Minggu, 11 Okt 2026
light_mode

Dibekuk, Spesialis Pembius Penumpang Pesawat

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 25 Agt 2011
  • print Cetak


Jakarta,
Anggota Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya membekuk sindikat spesialis pembiusan yang mengincar sasaran penumpang pesawat yang tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, yakni tersangka Sugiyanto dan Sutikno.
“Pelaku mengincar penumpang pesawat yang akan keluar dari Bandara Soekarno-Hatta,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Baharudin Djafar di Jakarta, Rabu.

Baharudin mengatakan, tersangka berpura-pura menjadi penumpang yang menawarkan pulang bersama kepada penumpang pesawat yang menjadi calon korban.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Gatot Edy Pramono menuturkan Sugiyanto dan Sutikno merupakan satu sindikat.

Gatot menjelaskan awalnya Sutikno menawarkan pulang bersama dengan penumpang lain menggunakan taksi dari Bandara Soekarno-Hatta menuju keluar Jakarta.

Tersangka mengajak istirahat calon korban di tempat jualan jamu di kawasan Rawasari, Jakarta Pusat.

“Saat itu, tersangka menawarkan jamu dicampur air mineral yang sudah campur obat tidur ‘Sanax’,” ujar Gatot.

Kemudian tersangka bersama korban melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan sewa yang merupakan sindikat lainnya.

Setelah korbannya tidak sadarkan diri, para tersangka mengambil barang berharga milik korban.

Petugas menangkap para tersangka berdasarkan laporan salah satu korban yang melaporkan kejadian pembiusan tersebut kepada Polda Metro Jaya.

Tersangka Sugiyanto dan Sutikno di diciduk petugas di Batu Ampar Kecamatan Kramatjati, Jakarta Timur, Selasa (23/8) dinihari.

Tersangka dikenakan Pasal 365 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencurian dengan kekerasan

Gatot menyatakan petugas masih mengejar beberapa pelaku lainnya yang masih buron, yakni Katro, Alex, Roni dan Heri Subagyo.

Selain menangkap tersangka, polisi menyita barang bukti berupa dua unit komputer jinjing, satu jam tangan, 14 kartu Anjungan Tunai Mandiri, empat Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), dua bungkus jamu, satu unit koper dan beberapa lembar mata uang asing. (Ant)
Sumber : analisadaily.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Merebut Kembali Sumberdaya Alam Indonesia

    Merebut Kembali Sumberdaya Alam Indonesia

    • calendar_month Selasa, 9 Mei 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        Dikutip dari : website Hizbut Tahrir Indonesia Banyak warga Indonesia yang tidak menyadari bahwa negeri ini telah lama dicengkeram oleh sistem ekonomi neoliberalisme. Mereka hanya tahu kalau ekonomi Indonesia adalah ekonomi kerakyatan. Itu hanyalah slogan kosong. Apakah neoliberalisme itu? Neoliberalisme adalah wujud pembaruan dari paham ekonomi liberalisme yang telah ada sebelumnya. Ekonomi neoliberalisme […]

  • Harun Mustafa Nasution Dorong Penegakan Hukum yang Setimpal Bagi Tersangka Pembunuh Anak Paskibra di Madina

    Harun Mustafa Nasution Dorong Penegakan Hukum yang Setimpal Bagi Tersangka Pembunuh Anak Paskibra di Madina

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Harun Mustafa Nasution seorang politikus dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Sumut meminta penegakan hukum yang tepat bagi pelaku pembunuhan terhadap Diva Febriani siswa Paskibra di Kecamatan Natal, Mandailing Natal ( Madina ) Harun yang juga putra daeah madina itu mengatakan masalah pembunuhan adalah isu serius yang memerlukan penanganan hukum […]

  • Memimpikan Swasembada Pangan Seutuhnya

    Memimpikan Swasembada Pangan Seutuhnya

    • calendar_month Senin, 22 Agt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Radayu Irawan, S.Pt Penulis, tinggal di Sidimpuan Mi instan, siapa orang Indonesia yang tak pernah merasakan kenikmatannya? Harganya murah, memasaknya praktis, rasanya maknyus. Hampir semua kalangan menyukainya. Namun yang paling sering mengkonsumsinya adalah masyarakat kalangan menengah bawah. Mereka tidak lagi memikirkan bahaya mengkonsumsi mi instan setiap hari, pertimbangannya adalah daripada tidak makan. Begitulah kondisi […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 14)

    MARSIDAO-DAO (episode 14)

    • calendar_month Rabu, 6 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara Songonima alai na mar sidao-dao tu huta balian, golap-golap bontar mangalao, luas Magorib muse doma mulina. Madung sapoken apea gurison ngada niguris, mambaen sapa-sapa ni roa Jatorkis nampuna kabun. Nanisuruna ma Si Masnia dadaboru ni ia manyunggul Si Siti. Ima na dompak muli tingon tapian an, nanipaudur Si Masnia […]

  • Bupati Madina Sampaikan LKPj 2010

    Bupati Madina Sampaikan LKPj 2010

    • calendar_month Sabtu, 30 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bupati Mandailing Natal (Madina) Aspan Sofian Batubara menyerahkan buku LKPj Tahun Anggaran 2010 kepada Wakil Ketua DPRD Madina Syafaruddin Ansari di Ruang Rapat Paripurna DPRD Madina, Panyabungan, Jumat (29/04/2011). (Ist) Sumber ; Beritasumut

  • Bayi Mata Satu Lahir di Madina

    Bayi Mata Satu Lahir di Madina

    • calendar_month Kamis, 13 Sep 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bayi memiliki mata satu lahir di RSU Panyabungan, Mandailing Natal, Kamis (13/9/2018). Infomasi yang dihimpun di RSU Panyabungan, bayi ini merupakan anak ke-5 dari pasangan Yulianti dan Rianto berasal dari pulau Jawa berdomisili di Kayujati, Panyabungan. Menurut keterangan sejumlah warga Kayujati, Rianto berprofesi pekerja tambang emas di kawasan perbukian Hutabargot […]

expand_less