Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode

Mengunjungi Penghuni Gubuk di Sekitar Pemakaman Dusun Tanjung Tua

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 19 Nov 2010
  • print Cetak


Hidup Nomaden setelah Ayah Meninggal dan Ibu Sakit Jiwa
Sungguh tragis kehidupan yang dijalani kakak beradik, Kholia Harahap (35) dan Dian Harahap (7). Di tengah kemajuan zaman yang serba canggih, keduanya justru hidup serba kekurangan dalam segala hal.
eduanya tinggal di gubuk reyot seadanya di dekat kuburan umum Dusun Tanjung Tua, Desa Marsada, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).

Ketika disambangi METRO, Kamis (18/11), kakak beradik ini mengaku, baru menempati gubuk yang dibuatnya sendiri sejak 3 minggu terakhir. Sebelumnya, mereka pindah dari gubuk ke gubuk lainnya. Alasannya hanya satu, mereka tak punya tempat tinggal. Dan hidup nomaden (berpindah-pindah,red) itu sudah dijalani sejak 6 tahun lalu.

“Kami hidup seperti ini sekitar 6 tahun terakhir, sejak ayah kami meninggal di Desa Hasahatan Dolok (Kecamatan Sipirok). Kami tak punya tempat tinggal,” kata Kholia.

Diceritakannya, untuk memenuhi kebutuhan hidup, keduanya harus menunggu jika ada warga yang meminta untuk bekerja secara upah di ladangnya. Dan upah kerja tersebut yang digunakan untuk membeli beras dan kebutuhan lainnya.

“Kalau ada yang mengajak kerja, biasanya ada upahnya Rp30 ribu per hari. Lalu, kami belikan beras dan kebutuhan lain. Jika tidak ada, sesekali kami mengunjungi famili di pasar untuk mendapatkan makanan,” terangnya.

Ditambahkannya, mereka 3 bersaudara, 1 laki-laki dan 2 perempuan dan setelah ayahnya meninggal dan dikebumikan di Desa Hasatan Dolok, ibunya mengalami gangguan jiwa dan saat ini bersama keluarga lain di Padangsidimpuan (Psp), sedangkan adiknya yang laki-laki, Hotman Saputra (13) saat ini bekerja di salah satu kedai nasi di Pasar Sipirok.

“Mereka tak sekolah, ibu kami stres setelah ayah meninggal dan sekarang di Psp. Adik saya membantu rumah makan di Pasar Sipirok dan sesekali dia datang membawa makanan,” ungkapnya.

Pantauan METRO Kamis (18/11), kondisi kehidupan kedua kakak beradik tersebut sangat memprihatinkan, baju yang dikenakan sudah kumal, kulit tampak lusuh, rambut kucel. Di dalam gubuk, ada tikar plastik yang dibalut daun salak serta ilalang kering berukuran sekitar 2 x 1,5 meter persegi. Ironinya, itu semua tak berguna bila hujan turun.

Kholia tidak pernah mengenyam sekolah, demikian juga Dian, sementara Hotman pernah tapi tidak sampai tamat SD. Mereka tidak punya keluarga lagi. Soal makan, tidak tentu, kadang sekali, kadang dua kali dalam sehari.

Di gubuk yang berjarak sekitar 300 meter dari pemukiman warga tersebut mereka bertahan entah sampai kapan. (*)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Madina Resfon Positif Pembahasan Pemekaran Pantai Barat Mandailing

    DPRD Madina Resfon Positif Pembahasan Pemekaran Pantai Barat Mandailing

    • calendar_month Kamis, 17 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    NATAL (Mandailing Online) – Terkait mulai bergulirnya pembahasan pendirian Kabupaten Pantai Barat Mandailing, pihak DPRD Mandailing Natal (Madina) menyatakan akan menguatkannya. Ketua DPRD Madina, AS Imran Khaitami Daulay SH di Pantai Barat, Rabu (16/10/2013) mengatakan, pada prinsifnya DPRD Madina menguatkan pemekaran daerah otonom baru yaitu pemekaran kabupaten Pantai Barat Mandailing. Kedatangan Imran di Pantai Barat […]

  • Generasi Muda Mandailing Mengalami Krisis “Partuturon”

    Generasi Muda Mandailing Mengalami Krisis “Partuturon”

    • calendar_month Rabu, 18 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Generasi muda Mandailing saat ini mulai mengalami gejala krisis “partuturon” (tutur sapa). Bahkan sudah banyak yang tak mengetahui dan memahami tentang “partuturon”. Padahal, masyarakat Mandailing selama ini dikenal sebagai masyarakat yang sangat menjunjung tinggi etika. Dan salah satu unsur penting etika adalah “partuturon”. “Untuk itu, penguasaan tentang “partuturon” harus diajarkan agar […]

  • Antisipasi Penyebaran Virus Flu Burung Dinstan Madina Aktifkan Kembali Pos Pengawasan Hewan

    Antisipasi Penyebaran Virus Flu Burung Dinstan Madina Aktifkan Kembali Pos Pengawasan Hewan

    • calendar_month Jumat, 3 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO)- Dengan mewabahnya virus Avian Influenza (AI) atau flu burung di Padang Sidimpuang yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal (Distan Madina) mengatifkan kembali pos pengawasan hewan ternak unggas di Perbatasan Madina-Tapsel dan Madina-Sumbar (Sumatera Barat), hal tersebut dilakukan oleh Distan Madina demi melakukan pencegahan penularan virus Flu […]

  • SMPN 7 Butuh Guru

    SMPN 7 Butuh Guru

    • calendar_month Minggu, 24 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    SMPN 7 Sipirok di Desa Pangaribuan, Kecamatan Sipirok, Tapsel membutuhkan tambahan guru. Pasalnya, sekolah yang baru menerima siswa baru pada Tahun Ajaran (TA) 2011/2012 hanye memiliki 3 guru, 1 tata usaha (TU). Parahnya lagi keberaan guru di SMPN 7 yang berada di pelosok Kecamatan Sipirok tersebut, dari 3 guru hanya 1 guru yang berstatus PNS […]

  • Relawan Alumni SMA Cabup Harun Mustafa Ajak Alumni Pilih nomor 1 di Pilkada Madina

    Relawan Alumni SMA Cabup Harun Mustafa Ajak Alumni Pilih nomor 1 di Pilkada Madina

    • calendar_month Sabtu, 26 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): Relawan Alumni SMA Willem Iskandar Tanobato terus bergerak merangkul pemilih untuk pasangan calon bupati dan wakil bupati madina nomo urut 1 Harun Mustafa Nasution dan Ichwan Husein Nasution. Cara relawan alumni sealmamater Harun Mustafa merangkul pemilih cukup unik, mereka mendatangi setiap group keluarga alumni mulai dari group lulusan 86 sampai […]

  • Saparuddin Haji : Ingin Perubahan Madina Lebih Baik, Pilihannya Harus-Ichwan

    Saparuddin Haji : Ingin Perubahan Madina Lebih Baik, Pilihannya Harus-Ichwan

    • calendar_month Kamis, 7 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan (Mandailing Online): “Kabupaten Mandailing Natal membutuhkan seorang pemimpin yang memiliki mentalitas membangun dan mensejahteraan masyarakat lewat berbagai program peningkatan perekonomi. Saya melihat strategi ini sda ditangan pasangan calon bupati dan wakil bupati nonor 1 Harun-Ichwan,” kata Saparuddin Haji ( Akong ). Menurut mantan Ketua Kadin Madina itu, mentalitas pembangunan yang baik dapat ditandai dengan […]

expand_less