Jumat, 28 Agu 2026
light_mode

Berantas Pekat, Satpol PP Ambil Langkah Persuasif

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 20 Apr 2011
  • print Cetak


MADINA-
Untuk memberantas penyakit masyarakat (pekat) yang telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madina memilih komunikasi persuasif. Kepala Satpol PP Pemkab Madina Hendra Edisa Putra AP MM mengatakan, untuk menegakkan Perda tentang penanganan penyakit masyarakat, Satpol PP memilih cara berkomunikasi dengan warga itu sendiri dengan membujuk warga secara halus untuk tidak melakukan hal-hal yang berbau maksiat dan meminta arahan dari tokoh-tokoh agama dan tokoh masyarakat.
”Bukan kita tidak tegas dalam memberantas maksiat. Tetapi sebelum melangkah ke sana, kita terlebih dahulu membina komunikasi yang baik dengan mengajak warga supaya menghindari perbuatan maksiat,” terangnya.
Hendra menambahkan, Satpol PP siap bekerja sama dengan seluruh lapisan masyarakat untuk menegakkan Perda, yang akhir-akhir ini semakin merebak, terutama oleh kaum pemuda. ”Sebelum melangkah ke penertiban, menurut saya langkah yang lebih tepat dilakukan adalah pendekatan terhadap pemilik usaha yang dianggap sebagai tempat asusila. Kita lakukan bujukan dan menawarkan solusi. Harapan kita, bagaimana agar kita saling memahami, namun misi kita tersampaikan,” sebut Hendra.
Masih kata Hendra, meski dengan cara-cara yang beretika seperti itu dilakukan, bukan berarti Satpol PP tak bisa bertindak tegas dalam menegakkan Perda terkait penyakit masyarakat. ”Kita tetap bersikap tegas terhadap seluruh kemungkaran yang telah menyalahi norma-norma agama sesuai dengan Perda kita. Apabila komunikasi persuasif tak menuai hasil, maka kita akan mengambil langkah berikutnya yakni dengan turun ke lokasi yang menjadi target kita,” tambah Hendra.
Dikatakannya, saat ini Satpol PP sendiri telah mengantongi sejumlah usaha yang diduga melanggar Perda. Di samping itu, Satpol PP juga telah banyak menerima laporan dari masyarakat terkait banyaknya kafe yang diduga sebagai tempat maksiat. Salah satunya tempat menjual minuman keras yang tak punya izin, kemudian usaha yang menyediakan tempat diduga lokasi maksiat bagi kaum muda. ”Mengingat Kapolres kita baru bertugas di Madina, dalam waktu dekat Satpol PP akan berdiskusi dengan Polres Madina dan akan bekerja sama memberantas pekat ini,” tuturnya. (wan/ara)
Sumber : Metrotabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Cabai di Madina Naik, Komuditas lainnya Normal

    Harga Cabai di Madina Naik, Komuditas lainnya Normal

    • calendar_month Selasa, 13 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online): Kata Rahma pedagang sayuran di pasar baru, Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) dalam sepekan terakhir harga cabai dalam kondisi fluktuatif atau tidak tetap. Kondisi ini akibat cuaca tidak menentu ditambah pasokan kurang. “Cabai merah naik Rp. 10.000, cabai rawit turun Rp. 5000 dan kalo cabai ijo masih tetap harganya,” ucap Rahma […]

  • UPTJJ Kotanopan Bina Marga Sumut: Selamat Pelantikan Sukhairi Atika

    UPTJJ Kotanopan Bina Marga Sumut: Selamat Pelantikan Sukhairi Atika

    • calendar_month Jumat, 23 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar
  • Lira Minta Pemkab Terbitkan Izin Crumb Rubber

    Lira Minta Pemkab Terbitkan Izin Crumb Rubber

    • calendar_month Rabu, 16 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Mengingat potensi bahan baku getah karet yang diproduksi dari perkebunan rakyat di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dan untuk meningkatkan daya jual tingkat petani, diminta Pemkab Madina untuk menerbitkan izin Crumb Rubber atau pabrik pengolahan karet. Wakil Bupati Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Madina, Abdul Waris Ray kepada wartawan, Selasa (15/1) di Panyabungan […]

  • Organik Terjal

    Organik Terjal

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Menelusur Perusahaan yang Didirikan Petani (bagian 3) Oleh : Dahlan Iskan Ternyata Indonesia memang sudah bisa ekspor beras. Ironi tapi nyata. Dan ekspor itu ternyata dari Desa Kebon Agung, Sidoharjo, Wonogiri. ”Tadi malam kami kerja sampai larut malam. Menaikkan beras ke kontainer,” ujar Mahmudsyah dalam WA-nya kepada saya kemarin. Mahmudsyah adalah staf PT Pengayom Tani […]

  • Ustad Solmed Pulang Kampung ke Roburan Dolok

    Ustad Solmed Pulang Kampung ke Roburan Dolok

    • calendar_month Rabu, 28 Des 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN SELATAN (Mandailing Online) – Penceramah nasional, Ustad Solmed meluangkan waktu pulang ke kampung halamannya di Desa Roburan Dolok, Kecamatan Panyabungan Selatan, Mandailing Natal. Dia mengunjungi pamannya di Desa Roburan Dolok. Kunjungan itu di luar jadwal kegiatannya menyampaikan ceramah di masjid agung Nur Alanur, Panyabungan pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Rabu (28/12/2016) atas undangan […]

  • Beasiswa Untuk Mahasiswa Tahun 2015 Digulirkan

    Beasiswa Untuk Mahasiswa Tahun 2015 Digulirkan

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dinas Pendidikan Mandailing Natal (Madina) kembali meluncurkan bantuan beasiswa bagi mahasiswa miskin berprestasi tahun 2015. Beasiswa ini ditujukan kepada mahasiswa miskin berprestasi asal Madina yang kuliah di universitas negeri atau terguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia. Kasi Subsidi dan Bantuan Dinas Pendidikan Madina, Dollar Hafriyanto kepada Mandailing Online, Kamis (17/9) […]

expand_less