Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

AR: KPK terlalu boros

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 23 Apr 2011
  • print Cetak


YOGYAKARTA –
Mantan Ketua MPR Amien Rais menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum berhasil menindak kasus korupsi besar dan justru melakukan korupsi halus.

“KPK saya sebut justru korupsi halus karena selama ini dalam operasionalnya boros luar biasa,” katanya di rumahnya Pandeansari, Desa Condongcatur, Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, kemarin.

Ia mengatakan, saat dia menjabat Ketua MPR, tujuan pembentukan KPK adalah membongkar kasus-kasus korupsi besar, namun KPK malah hanya mengejar dan menindak kasus korupsi kelas kecil.

“Padahal dalam operasionalnya KPK mengeluarkan anggaran ratusan miliar, namun kasus yang ditangani hanya korupsi kecil-kecil saja, sehingga yang didapat dengan yang dikeluarkan justru lebih besar pengeluaran. Ini yang dimaksud korupsi halus,” katanya.

Menurut dia, KPK seharusnya menjadi kekuatan baru dalam penegakan hukum, khususnya pemberantasan korupsi di Indonesia.

“KPK ini selama ini sudah banyak dikagumi masyarakat dalam penanggulangan korupsi. Masyarakat mengagumi itu harus jadi pendorong KPK dalam bekerja,” katanya.

Amien mengatakan, tidak optimalnya KPK tak lepas dari carut-marutnya bangsa Indonesia, yakni tindakan para pemimpin bangsa yang sering bersandiwara.

“KPK itu sandiwara puncaknya, karena pemborosan itu tadi. Makanya, KPK harus membuktikan dengan mengungkap kasus korupsi kelas kakap, kasus Gayus, kasus Century dan yang lain,” katanya.

Amin berharap peralihan kepemimpinan 2014 benar-benar memilih pemimpin nasional yang tegas serta memahami aksara dan jiwa Pancasila dan UUD 45.

“Kita tunggu 2014 mendatang saja, pemimpin besok harus berani mengambil kebijakan, tegas dan tidak tergantung dengan asing. Selama kita tunduk dengan IMF maupun asing, maka negara kita akan tetap carut-marut begini,” katanya
Sumber : Waspadaonline

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Istri Menggandeng Nama Suami, Bolehkah?

    Istri Menggandeng Nama Suami, Bolehkah?

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jika ini bertujuan mengubah nasab maka dilarang. Polemik di atas pernah memanas pada 2008. Ketika itu, seseorang mengajukan pertanyaan ke Lembaga Fatwa Dar al-Ifta Mesir perihal boleh tidaknya perempuan yang telah menikah menggunakan nama suami atau keluarga suami di belakang nama sang istri. Pemandangan ini banyak dijumpai dalam tradisi negara-negara Barat. Wacana ini pun menjadi […]

  • BPD Desa Rantobi Mengaku Tidak Tau Soal Tambang Emas Ilegal Diwilayahnya

    BPD Desa Rantobi Mengaku Tidak Tau Soal Tambang Emas Ilegal Diwilayahnya

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Batangnatal ( Mandailing Online ): aneh. Badan Permusyawaratan Desa ( BPD ) Desa Rantobi di Kecamatan Batang Natal , Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) tidak tau menau soal tambang emas ilegal yang beroperasi di desa Rantobi. Hal itu diungkapkan Abdul Hadi selaku BPD Desa Rantobi saat dikonfirmasi Mandailing Online Rabu 7/5/2025. ” kami masalah […]

  • Awaluddin Nasution Tomas Siabu Ajak Masyarakat Pilih Paslon Nonor 1 Kalau Ingin Perubahan Lebih Baik

    Awaluddin Nasution Tomas Siabu Ajak Masyarakat Pilih Paslon Nonor 1 Kalau Ingin Perubahan Lebih Baik

    • calendar_month Senin, 21 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Siabu ( Mandailing Online ): Calon Bupati Mandailing Natal ( Madina ) Harun Mustafa Nasution Senin sore 21/10 berkunjung ke tempat wisata pemandian air panas siabu. ia ingin melihat prospek pengembangan wisata air panas siabu yang menjadi salah satu icon wisata daerah di Kecamatan Siabu. Sembari melihat prospek wisata Harun Mustafa Nasution nyambil menikmati kopi […]

  • Penerimaan CPNS, 9 KDh siap 'fair play'

    Penerimaan CPNS, 9 KDh siap 'fair play'

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    .MEDAN – Sembilan kepala daerah (KDh) di Sumatera Utara menyatakan sikap untuk fair play dalam penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun anggaran 2010 pada Desember mendatang. Kesembilan KDh itu yakni Wakil Bupati Deli Serdang Zainuddin Mars, Bupati Serdang Bedagai T Erry Nuradi, Pj Walikota Tebing Tinggi Eddy Syofian, dan Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang […]

  • Anak Polisi Diperkosa Kenalan Facebook

    Anak Polisi Diperkosa Kenalan Facebook

    • calendar_month Kamis, 25 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, – Hati-hati menjalin pertemanan melalui sosial media seperti Facebook maupun Twitter. Pada ujungnya bisa bernasib malang seperti yang dialami oleh RM (15), seorang siswi kelas 1 salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat. Anak anggota polisi di kota Tangerang ini menjadi korban perkosaan oleh A (17) dan W (16), yang […]

  • Tunggakan Raskin Tabagsel Capai Rp 1,6 M

    Tunggakan Raskin Tabagsel Capai Rp 1,6 M

    • calendar_month Rabu, 18 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    P. Sidimpuan, Tunggakan Beras Miskin (Raskin) yang belum dibayarkan lima kabupaten/kota se-Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) kepada Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre IV Padangsidimpuan mencapai Rp 1,6 miliyar. Demikian disampaikan Kepala Bulog Subdivre IV Kota P.Sidimpuan Maidana Siregar melalui Kasi Pelayanan Publik Rifmad Hasibuan, kepada wartawan di kantor Bulog Subdivre IV P.Sidimpuan, Jalan Sisingamangaraja Kota P. […]

expand_less