Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Pegawai Honor Diberhentikan, Klinik Malaria Madina Tutup

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 9 Jan 2012
  • print Cetak

Panyabungan, Pemberhentian pegawai honor di lingkungan Pemkab Mandailing Natal (Madina) mulai 2 Januari 2012 lalu berdasarkan Surat Edaran Sekda M Daud Batubara, berimbas kepada kebutuhan masyarakat endemis malaria tersebut.

Sebab, semua honorer medis yang bertugas Kantor Penanggulangan Malaria Center juga telah diberhentikan. Dampak pemberhentian tersebut, klinik pelayanan pengobatan malaria di Kota Panyabungan terpaksa ditutup karena kurangnya tenaga medis.

Salah seorang warga Desa Siobon, Aminah (40) yang dijumpai wartawan beberapa waktu lalu, saat sedang berdiri di depan klinik malaria di Kelurahan Sipolu-polu, Kecamatan Panyabungan Kota mengatakan, ia sudah sejak pagi berdiri di depan klinik menunggu klinik malaria dibuka. Namun sampai siang klinik yang biasa tempatnya berobat belum juga beroperasi.

“Saya sudah biasa berobat di klinik malaria ini, sebab selain pengobatannya tidak dipungut biaya, obat-obatannya juga sangat bagus dan cocok buat saya,” ujar Aminah.

Tapi entah mengapa kantor ini yang biasa buka pukul 08.00 WIB, sampai saat siang juga belum dibuka. Apabila benar bahwa klinik malaria ini telah ditutup oleh Pemerintah Madina, Aminah amat merasa kecewa. Sebab selain klinik ini pelayanannya bagus kepada pasien, klinik ini juga sebagai salah satu tempat berobat masyarakat yang paling pro masyarakat tak mampu akibat keterbatasan ekonomi, papar Aminah

Masih kata Aminah, apabila klinik malaria ini tetap ditutup, warga Madina yang ekonominya lemah merasa pemerintahan yang sekarang tidak pro akan kesehatan masyarakat.

Lain halnya yang disampaikan Badria (28) warga Panyabungan Timur yang menggendong anaknya yang sedang sakit. Ia mengatakan dengan adanya klinik malaria di Kelurahan Sipolu-polu ini, tempat tinggalnya yang jauh bisa dengan cepat sampai kesini tanpa memakan banyak ongkos atau biaya.

“Kita orang yang kurang mampu, mau berobat ke rumah sakit saja kita takut karena tidak ada biaya dan kita sangat bersyukur dengan adanya klinik malaria ini, karena berobat malaria ke sini kami tidak sepeserpun dikenakan biaya,” ungkap Badria.

Badria menambahkan, secara pribadi selaku warga Madina berharap agar Pemkab Madina sesegera mungkin membuka kembali klinik malaria, karena di klinik inilah orang kecil bisa berobat. (BS-026)

s��� �e=’mso-ansi-language:EN-US’>Pusat bisa tercapai,” katanya.

Darmin Pulungan, salah seorang anggota Kelompok Tani Jeruk Keprok Maga mengatakan, kerinduan untuk menikmati kembali rasa dan hasil buah asli daerah tersebut bisa cepat tercapai, karena Jeruk Keprok punya banyak sejarah yang menjadikan taraf hidup masyarakat di daerah ini menjadi sejahtera bahkan dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dari hasil jeruk tersebut sudah warga rasakan. Karena di masa itu banyak dari daerah ini yang menduduki perguruan tinggi.

“Kita berharap kepada pemerintah daerah agar tidak setengah hati untuk menjankan program yang membawa kesejahteraan bagi ratusan kepala keluarga di dua desa ini ditambah dengan wakil rakyat yang duduk di gedung yang terhormat agar bisa memberikan anggaran APBD Madina sebagai biaya perawatan lanjutan di tahun ini hingga masa panen karena Jeruk Keprok memasuki masa panen di tahun kelima,” katanya. (BS-026.beritasumut)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Alasan Sakit, Ali Makmur Gagal Dieksekusi

    Alasan Sakit, Ali Makmur Gagal Dieksekusi

    • calendar_month Rabu, 29 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kejaksaan Negeri Panyabungan kembali gagal melakukan eksekusi terhadap Ali Makmur Nasution Alias Jaganding salah seorang anggota DPRD Mandailing Natal (Madina). Pasalnya, pria yang divonis 2 tahun penjara oleh Mahkamah Agung itu disebut masih dirawat di RSU Bunda Tamrin, Medan. Kuasa hukum Ali Makmur Nasution, Elpi Juni Samudra Dalimunthe,SH.MH di gedung Kejaksaan […]

  • Otak Pembakar Hutan Masih Disidik

    Otak Pembakar Hutan Masih Disidik

    • calendar_month Selasa, 2 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Polri masih mendalami otak pelaku di balik kebakaran hutan di Riau yang mengakibatkan bencana asap. Saat ini, Polri telah menetapkan 24 tersangka dari 17 laporan (LP) yang masuk. “Polda Riau masih mencari pelaku yang menyuruh melakukan pembakaran. Pendalaman hasil pemeriksaan dilakukan untuk memperkuat penyidikan,” kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Ronny F […]

  • Republik Corruption Watch Temukan Sejumlah Item Proyek Rehab Sekolah Diduga Fiktif di Madina

    Republik Corruption Watch Temukan Sejumlah Item Proyek Rehab Sekolah Diduga Fiktif di Madina

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dinas Pendidikan Mandailing natal (Madina) diminta memeriksa progres proyek-proyek rehab gedung sekolah bersumber dana DAK di 3 kecamatan, sebab diduga ada sejumlah item-item kerja difiktifkan pihak penerima pekerjaan. “Investigasi yang kami lakukan, ditemukan sekitar 50 persen pekerjaan diduga difiktifkan,” ungkap Muhammad Rusdi Batubara, Pencari Fakta Republik Corruption Watch kepada Mandailing […]

  • Dokter RSU Panyabungan Diujung Tanduk

    Dokter RSU Panyabungan Diujung Tanduk

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Para dokter dan staf medis di RSU Panyabungan kini bagai di ujung tanduk risiko terinfeksi virus corona. Bahkan petugas non medis juga sangat rentan tertular. Kondisi rawan itu menyebabkan RSU Panyabungan sempat vakum alias tak melayani tindakan lanjutan terhadap pasien selama sekitar 2 pekan, dan sudah buka kembali sejak Sabtu kemarin. […]

  • Kajati Sumut ancam Waspada Online

    Kajati Sumut ancam Waspada Online

    • calendar_month Kamis, 7 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Penanganan kasus korupsi Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemerintahan Desa Tapanuli Selatan (TPAPD Tapsel), yang menjadikan Walikota Medan, Rahudman Harahap sebagai tersangka, mengundang keraguan publik. Meski Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) telah menetapkan Rahudman sebagai tersangka, penuntasan kasus ini terkesan sengaja dibiarkan. Ketidakjelasan dan lambannya proses ini karena pihak Kejati Sumut disebut-sebut telah menerima […]

  • Soal Teror Harimau, Pemkab Jangan Takut Tersandung Hukum

    Soal Teror Harimau, Pemkab Jangan Takut Tersandung Hukum

    • calendar_month Rabu, 3 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) diharapkan jangan ragu-ragu menerbitkan kebijakan tentang membunuh harimau yang telah meneror dan membunuh manusia di Kecamatan Muara Batang Gadis. Baik bupati maupun wakil bupati tidak akan tersandung hukum ketika menerbitkan surat keputusan tentang memburu harimau yang telah menelan korban jiwa manusia. Sudah hampir 7 tahun teror harimau […]

expand_less