Rabu, 17 Jun 2026
light_mode

Badan Pemangku Adat Jangan Dibawa ke Ranah Politik

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 24 Agt 2015
  • print Cetak

 

KOTANOPAN (Mandailing Online) – Pelantikan Badan Pemangku Adat Mandailing Julu seharusnya tidak dibarengi dengan pernyataan sikap dan dukungan terhadap salah satu pasangan calon Bupati.

Itu dikatakan Ketua DPP Himpunan Pemuda Mandailing (HIPMA), M. Suhairy Lubis, S. Fil, kemarin, terkait adanya rangkaian acara pengumuman dukungan Badan Pemangku Adat Mandailing Julu kepada calon bupati Dahlan Hasan Nasution, Sabtu (15/8) lalu di Kotanopan, Mandailing Natal (Madina).

“Kalau memang individunya mendukung salah satu balon bupati silakan, jangan di bawa lembaganya. Belum tentu semua pengurus yang hadir mendukung calon tertentu. Lagi pula, itu bukan tempatnya. Saat inikan bukan masanya kampanye, seharunya Panwas Kotanopan turun tangan dalam hal ini,’ ujarnya.

Dikatakannya, seharusnya Badan Pembangku Adat ini sifatnya independen dan fokus mengurusi masalah adat, pelestarian budaya, pelestarian Gordang Sambilan, pelestarian Tor-Tor dan bagaimana “markobar” bisa kembali  dikuasai dan diminati generasi muda. Bukan disibukkan dukung-mendukung terhadap salah satu pasangan calon bupati.

Suhairy juga menyoroti status Ketua Pemangku Adat Mandailing Julu, Kholil Lubis yang ikut maju ke depan dalam pernyataan sikap di pelantikan itu.

“Dia itukan statusnya PNS, sekcam lagi di wilayah Ulu Pungkut. Kenapa beliau ikut dukung mendukung. Beliau seharusnya netral tidak ikut politik praktis. Hal ini sama saja beliau ikut tim kampanye salah satu calon. Melihat kenyataan yang ada dalam kegiatan itu, pelantikan Badan Pemangku Adat wilayah Mandailing Julu tidak lebih hanya seremoni yang berkedok pelantikan, padahal bernuansa politis,” ujarnya.

Atau jangan-jangan nanti pelantikan Badan Pemangku Adat di wilayah lain, seperti di wilayah Ulu, Pantai Barat dan Mandailing Godang mengarah pada aksi pernyataan dukung mendukung.

“Kalau hal ini terjadi, berarti keberadaan Badan Pemangku Adat Wilayah Mandailing Julu dan Forum Pelestarian dan Pegembangan Adat Budaya di Madina adalah lembaga politis, bukan budaya,” ujarnya.

Peliput  : Tim Mandailing Online

Editor    : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masyarakat Sorik Marapi Yang Bersahaja dan Sederhana

    Masyarakat Sorik Marapi Yang Bersahaja dan Sederhana

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PEMUKIMAN KAWASAN SORIK MARAPI – Pemukiman di kawasan Sorik Marapi Mandailing Natal masih banyak yang beratap ijuk dengan lingkungan pemukiman yang asri. Lingkungan ini selaras dengan falsafah kehidupan masyarakatnya yang relative masih bersahaja dan sederhana, serta saling hormat menghormati antar sesama dengan kearifan local yang bagus dalam bingkai dalihan na tolu. Tetapi belakangan ini, […]

  • Pemimpin, Perubahan dan Nilai Agama, Kajian Terhadap Visi Misi Yusuf-Imron (bagian 2-selesai)

    Pemimpin, Perubahan dan Nilai Agama, Kajian Terhadap Visi Misi Yusuf-Imron (bagian 2-selesai)

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Asmaryadi Lubis, M.Pd Apa yang dimaksudkan berakhlah mulia? Tidak lain adalah kondisi masyarakat masyarakat memiliki peradaban, etika dan moral sesuai yang dianjurkan oleh agama, ditandai dengan hubungan antara sesama berjalan dengan bertindak adil, dilandasi sifat terpuji sehingga tercipta kondisi ketentraman dan ketertiban umum dan kerukunan antar warga masyarakat maupun antar umat beragama […]

  • Jamaah Majlis Taklim Puncak Barokah Nampaknya Alihkan Dukungan ke Paslon 1 Harun -Ichwan

    Jamaah Majlis Taklim Puncak Barokah Nampaknya Alihkan Dukungan ke Paslon 1 Harun -Ichwan

    • calendar_month Minggu, 13 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Bukit Malintang ( Mandailing Online ): Ribuan Jamaah Majelis Taklim Puncak Al Barkah di desa Bange, Kecamatan Bukit Malintang, Kabupaten Mandailing Natal asuhan Buya Salman Ahmad Nasution( Tuan Salman ) nampaknya beralih mendukung ke Pasangan Calon Nomor urut 1 Harun Mustafa Nasution dan Ichwan Husein Nasution setelah sebelumnya Calon Bupati Nomor Urut 2 Saifullah mengunjungi […]

  • Empat proyek tol Sumut prioritas lintas Sumatera

    Empat proyek tol Sumut prioritas lintas Sumatera

    • calendar_month Rabu, 22 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengaku sangat siap untuk mendukung percepatan pembangunan jalan tol di Sumatera. Sumut bahkan mengusulkan empat tol sebagai projek prioritas, dimana dua diantaranya sudah memiliki Detail Engineering Design ( DED). Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho melalui Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Sumut, Riadil Akhir […]

  • KEK Batahan Antara Harapan dan Kenyataan

    KEK Batahan Antara Harapan dan Kenyataan

    • calendar_month Selasa, 17 Nov 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Tiba-tiba nama Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batahan di Mandailing Natal (Madina) populer pasca debat Pilkada Madina 13 November 2020 lalu. KEK Batahan pun menjadi santapan hangat publik di media sosial-Facebook dan WhatsApp. Popularitas KEK Batahan itu melejit setelah calon wakil bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution,B.AppFin,M.Fin di debat itu menyatakan bahwa KEK di Pantai […]

  • Pembebasan Lahan Jalan Akses Bandara Kualanamu Capai 98%

    Pembebasan Lahan Jalan Akses Bandara Kualanamu Capai 98%

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta – Pembebasan lahan di jalan akses Bandara Kualanamu sudah mencapai 98 persen. Namun, pekerjaan jalan akses Bandara Kualanamu masih menemui hambatan dalam pengerjaannya. Hal tersebut dikarenakan beberapa bidang tanah yang totalnya 1,5 km, masih diminta ganti rugi tanahnya oleh penduduk, padahal tanah tersebut milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN). “Beberapa bidang tanah sejumlah 1,5 km […]

expand_less