Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

90% Pelajar Indonesia Minati IPA

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Senin, 17 Mar 2014
  • print Cetak

JAKARTA  – Implementasi Kurikulum 2013 terus dievaluasi. Diantaranya adalah sistem peminatan untuk siswa SMA. Kepala Unit Implementasi Kurikulum (UIK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Tjipto Sumadi menerima laporan, 90 persen siswa SMA meminati jurusan IPA.

Seperti diketahui dalam pelaksanaan kurikulum baru itu, penjurusan di jenjang SMA dilaksanakan mulai dari kelas satu. Berbeda dengan kurikulum sebelumnya, dimana penjurusan dilaksanakan mulai kelas dua.

Kondisi di lapangan menunjukkan banyak siswa baru di SMA yang ditunjuk menjalankan Kurikulum 2013 meminati jurusan IPA. Selain muncul dari siswa sendiri, peminatan itu ternyata diintervensi juga dari orangtua. Orangtua biasanya memilih jurusan IPA, dengan pertimbangan bisa memilih jurusan apapun saat kuliah nanti.

“Apakah jurusan IPS juga tidak bisa memilih program studi apapun nanti ketika kuliah,” ujar Tjipto dalam forum diskusi di Perpustakaan Kemendikbud kemarin.

Meskipun banyak siswa baru yang memilih peminatan jurusan IPA, ternyata beberapa bulan kemudian banyak yang rontoh dan pindah ke IPS. Alasannya adalah ragu atau tidak bisa mengikuti seluruh pelajaran yang ada di jurusan IPA.

Tjipto menegaskan jurusan IPA maupun IPS sama-sama memiliki kesempatan kuliah termasuk untuk berebut pasar kerja. Dia bahkan menuturkan, anak-anak jurusan IPA yang kuliah di bidang teknik akan menjadi insinyur. “Insinyur itu kan tukang sebenarnya,” katanya lantas tertawa.

Sedangkan untuk siswa-siswa yang dulunya jurusan IPS saat SMA, kemudian kuliah di prodi sosial justru bisa menjadi pemimpin perusahaan besar. Dia menegaskan masyarakat saat ini masih menganggap jurusan IPA itu lebih top ketimbang jurusan IPS. Padahal secara akademik, kedua jurusan itu sejajar. Tidak ada unsur strata di kedua jurusan itu.

Tjipto mengatakan untuk siswa SMA baru yang mendapftar pertengahan tahun ini (tahun pelajaran 2014-2015), sudah dipersiapkan peminatannya sejak di bangku kelas 3 SMP. Sehingga nanti ketika memilih peminatan di jenjang SMA, mereka tidak gamang. Selain itu juga tidak terkesan diintervensi orangtua.

Saat ini seluruh siswa kelas 3 SMP, khususnya yang ingin melanjutkan di jenjang SMA, mendapat pendampingan intensif dari guru bimbingan konseling. Tujuan pendampingan itu adalah, memetakan siswa itu meminati jurusan IPA atau IPS. Selain itu rekam jejak akademiknya selama di banku SMP juga akan menjadi pertimbangan.

Tjipto menegaskan bahwa peminatan di jenjang SMA itu tidak bisa dipaksakan. Tetapi sistem peminatan ini tidak menutup kemungkinan ada perubahan dalam beberapa bulan setelah siswa mulai belajar. Dia juga mengapresiasi aturan di sejumlah daerah yang mewajibkan penentuan peminatan melampirkan hasil konsultasi dengan psikolog. (Int)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pulang dari Rantau, Sukses di Budidaya Cabe

    Pulang dari Rantau, Sukses di Budidaya Cabe

    • calendar_month Rabu, 24 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MUARASIPONGI (Mandailing Online) – Pulang dati tanah rantau, Abdul Hamid berhasil dalam budidaya cabe di Desa Tanjung Larangan Kecamatan Muara Sipongi, Mandailing Natal. Saat ini panen awal kebun cabe seluas ¼ hektar itu menghasilkan panen yang sangat memuaskan serta harga yang masih tinggi. “Memang pada pertanaman cabe kita pada saat ini alhamdulilah masih bagus, hasilnya […]

  • Syamsul tak Kunjung Disidang, KPK Didemo

    Syamsul tak Kunjung Disidang, KPK Didemo

    • calendar_month Selasa, 15 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA- Ternyata ada yang tidak sabar ingin segera melihat Gubernur Sumut Syamsul Arifin duduk di kursi terdakwa di pengadilan tipikor. Kemarin (14/2), sekitar 50-an massa yang menamakan diri Gerakan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (Gemaki), menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Massa yang dipimpin Aji ini mendesak agar tim […]

  • Rancu Pendidikan

    Rancu Pendidikan

    • calendar_month Senin, 28 Des 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Roy Samsuri Lubis Editor / tinggal di Madina Pendidikan secara umum diartikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran untuk peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Sedangkan menurut Ki […]

  • Pencurian Kator Camat Siabu, Data Server e-KTP Selamat

    Pencurian Kator Camat Siabu, Data Server e-KTP Selamat

    • calendar_month Senin, 13 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Peristiwa pencurian di kantor Camat Siabu, termasuk komputer yang memproses perekaman e-KTP, tidak mempengaruhi data e KTP. Karena server tempat menyimpan data tidak ikut dicuri. Kadis Kependudukan Catpil Sonnakertrans Muhammad Jamil, S.sos bersama Kabid Catpil Ibrahim Lubis kepada Mandailing Online, diruang kerjanya Senin (13/2) mengungkapkan bahwa data seluruh penduduk yang sudah melakukan […]

  • KPU Seharusnya Membatalkan Penetapan Ali makmur Nasution

    KPU Seharusnya Membatalkan Penetapan Ali makmur Nasution

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    foto: As Imran Khatamy Daulay SH PANYABUNGAN (Mandailing Online)- KPU Mandailing Natal (Madina) harusnya segera membatalkan penetapan Ir.Ali Makmur Nasution sebagai calon terpilih anggota DPRD Madina dikarenakan keputusan KPU batal demi hukum sesuai dengan pasal 220 ayat (2) Undang-Undang Nomor 8 tahun 2012 dan pasal 53 ayat (1) Peraturan KPU Nomor 29 Tahun 2013. Itu […]

  • Isu Penculikan Anak Merebak

    Isu Penculikan Anak Merebak

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Merebaknya isu penculikan anak-anak di tengah masyarakat Kabupaten Mandailing Natal pada minggu-minggu ini, telah membuat resah para orang tua yang mempunyai anak yang masih di bawah umur. Bahkan di beberapa masjid di Madina sudah diumumkan supaya orang tua berhati-hati menjaga anaknya. Seperti dituturkan Nur Miah di Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Barat, Selasa (23/11/2010), […]

expand_less