Minggu, 31 Mei 2026
light_mode

Kapolres Sidimpuan Lantik Lima Pejabat Baru

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 8 Feb 2011
  • print Cetak

P. Sidimpuan,


Kapolres AKBP Andi Syahriful Taufik SIK MSi melantik sekaligus mengambil sumpah lima pejabat baru di halaman Mapolres Kota P. Sidimpuan, Senin (7/1).

Dari lima yang dilantik, tiga di antaranya merupakan jabatan yang baru dibentuk di lingkungkan Polres Kota P. Sidimpuan, masing-masing Kasiwas Aiptu Irmanto, Kasium Aiptu Efendi Lubis dan Kasitipol Bripka Amran Saragih.

Sementara dua jabatan yang diserahterima lainnya Kasatintelkam dari pejabat lama AKP Alfian Saragih kepada AKP Ahmad Fauzi dan Kasikau dari Ipda Suyana kepada Bripka Risdianto.

Dalam acara tersebut Kapolres juga memberikan piagam penghargaan kepada 30 personil Polres Kota P. Sidimpuan yang melaksanakan BKO ke Nias beberapa waktu lalu.

Kapolres AKBP Andi Syahriful Taufik dalam amanatnya mengatakan, serah terima jabatan merupakan hal yang biasa dalam sebuah organisasi.

“Pelantikan merupakan upaya penyegaran yang biasa dilakukan dalam sebuah organisasi, dengan harapan peningkatan kinerja yang lebih baik,” ujarnya.

Diharapkannya, semua personil Polres Kota P. Sidimpuan dapat lebih menjaga kekompakan, meningkatkan kerjasama dan menghindari terjadinya konflik internal.

“Jaga kekompakan dan laksanakanlah tugas secara ikhlas dengan selalu berjalan pada koridor yang telah ditentukan karena suatu saat kita akan mempertanggung jawabkan segala apa yang kita perbuat didunia ini,” terangnya.

Jaring 47 Pasangan

Pada kesempatan itu, Kapolres juga mengungkapkan jika pihaknya berhasil menjaring 47 pasangan mesum dalam operasi yang digelar di tor simarsayang, Minggu (6/1).

Sebagian besar pasangan mesum tersebut rata-rata masih berstatus pelajar dan mahasiswa namun demikian ada juga berstatus PNS dan pasangan selingkuh.

Para pasangan mesum ini dijaring dalam gubuk yang tersebar di sepanjang tor Simarsayang tersebut. “Semoga upaya ini dapat meminimalisir angka maksiat di kota dalihan natolu ini, ” katanya.

Ditambahkan, ke 47 pasangan mesum dengan total jumlah 93 orang itu kemudian dilepaskan, setelah sebelumnya diberikan penyuluhan agama dan menandatangani surat perjanjian yang disaksikan orangtua masing-masing.

Sayangkan

Kapolres dalam amanatnya juga menyayangkan adanya oknum aparat yang terlibat dalam menyediakan tempat maksiat di kawasan tor Simarsayang tersebut. “Saya menyayangkan hal itu. Boleh saja kita mencari tambahan di luar tapi janganlah dengan cara yang dilarang agama,” katanya.

Dikatakan, sebagai Kapolres dirinya akan menindak tegas jika ada anak buahnya yang terbukti melindungi maksiat, judi dan obat terlarang. “Saya akan tindak tegas siapa pun personil Polres Sidimpuan yang terindikasi terlibat,” katanya.

Dijelaskan, Tor Simarsayang merupakan sebuah tempat yang sangat indah, namun ternoda akibat ulah warga yang menjadikannya sebagai tempat maksiat.

“Besok, saya dan unsur muspida, MUI, legislatif dan tokoh masyarakat akan menggelar rapat guna menindaklanjuti kondisi Tor Simarsayang. Dibantu semua unsur ini, nantinya kita akan secara rutin menggelar razia di sejumlah kawasan,” terangnya.

Hadir dalam acara pelantikan tersebut, para perwira, personil, sipil serta ibu-ibu Bhayangkari Polres Kota P. Sidimpuan. (hih)
Sumber:Analisa

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Idul Fitri, Salaman dan Toleransi di Tengah Keberagaman

    Idul Fitri, Salaman dan Toleransi di Tengah Keberagaman

    • calendar_month Senin, 2 Mei 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Moechtar Nasution   Idul Fitri sebagai hari kemenangan bukan hanya bermakna sebagai pembebasan sekaligus pembersihan secara personal menuju kefitrian setelah berjuang sebulan penuh melaksanakan Ibadah Shoum namun juga memiliki makna perekat dan pemersatu diantara sesama masyarakat ditengah kemajemukan beragama yang merupakan anugerah dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa untuk bangsa Indonesia. Inilah […]

  • Dilema Tender PU, Antara Penipuan dan Kekurangtegasan

    Dilema Tender PU, Antara Penipuan dan Kekurangtegasan

    • calendar_month Jumat, 10 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Proses tender proyek di Dinas Pekerjaan Umum Mandailing Natal (Madina) tahun ini benar-benar memprihatinkan dan bahkan teramat memalukan. Dilema tender ini pun mencuatkan beberapa catatan hitam. Kenapa disebut catatan hitam? Karena dari kasus tender itu muncul kasus suap, kasus penipuan, kasus terpidananya oknum Kadis PU. Kemudian kasus pembatalan dan pengulangan tender hingga gerakan kelompok pengusaha […]

  • Mengenal dan hakikat Manusia

    Mengenal dan hakikat Manusia

    • calendar_month Selasa, 14 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ولـقـد كرمنـا بنى أدم وحـملـناهم في الـبـر والــبحر ورزقـنــاهم من الـطيبــا ت وفضــلـناهـم على كثـيـر مـم،ن خـلقـنا تـفـضـيـلا Artinya : “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan. Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah […]

  • DCS Dapil 2 GERINDRA Madina

    DCS Dapil 2 GERINDRA Madina

    • calendar_month Sabtu, 6 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 2 GERINDRA Madina

  • Bangunan Pasar Hutagodang Ulu Pungkut Mubazir.

    Bangunan Pasar Hutagodang Ulu Pungkut Mubazir.

    • calendar_month Rabu, 3 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      ULU PUNGKUT (Mandailing Online) – Bangunan pasar Hutagodang yang terdapat di desa Hutapadang Kec. Ulu Pungkut Kab. Mandailing Natal mubazir. Pasalnya, bangunan yang didirikan tahun 2003 dengan aggaran sekitar 130 juta tidak pernah dipergunakan. Malahan kondisi bangunannnya sudah hampir rusak, sebagian papan dan pintu los dan ruko sudah rusak. Syaiful Anwar (35), salah seorang […]

  • KESUSASTRAAN MANDAILING (bagian 2)

    KESUSASTRAAN MANDAILING (bagian 2)

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Askolani Nasution Beberapa tonggak sastra yang berkembang di kolonial tersebut patut dicatat periode-periode pertumbuhan sastra berikut: Willem Iskander (1840-1876). Ia menulis dalam bahasa Mandailing yang amat imajinatif terutama karena dipengaruhi kemampuannya yang tinggi dalam penguasaan bahasa Melayu. Karya-karyanya dipublikasikan secara luas setelah kematiannya, antara lain: “Hendrik Nadenggan Roa, Sada Boekoe Basaon ni Dakdanak.” […]

expand_less