Jumat, 4 Sep 2026
light_mode

Aisah Ritonga Kunjungi Anak Gizi Buruk

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 9 Feb 2012
  • print Cetak

Panyabungan MO-Di sela acara reses, anggota DPRD Propinsi Sumut, Ti Aisah Ritonga SE meninjau anak penderita gizi buruk bernama Andi (3) di Desa Huraba II Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Rabu (8/2) Sore.

Berat badan Andi hanya 6 Kg dan belum bisa berjalan diusianya 3 tahun, diduga akibat asupan gizi yang kurang. Penyakit pun mudah menyerang tubuhnya.

Berdasar keterangan Edis (35), orang tua Andi, awalnya Andi lahir dengan normal. Namun,  setelah berumur sekitar 1 tahun dia mengidap penyakit yang sampai sekarang ini belum bisa disembuhkan, padahal anak seusianya sudah berjalan dan mampu berbicara dengan baik.

Lebih lanjut Edis mengatakan bahwa anaknya Andi sudah dibawa berobat ke puskesmas dan rumah sakit, namun sampai sekarang ini kondisinya masih tetap juga tidak stabil seperti kawan-kawan sebayanya.

“Segala upaya sudah kita laksanakan namun kondisinya masih tetap seperti ini saja tidak ada perkembangan, dan sekarang ini kita sudah kehabisan dana untuk mengobatkan anak saya ini,” tutur Edis.

Diterangkan Edis, Sesuai dengan keterangan Dokter bahwa Andi anaknya tersebut didiagnosis menderita kelainan pada paru-parunya dan juga terjangkit malaria yang membuat berat badannya terus menurun drastis.

Sementara itu Ti Asiah merasa terharu melihat kondisi anak Indonesia khususnya di Kabupaten Mandailing Natal ini masih terdapat penderita Gizi buruk.

“Memang secara pasti kita belum bisa memastikan bahwa anak ini menderita gizi buruk, namun dari cirri-ciri anak ini mendekati kepada gizi buruk. Akibat dari kesulitan ekonomi keluarganya sehingga si anak ini tidak dapat berobat ke rumah sakit yang lebih baik,” ujar Tia Aisah.

Ti Aisah mengatakan kepada orang tua Andi penderita gizi buruk untuk tidak cepat putus asa karena sekarang ini pemerintah telah menjamin pasien miskin dijamin akan diberikan pembebasan biaya pengobatan.

“Disinilah sebenarnya tugas dan fungsi para aparat di salah satu desa tersebut untuk menyampaikan kepada pemerintah sehingga hal seperti ini sebenarnya tidak perlu terjadi lagi, karena sekarang ini pemerintah telah mengalokasikan biaya pengobatan geratis kepada masyarakat yang kurang mampu,” jelas Ti Aisah.

Dalam kesempatan tersebut Ti Aisah Ritonga SE memberikan bantuan perobatan kepada anak penderita gizi buruk tersebut, dan meminta kepada aparat desa untuk membantu mengurus asministrasi pengobatan Andi sehingga dapat berobat ke rumah sakit yang lebih layak lagi dengan mempergunakan dana kesehatan yang sudah dianggarkan oleh pemerintah. (mar)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Abainya Peran Negara Mengakibatkan Kejahatan Subur di Negeri ini

    Abainya Peran Negara Mengakibatkan Kejahatan Subur di Negeri ini

    • calendar_month Selasa, 26 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Ummu Umar Ibu rumah tangga, tinggal di Madina Akhir -Akhir ini aksi kejahatan semakin masif di negri ini, terhitung pada bulan Ramadan ini saja terjadi beberapa kasus. Padahal ini bulan Ramadan saharusnya diisi dengan kegiatan positif beramal istimewa, bukan diisi dengan aksi kejahatan. Membuat resah masyarakat dengan menimbulkan kegaduhan karena adanya klitih. Dilansir dari […]

  • Madina Raih 5 Besar Program TB Paru Se-Sumut

    Madina Raih 5 Besar Program TB Paru Se-Sumut

    • calendar_month Kamis, 6 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Panyabungan (MO) – Tahun 2012 ini Madina mampu menempati posisi 5 besar terbaik di Sumatera Utara dalam hal program penanganan penyakit TB Paru, sesuai surat Dinas Kesehatan Provinsi Nomor: 440.443/588/V/2012, tanggal 7 Juni 2012. Raihan itu berdasar hasil cakupan program TB (tuberculosis) Paru dari Januari hingga Desember 2011. Program TB paru sendiri sudah mulai diusung […]

  • PT Sorik Merapi Geotermal Power Ramah Lingkungan

    PT Sorik Merapi Geotermal Power Ramah Lingkungan

    • calendar_month Kamis, 26 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Panyabungan, PT Sorik Merapi Geotermal Power (SMGP) merupakan perusahaan tambang panas bumi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Selama ini masyarakat menganggap PT SMGP akan membawa bencana akibat pengeboran di sejumlah titik panas bumi karena mempengaruhi cuaca dan aktivitas gunung meningkat. Itu tidak benar karena PT SMGP mempunyai ahli-ahli profesional. Hal itu disampaikan Corporate Sustainability Manager […]

  • Oknum Polisi Aniaya Karyawan Muka Disulut Rokok Rp50 Ribu Dirampas

    Oknum Polisi Aniaya Karyawan Muka Disulut Rokok Rp50 Ribu Dirampas

    • calendar_month Senin, 28 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BELAWAN, (MO) – Perbuatan oknum polisi Bripka Hotma Tua Samosir, benar-benar kelewatan. Niatnya melerai keributan sepasang kekasih malah berujung tindakan kekerasan terhadap Lambok Simbolon (24), warga Pasar VII, Desa Pematang Johar. Data dihimpun, setelah memukuli karyawan Growth Sumatra Industri (GSI) itu, Bripka Hotman Tua Samosir yang bertugas di Polres Pelabuhan Belawan, ini lalu menyulut wajah […]

  • Jelang Natal dan Tahun Baru, Polres Razia Senpi & Sajam

    Jelang Natal dan Tahun Baru, Polres Razia Senpi & Sajam

    • calendar_month Minggu, 26 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru, Kepolisian Resort Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menggelar razia cipta kondisi dengan menurunkan seluruh satuan di jajaran Polres Madina, Kamis (23/12). Razia yang dilakukan selama satu jam mulai pukul 15.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB, di depan Mapolres Madina. Pantauan METRO, selama razia berlangsung seluruh kendaraan yang melintas tanpa […]

  • Kriminalitas Meningkat, Ini Faktor Penyebabnya Versi IPW

    Kriminalitas Meningkat, Ini Faktor Penyebabnya Versi IPW

    • calendar_month Selasa, 14 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA –- Tindak kejahatan kian marak akhir-akhir ini. Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, mengungkapkan ada sejumlah faktor yang membuat angka kriminalitas semakin merajalela. Menurut Neta, menghilangnya patroli polisi, baik menggunakan mobil maupun motor, menjadi penyebab utamanya. Padahal, jelas dia, jika patroli tersebut rutin dilakukan petugas kepolisian, maka pelaku kejahatan akan berpikir […]

expand_less