Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Kasus Dugaan Korupsi Rusunawa Sibolga

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 5 Agt 2013
  • print Cetak

JAKARTA, – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Wijaya Corruption Watch (WCW) Provinsi Sumatera Utara, akan kembali mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Senin (5/8). Langkah tersebut ditempuh untuk menyampaikan sejumlah bukti tambahan adanya dugaan korupsi dalam pembangunan rumah susun sewa (rusunawa) Sibolga.

“Untuk yang keenam kalinya mungkin Senin (5/8) kita akan kembali mendatangi KPK. Kita akan serahkan bukti-bukti tambahan adanya dugaan korupsi pada pembangunan proyek pembangunan Rusunawa di Sibolga,” ujar Ketua LSM WCW Sumut Edy Tarigan kepada koran ini di Jakarta, Jumat (2/8).

Menurut Edy, berkas tambahan yang akan diserahkan antara lain keterangan para saksi, dan dokumen-dokumen terkait proses jualbeli hutan lindung yang dialihfungsikan menjadi kawasan rusunawa dan perkantoran.

“Sesuai dengan permintaan KPK, bukti-bukti yang akan kita serahkan di antaranya keterangan orang yang ikut menerima uang sebesar Rp425 juta terkait proses jual beli lahan hutan lindung. Itu ada enam orang. Tapi untuk lengkapnya nantilah kita ketemu hari Senin,” ujarnya.

Edy yakin dengan adanya berkas tambahan, KPK nantinya dapat lebih mudah menelusuri dugaan korupsi yang diduga terjadi di Pemko Sibolga tersebut. Karena sebelumnya sejumlah bukti lain sebelumnya juga telah diserahkan. Antara lain rekaman bahwa benar telah terjadi proses pembayaran alih fungsi hutan lindung.

“Bukti rekamannya sudah ada di pak Sugeng Basuki. Isinya ada pernyataan dari seorang kepala dinas yang tidak mau tahu. Oknum penguasa perintahkan untuk mencairkan dana, dia cairkan begitu saja. Jadi jelas bahwa dalam rekaman ada perintah pencairan,” ujarnya.

Dari rekaman tersebut menurut Edy, kuat dugaan telah terjadi upaya-upaya tindak pidana yang merugikan negara. Karena berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan WCW, ada surat keputusan Menteri Kehutanan yang jelas-jelas menyatakan lahan tersebut masuk kawasan hutan lindung.

Sebelumnya Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk tidak menghadiri panggilan penyidik Kejaksaan Tinggi Sumut (Kejatisu), yang sedianya dijadwalkan Senin (29/7) kemarin. Dia rencananya akan diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan mark-up belanja modal Pemko Sibolga tahun anggaran 2012 untuk pengadaan Rusunawa sebagai sarana perumahan dan perkantoran seluas 7.171 meter persegi senilai Rp5,3 miliar.

Atas ketidakhadirannya Syarfi menolak disebut mangkir. Ia beralasan ketidakhadiran dikarenakan banyaknya kegiatan di Pemko Sibolga yang tidak dapat ditinggalkan. Dan untuk itu ia mengaku telah melayangkan surat resmi pemberitahuan ketidakhadiran pada penyidik Kejatisu.

Kejatisu diketahui mulai menangani kasus ini setelah ditemukan adanya indikasi kerugian negara sebesar Rp 5,3 miliar. Status perkara naik ke tingkat penyidikan berdasarkan surat perintah penyidikan (P-8) nomor Print-22/N.2.1/Fd.1/05/2013 tanggal 14 Mei 2013.

SPDP dikeluarkan untuk menangani perkara tipikor markup belanja modal pada pengadaan tanah sarana perumahan dan perkantoran seluas kurang lebih 7.171 M2 di Jalan Merpati, Jalan Mojopahit, Kelurahan Aek Manis Kecamatan Sibolga Selatan pada Pemko Sibolga TA 2012 sebesar Rp5,312 miliar. Diduga terjadi mark-up harga nilai pembelian lahan dari warga pemilik tanah sehingga mengakibatkan keuangan negara. (metro)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tersangka Pembakaran Camp Mas Mining

    Tersangka Pembakaran Camp Mas Mining

    • calendar_month Selasa, 17 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pembakaran Camp Sorik Mas mining pada Sabtu (7/7) hingga hari Rabu (11/7) Kepolisian resort kabupaten Mandailing Natal (Madina) sudah menetapkan sebanyak enam orang tersangka dan keenam tersangka itu sudah diboyong ke Mapolda Sumatera Utara untuk mengikuti proses penyelidikan selanjutnya. Dan saat ini Polres Madina sudah mengantongi nama sebanyak 10 orang yang terlibat dalam aksi pembakaran […]

  • HUT Tapsel Order 8.000 Pakaian Daerah dari Kampoeng Kaos Madina

    HUT Tapsel Order 8.000 Pakaian Daerah dari Kampoeng Kaos Madina

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Kampoeng Kaos Madina (KKM) yang berpusat di Panyabungan, Mandailing Natal terus menggenjot tingkat kepercayaan pasar terhadap produk-produknya, sehingga permintaan terhadap pakaian tradisional yang diproduksi KKM kian meningkat. Kepercayaan pasar itu bukan saja di kawasan Mandailing Natal, tetapi juga telah dipercaya daerah lain di Sumatera Utara. Pada HUT Kabupaten Tapanuli […]

  • Beras Bansos Diklaim Biangkerok Dagangan Penjual Beras Numpuk

    Beras Bansos Diklaim Biangkerok Dagangan Penjual Beras Numpuk

    • calendar_month Selasa, 22 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Akibat bantuan beras yang digelontorkan oleh Pemerintah, daya jual beras di Madina anjlok. Pedagang beras di Madina mengaku dagangan beras sepi Jelang Pilkada Tahun 2024, akibatnya stok menumpuk digudang. Zahira pedagang beras di Desa Gunung Tua, Panyabungan mengungkapkan, biang kerok beras tidak laku meski harga beras saat ini cendrung murah gegara […]

  • Perampingan SKPD di Pemkab Madina Jangan Tendensius

    Perampingan SKPD di Pemkab Madina Jangan Tendensius

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Pembahasan tentang rancangan perubahan atas Perda Susunan Organisasi dan Tata laksana (Suorta) di lingkungan Pemkab Madina yang saat ini sedang dalam tahap pembahasan di DPRD Madina diharapkan tidak berdasar atas sikap tendensius, suka tidak suka, apalagi bernuansa politis. Hal itu disampaikan Sekretaris Umum DPP Ikatan Masyarakat Peduli Madina (IMPM) Saifuddin Lubis kepada Analisa di […]

  • Jelang Lebaran Kendaraan Penumpang Harus Fit

    Jelang Lebaran Kendaraan Penumpang Harus Fit

    • calendar_month Rabu, 10 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SINTANG – Mngantisipasi terajadinya kecelakaan pada arus mudik lebaran mendatang, para pengusaha angkutan umum di Kabupaten Sintang diminta untuk memperhatikan kendaraan yang akan dipergunakan untuk mengangkut penumpang. “Jangan hanya karena ingin mengejar keuntungan semata kita kemudian mengabaikan keselamatan penumpang dengan menggunakan kendaraan yang sudah tidak layak lagi, itu dilarang,” kata kepala dinas perhubungan Kabupaten Sintang […]

  • Dinilai Banyak Masalah, Masyarakat Desa Sirambas Demo Kades nya

    Dinilai Banyak Masalah, Masyarakat Desa Sirambas Demo Kades nya

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dinilai banyak masalah yang timbul ditangan Kepala Desa, ratusan warga Desa Sirambas Panyabungan Barat, Mandailing Natal ( Madina) tuntut agar Kepala Desa Sirambas dicopot dari Jabatan. ” Ini kades tidak adil dan tidak transparansi soal Anggaran Dana Desa. Banyak program yang tidak terealisasi ditambah persoalan desa yang ambil tindakan sendiri […]

expand_less