Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Arsitektur Rumah di Mandailing: Satu Kajian Sejarah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 29 Des 2021
  • print Cetak

Oleh: Muhammad Falah Nasution
Guru Sejarah SMAN 2 Plus Panyabungan

Kawasan Mandailing pada abad ke-14 sudah disebut dalam kitab Negarakertagama, ditulis Mpu Prapanca, sejarawan dari Majapahit. Mandailing menjadi salah satu daerah eksvansinya di luar pulau Jawa. Masuknya Majapahit di kawasan Mandailing menunjukkan bahwa pada masa itu Mandailing sudah memiliki peradaban, bahkan jauh sebelum Majapahit datang.

Selain berita dari Mpu Prapanca, di kawasan Mandailing dapat ditemukan beberapa peninggalan zaman batu besar (Megalithikum), seperti menhir dan arca. Kedua benda tersebut merupakan hasil kebudayaan masyarakat praaksara periode sebelum mereka mengenal perunggu. Hal itu tentu membuktikan bahwa di kawasan Mandailing pada masa praaksara sudah membentuk sebuah perkampungan. Kedatangan mereka diperkirakan melewati jalur sungai Batang Gadis, dari pantai barat Sumatera menuju kawasan Mandailing.

Berdasarkan penjelasan di atas, pada kawasan Mandailing dari masa praaksara sampai masa Hindu-Budha telah mendapat pengaruh, baik dari segi budaya maupun kepercayaan. Namun, kawasan Mandailing tidak hanya berada pada kedua masa, melainkan mengalami etape, masa kerajaan-kerajaan tradisional yang dipimpin oleh marga-marga di Mandailing, masa Islamisasi, masa kolonial Belanda, dan masa perjuangan nasional, serta masa pasca kemerdekaan (kontemporer). Masa-masa itu semua telah memperkaya budaya Mandailing.

Terbentuknya satu kebudayaan Mandailing tentu sangat menarik untuk dilakukan kajian, khususnya berdasarkan kajian ilmu sejarah. Dalam hal ini yang menjadi fokus kajiannya terletak pada hasil kebudayaan berupa bangunan, yaitu arsitektur rumah-rumah masyarakat Mandailing sebelum kemerdekaan. Terdapat keunikan dan ciri khas tersendiri pada rumah-rumah masyarakat Mandailing. Desain bangunan itu merupakan hasil perwujudan berdasarkan nilai-nilai budaya yang memerlukan pemahaman dalam pengembangannya sehingga terbentuk dalam wujud fisik, yaitu rumah.

Pola permukiman pada masyarakat Mandailing era kerajaan memiliki orientasi ke komplek kediaman raja yang terdiri dari bagas godang dan sopo godang, serta alaman bolak. Bagas Godang (rumah besar/istana raja) dan Sopo Godang (pondok besar) memiliki arsitektur tertentu yang berbeda dengan rumah-rumah masyarakat biasa di sekelilingnya, walaupun semua rumah identik rumah panggung. Disamping itu, baik rumah raja dan masyarakat biasa pada umumnya memiliki material dari alam sekitar, seperti bambu (dinding), kayu (kerangka rumah), dan ijuk (atap), walaupun pada dewasa ini sebagian bahannya sudah terganti dengan material modern.

Desain rumah di kawasan Mandailing berupa rumah panggung memiliki tiga bagian utama, yaitu taruma ni bagas (kolong rumah), bagas (rumah tempat tinggal), dan parapi (atap).

Muhammad Falah Nasution di halaman satu dari beberapa rumah tua di Mandailing. Lokasi Desa Simalagi, Hutabargot, Mandailing Natal. Foto: Muhammad Falah Nasution

Rumah panggung ini jika dilihat dari bagian bagas-nya (rumah tempat tinggal) bermaterial dari bambu yang dianyam (gogat) dan papan. Sedangkan dari bagian atap terdapat perbedaan antara satu kampung dengan kampung lainnya. Pada atap rumah di kawasan Mandaling terdiri dari 3 jenis bentuk atap, yaitu atap silingkung dolok pancucuran (atap bentuk melengkung), atap sarotole, atap saracino. Atap bentuk melengkung dan datar identik dengan adanya gable segitiga pada depan atap yang diidentifikasi sebagai rumah raja.

Dilihat dari perspektif sejarah dapat dijelaskan bahwa rumah-rumah di Mandailing mendapat pengaruh dari alam sekitar dan budaya masyarakat luar, misalkan alasan rumah berpanggung. Hal itu dikarenakan keadaan alam pada masa itu masih banyak berkeliaran binatang-binatang liar, sehingga rumah panggung menjadi pilihan. Jika dilihat pada kehiudpan masyarakat praaksara, rumah dibangun berpanggung sebagai solusi dari keadaan alam. Atap rumah yang asumsi sementara juga diadopsi dari alam sekitar, misalnya bentuk gunung, bentuk tanduk kerbau. Adanya hubungan bentuk rumah dengan alam sekitar menunjukkan masyarakat Mandailing masih tergantung dengan alam. Selain itu, pengaruh kepercayaan pada masa sebelum Hindu-Buddha, yaitu pada ornamen atau hiasan pada bolang Bagas Godang, seperti warna-warna pada bolang. Hal itu ada kaitannya dengan sistem kepercayaan terhadap roh. Gambar-gambar pada bolang seperti Jagar-jagar, Bona bulu, Bindu, dan Raga-raga. Hal itu merupakan adopsi dari falsafah masyarakat Mandailing, yaitu dalihan na tolu (tungku yang tiga).

Adapun pengaruh agama Islam terhadap rumah tradisional di kawasan Mandailing dapat dilihat dari perubahan warna oranamen yang berkaitan dengan dalihan na tolu yang lebih menampilkan stilasi dan penyederhanaan, yang dapat dilihat terutama dalam bentuk-bentuk geometris. Dikarenakan dalam karya seni Islam lebih cenderung kepada bentuk-bentuk abstrak dan geometris daripada gambar manusiawi.

Bangunan rumah tradisional di kawasan Mandailing berdasarkan hal di atas, dapat disimpulkan bahwa terjadi akulturasi dari budaya dan sistem kepercayaan masyarakat pendahulunya dan yang datang ke kawasan Mandailing. Sehingga terbentuk rumah tradisional yang unik dan memiliki ciri khas tersendiri. Pada dewasa ini, bangunan rumah tradisonal di kawasan Mandailing sudah jarang ditemukan, jumlahnya sedikit, dan sebagian material rumah digantikan dengan material modern. Terjadainya perubahan pada rumah tradisional Mandailing masih menunjukkan bentuk dan keunikannya.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gugatan Pilkades Sudah Ditolak, Warga Desa Pasar Malintang Tetap Datangi Dinas PMD Madina

    Gugatan Pilkades Sudah Ditolak, Warga Desa Pasar Malintang Tetap Datangi Dinas PMD Madina

    • calendar_month Selasa, 26 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online)– Puluhan warga Desa Pasar Baru Malintang Kecamatan Bukit Malintang, Mandailing Natal ( Madina ) Selasa 26/9/2023 datangi kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Mandailing Natal. Kedatangan puluhan massa ini menuntut keadilan terkait adanya dugaan kecurangan pada pemilihan calon kepala desa yang dilaksanakan pada 21/8/2023 yang lalu. Massa menilai salah pilkades di desa […]

  • Ramadhan: Saatnya Mewujudkan Islam Kaffah

    Ramadhan: Saatnya Mewujudkan Islam Kaffah

    • calendar_month Jumat, 10 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ramadhan sudah sepatutnya menjadi momentum penting bagi kaum Muslim untuk mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah SWT dengan cara melaksanakan syariah-Nya secara kâffah (total). Tentu taqarrub itu tidak hanya terkait dengan amal-amal ritual-spiritual, semata seperti ibadah mahdhah dan akhlak, namun juga mencakup amal-amal politik dalam makna mengurusi urusan umat dengan syariah Islam. Islam tidak mempertentangkan antara […]

  • Kampung Mandailing di Kedah, Malaysia Dikukuhkan

    Kampung Mandailing di Kedah, Malaysia Dikukuhkan

    • calendar_month Rabu, 19 Jul 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KEDAH, MALAYSIA (Mandailing Online) – Tidak banyak yang mengetahui keberadaan masyarakat suku Man­­dailing di Kampung Je­rung Atas, Sg Petani, Negeri Kedah, Malaysia. Masyarakat Mandailing telah bertempat tinggal di Kedah sejak 1880. Kedah merupakan salah satu negeri di Malaysia yang berdekatan perbatasan dengan Thailand. Untuk memeriahkan kem­bali suasana perkampungan masyarakat Mandailing itu, satu aktivitas menarik […]

  • Bupati Sukhairi: Idealnya Pemerintah Memangkas Jumlah Honorer

    Bupati Sukhairi: Idealnya Pemerintah Memangkas Jumlah Honorer

    • calendar_month Rabu, 11 Mei 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Idealnya Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) melakukan pemangkasan jumlah honorer (TKS) untuk percepatan pembangunan. Hal itu disampaikan Bupati H. M. Ja’far Sukhairi Nasution saat memberikan sambutan pada acara halalbihalal Pemkab Madina tahun 2022 di Masjid Agung Nur Alan Nur, Panyabungan. Sukhairi menyampaikan, saat ini pemerintah harus menganggarkan Rp 80 miliar […]

  • Bawaslu Madina : ASN Terlibat Kampanye Paslon Kena Sangsi Pidana Pemilu

    Bawaslu Madina : ASN Terlibat Kampanye Paslon Kena Sangsi Pidana Pemilu

    • calendar_month Senin, 30 Sep 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) : Menanggapi maraknya pemberitaan sejumlah acara keagamaan melibatkan ASN dan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) , Ketua Bawaslu Madina Aliaga Hasibuan mengatakan kalau Kepala Desa dan / Lurah atau ASN berkampanye itu sanksinya Pidana ( Pidana Pemilu). ” Bagi ASN, Kades atau Pegawai BUMN terlibat […]

  • PNS Dilarang Tambah Cuti Lebaran

    PNS Dilarang Tambah Cuti Lebaran

    • calendar_month Rabu, 24 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, – Selain libur Lebaran pada 8 dan 9 Agustus, pemerintah juga memberikan cuti bersama untuk pegawai negeri sipil (PNS) selama tiga hari. Yakni 5 hingga 7 Agustus. Untuk itu, Menteri Koordinator (Menko) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Agung Laksono mengingatkan para abdi negara untuk tidak menambah jatah cuti. “Pemerintah telah menetapkan cuti bersama tanggal 5, 6, […]

expand_less