Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode

Inspektur Madina Akui Inspektorat Lamban, ini Penyebabnya 

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Inspektur akui lambannya kinerja Inspektorat Daerah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), sebab masih kekurangan fungsional auditor, kekurangan anggaran, ruang pemeriksaan khusus serta hal lainnya guna mencapai tugas kantornya. Inspektur Rahmad Daulay, ST. mengatakan jumlah kebutuhan fungsional Auditor idealnya 79 orang dengan rincian 1 orang Auditor Ahli Utama, 6 orang Auditor Ahli Madya, 18 orang Auditor Ahli Muda, dan 54 orang Ahli Pertama.

“Masalah inspektorat lamban, ya memang lamban. Kenapa lamban ? karena kekurangan jumlah auditor, kalo jumlahya lengkap aman. Dan fungsi tugas inspektorat itu beragam, seperti pengawasan internal terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah, yang mencakup audit keuangan, pemeriksaan kinerja, pengawasan kebijakan dan program, serta investigasi pelanggaran aturan atau dugaan pelanggaran lainnya,” Kata Rahmad Pada Mandailing Online diruangnya Jum’at (03/10/2025).

Disampaikan Rahmad. Saat ini, Fungsional Auditor Inspektorat Madina hanya 22 orang saja, dengan klasifikasi C1 (enam gugus tugas). 22 orang terbagi 2 subjek 9 orang Jabatan Fungsional Pengawasan Urusan Pemerintahan Daerah (JF PPUPD) dan 13 orang Jabatan Fungsional Auditor (JFA). “Segitulah saat ini yang bertugas menangani perkara mulai dari Desa atau Instansi, dan itu berpengaruh karena banyak persoalan yang masuk ke sini” Ujar Inspektur.

Ada 377 Desa, 27 Kelurahan di Madina, dan instansi lingkungan Pemkab Madina yang tumpah ke Inspektorat Madina terkait seluruh aktivitas pemerintahan sama halnya dengan aduan, klarifikasi, perilaku apratur atau ihwal lainnya. Dicontohkan Rahmad 1 kasus bisa lebih 1 bulan penanganannya tergantung ke koperatifan pihak dalam proses yang ada.

Menurut Inspektur penyelesaian masalah harus dilakukan secara berjenjang, alur atau tingkatkan yang dipakai pemerintah dan instansi hingga bisa dijerninhkan di awal. Peran inspektorat tidak hanya sebagai “pengawas” yang mencari kesalahan, tetapi juga sebagai pembina, konsultan, sekaligus pengawal akuntabilitas dalam pemerintahan.

“Jadi, semua masalah tumpah ke inspektorat contohnya BPD (Badan Permusuhan Desa) cendrung tidak menjalankan fungsi atau mengawsi kades, masayarakat dan tak mempertanyakan ke Camat lebih dahulu.

Ya, harusnya selesaikan di tingkat Camat atau Desa. BPD kan menampung aspirasi masyarakat, selesaikan dulu di BPD, terakhir lah Inspektorat,” Dibeberkan Rahmad.

Contoh lain dijelaskannya. Bila lembaga pendidikan atau sekolah, selesaikan di tingkat pengawas sekolah, mestinya pengawas sekolah lebih difungsikan. Juga Lingkungan Pemda atau Instansi lantaran fungsi klarifikasi Kepala Dinas (Kadis) kurang.

“Terkait kendala untuk menjalankan tugas yang optimal seperti jumlah SDM yang kurang, anggaran kurang, gedung kurang, aula tak ada dan Ruang pemeriksaaan khusus tidak ada. Artinya jauh dari layak. Namun, upaya inspektorat sendiri, masalah kekurangan SDM kita telah mengikuti diklat nasional, soal anggaran kita komunikasi dengan badan keuangan. Untuk gedung kita sedang membangun gedung, kemungkinan 2 tahun bisa siap. Kita tetap bekerja semaksimal mungkin tanpa harus mengeluh,” Tuturnya.

Lebih lanjut, Inspektorat Madina sendiri telah berupaya memecah kekurangan terkait Auditor dan fasilitas lain. Sebagaimana dokumen dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Inspektorat Jendral Nomor : 800.1.2.1/1311/IJ pada Bupati Mandailing Natal Hal : Rekomendasi Kebutuhan Jabatan Fungsional PPUPD Pada Inspektorat Daerah Kabupaten Mandailing Natal.

Dokumen lainnya, dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Hal : Rekomendasi Kebutuhan JFA pada Inspektorat Mandailing Natal. Isi surat tersebut tertuang tentang Penjelasan Selisih Perhitungan Kebutuhan JFA pada Inspektorat Mandailing Natal pengusulan kebutuhan fungsional auditor sebanyak 79 orang. ( fikri )

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bandara Bukit Malintang Diharap Genjot Investasi dan Pariwisata

    Bandara Bukit Malintang Diharap Genjot Investasi dan Pariwisata

    • calendar_month Kamis, 4 Jan 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bandar udara di Bukit Malintang, Mandailing Natal diharapkan akan menggenjot laju pertumbuhan investasi dan sektor pariwisata. Start pembangunan bandar udara yang akan diberi nama Bandara Abdul Haris Nasution ini dimulai awal 2018 ini untuk tahap konstruksi. Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi telah menandatangani prasasti pembangunan bandara itu pada 22 Desember 2017 […]

  • DPRD: Pidanakan pemotong insentif guru

    DPRD: Pidanakan pemotong insentif guru

    • calendar_month Selasa, 12 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Mandailing Natal, sangat prihatin telah terjadi modus ataupun cara – cara pemotongan insentif guru. “Kita sudah banyak mendapat laporan dari para guru – guru yang ada di semua tingkatan, kalau gaji insentif guru dipotong dengan cara yang cukup halus,” ujar Sekretaris Komisi I DPRD Madina, Maratua […]

  • Bupati Madina Terima Waspada Award, Ketua PP: Cermin Pemkab Madina Dekat dengan Pers

    Bupati Madina Terima Waspada Award, Ketua PP: Cermin Pemkab Madina Dekat dengan Pers

    • calendar_month Kamis, 13 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Keberhasilan Bupati Mandailing Natal (Madina) meraih anugerah Waspada Award pada Selasa (11/1) kemarin mendapat apresiasi dari MPC Pemuda Pancasila Madina. Apresiasi itu disampaikan Ketua MPC PP Akhmad Arjun Nasution kepada Mandailing Online, Rabu (12/1) di kantor MPC PP Madina, Pidoli Dolok. Arjun menilai pemberian award tersebut menunjukkan kedekatan Pemkab Madina dengan […]

  • Aktivis Hukum Sumut : Bawaslu Wajib Tindaklanjuti Kasus Panyabungan Utara

    Aktivis Hukum Sumut : Bawaslu Wajib Tindaklanjuti Kasus Panyabungan Utara

    • calendar_month Senin, 22 Apr 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Bawaslu Madina wajib menindaklanjuti kasus money politic dan mobilisasi anak-anak pada Pemilu di Panyabungan Utara, Madina. Itu ditegaskan aktivis hukum Sumatera Utara, Dr. Adi Mansar Lubis,SH,M.Hum menjawab wartawan via telefon seluler, Senin (22/4/2019). Menurutnya, pelanggaran dalam Pemilu itu yang paling besar jika dilakukan peserta Pemilu, salah satunya adalah money politic, […]

  • Buku: Tuanku Rao, Terror Mazhab Hambali di Tanah Batak (2)

    Buku: Tuanku Rao, Terror Mazhab Hambali di Tanah Batak (2)

    • calendar_month Rabu, 19 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    EKSPANSI KE BONJOL, PASAMAN DAN TAPANULI SELATAN Disunting: Dame Ambarita Akan halnya Dr Gusti Asnan, pengajar Jurusan Sejarah Fakultas Sastra Universitas Andalas, Padang, menganggap tidak semua sumber Belanda yang digunakan Parlindungan mengandung bias. Dari 100 laporan, ada 20-50 persen data yang benar. Menurut dia, historiografi Perang Padri sendiri dimulai pada 1950-an. “Saat itu terjadi dekolonialisasi […]

  • 340 CPNS USU lulus tahap I

    340 CPNS USU lulus tahap I

    • calendar_month Kamis, 11 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Dari 1.295 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang mengikuti tes di lingkungan Universitas Sumatera Utara (USU), hanya 340 peserta yang dinyatakan lulus tes tahap pertama. Untuk tahun 2010 ini, USU akan menerima 91 orang CPNS, 38 orang untuk formasi tenaga pengajar, dan 53 orang untuk tenaga fungsional umum, hal ini dikatakan Humas USU, […]

expand_less