Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Cirus Diduga Jual Kebun Sawit Rp6 Miliar

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 28 Apr 2011
  • print Cetak


DELI SERDANG-
Cirus Sinaga SH belum berhenti memberi kejutan. Jaksa yang kini mendekam di tahanan Mabes Polri ini ditengarai memiliki banyak harta berupa property dan tanah ini sepertinya sedang butuh uang. Indikasinya, beredar kabar Cirus akan menjual kebun sawit miliknya seluas 33,2 hektar yang berada di Dusun Ujung Suka, Desa Renggit Git, Kecamatan STM Hulu. Sejumlah aparat desa setempat mengatakan, kebun tersebut akan dijual seharga Rp6 miliar. Namun sejauh ini belum diketahui apakah sudah laku atau belum.

Informasi akan dujualnya kebun sawit itu diketahui dari staf Kecamatan STM Hulu. Staf tersebut meminta wartawan koran ini untuk ikut mencarikan peminat kebun sawit tersebut. “Mungkin banyak warga Medan yang tertarik membelinya,” katanya beberapa hari lalu.

Dua Staf Kecamatan STM Hulu yang ditemui wartawan koran ini membenarkan informasi itu. “Ya, memang sedang ditawar-tawarkan, Pak Cirus mau jual kebun sawitnya. Kalau ada yang minat, bilang juga Pak, besar juga fee untuk kita,” ujar staf tersebut meminta namanya tak disebut.

Fee penjualan kebun itu memang menggiurkan. Bila kebun laku, perantara penjual kebun mendapat Rp100 juta.
Staf kecamatan yang lain mengatakan, dia mengetahui langsung rencana penjualan itu dari kerabat Cirus Sinaga. Menurutnya, sejak sebulan lalu kebun sawit itu sudah ditawarkan kepada peminat. “Sejauh ini belum ada yang berminat. Tapi kurasa bakal ada yang mau, karena saat ini sebenarnya sedang usia produktif,” tambah staff itu.
Kepala Desa Renggit Git, Kecamatan STM Hulu, Sabar Sembiring, membenarkan kebun sawit itu milik Cirus Sinaga. Namun, Sabar tidak mengetahui secara pasti soal pengelolan perkebunan sawit itu, soalnya setiap panen selalu ada pembelinya. Dia juga mengaku tak mengetahui kalau kebun itu bakal dijual.

Ketika ditanyakan rencana penjualan kebun sawit seharga Rp6 miliar itu kepada Triwono (52), pria yang ditugasi menjaga ladang sawit milik mantan Kepala Kejaksan Negeri Lubukpakam itu kaget dan langsung membantah. “Saya kurang mengetahui informasi itu,” katanya.

Kalaupun kebun sawit milik mantan Kepala Kejaksan Negeri Lubukpakam itu dijual, menurutnya harga Rp6 miliar terlalu mengada-ada. Soalnya, harga kebun sawit di sana masih dibawa harga Rp60 juta per hektar.

Saat wartawan koran mengunjungi kebun itu Selasa (26/4) kemarin, banyak yang berubah dibandingkan kunjungan terakhir, tahun lalu. Pantauan wartawan koran ini, kebun sawit tersebut kurang terawat. Sejak dibeli sekitar dua setengah tahun silam, tidak ada tindakan pemupukan rutin yang seharusnya rutin dilakukan sebulan sekali. “Pemupukannya sekali setahun dilakukan,” bilang Triwono.

Di areal perkebunan, Cirus membangun rumah permanen dengan ukuran panjang sekitar 15 meter dan lebar 8 meter, bercat krem lengkap dengan fasilitas listrik dari PT PLN serta air bersih. Triwono mengatakan, kebun itu dibeli Cirus saat sudah berumur 14 tahun, saat produksi lagi banjir-banjirnya. “Dulunya ini kebun kopi milik warga Galang, lalu ditanam sawit dan dibeli oleh bapak (Cirus, Red),” katanya.

Pemilik pertama kebun sawit itu bernama Keneng, pengusaha asal Petumbukan Kecamatan Galang. Pertengahan 2009, Cirus Sinaga membeli kebun sawit yang telah berusia 14 tahun itu, dengan harga Rp2,8 miliar. Sebelum dibeli Cirus Sinaga, Triwono pernah ketemu dengan Cirus Sinaga di ladang sawit itu. “Saya tanyakan saat itu, mau kemana Pak? Lantas jawabnya mau jalan-jalan. Beberapa bulan kemudian kebun sawitnya sudah dibeli Pak Cirus,” cerita Triwono mengkisahkan awal pertama pertemuanya dengan Cirus Sinaga.

Menurut Triono, harga Rp2,8 miliar tersebut tergolong mahal untuk ukuran kebun sawit dengan luas 33,2 Ha. Padahal, sampai saat ini harga kebun sawit di sana sekitar Rp60 juta per hektar. Dengan harga Rp 2,8 miliar, berarti Cirus Sinaga membeli kebun itu, dengan harga Rp100 juta per ha. “Lahan kebun sawit yang ada disini, masih mengunakan surat dari Kecamatan,” katanya.

Bila benar akan dijual dengan harga Rp6 miliar, berarti kebun sawit itu berharga Rp180 juta per hektar.
Triwono mengungkapkan, saat ini kebun sawit milik Cirus Sinaga masuk masa terek, sehingga hanya mampu memproduksi 20 ton per dua pekan. Padahal, bila masuk masa produksi full, kebun itu mampu menghasilkan 34 ton per dua pekan. Triwono yang dipercaya mengurus kebun itu, mengatakan perhatian Cirus Sinaga terhadap kebun sawitnya kurang. Terlebih ketika Cirus Sinaga ditimpa masalah. “Pak Cirus kan sudah sibuk. Sering masuk televisi lagi,” ucap pria yang memiliki tubuh kurus itu dengan lugunya.

Untuk proses panen sawit, Triwono tidak mengetahui dengan pasti proses pembayaran Tandan Buah Segar (TBS). “Semua diurus ibu (istrinya Cirus Sinaga). Bahkan saat penimbangan buah saya gak tahu,” katanya. (btr)
Sumber : sumut pos

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komisi I DPRD Madina Akan Periksa SD Negeri 126 Gunung Baringin

    Komisi I DPRD Madina Akan Periksa SD Negeri 126 Gunung Baringin

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Ketua Komisi I DPRD Mandailing Natal (Madina), H.Dahler Nasution,SP menyatakan akan segera meninjau SD Negeri 126 Gunung Baringin, Kecamatan Panyabungan Timur terkait adanya keluhan warga soal dugaan rendahnya kualitas pendidikan di sekolah itu. “Mungkin jika tak ada halangan, besok kami akan kunjungan kerja ke sekolah itu,” kata politisi PPP ini, […]

  • Insiden Batangtoru karena polisi kaku

    Insiden Batangtoru karena polisi kaku

    • calendar_month Jumat, 2 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO)– Penyebab terjadinya bentrok antara ratusan warga Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan dengan ratusan aparat kepolisian terkait penolakan warga terhadap pemasangan pipa pembuanganb air sisa (limbah) PT Agincourt Resourcer (AR) kesungai Batangtoru karena kepolisian menggunakan pengamanan berdasarkan legal formal. “Pihak kepolisian melakukan pengamanan berdasarkan legal formal yakni berdasarkan peraturan saja bukan berdasarkan bukan berdasarka pendekatan […]

  • Mantan Walikota Tanjungbalai Kembalikan Uang Negara Rp 500 Juta ke Kejari

    Mantan Walikota Tanjungbalai Kembalikan Uang Negara Rp 500 Juta ke Kejari

    • calendar_month Minggu, 26 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tanjungbalai, Tersangka dugaan korupsi penyalahgunaan biaya operasional kepala daerah, mantan Walikota Tanjungbalai Dr.H SH SpOG mengembalikan uang negara sebesar Rp 500 juta dari total Rp 947 juta yang diduga diambil secara melawan hukum dari APBD Tanjungbalai 2001-2004 kepada tim penyidik Kejari Tanjungbalai, Kamis (23/12). Informasi diperoleh di kantor Kejari Tanjungbalai menyebutkan, seyogianya penyidik kejaksaan melakukan […]

  • Tak Takut Lagi ke Polisi, Tambang Emas Ilegal di Kotanopan Tetap Beroperasi

    Tak Takut Lagi ke Polisi, Tambang Emas Ilegal di Kotanopan Tetap Beroperasi

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    KOTA NOPAN – (Mandailing Online) – senin malam (05/05) redaksi Mandailing Online dapat kiriman photo aktivitas tambang emas ilegal di desa jambur tarutung, Kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal ( Madina ). Aktifitas tambang emas menggunakan alat berat jenis excavator itu kembali meraung raung dikeheningan malam seolah dibiarkan aparat kepolisian dan kantir koramil setempat. Padahal jarak aktifitas […]

  • Perpustakaan Hutapungkut Jae Raih Perpustakaan Terbaik di Madina

    Perpustakaan Hutapungkut Jae Raih Perpustakaan Terbaik di Madina

    • calendar_month Kamis, 3 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Kantor Perpustakan dan Arsip Daerah Mandailing Natal menetapkan Perpustakaan Rakyat Desa Hutapungkut Jae, Kecamatan Kotanopan sebagai juara I Perpustakaan Desa/Kelurahan Terbaik Tingkat Kabupaten Mandailing Natal tahun 2015. Dr. Rizali Harris Nasution, Pendiri PIDM, Rabu (2/12) menyambut gembira atas penetapan Perpustakaan Rakyat ini terpilih sebagai Juara I. Selain menyatakan terima kasih Pemkab […]

  • Minum Kopi Mandailing 3.518 Cangkir Tempurung Masuk Rekor MURI

    Minum Kopi Mandailing 3.518 Cangkir Tempurung Masuk Rekor MURI

    • calendar_month Jumat, 10 Mar 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kabupaten Mandailing Natal berhasil memecahkan rekor MURI minum kopi secara massa sebanyak 1.518 cangkir tempurung.   Pihak MURI telah mencatat aksi minum kopi ini dalam catatan Rekor MURI sebagai Minum Kopi Memakai Cangkir Tempurung Kelapa Terbanyak. Aksi minum kopi missal itu berlangsung di Taman Raja Batu, Panyabungan, Kamis (9/3/2016) bertepatan dengan […]

expand_less