tulis dan Girp (Alat Belajar Anak Masa Lalu)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 23 Des 2022
  • print Cetak

Oleh: Dr. M. Daud Batubara, MSi
Pembina Forum Pendidik Madina

Sada dua tolu ning na gurui
Opat lima onom mangiut sipitui
Roma si salapan dohot sambilan i
Gonop ma bilangan so ro si sapului
Ulang di tijuran batu tulis i
Um denggan ma di basu dohot aek tawar i

Ini bagian syair dari lagu yang sangat top pada masa awal tahun tujuh puluhan yang sampai saat ini tidak diketahui dengan pasti siapa pengarangnya. Mungkin dia seorang pendidik sehingga tidak berniat untuk dikenal dan mengkomersilkan lagu yang sangat top saat itu. Sebagai pendidik dengan karakter pahlawan tanpa tanda jasa, mungkin pengarang lagu anonim ini hanya ingin lagu tersebut menjadi bagian dari alat sarana memudahkan belajar berhitung bagi anak-anak masa itu.

Pada bagian akhir syair ini tertulis “Ulang di tijuran batu tulis i. Um denggan ma dibasu dohot aek tawar i”. Artinya “Jangan diludahi Batu Tulis, Lebih baik dicuci dengan air tawar” yang menggambar kebiasan praktik anak dalam membersihkan alat tulisnya yang terbuat dari batu tersebut. Tentu ini juga menggambarkan kebenaran tentang keberadaan Batu Tulis sebagai alat belajar bagi anak sekolah masa lalu di Mandailing.

Batu tulis adalah alat bantu belajar untuk keperluan menulis di masa lalu bagi anak di sekolah. Alat tulis ini berupa kepingan batu yang sangat pipih, dibingkai dengan kayu sekelilingnya yang berfungsi untuk pelindung sekaligus asesoris untuk memperindah. Berbagai referensi menyebut batu tulis ini terbuat dari lempengan batu karbon yang dicetak segi empat. Batu ini berwarna hitam dengan permukaan cukup halus pada kedua sisi, sehingga bisa digores.
Ukuran ketebalan kepipihannya hampir sama tebalnya dengan tablet dan ukuran luasnya mirip laptop dengan berbagai ukuran juga. Mungkin bila ada dijumpai saat ini sangatlah mirip dengan tablet hanya saja isinya tentu sangat berbeda. Batu tulis yang diberbagai wilayah disebut dengan Sabak, sangat mudah pecah bila terkena benturan atau terjatuh dari tangan.

Pena untuk menggores di batu tulis seperti disebut sebelumnya disebut namanya Girf. Oleh bangsa Mandailing, Girf ini disebut Geref, mungkin karena kebiasaan dalam penggunaan lapas bahasa di Mandailing. Geref ini terbuat dari jenis batu yang sama dengan Batu Tulis. Bedanya bentuk penanya dibuat seperti pensil dengan ukuran panjang sekitar sepuluh cm dengan diameter sekitar tiga mm. Geref ini akan patah bila terjatuh, karena batu kecil panjang ini sangat mudah patah.

Cara menggunakan batu tulis, selalu berpasangan dengan grif. Batu tulis berfungsi sebagai media tulis sedangkan grip adalah alat tulisnya. Mungkin hal ini berhubungan pula dengan sebutan tempat menyimpan pensil atau balpen sampai saat ini disebut doosgrip, bukan doospen. Bagian yang runcing digoreskan ke bagian batu tulis yang relatif licin sehingga munculnya goresan yang dapat membentuk huruf, angka atau lukisan. Hasil goresan grip dari sisi bagian yang runcing di permukaan batu tulis, akan menghasilkan goresan seperti menulis pada kertas menggunakan pensil, tetapi agak lebih jelas dari tulisan pensil di kertas.

Batu tulis yang kurang lebih selebar laptop ini, tentu tidak dapat menampung banyak konten di dalamnya. Sehingga hampir setiap saat harus dihapus karena konten pelajaran yang bergerak terus. Jadi bukanlah peranti yang dapat menyimpan berkas permanen, tapi hanya digunakan sementara waktu untuk mengikuti pelajaran yang disampaikan oleh guru.  Setelah selesai, dapat dihapus dan ditulisi dengan materi pelajaran lainnya, begitu seterusnya. Tentu ada tuntutan yang tinggi terhadap kemampuan menghafal oleh peserta didik. Jadi sangat beda dengan kekinian yang dapat menyimpan dan mengarsipkan konten pelajaran. Dapat dibayangkan bagaimana fungsinya saat itu dengan bagaimana proses  belajar harus dilakukan oleh guru yang setiap saat, dimana konten pelajaran harus di hapus.

Cara menghapus batu tulis dari goresan konten yang ada di atasnya adalah dengan menggunakan air yang diusapkan ke atas permukaan batu tulis yang dituliskan. Bagi pelajar yang usianya masih sangat muda tentu akan merasa lebih praktis menggunakan ijur (ludah) dan mengusapnya dengan tangan. Tentulah meraka belum memahami betul tentang efek kesehatan, etika dan kenyamanan dari bau yang ditimbulkan ludah tersebut. Ini pulalah yang mungkin melatarbelakangi sang pencipta lagu di atas sampai menyinggung kondisi tersebut pada bagian akhir dari syair lagu berbahasa daerah tersebut. Cara lain menghapusnya dapat dengan menggunakan bagian batang besar bunga Angrek yang tumbuh di batang pokok kelapa. Benda ini dipotong bagian ujungnya lalu diusapkan ke batu tulis.

Sampai masa awal tahun tujuh puluhan, batu tulis merupakan alat bantu belajar yang sangat handal. Bahkan di berbagai pelosok Mandailing satu-satunya alat tulis masa itu untuk anak sekolah. Buku masih tergolong mahal bahkan boleh disebut langka sehingga sebahagian tempat seperti di kampungku Alahankae di Ulu Pungkut sulit untuk ditemukan.

Batu tulis ini mungkin dapat dikategorikan sebagai buku tulis kuno. Hal ini terlihat dari berbagai referensi yang menyebut bahwa di Indonesia sampai pada tahun 1960-an batu tulis masih sangat handal untuk alat bantu belajar tulis menulis. Saat ini sudah sulit untuk menemukannya, dan mungkin akan ditemukan pada museum-museum berbasis pendidikan.

Peran batu tulis dengan berbagai tahapan telah jauh berubah. Era milenial ini telah menggunakan peranti digital modern yang mirip dengan bentuk batu tulis, yaitu komputer tablet. Batu tulis digital ini bukan hanya berfungsi sebagai peranti untuk menulis dan berhitung tetapi juga digunakan sebagai alat komunikasi dan fungsi komputer untuk berbagai keperluan.

Dr. M. Daud Batubara, Msi

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Besok PLN Padamkan 3 Kecamatan

    Besok PLN Padamkan 3 Kecamatan

    • calendar_month Jumat, 23 Agt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak PLN akan melakukan pemadaman pada ti ga kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal Sabtu besok (24/8/2019). Pemadaman akan dilakukan dari pukul 9.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Wilayah yang akan terkena pemadaman meliputi Kecamatan Panyabungan, Kecamatan Panyabungan Timur dan Kecamatan Panyabungan Barat sekitarnya. Pemadalam itu dilakukan akibat dua kegiatan di jaringan […]

  • Modernisasi Pada Bentuk dan Tema Dalam Prosa-Prosa Willem Iskander (1840-1876) (bagian 2)

    Modernisasi Pada Bentuk dan Tema Dalam Prosa-Prosa Willem Iskander (1840-1876) (bagian 2)

    • calendar_month Rabu, 1 Feb 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

              Oleh: HARIS SUTAN LUBIS Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara    3. PEMBAHASAN Memberikan pengertian serta batasan-batasan apa dan bagaimana sebenarnya yang dikatakan sebuah cerita pendek adalah suatu pekerjaan yang rumit dan bahkan menjurus kepada kesia-siaan belaka. Ukuran panjang atau pendeknya sebuah cerita pun ternyata belum bisa memastikan apakah cerita tersebut […]

  • Ini Dia Harga BBM Per 15 Desember Mendatang!

    Ini Dia Harga BBM Per 15 Desember Mendatang!

    • calendar_month Senin, 13 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kementerian ESDM hari ini, Senin (13/12/2010) merilis harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM) per periode 15 Desember tetap. Hal ini ditetapkan atas dasar hasil monitoring dan evaluasi perkembangan harga minyak mentah dan harga produk BBM di pasar dunia selama tahun 2010 masih dalam kisaran asumsi makro APBN-P 2010 ($ 80 per barel). Rata-rata harga minyak […]

  • DCS Dapil 1 Golkar Madina

    DCS Dapil 1 Golkar Madina

    • calendar_month Sabtu, 6 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    DAFTAR CALON SEMENTARA ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT PEMILIHAN UMUM TAHUN 2014 Partai Golangan Karya ( GOLKAR ) Dapil 1 Madina

  • Mengunjungi Penghuni Gubuk di Sekitar Pemakaman Dusun Tanjung Tua

    Mengunjungi Penghuni Gubuk di Sekitar Pemakaman Dusun Tanjung Tua

    • calendar_month Jumat, 19 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Hidup Nomaden setelah Ayah Meninggal dan Ibu Sakit Jiwa Sungguh tragis kehidupan yang dijalani kakak beradik, Kholia Harahap (35) dan Dian Harahap (7). Di tengah kemajuan zaman yang serba canggih, keduanya justru hidup serba kekurangan dalam segala hal. eduanya tinggal di gubuk reyot seadanya di dekat kuburan umum Dusun Tanjung Tua, Desa Marsada, Kecamatan Sipirok, […]

  • KPK dapat gedung baru

    KPK dapat gedung baru

    • calendar_month Sabtu, 13 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengapresiasi keputusan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat yang menyetujui permohonan anggaran gedung baru KPK. Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, pihaknya memang membutuhkan gedung baru karena kondisi gedung yang saat ini tidak memungkinkan. “Langkah Komisi III perlu diapresiasi karena memang kebutuhan gedung KPK itu sebuah keniscayaan. Kami tidak […]

expand_less