Sabtu, 28 Feb 2026
light_mode

Apa yang Diharapkan dari Kedatangan Presiden Jokowi ke Madina? (bagian 2)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 20 Mar 2017
  • print Cetak

Jalan tol di Tabagsel ilustrasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Untuk itu kita berharap kepada Gubernur Sumatera Utara agar berani melakukan langkah radikal dalam mewujudkan jalur-jalur jalan tol di dua kawasan itu. Kebijakan yang selama ini dilakukan oleh para gubernur maupun bupati/walikota di kawasan ini masih di berkelas kebijakan klasik bernilai keberanian rendah dan kekuatan daya bangun rendah, tak memiliki nilai radikal. Kita butuh pimpinan radikal visioner.

——————————————————————————-

Dulu ada istilah “Jakarta puk” – “Medan M majolo”. Satu istilah di Mandailing yang memandang Jakarta dan Medan sebagai tujuan merantau. Apapun itu, tetap saja bisa disudutpandangi sebagai urbanisasi : merantau ke kota dan bekerja di setor industri atau jasa atau perdagangan, meninggalkan sektor pertanian (marsaba).

Kenapa Jakarta atau Medan? Menagapa tak Sidimpuan atau Panyabungan atau Kotanopan atau Sibuhuan atau Gunungtua? : karena industri/jasa/perdagangan tumbuh lambat seperti jalan keong atau malah stagnan di Tapanuli Bagian Selatan. Faktornya menurut para pelaku usaha : infrastruktur (jalan/jembatan/energi,air bersih) dan regulasi yang parah menyebabkan investasi rendah sehingga industri/jasa/perdagangan tak tumbuh.

Gubernur atau bupati jangan bicara petani sejahtera jika lahan masih 1 bunbun/KK. Minimal 2 hektar (12 bunbun) baru diizinkan bicara sejahetera. Lalu bagaimana agar 2 hektar per KK? Menurut pakar : jumlah petani harus dikurangi, sehingga sisa petani yang ada akan memiliki lahan antara 1 hingga 2 hektar per KK. Bagaimana mengurangi petani? : Tumbuhkan industri/jasa/perdagangan/perkebunan agar petani sawah keluar dari sawah. Tentu jalan tol merupakan awal mulanya.

Jika jalan tol ada, bukan saja industri, perdagangan dan jasa yang berkembang menggeliat hiruk pikuk, tetapi industry yang bersifat agro (perkebunan, peternakan, perladangan, perikanan dll) akan menggeliat luar biasa karena seluruh jaringan distribusi sudah lancar.

Di Malaysia, belasan tahun Mahathir Muhammad focus di 2 sektor : infrastruktur dan pendidikan. Hasilnya : industry/jasa/perdagangan tumbuh, SDM tumbuh. Akhirnya, jumlah petani sawah berkurang. petani sawah meninggalkan sawah (hanya di Kedah yang ada parsaba), mereka beralih ke sektor industry/jasa/perdagangan. Sawah itu disewakan kepada perusahaan yang bergerak di pertanian.

Pemerintah Amerika Serikat berhasil mengurangi jumlah petani melalui penumbuhan industri/jasa/perdagangan. Jumlah petani menurun dari 25% pada tahun 1930an menjadi kurang dari 2% pada era 2010, saat ini hanya 0,1% penduduk AS yang bekerja secara penuh sebagai petani.

Apakah bandara Aek Godang di Padang Lawas, Bandara Bukit Malintang di Madina mampu menggenjot pertumbuhan industri/jasa/perdagangan? Tidak!!. Pesawat terbang tak mampu membawa CPO sawit dari Natal ke Medan; pesawat terbang tak mampu memperlancar arus barang indutri, arus barang perkebunan, arus barang peternakan, karena pesawat terbang hanya mampu membawa orang dari Kuala Namu ke Bukit Malintang atau ke Aek Godang.

Industri/jasa/perdagangan hanya akan tumbuh jika jalan lebar (tiap jalur memiliki 4 lajur) dari Palas ke pelabuhan/dari Madina ke pelabuhan/dari Tapsel ke pelabuhan/dari Paluta ke pelabuhan/dari Sidimpuan ke pelabuhan sebagi jalur utama. Lalu jalur Kotanopan/Morsip ke Panyabungan terhubung ke Natal/Batahan/ Singkuang. Jalur Sorkam ke Sibuhuan terkoneksi ke Gunung Tua-Sidimpuan-Angkola-Sipirok dan jalur-jalur interkoneksi lainnya yang lebar-lebar.

Si pengusaha pasti menghitung distribusi barang sebelum memutuskan berinvestasi di satu kawasan. Soal angkutan manusia toh sudah ada bandara di Piangsori yang mampu didarati Garuda jenis Boening, dan si pengusaha akan lebih cepat menempuh Pinangsori-Muara Sipongi, Pianangsori-Sibuhuan, Piangsori-Angkola, Pinangsori-Tabuyung via Batangtoru dengan jalan 4 lajur sambil melihat dari jendela mobil ke arah truk teronton membawa bahan baku industri yang melintas dengan kecepatan maksimal di jalan 4 lajur yang lebar. Hilir mudik turuk-truk besar yang ramai pertanda pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

Untuk itu kita berharap kepada Gubernur Sumatera Utara agar berani melakukan langkah radikal dalam mewujudkan jalur-jalur jalan tol di dua kawasan itu. Kebijakan yang selama ini dilakukan oleh para gubernur maupun bupati/walikota di kawasan ini masih di berkelas kebijakan klasik bernilai keberanian rendah dan kekuatan daya bangun rendah, tak memiliki nilai radikal. Kita butuh pimpinan radikal visioner.

Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • SPBU Kosong, Ketengan  Bensin Menjamur

    SPBU Kosong, Ketengan Bensin Menjamur

    • calendar_month Kamis, 9 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bahan bakar minyak jenis bensin kembali langka di SPBU Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Anehnya pengecer ketengan di titik-titik tak jauh dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) justru tak kunjung habis stok dengan harga diatas harga SPBU. Harga bensin di tingkat pengecer pingir jalan antara 8.000 rupiah hingga 13.000 rupiah […]

  • Naposo Bulung di Aceh Galang Dana Untuk Banjir Sidimpuan dan Madina

    Naposo Bulung di Aceh Galang Dana Untuk Banjir Sidimpuan dan Madina

    • calendar_month Jumat, 31 Mar 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ACEH (Mandailing Online) – Naposo Nauli Bulung Tapanuli Bagian Selatan yang berada di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam melakukan penggalangan dana untuk korban banjir bandang Kota Padang Sidimpuan dan Mandailing Natal. Penggalangan dana ini dilaksanakan di beberapa titik di Kota Banda Aceh sejak 29 Maret hingga 1 April 2017 dan akan disalurkan di beberapa titik banjir […]

  • Kelompok KKN STAIN Madina edukasi Tajhizul Mayit bersama NNB dan Santri

    Kelompok KKN STAIN Madina edukasi Tajhizul Mayit bersama NNB dan Santri

    • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Mahasiswa KKN Kelompok 13 STAIN Madina selenggarakan kegiatan edukasi Tajhizul Mayit bersama NNB Dusun Sipangkal Desa Tebing Tinggi di Kecamatan Panyabungan Timur. Selain edukasi Tajhizul Mayit KKN 13 Juga sosialisasikan bahaya penggunaan Narkoba serta Aplikasi Judi Online. Kata Ketua KKN 13 Handika Pulungan. Terselenggaranya Kegiatan tersebut merupakan program kerja (proker) yang […]

  • Yamaha Gandeng Wartawan Rencanakan Touring Tertib Lalu Lintas

    Yamaha Gandeng Wartawan Rencanakan Touring Tertib Lalu Lintas

    • calendar_month Senin, 9 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Padangsidimpuan. Yamaha Padangsidimpuan wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) menggandeng wartawan untuk diikutkan dalam acara touring tertib berlalu-lintas. Ini dilakukan pihak Yamaha guna mendukung pemerintah terutama pihak kepolisian, untuk menyosialisasikan UU No 22/2009 tentang Lalulintas dan Jalan. Pimpinan perwakilan Yamaha wilayah Tabagsel Jhonny Tuerah, kepada MedanBisnis, Minggu (8/1), menyebutkan touring direncanakan melibatkan komunitas wartawan yang ada […]

  • Kopi Simalungun Kini Mendunia

    Kopi Simalungun Kini Mendunia

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Produk asal Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara telah mendunia. Kopi jenis arabica ini sudah menjadi langganan gerai kopi kelas dunia, salah satunya Starbucks. Ketua Himpunan Masyarakat Kopi Arabika Sumatera-Simalungun (HMKSS) Wala Tindaon mengatakan, kopi dari Simalungun ini sudah diminta oleh Starbucks, langsung dari California Amerika Serikat, yang diekspor sejak 2014 sebanyak 30 ton. “Awal mulanya bisa […]

  • Alumni SMA Plus Kunjungi KPU Madina

    Alumni SMA Plus Kunjungi KPU Madina

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Malintang Pos) : Ikatan Keluarga Alumni SMAN Plus (IKAS Plus) melakukan silaturrahim ke KPU Madina, Kamis (6/8) disambut hangat oleh ketua KPU Madina, Agus Salam Nasution. Kedatangan IKAS Plus ini bertujuan untuk bersilaturrahim sekaligus berdiskusi terkait perkembangan Pilkada Madina yang akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember mendatang. Silaturrahim ini mendiskusikan berbagai hal di […]

expand_less