Sabtu, 7 Mar 2026
light_mode

Aisah Ritonga Kunjungi Anak Gizi Buruk

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 9 Feb 2012
  • print Cetak

Panyabungan MO-Di sela acara reses, anggota DPRD Propinsi Sumut, Ti Aisah Ritonga SE meninjau anak penderita gizi buruk bernama Andi (3) di Desa Huraba II Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Rabu (8/2) Sore.

Berat badan Andi hanya 6 Kg dan belum bisa berjalan diusianya 3 tahun, diduga akibat asupan gizi yang kurang. Penyakit pun mudah menyerang tubuhnya.

Berdasar keterangan Edis (35), orang tua Andi, awalnya Andi lahir dengan normal. Namun,  setelah berumur sekitar 1 tahun dia mengidap penyakit yang sampai sekarang ini belum bisa disembuhkan, padahal anak seusianya sudah berjalan dan mampu berbicara dengan baik.

Lebih lanjut Edis mengatakan bahwa anaknya Andi sudah dibawa berobat ke puskesmas dan rumah sakit, namun sampai sekarang ini kondisinya masih tetap juga tidak stabil seperti kawan-kawan sebayanya.

“Segala upaya sudah kita laksanakan namun kondisinya masih tetap seperti ini saja tidak ada perkembangan, dan sekarang ini kita sudah kehabisan dana untuk mengobatkan anak saya ini,” tutur Edis.

Diterangkan Edis, Sesuai dengan keterangan Dokter bahwa Andi anaknya tersebut didiagnosis menderita kelainan pada paru-parunya dan juga terjangkit malaria yang membuat berat badannya terus menurun drastis.

Sementara itu Ti Asiah merasa terharu melihat kondisi anak Indonesia khususnya di Kabupaten Mandailing Natal ini masih terdapat penderita Gizi buruk.

“Memang secara pasti kita belum bisa memastikan bahwa anak ini menderita gizi buruk, namun dari cirri-ciri anak ini mendekati kepada gizi buruk. Akibat dari kesulitan ekonomi keluarganya sehingga si anak ini tidak dapat berobat ke rumah sakit yang lebih baik,” ujar Tia Aisah.

Ti Aisah mengatakan kepada orang tua Andi penderita gizi buruk untuk tidak cepat putus asa karena sekarang ini pemerintah telah menjamin pasien miskin dijamin akan diberikan pembebasan biaya pengobatan.

“Disinilah sebenarnya tugas dan fungsi para aparat di salah satu desa tersebut untuk menyampaikan kepada pemerintah sehingga hal seperti ini sebenarnya tidak perlu terjadi lagi, karena sekarang ini pemerintah telah mengalokasikan biaya pengobatan geratis kepada masyarakat yang kurang mampu,” jelas Ti Aisah.

Dalam kesempatan tersebut Ti Aisah Ritonga SE memberikan bantuan perobatan kepada anak penderita gizi buruk tersebut, dan meminta kepada aparat desa untuk membantu mengurus asministrasi pengobatan Andi sehingga dapat berobat ke rumah sakit yang lebih layak lagi dengan mempergunakan dana kesehatan yang sudah dianggarkan oleh pemerintah. (mar)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tol Sumatera, pusat hanya janji

    Tol Sumatera, pusat hanya janji

    • calendar_month Kamis, 14 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Soeharsojo, meminta pemerintah segera merealisasikan pembangunan jalan tol Trans Sumatera. Ditegaskannya, bahwa selama ini masyarakat Sumatera hanya mendapatkan janji tentang rencana pembangunan jalan Trans Sumatera. “Rencana pembangunan Trans Sumatera harus direalisasikan dan jangan ditunda lagi, karena sejak 15 tahun yang lalu pemerintah […]

  • Polsek Panyabungan Tangkap 2 Orang Pembawa 5 Kg Ganja Kering

    Polsek Panyabungan Tangkap 2 Orang Pembawa 5 Kg Ganja Kering

    • calendar_month Kamis, 18 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Polsek Panyabungan berhasil menangkap 2 orang membawa ganja kering seberat 5 kilo gram, Rabu (17/2). Kedua tersangka masing-masing bernama R (21) dan MS (21), keduanya warga Banjar Silangit Kelurahan Kota Siantar Kecamatan Panyabungan, Mandaliling Natal. Kedua tersangka beserta barang bukti 5 bal ganja kering itu ditangkap saat keduanya sedang tidur di […]

  • Penyuluh Pertanian Harus Punya Jaringan Pasar

    Penyuluh Pertanian Harus Punya Jaringan Pasar

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Penyuluh pertanian di era milenial harus fasih teknologi dan melek IT. Bahkan, penyuluh yang mendampingi petani juga diharapkan punya jaringan dengan pengusaha dan pasar, yang akan memudahkan petani untuk menjual hasil panennya. Saat ini bukan era atau zaman Bimas seperti dulu. Artinya, zamanya sudah modern, pasarnya sudah global. Karena itu, untuk mempercepat dan memudahkan pembangunan […]

  • BOC Kembali Gelar Seminar Bisnis di Panyabungan

    BOC Kembali Gelar Seminar Bisnis di Panyabungan

    • calendar_month Selasa, 1 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Business Owners Community (BOC) Panyabungan kembali mengadakan seminar bisnis di Hotel Rindang, Penyabungan, Mandailing Natal, Sumut. Seminar bertopik “Meraih 3 Kebebasan Waktu, Pikiran dan Finansial” itu berlangsung tanggal 29 September 2024. Hadir pembicara adalah Mr. Johan Hendri, seorang pengusaha dan motivator yang sudah sering menjadi pembicara secara nasional dan di luar […]

  • Tinjau ulang Izin IPK & Prinsip AN

    Tinjau ulang Izin IPK & Prinsip AN

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) diminta agar meninjau kembali atas izin IPK dan izin perinsip atas nama AN yang berlokasi di Kecamatan Ranto Baek. Karena ini, diduga penyebab terjadinya banjir bandang yang melanda 4 desa di kecamatan baru-baru ini. “Kita minta kepada Pj.Bupati Madina Aspan Sopian agar meninjau kembali izin IPK dan izin […]

  • Musim Caleg Dimulai

    Musim Caleg Dimulai

    • calendar_month Rabu, 18 Jul 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan Ringkas : ASKOLANI NASUTION Empat tahun bekerja di DPRD (sebagai Kabag Humas dan Kabag Persidangan) memberi saya banyak catatan. Catatan Pertama, dalam Nota Pengantar APBD, biasanya dimulai dari penyampaian asumsi-asumsi ekonomi oleh eksekutif (angka inflasi, laju ekonomi, PDRB, dll.) Seharusnya ada kajian (badan anggaran) bagaimana signifikansi sebaran anggaran yang diajukan dengan asumsi-asumsi di atas. […]

expand_less