Minggu, 30 Agu 2026
light_mode

Anggota DPRD Sumut jangan pura-pura

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 24 Jan 2012
  • print Cetak

MEDAN – Para anggota DPRD Sumatera Utara dinilai berpura-pura jika tidak mengetahui pengadaan sejumlah fasilitas mewah di gedung tersebut. Terlebih, jika mereka termasuk anggota Badan Anggaran (Banggar).

“Sangat mustahil jika anggota dewan mengaku tidak tahu. Apalagi mereka sebagai anggota badan anggaran,” kata pemerhati anggaran Sumut, Elfenda Ananda, tadi malam.
Elfanda menilai, kondisi ini semakin menunjukkan kelemahan para legislator. “Atau jangan-jangan, mereka pura-pura tidak tahu,” ungkapnya. Sebab, kata Elfanda, dalam penyusunan anggaran ini, pastinya sudah melalui pembahasan di internal badan anggaran.

Dia justru mempertanyakan pembahasan RAPBD maupun PAPBD. Menurutnya, munculnya pengadaan-pengadaan tersebut, menunjukkan adanya persoalan di sekretariat dewan. “Ada hal-hal yang lolos dan sengaja tidak bahas. Atau ada sandiwara atau seolah tidak tahu. Ini untuk menutupi kelemahan mereka. Jadi apa yang terjadi di pusat, dengan revonasi banggar, salah satu contoh yang terjadi daerah,” sebut Elfenda.

Hal senada juga dikatakan analis politik dari Universitas Sumatera Utara (USU), Taufan Damanik. Dia mengatakan, setiap penyusunan anggaran, tidak mungkin anggota dewan tidak mengetahuinya. Sebelumnya, anggota Banggar DPRD Sumut, Zurkarnain mengakui, jika pihaknya kebobolan dalam pembahasan anggaran di legislatif. “Iya, kok nggak tahu kita ya,” katanya.

Menurutnya, kecolongan itu dikarenakan pembahasan anggaran yang tidak mungkin diteliti satu persatu dengan angka-angka dan ketebalan berkas yang mencapai ribuan lembar. Hingga saat ini, sejumlah anggota DPRD Sumut mengaku tidak tahu keberadaan fitness center. Juga mengenai pengadaan fasilitas lainnya seperti televisi dan aquarium. “Akhirnya tahu setelah diribut-ributi,” ujar Ketua Komisi B, T Dirkhansyah Abu Sublihar Ali.

Berbeda dengan Diky, Ketua Fraksi PPP DPRD Sumut, Fadly Nurzal, meski mengaku tidak terkejut dengan pengadaan alat fitness ini, dia mengakui tidak semua anggota dewan menyukai alat tersebut. Fadly sendiri mengaku lebih suka jalan-jalan sore dan jalan pagi setelah shalat subuh daripada menggunakan alat ini.

Anggota Komisi A DPRD Sumut, Raudin Purba juga mengaku tidak tahu adanya pengadaan tersebut. Bahkan, Raudin juga dengan tegas mengatakan banyak pengadaan di gedung dewan yang tidak transparan. Begitu juga mengenai pengawasan yang dilakukan pihaknya terbilang tidak maksimal.

Anggota Komisi E DPRD Sumut, Richard Eddy M Lingga mengaku juga tidak mengetahui hal tersebut. Bedanya, meski tidak mendukung secara gamblang, namun dia menilai pengadaan sarana tersebut penting demi kesehatan. Meski banyak yang bersuara, tak sedikit pula yang bungkam dan enggan memberikan komentar terkait adanya pengadaan tersebut.

Hingga saat ini, fitness center yang berada di lantai I gedung baru tersebut belum dibuka dan masih terkunci. Menurut pengakuan salah seorang pegawai, fitness center ini hanya akan digunakan anggota dewan.

Sementara Sekretaris DPRD Sumut, Randiman Tarigan, terkesan menghilang sejak isu ini mencuat. Saat coba ditemui di ruangannya, Jum’at (20/1) lalu, menurut stafnya dia keluar. Meski seharian telah ditongkrongi, Randiman tak kunjung muncul.

Untuk diketahui, sejumlah proyek yang dilaksanakan di tahun 2011, namun barang-barangnya baru masuk pada kisaran Desember lalu, seperti fitness center yang dilengkapi dengan peralatannya, pengadaan aquarium beserta satu ekor ikan arwana untuk setiap fraksi dan setiap komisi. Itu artinya dengan lima komisi dan 10 fraksi, ada 15 aquarium lengkap dalam ikannya yang diadakan di APBD tahun lalu.

Selain itu, masing-masing anggota dewan juga diberikan satu unit televisi LCD 32 Inch, dispenser lengkap dengan aquanya. Pengadaan lainnya berdasarkan PAPBD 2011, pengadaan note book sebanyak 101 unit senilai Rp1.138.217.000, belanja pengadaan peralatan olahraga Rp150.000.000, pengadaan rak buku/TV/kembang Rp776.500.000, pengadaan penghias ruang Rp80.500.000, pengadaan taman indoor sekitar Rp180 juta.(waspada)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dini Hari Tadi, Satu Unit Rumah di Hutabargot Ludes Terbakar

    Dini Hari Tadi, Satu Unit Rumah di Hutabargot Ludes Terbakar

    • calendar_month Kamis, 17 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online) – terjadi dini hari tadi Kamis 17/8/2023 di Desa Sayur Maincat, Kecamatan Huta Bargot, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ). Satu unit rumah terbuat dari kayu ludes di lalap sijago merah. Dari penuturan Rohana Batubara ( 53 ) awal mula api dari tungku masak rumah miliknya. Melihat api sudah membesar, Ia dan […]

  • Proxy War dan Neo Imperialisme!

    Proxy War dan Neo Imperialisme!

    • calendar_month Senin, 12 Jun 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Umar Syarifudin (Lajnah Siyasiyah DPD HTI Jatim)   Dalam beberapa kesempatan, Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo mengingatkan Indonesia saat ini tengah menghadapi bahaya proxy war atau perang asimetris. Proxy war terjadi di Indonesia melaui beberapa cara, di antaranya narkoba, konflik antar kelompok, maupun terorisme. Panglima TNI mengingatkan tentang Proxy War sebagai ancaman nyata bagi […]

  • Proklamasi Kemerdekaan Rakyat Maluku

    Proklamasi Kemerdekaan Rakyat Maluku

    • calendar_month Kamis, 15 Agt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh :  M. Fazil Pamungkas   Tak banyak orang Indonesia tahu,  lebih dari satu abad sebelumnya (1817), proklamasi kemerdekaan pernah digaungkan di Maluku. Adalah Thomas Mattulesi alias Kapitan Pattimura yang menjadi ujung tombak dari perlawanan rakyat terhadap Belanda hingga berhasil membuka jalan menuju penyusunan akta keberatan akan keberadaan Belanda di Maluku. Proses Mencapai Kemerdekaan […]

  • Kebudayaan Mandailing Diambang Kepunahan

    Kebudayaan Mandailing Diambang Kepunahan

    • calendar_month Senin, 11 Mar 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Budayawan Mandailing, Askolani Nasution mengungkapkan banyak entitas kebudayaan Mandailing, khususnya di Mandailing Natal yang diambang kepunahan. Itu dikatakan Askolani saat menjadi narasumber Talkshow “Refleksi Dan Rekomendasi 20 Tahun Kabupaten Mandailing Natal” di Abara Hotel, Panyabungan, Minggu (10/3/2019). Askolani tampil dengan naskah “Wajah Kebudayaan Mandailing Kekinian”. Mencuatkan persoalan kian punahnya entitas kebudayaan […]

  • Petai dan Jengkol Banjiri Pasar Baru Panyabungan

    Petai dan Jengkol Banjiri Pasar Baru Panyabungan

    • calendar_month Minggu, 21 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Dalam beberapa hari terakhir petai dan jengkol membanjiri pusat Pasar Baru Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), menyusul musim panen buah-buhan di daerah ini, seperti buah durian, manggis, petai dan jengkol. Pantauan MedanBisnis di pasar tersebut, Jum”at (19/8), karena pasokan yang melimpah, harga petai pun kini tergolong cukup murah yakni per ikat isi 10 renteng […]

  • Tahun ini Aplikasi ROMA Akan Diluncurkan RSUD Panyabungan

    Tahun ini Aplikasi ROMA Akan Diluncurkan RSUD Panyabungan

    • calendar_month Senin, 14 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ): Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD ) Panyabungan kembali buat terobosan baru, selain Sijegel yang menjadi karakter pelayanan RSU Panyabungan, kali ini bagi masyarakat yang hendak berobat ke RSU ini, jangka dekat ada aplikasi ROM A yang sudah di program. ROMA adalah Registrasi Administrasi Online merupakan inovasi program baru RSU […]

expand_less