Selasa, 14 Jul 2026
light_mode

Anggota DPRD Sumut jangan pura-pura

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 24 Jan 2012
  • print Cetak

MEDAN – Para anggota DPRD Sumatera Utara dinilai berpura-pura jika tidak mengetahui pengadaan sejumlah fasilitas mewah di gedung tersebut. Terlebih, jika mereka termasuk anggota Badan Anggaran (Banggar).

“Sangat mustahil jika anggota dewan mengaku tidak tahu. Apalagi mereka sebagai anggota badan anggaran,” kata pemerhati anggaran Sumut, Elfenda Ananda, tadi malam.
Elfanda menilai, kondisi ini semakin menunjukkan kelemahan para legislator. “Atau jangan-jangan, mereka pura-pura tidak tahu,” ungkapnya. Sebab, kata Elfanda, dalam penyusunan anggaran ini, pastinya sudah melalui pembahasan di internal badan anggaran.

Dia justru mempertanyakan pembahasan RAPBD maupun PAPBD. Menurutnya, munculnya pengadaan-pengadaan tersebut, menunjukkan adanya persoalan di sekretariat dewan. “Ada hal-hal yang lolos dan sengaja tidak bahas. Atau ada sandiwara atau seolah tidak tahu. Ini untuk menutupi kelemahan mereka. Jadi apa yang terjadi di pusat, dengan revonasi banggar, salah satu contoh yang terjadi daerah,” sebut Elfenda.

Hal senada juga dikatakan analis politik dari Universitas Sumatera Utara (USU), Taufan Damanik. Dia mengatakan, setiap penyusunan anggaran, tidak mungkin anggota dewan tidak mengetahuinya. Sebelumnya, anggota Banggar DPRD Sumut, Zurkarnain mengakui, jika pihaknya kebobolan dalam pembahasan anggaran di legislatif. “Iya, kok nggak tahu kita ya,” katanya.

Menurutnya, kecolongan itu dikarenakan pembahasan anggaran yang tidak mungkin diteliti satu persatu dengan angka-angka dan ketebalan berkas yang mencapai ribuan lembar. Hingga saat ini, sejumlah anggota DPRD Sumut mengaku tidak tahu keberadaan fitness center. Juga mengenai pengadaan fasilitas lainnya seperti televisi dan aquarium. “Akhirnya tahu setelah diribut-ributi,” ujar Ketua Komisi B, T Dirkhansyah Abu Sublihar Ali.

Berbeda dengan Diky, Ketua Fraksi PPP DPRD Sumut, Fadly Nurzal, meski mengaku tidak terkejut dengan pengadaan alat fitness ini, dia mengakui tidak semua anggota dewan menyukai alat tersebut. Fadly sendiri mengaku lebih suka jalan-jalan sore dan jalan pagi setelah shalat subuh daripada menggunakan alat ini.

Anggota Komisi A DPRD Sumut, Raudin Purba juga mengaku tidak tahu adanya pengadaan tersebut. Bahkan, Raudin juga dengan tegas mengatakan banyak pengadaan di gedung dewan yang tidak transparan. Begitu juga mengenai pengawasan yang dilakukan pihaknya terbilang tidak maksimal.

Anggota Komisi E DPRD Sumut, Richard Eddy M Lingga mengaku juga tidak mengetahui hal tersebut. Bedanya, meski tidak mendukung secara gamblang, namun dia menilai pengadaan sarana tersebut penting demi kesehatan. Meski banyak yang bersuara, tak sedikit pula yang bungkam dan enggan memberikan komentar terkait adanya pengadaan tersebut.

Hingga saat ini, fitness center yang berada di lantai I gedung baru tersebut belum dibuka dan masih terkunci. Menurut pengakuan salah seorang pegawai, fitness center ini hanya akan digunakan anggota dewan.

Sementara Sekretaris DPRD Sumut, Randiman Tarigan, terkesan menghilang sejak isu ini mencuat. Saat coba ditemui di ruangannya, Jum’at (20/1) lalu, menurut stafnya dia keluar. Meski seharian telah ditongkrongi, Randiman tak kunjung muncul.

Untuk diketahui, sejumlah proyek yang dilaksanakan di tahun 2011, namun barang-barangnya baru masuk pada kisaran Desember lalu, seperti fitness center yang dilengkapi dengan peralatannya, pengadaan aquarium beserta satu ekor ikan arwana untuk setiap fraksi dan setiap komisi. Itu artinya dengan lima komisi dan 10 fraksi, ada 15 aquarium lengkap dalam ikannya yang diadakan di APBD tahun lalu.

Selain itu, masing-masing anggota dewan juga diberikan satu unit televisi LCD 32 Inch, dispenser lengkap dengan aquanya. Pengadaan lainnya berdasarkan PAPBD 2011, pengadaan note book sebanyak 101 unit senilai Rp1.138.217.000, belanja pengadaan peralatan olahraga Rp150.000.000, pengadaan rak buku/TV/kembang Rp776.500.000, pengadaan penghias ruang Rp80.500.000, pengadaan taman indoor sekitar Rp180 juta.(waspada)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Srikandi PP Madina Gelar Muscab

    Srikandi PP Madina Gelar Muscab

    • calendar_month Kamis, 24 Mar 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Srikandi Pemuda Pancasila Cabang Mandailing Natal (Madina) menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) I di aula hotel Payaloting, Sigalapang, Panyabungan, pada Kamis (24/3). Muscab yang mengangkat tema “Re-aktualsasi Peran dan Eksistensi Srikandi Pemuda Pancasila, Mengukuhkan Kiblat Pergerakan Kaum Perempuan” ini dihadiri secara langsung oleh Ketua DPW Srikandi PP Sumut Rosda, SE dan beberapa […]

  • Warga Desak Ketua LPMK Longat Mundur

    Warga Desak Ketua LPMK Longat Mundur

    • calendar_month Selasa, 9 Agt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    LONGAT (Mandailing Online) – Warga Kelurahan Longat, Kecamatan Panyabungan Barat mendesak Ketua LPMK Abdul Rahman mundur dari jabatannya karena dinilai sarat masalah. Desakan itu disampaikan dalam mediasi antara warga yang melakukan mosi tidak percaya dengan Ketua LPMK. Mediasi ini difasilitasi Camat Raja Hidayat Lubis dan dihadiri Lurah Mukhlis Nasution, Kapolsek Panyabungan Andi Gustawi, Danramil 13 […]

  • Tingkatkan Kinerja Honorer, Dinas PU-PR Terapkan “No Work No Pay”

    Tingkatkan Kinerja Honorer, Dinas PU-PR Terapkan “No Work No Pay”

    • calendar_month Jumat, 8 Jul 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebagai upaya peningkatan kehadiran dan kinerja pegawai honorer, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) Mandailing Natal (Madina) menerapkan no work no pay. Dalam artian, dinas yang dipimpin Rully Andry ini membayar gaji pegawai sesuai kehadiran sebagaimana tertuang dalam surat bernomor: 600/0362/DPUPR/2022 tanggal 12 Mei 2022. Hal itu disampaikan Kepala Sub […]

  • Satu Rumah Terbakar di Panyabungan

    Satu Rumah Terbakar di Panyabungan

    • calendar_month Minggu, 17 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Satu rumah permanen milik Saniah (50), di Kelurahan Panyabungan III, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) musnah terbakar bersama isinya, di antaranya 2 sepeda motor, Kamis (14/7), sekitar pukul 02.30 WIB. Saksi mata menyebutkan, rumah tersebut tiba-tiba terlihat mengeluarkan asap besar. Warga sekitar pun langsung berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, api cepat […]

  • Usut Kasus Dugaan Korupsi di Dispenda Sumut Rp9,3 M

    Usut Kasus Dugaan Korupsi di Dispenda Sumut Rp9,3 M

    • calendar_month Jumat, 11 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Puluhan massa tergabung dalam Lembaga Penyalur Aspirasi Rakyat (Lempar) melakukan aksi unjukrasa di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Jalan Abdul Haris Nasution, Medan, Selasa (08/03/2011). Dalam aksinya, mereka meminta Kejatisu mengusut tuntas seluruh kasus dugaan korupsi yang melibatkan Kepala dan Wakil Kepala Daerah serta mantan Kepala dan Wakil Kepala Daerah di Sumut tanpa […]

  • Bulog Hentikan Beli Beras Petani Sumut

    Bulog Hentikan Beli Beras Petani Sumut

    • calendar_month Senin, 21 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan (Mandailing Online) – Bulog Sumatera Utara (Sumut) menghentikan pembelian beras petani di angka 310 ton karena harga jual yang jauh di atas harga pembelian pemerintah (HPP). “Yah memang masih di 310 ton seperti di awal tahun karena Bulog tidak bisa membeli lebih lanjut akibat terbentur pada harga jual yang mahal,” kata Humas Bulog Sumut, […]

expand_less