Selasa, 14 Jul 2026
light_mode

Atika dan Realitas Birokrasi, Peluang dan Kendala

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 22 Jul 2021
  • print Cetak

Pasangan Sukhairi-Atika

Oleh: Askolani Nasution

Setelah melewati perjalanan yang tidak mudah, akhirnya  M Ja’far Sukhairi Nasution dan Atika Azmi Utammi Nasution dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal. Saya membayangkan saja apa yang ada dalam pikiran beliau. Terutama Atika.

Saya yakin, ada moment ketika Atika merenung. Duduk, mungkin sambil senyum, karena tiba-tiba berada di jalur pemerintahan. Padahal baru beberapa waktu yang lalu beliau ada di Australia, mungkin duduk di perpustakaan kampus, ada di sebuah coffe house sambil membuat studi analisis keuangan, ada di taman kota, ber-say-hallo dengan para bule yang berpapasan dengan bahasa Inggris cas-cus, atau ada di sebuah kantor perusahaan multinasional sambil mengkalkulasi break event point.

“My Way”, begitu mungkin bisiknya menirukan lagu Frank Sinatra itu. Ia yang dulu hidup dalam dunia serba rasional, terukur, efisiensi, atau bebas protokoler; lalu tiba-tiba berada di jalur birokrasi yang kaku dan aneh untuk mereka yang sepanjang hidup ada di jalur akademis, Barat lagi. Beliau harus taat aturan kapan boleh batuk, kapan berbasa-basi, kapan setengah tertawa meskipun tidak benar-benar lucu, kapan bla-bla.

Itu berat. Tapi menjadi kemestian baru. Dulu, mantan dosen saya seorang profesor. Tiba-tiba diangkat menjadi kadis pendidikan sebuah kota. Hanya satu tahun, ia langsung mengeluh. “Saya berhenti menjadi diri saya selama setahun ini,” katanya. Lalu balik lagi ke kampus.

Itu yang terberat di dunia birokrasi. Karena kita harus menjadi orang lain, yaitu orang yang dibentuk untuk diinginkan semua orang.

Bahkan orang teater seperti saya, yang melatih orang lain terampil berpura-pura, juga tak tahan. Iya. Karena dalam tidur pun kita tetap menjadi orang lain, bukan orang yang kita inginkan. Dengkur misalnya tiba-tiba menjadi aib, padahal itu tanda merdeka.

Nah di dunia baru itu seorang Atika mencemplungkan diri. Menenggelamkan diri tepatnya.

Coba kita kilas balik ke latar akademisnya. Lulus dari Magister of Finance UNSW, Australia, yang sangat bergengsi, karena universitas itu peringkat 45 dunia. Ia bergulat dengan segala kerumitan bisnis, dengan cara berpikir yang amat rasional, tiba-tiba harus berhadapan dengan berbagai kerawitan kekuasaan, politik praktis, dan seterusnya.

Saya yakin beliau banyak membaca soal konsep politik ekonomi makro. Karena politik dan ekonomi seperti mata uang logam, bersisihan.

Saya yakin beliau matang soal inflasi, pertumbuhan ekonomi, PDRB, neraca keuangan, investasi, modal, dan seterusnya. Konon lagi ekonomi pembangunan, pasti beliau sangat matang.

Saya yakin juga beliau amat paham soal realitas ekonomi pembangunan di kawasan Asia Tenggara, apalagi di dunia Barat. Semua latar akademiknya amat membantu memahami potensi ekonomi dan keterbatasan daerah ini.

Saya yakin beliau setidaknya juga sudah punya peta dasar tentang itu semua, karena sudah melihat kontekstualitas Mandailing Natal selama kunjungannya ke berbagai daerah.

Beliau melihat potensi, melihat keterbatasan ekonomi ummat, melihat kemiskinan, potensi PAD, atau kemungkinan peta investasi. Orang semuda beliau, dengan latar akademik yang matang, tentu sudah mampu menjabarkan, membuat formula, dan solusi yang aplikatif atas semua kesemrautan ekonomi daerah.

Dan ini, Mandailing Natal itu seperti piring kecil dalam jamuan makan. Ada banyak menu yang harus dicoba dan berjejal dalam piring kecil itu. Ada politik yang tidak rasional, ada pola-pola penganggaran yang tidak efektif dan efisien, ada sisi-sisi yang macet, dan berbagai distorsi lain untuk sebuah akselerasi pembangunan ekonomi daerah (berpotensi tapi tertinggl). Bahkan ada bandit-bandit yang cerdas memainkan konsep fait accompli, menjebak dan memaksa orang untuk melakukan hal yang tidak ingin dilakukannya.

Harus menjaga bandul politis, memelihara dukungan yang terus menerus, sambil harus juga melaju di jalur prioritas; ah, itu butuh energi yang luar biasa. Diperlukan dukungan dan pengertian yang luar biasa dari segenap ummat juga.

Untung, saya yakin Atika sudah punya sikap yang teguh untuk menginfaqkan dirinya bagi Mandailing Natal. Bahasa klasiknya sebutlah membangun kampung halaman. Apalagi kalau jalannya dimudahkan dengan pemberian ruang yang lebih luas untuk mencoba konsep-konsep baru misalnya; ada dukungan kaum milineal dan perempuan, dan sedikit rendah hati dari DPRD untuk membuka hati terhadap hal yang berbeda.

Jangan dulu selalu berpikir politis. Jangan dulu berpikir siapa makan menu apa. Sudah 22 tahun Mandailing Natal, masa begini-begini saja, masa jargon-jargon saja macam pepesan kosong? Gagah di motto tapi miskin kreativitas.

Semoga bupati dan wakil bupati baru mampu menguatkan harga diri kita kembali.

Askolani Nasuton adalah budayawan, sutradara dan juga birokrat. Pernah menjabat Kabag Humas DPRD Madina; Kabag Risalah dan Persidangan di DPRD Madina; Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan Madina. Kini masih non job.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jalur Natal-Batahan, Jalur Lumpur Tebal

    Jalur Natal-Batahan, Jalur Lumpur Tebal

    • calendar_month Senin, 7 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jalan raya menuju Kecamatan Batahan, Mandailing Natal selalu membuat miris. Selalu berlumpur tebal. Entah sampai kapan rakyat di sana dapat menikmati indahnya merdeka. Badan jalan jalur Natal-Batahan di titik Desa Pardamean Baru ini difoto oleh Ikhsan Nby.   Sumber : akun Facebook Iksan Nby Editor    : Dahlan Batubara

  • dr. Rajamin bongkar Borok RSU Husni Thamrin Natal

    dr. Rajamin bongkar Borok RSU Husni Thamrin Natal

    • calendar_month Jumat, 12 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA : Mandailing Online – Direktur Rumah Sakit Umum Husni Thamrin di Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) akui tidak ada hubungan baik antara dirinya dengan Staf nya sehingga pekerjaan tidak berjalan lancar. Hal ini dikatakan dr. Muhammad Rajamin Nasution pada Mandailing Online lewat tlephon saat dikonfirmasi Kamis 11/7/2024. Dalam percakapan itu, awalnya Mandailing […]

  • Dana DPRD Madina Habis, Pembahasan 11 Ranperda Ditunda

    Dana DPRD Madina Habis, Pembahasan 11 Ranperda Ditunda

    • calendar_month Selasa, 16 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 9Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPRD Mandailing Natal (Madina) mempertontonkan kekacauan. Pasalnya pihak Badan Legislasi (Baleg) DPRD Madina meminta melakukan kunjungan kerja ke luar provinsi sebelum melanjutkan pembahasan 11 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda). Di sisi lain, ternyata voucher perjalanan dinas anggota DPRD Madina untuk bulan Juli sudah tidak ada lagi alias habis karena sudah terkuras sebelum […]

  • Ketua DPRD: Pemkab dan RSU Harus Segera Tolong Torkis

    Ketua DPRD: Pemkab dan RSU Harus Segera Tolong Torkis

    • calendar_month Senin, 20 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Ketua DPRD Madina As Imran Khaitamy Daulay mendesak Pemerintah Kabupaten Madina dan lembaga terkait dan RSUD Panyabungan menolong Torkis dengan tindakan cepat. Imran Khaitamy, kepada wartawan Senin (20/2) melalu telepon seluler, mengatakan, setelah mengetahui melalui media tentang penderita penyakit Talasemia, dia langsung mengontak ke pihak RSUD Panyabungan supaya memperhatikan pasien itu lebih […]

  • Pedagang Kerumuni Cabup Harun Mustafa Nasution di Pasar Baru, Mereka Keluhkan Kondisi Pasar

    Pedagang Kerumuni Cabup Harun Mustafa Nasution di Pasar Baru, Mereka Keluhkan Kondisi Pasar

    • calendar_month Senin, 14 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) : Pedagang dan pengunjung Pasar Baru Panyabungan dikagetkan kedatangan Calon Bupati Mandailing Natal ( Madina) Harun Mustafa Nasution. Senin 14/10/2024. Harun Mustafa Nasution didampingi abangnya Mustafa Bakri Nasution dan sejumlah tim pemenang hendak makan makanan khas Mandailing yakni Toge Taing Tumpat. Mendengar kedatangan Harun ke Pasar Baru, pedagang dilantai satu dan […]

  • Bentuk Tim Investigasi Kerusuhan di PT SMM Madina

    Bentuk Tim Investigasi Kerusuhan di PT SMM Madina

    • calendar_month Jumat, 3 Jun 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Padangsidempuan, Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Partai Demokrat, Tiaisah Ritonga meminta pimpinan DPRD Sumut segera bentuk tim investigasi, mengungkap kerusuhan dan penembakan warga di kawasan Base Camp Sihayo II PT Sorikmas Mining (SMM) Desa Hutagodang Muda, Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Hal ini diperlukan guna mengungkap fakta sebenarnya yang terjadi dalam kasus tersebut. Demikian […]

expand_less