Senin, 14 Sep 2026
light_mode

Mengunjungi Penghuni Gubuk di Sekitar Pemakaman Dusun Tanjung Tua

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 19 Nov 2010
  • print Cetak


Hidup Nomaden setelah Ayah Meninggal dan Ibu Sakit Jiwa
Sungguh tragis kehidupan yang dijalani kakak beradik, Kholia Harahap (35) dan Dian Harahap (7). Di tengah kemajuan zaman yang serba canggih, keduanya justru hidup serba kekurangan dalam segala hal.
eduanya tinggal di gubuk reyot seadanya di dekat kuburan umum Dusun Tanjung Tua, Desa Marsada, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).

Ketika disambangi METRO, Kamis (18/11), kakak beradik ini mengaku, baru menempati gubuk yang dibuatnya sendiri sejak 3 minggu terakhir. Sebelumnya, mereka pindah dari gubuk ke gubuk lainnya. Alasannya hanya satu, mereka tak punya tempat tinggal. Dan hidup nomaden (berpindah-pindah,red) itu sudah dijalani sejak 6 tahun lalu.

“Kami hidup seperti ini sekitar 6 tahun terakhir, sejak ayah kami meninggal di Desa Hasahatan Dolok (Kecamatan Sipirok). Kami tak punya tempat tinggal,” kata Kholia.

Diceritakannya, untuk memenuhi kebutuhan hidup, keduanya harus menunggu jika ada warga yang meminta untuk bekerja secara upah di ladangnya. Dan upah kerja tersebut yang digunakan untuk membeli beras dan kebutuhan lainnya.

“Kalau ada yang mengajak kerja, biasanya ada upahnya Rp30 ribu per hari. Lalu, kami belikan beras dan kebutuhan lain. Jika tidak ada, sesekali kami mengunjungi famili di pasar untuk mendapatkan makanan,” terangnya.

Ditambahkannya, mereka 3 bersaudara, 1 laki-laki dan 2 perempuan dan setelah ayahnya meninggal dan dikebumikan di Desa Hasatan Dolok, ibunya mengalami gangguan jiwa dan saat ini bersama keluarga lain di Padangsidimpuan (Psp), sedangkan adiknya yang laki-laki, Hotman Saputra (13) saat ini bekerja di salah satu kedai nasi di Pasar Sipirok.

“Mereka tak sekolah, ibu kami stres setelah ayah meninggal dan sekarang di Psp. Adik saya membantu rumah makan di Pasar Sipirok dan sesekali dia datang membawa makanan,” ungkapnya.

Pantauan METRO Kamis (18/11), kondisi kehidupan kedua kakak beradik tersebut sangat memprihatinkan, baju yang dikenakan sudah kumal, kulit tampak lusuh, rambut kucel. Di dalam gubuk, ada tikar plastik yang dibalut daun salak serta ilalang kering berukuran sekitar 2 x 1,5 meter persegi. Ironinya, itu semua tak berguna bila hujan turun.

Kholia tidak pernah mengenyam sekolah, demikian juga Dian, sementara Hotman pernah tapi tidak sampai tamat SD. Mereka tidak punya keluarga lagi. Soal makan, tidak tentu, kadang sekali, kadang dua kali dalam sehari.

Di gubuk yang berjarak sekitar 300 meter dari pemukiman warga tersebut mereka bertahan entah sampai kapan. (*)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Tidak Datang, Paripurna LKPJ Bupati Madina Ditunda

    Bupati Tidak Datang, Paripurna LKPJ Bupati Madina Ditunda

    • calendar_month Senin, 30 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Paripuran DPRD penyampaian LKPJ bupati Madina, Senin (30/5/2016) gagal dilaksanakan gara-gara Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution tak hadir. Hanya Sekretaris Daerah, Drs.Syafei Lubis pejabat tertingi dari pihak Pemkab Mandailing Natal (Madina) yang hadir, sehingga Paripurna DPRD tentang penyampaian nota Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban Bupati Tahun Anggaran 2015 dibatalkan Ketua DPRD Madina […]

  • Antrean Panjang di Jembatan Aek Ranto Puran

    Antrean Panjang di Jembatan Aek Ranto Puran

    • calendar_month Jumat, 24 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ANTRE PANJANG Ratusan kendaraan antre panjang di Jalan Lintas Sumatera tepatnya dekat Jembatan Aek Rantopuran Gunungtua Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal yang ambruk beberapa waktu lalu. Kondisi tersebut disebabkan jembatan bialley sebagai jembatan pengganti hanya bisa dilewati kendaraan satu arah secara bergantian.(medanbisnis/zamharir rangkuti)

  • Saba Rambin di Desa Huta Dame Kebanjiran

    Saba Rambin di Desa Huta Dame Kebanjiran

    • calendar_month Selasa, 5 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online )- Lahan persawahan warga di Desa Huta Dame Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) terendam banjir. Banjir itu diakibatkan hujan deras yang mengguyur wilayah ini sejak pagi, membuat jaringan irigasi persawahan tak mampu menampung debit air hujan, kondisi ini diperparah sejumlah titik jaringan irigasi juga jebol sehingga air yang […]

  • Hutan Bakau di Natal Telah Punah

    Hutan Bakau di Natal Telah Punah

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      NATAL (Mandailing Online) – Hutan Bakau (Mangrove) yang dulunya tumbuh subur dan berkembang elok ada di pinggiran sungai dan pantai laut di Desa Sikara-kara Kecamatan Natal, Mandailing Natal, kini sudah tak nampak lagi secara kasat mata. Hanya tinggal kenangan. Sejak tahun 2012, kawasan hutan bakau ini digarap oleh PT. Tri Bahtera Srikandi untuk dijadikan […]

  • Bupati Madina Tinjau Pembangunan Dapur MBG Milik Yayasan Sahabat Peduli

    Bupati Madina Tinjau Pembangunan Dapur MBG Milik Yayasan Sahabat Peduli

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution mengapresiasi progres pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Yayasan Sahabat Peduli Sejahtera (SPS). Apresiasi itu disampaikan bupati usai meninjau pembangunan SPPG tersebut di Jalan Bhakti ABRI, Panyabungan, Selasa (22/7/2025). SPPG juga disebut “Dapur MBG” merujuk pada dapur yang berpartisipasi dalam Program Makan Bergizi […]

  • Ruas Jalan Jembatan Merah-Simpang Gambir Madina Masuk Klas III B

    Ruas Jalan Jembatan Merah-Simpang Gambir Madina Masuk Klas III B

    • calendar_month Selasa, 30 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Unit Pembuatan Regional Pembangunan Jalan Jembatan (UPRPJJ) Padangsidimpuan Dinas Bina Marga Provinsi Sumatera Utara menegaskan bahwa ruas jalan provinsi antara Jembatan Merah – Simpang Gambir Kabupaten Mandailing Natal (Madina) masuk dalam klas III B dengan demikian ruas jalan ini hanya bisa dilewati kendaraan berat maksimal 8,16 Ton. Demikian disampaikan Kadis Perhubungan Madina Drs. Parulian […]

expand_less