Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Ditemukan Lagi Ladang Ganja

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 15 Sep 2011
  • print Cetak


Madina untuk ke sekian kalinya berhasil memusnahkan ladang ganja. Kemarin, sekitar 600 batang ganja siap panen dari ladang seluas dua hektare di gunung Desa Huta Tinggi, Panyabungan Timur, yang dimusnahkan. Selain itu, pihaknya juga mengamankan ganja kering siap edar sebanyak 100 kilogram.

Hujan yang mengguyur Rabu (14/9) dini hari, tidak menyurutkan langkah 150 personel gabungan seluruh satuan di Polres Madina plus satu pleton dari Brimob meluncur ke Kecamatan Panyabungan Timur. Di sana, anggota dibagi ke dalam beberapa tim untuk menyisir tiga desa, yakni Huta Tua, Pardomuan, dan Huta Tinggi.
Sekitar pukul 03.15 WIB, polisi tiba di lokasi. Setelah mendapat tugas masing-masing, tim pun bergegas menjalankan perintah atasan. Mereka masing-masing membawa satu misi, yakni menemukan ladang ganja yang menurut informasi berada di tiga lokasi itu.
Setelah menempuh perjalanan selama empat jam dengan berjalan kaki serta berjibaku dengan dingin malam dan jalanan licin, akhirnya tim yang bertugas menyisir Huta Tua menemukan ladang ganja tersebut.
”Kita peroleh informasi dari masyarakat sekitar bahwa ada ladang ganja di sekitar Tor Sihite dan di gunung Desa Huta Tinggi. Berangkat dari informasi itu, kita mengatur strategi. Lalu, melakukan operasi ini. Hasilnya, kita menemukan ladang ganja kurang lebih seluas dua hektare dengan sekitar 600 batang ganja. Di sekitar ladang ganja, kita juga menemukan ganja kering yang siap edar seberat sekira 100 kilogram,” beber Kapolres Madina AKBP Ahmad Fauzi Dalimunthe, kepada METRO, di sekitar lokasi penemuan ladang ganja tersebut, sekira pukul 19.30 WIB.
Kapolres menambahkan, penemuan ganja kering tersebut ada di dua tempat, yakni di gunung Desa Huta Tinggi. Petugas menemukan di pondok dekat pemukiman warga yang berada di bukit. Satu lagi di gunung Desa Huta Tua, tak jauh dari ladang ganja. Namun sejauh ini, kita belum menemukan pemilik ganja atau pemilik lahan itu,” terang kapolres.
Selain melakukan operasi itu, pihaknya juga menggerebek rumah pelaku pembacokan pada peristiwa di Desa Gunung Baringin. Namun, pelaku belum berhasil ditemukan. Saat itu, rumah pelaku kosong dan terkunci. Dan, tidak ada seorang pun yang tahu di mana keberadaan pelaku.
“Kita juga telah berupaya mencari pelaku pembacokan dan penembakan, namun berhasil mengingat medan yang harus kita tempuh. Tapi, saya yakin dalam seminggu ini pelaku akan tertangkap. Kita tetap akan memantau dan menempatkan personel di daerah itu. Kita akan persempit ruang gerak pelaku dan pemilik lahan ganja,” sebut kapolres didampingi Kasat Reskrim Polres Madin AKP SM Siregar. (wan)

Sumber : metrosiantar

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • DCS dapil 3 PDIP Madina

    DCS dapil 3 PDIP Madina

    • calendar_month Senin, 8 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 3 PDIP Madina

  • Ketua DPRD Apresiasi Kearifan Bupati dan Wakil Bupati

    Ketua DPRD Apresiasi Kearifan Bupati dan Wakil Bupati

    • calendar_month Senin, 25 Apr 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua DPRD Mandailing Natal (Madina) Erwin Efendi Lubis mengapresiasi kearifan Bupati H. M. Ja’far Sukhairi Nasution dan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution terkait akan keluarnya SK dan gaji honorer. “Kita apresiasi Pak Bupati dan Wakil Bupati yang telah begitu arif dan membuat keputusan untuk segera mengeluarkan SK dan gaji pegawai […]

  • Ada Anggaran Dana 1 Miliar Dipos Kesbangpol Madina untuk Pengadaan Mobiler.Kapsan : Itu Hibah untuk Kodim

    Ada Anggaran Dana 1 Miliar Dipos Kesbangpol Madina untuk Pengadaan Mobiler.Kapsan : Itu Hibah untuk Kodim

    • calendar_month Selasa, 27 Mei 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) -Pantastis sekaligus membuat heran. Ada alokasi anggaran tahun 2025 senilai Rp.1.000.000.000 untuk pengadaan mobiler yang diposkan di Badan Kesbangpol Pemkab Madina. Agak aneh memang kedengaran karena jelas sesuai kaidahnya tupoksi Kesbangpol (Badan Kesatuan Bangsa dan Politik) adalah tugas, pokok, dan fungsi yang dilaksanakan oleh badan ini untuk memelihara dan meningkatkan persatuan,  kesatuan, […]

  • Mendagri: Pemilukada Aceh Harus Khusus Rumah Balon Bupati Diberondong Peluru

    Mendagri: Pemilukada Aceh Harus Khusus Rumah Balon Bupati Diberondong Peluru

    • calendar_month Kamis, 12 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LHOKSEUMAWE-Jelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) sebulan lagi, situasi di Aceh terus memanas. Usai penembakan para pekerja perkebunan di berbagai lokasi dan penggergajian tower PLN, terbaru rumah pribadi milik seorang bakal calon bupati (cabup) diberondong tembakan senjata api dan dibom molotov. Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi pun bersikap: harus ada perlakuan khusus terhadap Pemilukada di […]

  • Tambang Batang Natal : Madina Bagai Tak Berhukum

    Tambang Batang Natal : Madina Bagai Tak Berhukum

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ratusan sudah alat berat jenis beko atau eskavator meluluhlantakkan kiri kanan Sungai Batang Natal di Kecamatan Batang Natal. Beko beko itu menghancurkan lingkungan. Tanpa izin. Mereka meraup emas tiap hari sejak setahun terakhir. Cukongnya bukan saja dari kawasan setempat, tetapi juga didominasi mafia mafia dari Sumatera Barat dan Bengkulu. Dan ini membuat Kabupaten Mandailing Natal […]

  • Pelestarian Kesenian Mandailing Masih Kurang Serius

    Pelestarian Kesenian Mandailing Masih Kurang Serius

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah daerah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dinilai masih kurang serius melestarikan kesenian asli Mandailing. Selain itu, perhatian terhadap para seniman juga masih rendah. Kondisi ini bisa berakibat buruk ke depan, yaitu hilangnya kesenian asli Mandailing, dan diperparah oleh derasnya budaya asing masuk ke daerah yang akan mempercepat kemungkinan buruk tersebut […]

expand_less