Jumat, 13 Mar 2026
light_mode

Polisi Diminta Tangkap Penculik dan Perampok Gubernur LIRA Sumut

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 31 Jul 2011
  • print Cetak


MEDAN:
Pihak kepolisian diharapkan segera menangkap kawanan pelaku perampokan dan kasus penganiayaan terhadap Gubernur Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Sumatra Utara Rizaldi Mavi.

“Kami berharap pihak kepolisian bisa segera menangkap para perampok sekaligus mengusut tuntas kasus perampokan disertai penganiayaan yang menimpa Gubernur LIRA Sumatra Utara Rizaldi Mavi,” kata Wali Kota LIRA Medan Ganda Manurung kepada pers usai bersama segenap pengurus dan kader LIRA Kota Medan membezuk Rizaldi Mavi yang hingga kini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Permata Bunda Medan, Sabtu, 30 Juli 2011.

Peristiwa yang menimpa Gubernur LIRA Sumut Rizaldi Mavi (52) itu terjadi saat yang bersangkutan mengendarai mobil di Jalan Krakatau Medan atau tidak jauh dari gerbang tol Tanjung Mulia hari Jumat 29 Juli 2011 sekitar Pukul 03.00 WIB dihadang oleh empat orang yang mengaku oknum aparat kepolisian.

Beberapa saat kemudian keempat orang itu menodongkan senjata tajam ke tubuh Rizaldi Mavi dan menyandera korban seraya mengambil alih kemudi mobilnya menuju arah Kabupaten Batubara, Sumatra Utara (Sumut).

Dalam perjalanan menuju Kabupaten Batubara, korban dengan tangan diborgol dan leher diikat dengan tali pinggang hanya bisa pasrah ketika seluruh uang dan barang berharga miliknya diambil oleh kawanan perampok itu.

Namun, lanjut Ganda, saat mobil yang dikemudikan kawanan perampok melintas di jalan lintas timur Sumatra atau persisnya di sekitar Kecamatan Indrapura, Kabupaten Batubara (sekitar 80 kilo meter dari Kota Medan), Rizaldi berhasil membuka pintu mobil seraya melompat dan melarikan diri ke kawasan perkebunan kelapa sawit.

Setelah berhasil lolos dari penyanderaan kawanan perampok, kata dia, koban dengan kondisi di sebagian tubuh luka dan memar segera melaporkan peristiwa yang menimpa dirinya ke kantor Polsek Indrapura.

Beberapa jam pascaperistiwa penyanderaan dan perampokan itu, mobil korban telah ditemukan oleh warga di sekitar pinggiran Kota Tebing Tinggi, Sumut.

Menyikapi kasus penyanderaan dan perampokan tersebut, Ganda mengatakan, kasus penyanderaan dan perampokan yang menimpa Gubernur LIRA Sumut itu tidak bisa ditolerir secara hukum dan setiap pelakunya harus dihukum, sesuai dengan aturan dan undang undang yang berlaku.

“LIRA tidak ingin situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Sumatra Utara yang selama ini berjalan kondusif tidak boleh dinodai dengan segala bentuk tindakan kriminal, termasuk kasus penyanderaan dan perampokan,” tambahnya.(an)
Sumber : eksposnews.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bocah Kepala Membengkak Butuh Perhatian

    Bocah Kepala Membengkak Butuh Perhatian

    • calendar_month Selasa, 11 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK; Maheder Hasibuan (6,5), anak dari pasangan suami istri (pasutri) Fajar Hasibuan (39), dan Mawar Siregar (34), mengalami pembengkakan di bagian kepalanya yang diduga kuat hydrocephalus. Warga Dusun Sialaman Julu, Desa Sialaman, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) ini membutuhkan perhatian dan dermawan. Amatan METRO, Minggu (9/1), kondisi kepala membengkak yang dialami murid kelas I […]

  • Tahun 2024, Madina Kebanjiran Anggaran Pembangunan Dari Pusat

    Tahun 2024, Madina Kebanjiran Anggaran Pembangunan Dari Pusat

    • calendar_month Jumat, 25 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Jakarta ( Mandailing Online )- Dinas PUPR Mandailing Natal( Madina ) tahun 2024 kembali dapat sokongan anggaran senilai 28,6 miliar sumber Dana Alokasi Khusus ( DAK ) tahun 2024. Dana ini diperuntukkan untuk kegiatan sanitasi dan air bersih. Pj Kepala Dinas PUPR Madina Elpi Yanti Harahap Jum’at 25/8/2023 mengatakan, dana itu diperoleh setelah acara sinkronisasi […]

  • Diperkuat Hanura, Pengusung Saifullah-Atika Total 7 Parpol

    Diperkuat Hanura, Pengusung Saifullah-Atika Total 7 Parpol

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Menyusul penyerahan rekom dari Partai Hanura, kini jumlah partai politik yang mengusung pasangan Saifullah Nasution- Atika Azmi Utammi Nasution bertotal 7 partai politik. Penyerahan dokumen Model B Persetujuan KWK dari Hanura diserahkan langsung oleh pasangan bakal calon bupati Madina/bakal calon wakil bupati Madina Saifullah Nasution- Atika Azmi Utammi Nasution dan Ketua […]

  • Harapan Parbetor untuk Paslon SAHATA

    Harapan Parbetor untuk Paslon SAHATA

    • calendar_month Senin, 4 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pasangan calon (Paslon) Saipullah-Atika (SAHATA) tidak hanya didukung kaum elite. Rakyat akar rumput (grassroots) pun bergerak untuk mendukung dan memilih SAHATA agar menjadi bupati dan wakil bupati Mandailing Natal (Madina) periode 2025-2030. Kali ini dukungan akar rumput itu disuarakan oleh para pejuang nafkah keluarga dari kalangan pengemudi becak motor (Parbetor). Mereka […]

  • Harga Beras di Madina Bertahap Naik

    Harga Beras di Madina Bertahap Naik

    • calendar_month Jumat, 16 Feb 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – 2 Pekan terakhir harga beras naik bertahap di kios pengecer di Kabuparen Mandailing Natal ( Madina ) . Indikasi kenaikan tersebut merupakan dampak dari Gabah yang mulai menyusut. Nisah salah seorang pengecer di kelurahan Pidoli, Kecanatan Panyabungan Jum’at 16/2/2024 mengatakan kenaikan beras mencapai Rp.5000/ karung ukuran 30kg, dan Rp.2000 untuk karung […]

  • Harimau Kembali Membantai Warga Madina

    Harimau Kembali Membantai Warga Madina

    • calendar_month Senin, 22 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kondisi Desa Ranto Panjang Mencekam PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sudah hampir 7 tahun teror harimau membantai manusia di Desa Ranto Panjang Kecamatan Muara Batang Gadis, Madina. Selama itu pula upaya pemerintah mengatasinya atau melindungi rakyatnya nyaris tak terdengar. Berdasar data yang dikumpul Sumatra Rainforest Institute (SRI), teror dan pembunuhan oleh harimau terhadap manusia di Desa […]

expand_less