Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Pimpinan Sorikmas Mining Bingung Melihat Penambangan Liar

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 11 Feb 2012
  • print Cetak

10/02/2012

Panyabungan (MO) – Presiden direktur PT Sorikmas Mining (PT SM) Mr Paul Willis merasa bingung dan geram atas semakin maraknya kegiatan penambangan emas ilegal.

Orang nomor satu di perusahaan tambang emas yang beroperasi di Kabupaten Mandailing Natal ini juga mengesalkan atas tidak adanya tindakan tegas dari pemerintah begitu juga penegak hukum.

Paul Willis didampingi Goverment and Media relations superintendent, Nurul Fazrie kepada wartawan di Panyabungan, Kamis (9/2), menyatakan kegiatan penambangan liar yang berlangsung di prospek sambung wilayah Kecamatan Nagajuang sudah merugikan pihak perusahaan, apalagi disebutkannya perusahaan telah mengeluarkan berjuta-juta dollar untuk melakukan eksplorasi. Karena sebelumnmya kawasan Huta bargot juga sudah terlebih dahulu ditambangi penambang illegal.

“Saya bingung dan geram sekali.  Bagaimana Tidak? Melalui kontrak karya (KK) yang ditandatangani pada 19 Februari 1998, Pemerintah Republik Indonesia sudah menetapkan PT SM sebagai satu-satunya kontraktor pertambangan di wilayah KK kami, namun ketika wilayah KK kami dirambah oleh para penambang liar, penegakan hukum oleh aparat pemerintah tidak berjalan” sebut Paul Willis

Diibaratkannya, mereka saat ini bagai seorang petani yang sudah melakukan penanaman karet sampai usia produktif, setelah bertahun-tahun memelihara kebun karet dengan harapan memberikan hasil yang baik, malah ketika masa panen hampir tiba, orang lain yang mengambil hasilnya alias mencuri hasil tersebut.

Dan saat yang bersamaan para aparat penegak hukum tidak melakukan tindakan.” Saya benar-benar tidak mengerti, bingung dan geram sekali, dimana letak kepastian hukum bagi investor?” kesalnya

Lebih lanjut disampaikannya bahwa perusahaan membayar sewa tetap (dead rent) atas 66.200 hektar tanah wilayah Kontrak karya yang diekplorasi, dan perusahaan  juga membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB),”Namun yang mengambil manfaatnya adalah para penambang liar yang jelas-jelas tidak mempunyai izin dari Pemerintah” tambahnya lebih lanjut.

Dia lebih jauh mengatakan bahwa tidak hanya PT SM yang rugi dengan adanya penambangan illegal ini. Namun Pemerintah bahkan masyarakat akan merasakan kerugian, antara lain tidak mendapatkan setoran pajak dan royalti dari para penambang liar, bahkan lingkungan pun terkena dampak negatifnya sehingga akan mengancam warga sekitar karena seperti diketahui tidak ada satupun peraturan yang mengikat para penambang yang justru sangat merugikan alam sekitar.

”Kita lihat bahwa para penambang liar beserta para portirnya (pengangkut batuan yang mengandung emas) dengan santainya membuang sampah sembarangan di hutan dan di sungai.  “Mereka pun membuang tinja sembarangan, baik di sungai sekitar (seperti Aek Gajah) juga di ladang-ladang dan hutan, apakah ini bukan pencemaran lingkungan, padahal kita ketahui ribuan masyarakat akan menjadi korban atas kejadian ini” tutur Paul Willis.

Seperti sudah banyak diketahui umum, di prospek Sambung yang merupakan wilayah Kontrak Karya PT SM sedang terjadi kegiatan penambangan liar yang dilakukan oleh ratusan bahkan hampir ribuan orang termasuk warga dari Jawa Barat (Tasikmalaya, Leuwiliang, dan Pongkor), Jawa Timur (Banyuwangi), Banten (Malingping dan Cikotok), Jawa Timur (Banyuwangi), serta dari Bengkulu.

Bupati Madina HM Hidayat Batubara SE yang dimintai keterangan atas persoalan ini mengatakan bahwa pihaknya sudah menyurati Camat dan kepala desa agar melakukan sosialisasi atau pengarahan kepada masyarakat mengenai dampak lingkungan yang akan terjadi apabila tambang liar ini terus berlanjut.

,”Kami sudah surati camat dan kades agar agar mengarahkan warganya supaya tidak lagi melakukan tambang liar ini, dan menyampaikan kepada warga tentang bahaya penyakit penambangan ini, sejauh ini pemkab Madina sudah berkoordinasi dengan perusahaan di bawah BUMN yaitu Aenka Tambang untuk menentukan sikap selanjutnya, saya berharap semuanya berjalan dengan kondusif ” sebutnya lewat pesan singkat .(idw)

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Di Sidimpuan, Satu Keluarga Hanyut Diterjang Banjir Bandang

    Di Sidimpuan, Satu Keluarga Hanyut Diterjang Banjir Bandang

    • calendar_month Senin, 27 Mar 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN (Mandailing Online)  – Sejauh ini, data banjir bandang di Sidimpuan, satu keluarga terdiri dari suami, istri dan dua putri mereka meninggal dunia setelah hanyut diterjang arus deras. Berdasar informasi di Mapolsek Hutaimbaru, keluraga ini terdiri dari suami istri dan dua putri mereka. Mereka hanyut pada Minggu malam (26/3/2017) di perladangan dalam peristiwa banjir bandang […]

  • Mahasiswa Desak Agar Pemkab Madina Bersih dari KKN

    Mahasiswa Desak Agar Pemkab Madina Bersih dari KKN

    • calendar_month Selasa, 16 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar tiga puluh mahasiswa yang tergabung dalam Serikat Mahasiswa Masyarakat Anti Korupsi (SIMMAK) berunjukrasa mendesak penegakan pemberantasan korupsi di Madina. Unjukrasa hari Selasa (16/2) itu dimulai dari kantor Dinas Kependudukan Catatan Sipil Sosial Tenaga Kerja Transmigrasi, lalu ke kantor bupati Mandailing Natal (Madina) dan diteruskan ke DPRD Madina. Pengunjukrasa mendesak penghapusan […]

  • Kejati Sumut Sution Usman Dimutasi

    Kejati Sumut Sution Usman Dimutasi

    • calendar_month Rabu, 6 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN: Kepemimpinan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut di bawah komando Sution Usman Adji sebentar lagi berakhir. Kejagung menempatkan Sution di posisi baru, yakni Sekretaris Badan Pendidikan dan Latihan (Sesdandiklat) Kejagung. Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Noor Rachmad menyatakan, surat keputusan (SK) mutasi Sution sudah turun sejak 30 Maret lalu. Sebagai Kajati Sumut yang baru, Kejagung […]

  • Dua Desa Bakal Gagal Penen, Ratusan Ha Padi Direndam Banjir

    Dua Desa Bakal Gagal Penen, Ratusan Ha Padi Direndam Banjir

    • calendar_month Kamis, 8 Des 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Lahan persawahan di Desa Hutapuli dan Hutaraja Kecamatan Siabu dinyatakan akan gagal panen akibat terrendam banjir. Padahal padi-padi itu sudah diambang panen. Tanaman padi yang mayoritas telah menguning itu pun diprediksi akan gagal panen karena rendaman banjir sudah seminggu berlangsung yang menyebabkan bulir padi bakalan busuk. Sejauh ini belum ada data […]

  • Bupati: Tidak Ada Program Pengadaan 3 Foto Tokoh Madina

    Bupati: Tidak Ada Program Pengadaan 3 Foto Tokoh Madina

    • calendar_month Minggu, 5 Jun 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Program pengadaan foto 3 tokoh Mandailing Natal (Madina), yang belakangan viral ternyata tidak ada dalam program pemerintah, baik di tingkat Dinas PMD maupun di tingkat desa. Hal itu disampaikan Bupati H. M. Ja’far Sukhairi Nasution ketika dikonfirmasi oleh wartawan terkait adanya beberapa oknum yang memaksa kepala desa membeli foto-foto tersebut. “Saya […]

  • Mayoritas Umat Islam Indonesia Belum Tergiur ke Bank Syariah

    Mayoritas Umat Islam Indonesia Belum Tergiur ke Bank Syariah

    • calendar_month Rabu, 10 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Dari 180 juta penduduk muslim di Indonesia, baru 30,27 juta yang menjadi nasabah bank syariah per November 2020. Ini menandakan potensi pasar bank syariah besar dan belum tergarap seluruhnya. Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI Hery Gunardi mengatakan itu dalam webinar bertajuk Peluang dan Tantangan Perbankan Syariah Pasca Merger Bank Syariah BUMN, Rabu […]

expand_less