Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Atika dan Realitas Birokrasi, Peluang dan Kendala

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 22 Jul 2021
  • print Cetak

Pasangan Sukhairi-Atika

Oleh: Askolani Nasution

Setelah melewati perjalanan yang tidak mudah, akhirnya  M Ja’far Sukhairi Nasution dan Atika Azmi Utammi Nasution dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal. Saya membayangkan saja apa yang ada dalam pikiran beliau. Terutama Atika.

Saya yakin, ada moment ketika Atika merenung. Duduk, mungkin sambil senyum, karena tiba-tiba berada di jalur pemerintahan. Padahal baru beberapa waktu yang lalu beliau ada di Australia, mungkin duduk di perpustakaan kampus, ada di sebuah coffe house sambil membuat studi analisis keuangan, ada di taman kota, ber-say-hallo dengan para bule yang berpapasan dengan bahasa Inggris cas-cus, atau ada di sebuah kantor perusahaan multinasional sambil mengkalkulasi break event point.

“My Way”, begitu mungkin bisiknya menirukan lagu Frank Sinatra itu. Ia yang dulu hidup dalam dunia serba rasional, terukur, efisiensi, atau bebas protokoler; lalu tiba-tiba berada di jalur birokrasi yang kaku dan aneh untuk mereka yang sepanjang hidup ada di jalur akademis, Barat lagi. Beliau harus taat aturan kapan boleh batuk, kapan berbasa-basi, kapan setengah tertawa meskipun tidak benar-benar lucu, kapan bla-bla.

Itu berat. Tapi menjadi kemestian baru. Dulu, mantan dosen saya seorang profesor. Tiba-tiba diangkat menjadi kadis pendidikan sebuah kota. Hanya satu tahun, ia langsung mengeluh. “Saya berhenti menjadi diri saya selama setahun ini,” katanya. Lalu balik lagi ke kampus.

Itu yang terberat di dunia birokrasi. Karena kita harus menjadi orang lain, yaitu orang yang dibentuk untuk diinginkan semua orang.

Bahkan orang teater seperti saya, yang melatih orang lain terampil berpura-pura, juga tak tahan. Iya. Karena dalam tidur pun kita tetap menjadi orang lain, bukan orang yang kita inginkan. Dengkur misalnya tiba-tiba menjadi aib, padahal itu tanda merdeka.

Nah di dunia baru itu seorang Atika mencemplungkan diri. Menenggelamkan diri tepatnya.

Coba kita kilas balik ke latar akademisnya. Lulus dari Magister of Finance UNSW, Australia, yang sangat bergengsi, karena universitas itu peringkat 45 dunia. Ia bergulat dengan segala kerumitan bisnis, dengan cara berpikir yang amat rasional, tiba-tiba harus berhadapan dengan berbagai kerawitan kekuasaan, politik praktis, dan seterusnya.

Saya yakin beliau banyak membaca soal konsep politik ekonomi makro. Karena politik dan ekonomi seperti mata uang logam, bersisihan.

Saya yakin beliau matang soal inflasi, pertumbuhan ekonomi, PDRB, neraca keuangan, investasi, modal, dan seterusnya. Konon lagi ekonomi pembangunan, pasti beliau sangat matang.

Saya yakin juga beliau amat paham soal realitas ekonomi pembangunan di kawasan Asia Tenggara, apalagi di dunia Barat. Semua latar akademiknya amat membantu memahami potensi ekonomi dan keterbatasan daerah ini.

Saya yakin beliau setidaknya juga sudah punya peta dasar tentang itu semua, karena sudah melihat kontekstualitas Mandailing Natal selama kunjungannya ke berbagai daerah.

Beliau melihat potensi, melihat keterbatasan ekonomi ummat, melihat kemiskinan, potensi PAD, atau kemungkinan peta investasi. Orang semuda beliau, dengan latar akademik yang matang, tentu sudah mampu menjabarkan, membuat formula, dan solusi yang aplikatif atas semua kesemrautan ekonomi daerah.

Dan ini, Mandailing Natal itu seperti piring kecil dalam jamuan makan. Ada banyak menu yang harus dicoba dan berjejal dalam piring kecil itu. Ada politik yang tidak rasional, ada pola-pola penganggaran yang tidak efektif dan efisien, ada sisi-sisi yang macet, dan berbagai distorsi lain untuk sebuah akselerasi pembangunan ekonomi daerah (berpotensi tapi tertinggl). Bahkan ada bandit-bandit yang cerdas memainkan konsep fait accompli, menjebak dan memaksa orang untuk melakukan hal yang tidak ingin dilakukannya.

Harus menjaga bandul politis, memelihara dukungan yang terus menerus, sambil harus juga melaju di jalur prioritas; ah, itu butuh energi yang luar biasa. Diperlukan dukungan dan pengertian yang luar biasa dari segenap ummat juga.

Untung, saya yakin Atika sudah punya sikap yang teguh untuk menginfaqkan dirinya bagi Mandailing Natal. Bahasa klasiknya sebutlah membangun kampung halaman. Apalagi kalau jalannya dimudahkan dengan pemberian ruang yang lebih luas untuk mencoba konsep-konsep baru misalnya; ada dukungan kaum milineal dan perempuan, dan sedikit rendah hati dari DPRD untuk membuka hati terhadap hal yang berbeda.

Jangan dulu selalu berpikir politis. Jangan dulu berpikir siapa makan menu apa. Sudah 22 tahun Mandailing Natal, masa begini-begini saja, masa jargon-jargon saja macam pepesan kosong? Gagah di motto tapi miskin kreativitas.

Semoga bupati dan wakil bupati baru mampu menguatkan harga diri kita kembali.

Askolani Nasuton adalah budayawan, sutradara dan juga birokrat. Pernah menjabat Kabag Humas DPRD Madina; Kabag Risalah dan Persidangan di DPRD Madina; Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan Madina. Kini masih non job.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketika Poda Na Lima Menjadi Etika Ekonomi Syariah

    Ketika Poda Na Lima Menjadi Etika Ekonomi Syariah

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Jureid
    • 0Komentar

        Oleh: J U R E I D Dosen Prodi Ekonomi Syariah STAIN Mandailing Natal   Kita sedang hidup dalam ekonomi yang semakin cepat. Pedagang berjualan melalui WhatsApp dan media sosial, pembayaran berpindah dari uang tunai ke QRIS, produk lokal dipasarkan melalui platform digital, dan UMKM didorong untuk naik kelas. Hampir setiap hari kita […]

  • Harun Mustafa : Selamat Buat Erwin Jadi Ketua DPRD Madina, Kami Punya Tugas Kawal Kebijakan Presiden

    Harun Mustafa : Selamat Buat Erwin Jadi Ketua DPRD Madina, Kami Punya Tugas Kawal Kebijakan Presiden

    • calendar_month Jumat, 25 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online) : Ketua DPC Partai Gerakan Indonesia Raya ( Gerindra) Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) H. Erwin Efendi Lubis resmi menjadi Ketua DPRD SetelahaaQ dilakukan pengambilan sumpah oleh Kepala Pengadilan Negeri Madina pada hari ini Jum’at 25/10/2024.selain Erwin Efendi Lubis, dua wakil pimpinan yakni Indah Anisah dari Partai Golkar dan Miftahul Falah […]

  • Kandidat Gubernur Sumut Mulai Diperbincangkan

    Kandidat Gubernur Sumut Mulai Diperbincangkan

    • calendar_month Kamis, 9 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Menjelang Pemilihan Gubernur Sumatera Utara, Maret 2012 mendatang, kandidat Gubernur Sumut Periode 2013-2018 mulai ramai diperbincangkan. Informasi yang berhasil dihimpun beritasumut.com di Medan, Kamis (09/02/2012), sejumlah nama yang bakal ikut meramaikan bursa pemilihan tahun mendatang sudah mulai disebut-sebut. Nama-nama yang mulai disebut-sebut berasal dari beragama kalangan. Ada dari kalangan birokrat, politisi, militer hingga bankir. […]

  • 273 Juta Perjalanan Dinas Anggota DPRD Madina Fiktif

    273 Juta Perjalanan Dinas Anggota DPRD Madina Fiktif

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 6Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan sekitar Rp.273 juta perjalanan dinas 15 anggota DPRD Mandailing Natal (Madina) tahun 2012 salah gunakan alias fiktif. Dan, Bupati Madina Hidayat Batubara telah meminta kepada 15 anggota DPRD Madina yang terlibat segera mengembalikannya ke kas daerah. “Sesuai surat Bupati kepada DPRD Madina agar segera mengembalikan uang […]

  • LPSE Langkah Peningkatan SDM Pengadaan Barang dan Jasa

    LPSE Langkah Peningkatan SDM Pengadaan Barang dan Jasa

    • calendar_month Kamis, 9 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan MO-Langkah awal dari sebuah proses pembelajaran terhadap peningkatan sumber daya manusia dibidang pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Mandailing Natal adalah dengan kehadiran Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Demikian disampikan Kepala bagian Layanan Barang dan Jasa Madina Jufri Anthoni ST Msi kepada Mandailing Online, Kamis (9/2) diruang kerjanya usai melakukan acara Launcing LPSE dan […]

  • MAKNA IBADAH HAJI

    MAKNA IBADAH HAJI

    • calendar_month Minggu, 11 Jun 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Ummu Haura Aktivis/Ibu Rumah Tangga Sebagaimana diketahui, bulan-bulan ini sudah memasuki bulan-bulan haji tahun 1444 H. Jutaan calon jemaah haji telah mulai berangkat dari berbagai penjuru dunia menuju tanah suci, Mekah al-Mukarramah. Jutaan lainnya telah mengantri untuk bisa berangkat tahun depan. Meski tergolong berat dan melelahkan, minat umat Islam untuk menunaikan ibadah haji ke […]

expand_less