Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

Cirus Diduga Jual Kebun Sawit Rp6 Miliar

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 28 Apr 2011
  • print Cetak


DELI SERDANG-
Cirus Sinaga SH belum berhenti memberi kejutan. Jaksa yang kini mendekam di tahanan Mabes Polri ini ditengarai memiliki banyak harta berupa property dan tanah ini sepertinya sedang butuh uang. Indikasinya, beredar kabar Cirus akan menjual kebun sawit miliknya seluas 33,2 hektar yang berada di Dusun Ujung Suka, Desa Renggit Git, Kecamatan STM Hulu. Sejumlah aparat desa setempat mengatakan, kebun tersebut akan dijual seharga Rp6 miliar. Namun sejauh ini belum diketahui apakah sudah laku atau belum.

Informasi akan dujualnya kebun sawit itu diketahui dari staf Kecamatan STM Hulu. Staf tersebut meminta wartawan koran ini untuk ikut mencarikan peminat kebun sawit tersebut. “Mungkin banyak warga Medan yang tertarik membelinya,” katanya beberapa hari lalu.

Dua Staf Kecamatan STM Hulu yang ditemui wartawan koran ini membenarkan informasi itu. “Ya, memang sedang ditawar-tawarkan, Pak Cirus mau jual kebun sawitnya. Kalau ada yang minat, bilang juga Pak, besar juga fee untuk kita,” ujar staf tersebut meminta namanya tak disebut.

Fee penjualan kebun itu memang menggiurkan. Bila kebun laku, perantara penjual kebun mendapat Rp100 juta.
Staf kecamatan yang lain mengatakan, dia mengetahui langsung rencana penjualan itu dari kerabat Cirus Sinaga. Menurutnya, sejak sebulan lalu kebun sawit itu sudah ditawarkan kepada peminat. “Sejauh ini belum ada yang berminat. Tapi kurasa bakal ada yang mau, karena saat ini sebenarnya sedang usia produktif,” tambah staff itu.
Kepala Desa Renggit Git, Kecamatan STM Hulu, Sabar Sembiring, membenarkan kebun sawit itu milik Cirus Sinaga. Namun, Sabar tidak mengetahui secara pasti soal pengelolan perkebunan sawit itu, soalnya setiap panen selalu ada pembelinya. Dia juga mengaku tak mengetahui kalau kebun itu bakal dijual.

Ketika ditanyakan rencana penjualan kebun sawit seharga Rp6 miliar itu kepada Triwono (52), pria yang ditugasi menjaga ladang sawit milik mantan Kepala Kejaksan Negeri Lubukpakam itu kaget dan langsung membantah. “Saya kurang mengetahui informasi itu,” katanya.

Kalaupun kebun sawit milik mantan Kepala Kejaksan Negeri Lubukpakam itu dijual, menurutnya harga Rp6 miliar terlalu mengada-ada. Soalnya, harga kebun sawit di sana masih dibawa harga Rp60 juta per hektar.

Saat wartawan koran mengunjungi kebun itu Selasa (26/4) kemarin, banyak yang berubah dibandingkan kunjungan terakhir, tahun lalu. Pantauan wartawan koran ini, kebun sawit tersebut kurang terawat. Sejak dibeli sekitar dua setengah tahun silam, tidak ada tindakan pemupukan rutin yang seharusnya rutin dilakukan sebulan sekali. “Pemupukannya sekali setahun dilakukan,” bilang Triwono.

Di areal perkebunan, Cirus membangun rumah permanen dengan ukuran panjang sekitar 15 meter dan lebar 8 meter, bercat krem lengkap dengan fasilitas listrik dari PT PLN serta air bersih. Triwono mengatakan, kebun itu dibeli Cirus saat sudah berumur 14 tahun, saat produksi lagi banjir-banjirnya. “Dulunya ini kebun kopi milik warga Galang, lalu ditanam sawit dan dibeli oleh bapak (Cirus, Red),” katanya.

Pemilik pertama kebun sawit itu bernama Keneng, pengusaha asal Petumbukan Kecamatan Galang. Pertengahan 2009, Cirus Sinaga membeli kebun sawit yang telah berusia 14 tahun itu, dengan harga Rp2,8 miliar. Sebelum dibeli Cirus Sinaga, Triwono pernah ketemu dengan Cirus Sinaga di ladang sawit itu. “Saya tanyakan saat itu, mau kemana Pak? Lantas jawabnya mau jalan-jalan. Beberapa bulan kemudian kebun sawitnya sudah dibeli Pak Cirus,” cerita Triwono mengkisahkan awal pertama pertemuanya dengan Cirus Sinaga.

Menurut Triono, harga Rp2,8 miliar tersebut tergolong mahal untuk ukuran kebun sawit dengan luas 33,2 Ha. Padahal, sampai saat ini harga kebun sawit di sana sekitar Rp60 juta per hektar. Dengan harga Rp 2,8 miliar, berarti Cirus Sinaga membeli kebun itu, dengan harga Rp100 juta per ha. “Lahan kebun sawit yang ada disini, masih mengunakan surat dari Kecamatan,” katanya.

Bila benar akan dijual dengan harga Rp6 miliar, berarti kebun sawit itu berharga Rp180 juta per hektar.
Triwono mengungkapkan, saat ini kebun sawit milik Cirus Sinaga masuk masa terek, sehingga hanya mampu memproduksi 20 ton per dua pekan. Padahal, bila masuk masa produksi full, kebun itu mampu menghasilkan 34 ton per dua pekan. Triwono yang dipercaya mengurus kebun itu, mengatakan perhatian Cirus Sinaga terhadap kebun sawitnya kurang. Terlebih ketika Cirus Sinaga ditimpa masalah. “Pak Cirus kan sudah sibuk. Sering masuk televisi lagi,” ucap pria yang memiliki tubuh kurus itu dengan lugunya.

Untuk proses panen sawit, Triwono tidak mengetahui dengan pasti proses pembayaran Tandan Buah Segar (TBS). “Semua diurus ibu (istrinya Cirus Sinaga). Bahkan saat penimbangan buah saya gak tahu,” katanya. (btr)
Sumber : sumut pos

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Empat Kesenian Madina Akan Tampil di PRSU

    Empat Kesenian Madina Akan Tampil di PRSU

    • calendar_month Kamis, 17 Mar 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal akan menampilkan 4 kesenian mandailing di Pekan Raya Sumatera Utara 18 Maret 2016. Keempat seni itu meliputi pagelaran Gordang Sambilan, tari, musik khas Mandailing dan drama Willem Iskander. Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pemuda dan Olah Raga dan Pariwisata Kabupaten Mandailing Natal, Ervin Nasution menjawab Mandailing Online, Kamis […]

  • Ngotot Duetkan PDIP-Demokrat

    Ngotot Duetkan PDIP-Demokrat

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA-PDIP tetap berharap bisa berduet dengan Partai Demokrat pada Pilpres 2014. Komunikasi dua partai itu hingga saat ini terus diintensifkan untuk mencapai kesepakatan. Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) PDIP Taufik Kiemas mengatakan, ide untuk menduetkan pasangan capres-cawapres dari PDIP dan Demokrat bukan hal yang terlalu dini dibicarakan. “Akan terus diintensifkan. Kan, dua tahun lagi memasukkan […]

  • PBB Akui Negara Palestina

    PBB Akui Negara Palestina

    • calendar_month Sabtu, 1 Des 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ramallah, (MO)- Warga Palestina, Jumat (30/1), meluapkan kegembiraan setelah Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) mengesahkan status Palestina sebagai negara merdeka. Keputusan Majelis Umum yang bersejarah Kamis malam untuk menerima “Palestina” sebagai satu negara pengamat bukan anggota, mengabulkan tuntutan kemerdekaan atas 4,3 juta warga Palestina yang tinggal di Tepi Barat, Jerusalem Timur dan Jalur Gaza. Israel masih menduduki […]

  • Ribuan Santri Musthafawiyah Ikuti Vaksinasi

    Ribuan Santri Musthafawiyah Ikuti Vaksinasi

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PURBA BARU (Mandailing Online) – Ribuan santri dan santriwati Pondok Pesantren Musthafawiyah mengikuti vaksinasi massal hari Kamis (25/11). Vaksinasi ini merupakan pendekatan pemerintah Kabupaten Mandailing Natal bersama Kodim 212 Tapanuli Selatan bersama Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Vaksinasi untuk pokir (santri laki-laki) digelar di perpustakaan, sedangkan fatayat dilaksanakan di asrama putri pesantren, Purba Baru, Madina. […]

  • DCS Dapil 4 PPP Madina

    DCS Dapil 4 PPP Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 4 PPP Madina

  • PARIPURNA DEWAN RAKYAT

    PARIPURNA DEWAN RAKYAT

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Na nisuratkon: Askolani Nasution Muloi manyogoti, ranggo dope ari, namargoso ma barisan ni Anak Boru Dewan Rakyat (Sekretariat DPRD) mardahan di alaman. Alaima barisan namanorjak tu pudi juljul tu jolo, sitamba naurang siorus nalobi, na ganop ari sitastas nambur manjuljulkon morana. Di ari on ma nangkan dipatidahon abisukan ni halak Mandailing, songon sindok ni alak, […]

expand_less