Minggu, 6 Sep 2026
light_mode

Dilema Tender PU, Antara Penipuan dan Kekurangtegasan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 10 Agt 2012
  • print Cetak

foto grafis tenderProses tender proyek di Dinas Pekerjaan Umum Mandailing Natal (Madina) tahun ini benar-benar memprihatinkan dan bahkan teramat memalukan. Dilema tender ini pun mencuatkan beberapa catatan hitam.

Kenapa disebut catatan hitam? Karena dari kasus tender itu muncul kasus suap, kasus penipuan, kasus terpidananya oknum Kadis PU. Kemudian kasus pembatalan dan pengulangan tender hingga gerakan kelompok pengusaha jasa konstruksi mendatangi rumah dinas bupati minta agar bupati menekan Kepala Dinas (Kadis) PU mengembalikan uang sogok dari pengusaha kepada Kadis PU.

Lebih dari itu, dilema tender ini juga telah menimbulkan ketidak kondusifan sektor pemerintahan, kemasyarakatan hingga berimbas ke gedung DPRD Madina.

Runyam tender di Dinas PU tersebut bermula dari carut marut di intren dinas PU, terutama kerumitan pendelegasian kewenangan antara Pengguna Anggaran (PA) dalam hal ini Kadis PU dengan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

Salah satu KPA bernama Samari Pulungan akhirnya mengundurkan diri. KPA lainnya bernama Khoirul Anwar tetap betartahan sebagai KPA, namun meminta pengembalian kewenangan selaku KPA kepadanya. Kondisi ini akhirnya menyebabkan tender proyek yang sedang berproses dibatalkan.

Pengumuman pembatalan proses tendar ditempelkan di papan pengumumnan Dinas PU Madina,Rabu (27/6). Surat pembatalan bernomor 03/ULP-PU/2012 tentang pembatalan proses pelelangan di Dinas PU Madina yang ditanda Ketua Pokja ULP Dinas PU, Jehan Lubis.

Pembatalan dilakukan berdasarkan berita acara nomor 900/769/PU/2012 tertanggal 25 juni 2012 tentang kata sepakat Kepala Dinas PU Madina, Parlaungan Lubis selaku Pengguna Anggaran (PA) dan Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Madina, Khairil Anwar Daulay selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA ) yang memerintahkan Panitia Pelelangan/Pokja ULP menghentikan dan membatalkan seluruh proses pelelangan yang sedang berjalan saat itu.

Beberapa hari kemudian, pengumuman tender ulang diterbitkan. Namun, sejumlah kontraktor mengeluh dan naik pitam, pasalnya pembatalan tender sangat merugikan mereka karena sudah banyak biaya yang dikeluarkan, kini harus diulang dari awal. Lebih dari itu, kontraktor naik pitam karena khawatir proyek yang sudah diincar bisa jatuh ke kontraktor lain.

Kerunyaman meningkat ketika pengumuman pemenang lelang diterbitkan. Banyak pengusaha yang kalangkabut, karena mereka tidak dimenangkan dalam perebutan paket tersebut. Dampaknya jelas! Sejumlah kontraktor buka mulut bahwa mereka sudah memberikan uang kepada oknum Kadis PU alias sogok untuk dimenangkan dalam tender.

Mereka bukan buka mulut saja, melainkan juga menuntut oknum kadis mengembalikan uang sogok tersebut. Parahnya (ini kali pertama di Madina) para kontraktor mendatangi bupati ke rumah dinas meminta bupati agar menekan Kadis PU mengembalikan uang mereka yang diterima oknum Kadis PU.

Ketidakpercayaan masyarakat jasa konstruksi pun merepa Parlaungan Lubis. Mereka menuding sang kadis tak mampu memimpin Dinas PU. Bahkan latar belakang oknum kadis juga diungkap bahwa Parlaungan Lubis dikatakan pernah masuk penjara gara-gara kasus korupsi di Dinas PU Medan sesuai putusan PN Medan bernomor 795/Pid.B/2009/PN Mdn tertanggal 27 Oktober 2009.

Bupati pun menjadi sasaran. Bupati dinilai terlalu lemah dan tak mampu menindak Kadis PU. Bahkan bupati dinilai ceroboh karena mengangkat fugur yang pernah terpidana menjadi Kadis PU Madina.

“Sejarah telah membuktikan bahwa pejabat yang mantan nara pidana atas kasus korupsi tidak akan pernah bekerja dengan baik, dan selalu berupaya mencari keuntungan sebanyak-banyaknya,” kata Ketua Peradi Tabagsel, Ridwan Rangkuti, mengamati dilema Dinas PU tersebut.

Sekretaris Komisi 1 DPRD Madina, Iskandar Hasibuan juga bukia suara, menyatakan sudah sepantasnya bupati mencopot jabatan Plt Kepala Dinas PU Ir Parlaungan Lubis sebab perseteruan antara Dinas PU dengan asosiasi kontraktor merupakan bukti ketidakmampuan Parlaungan dalam memimpin jabatannya itu.

“Parlaungan Lubis dalam hal ini sudah mencoreng muka seorang pimpinan di mata masyarakat apalagi sempat diisukan proses tender dan hasil pengumumannya bermasalah dan terlibat dengan “suap” dengan sejumlah rekanan apalagi dia juga sudah mengakuinya secara jelas. menurut saya sudah waktunya Bupati Madina melepas jabatannya selaku Kepala dinas PU” sebut Iskandar Hasibuan kepada wartawan.

Dan, Parlaungan pun tidak membantah adanya uang setoran itu, dihadapan Asisten Administrasi Pemkab Madina, Samad Lubis ketika Samad Lubis memediasi Kadis PU dengan para kontraktor di ruang kerja Samad Lubis. Bahkan beberapa kali ditanyakan dikemanakan uang para kotraktor itu, dia hanya mengatakan, “mengenai uang saya tidak tahu kemana untuk cari (gantinya,) lagi, dan saya akan sampaikan kepada pimpinan atas hasil rapat ini” kata Parlaungan dihadapan para kontraktor.

Dari rangkaian tersebut, memunculkan kesimpulan bahwa ada semacam unsur penipuan yang terjadi. Di sisi lain, bupati dinilai kurang tegas dalam menyikapi semua problem yang terjadi di Dinas PU sehingga kondisi ini menggangu kinerja pemerintah daerah serta munculnya situasi tidak kondusif di Madina, khususnya di dinia jasa konstruksi. (dahlan batubara)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dana Pilkada Madina Butuh 20 Milyar

    Dana Pilkada Madina Butuh 20 Milyar

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) menyatakan kesiapannya menampung anggaran dana Pilkada Madina yang direncanakan berlangsung bulan Desember 2015. Itu diketahui dalam rapat kordinasi antara Pemkab Madina dengan KPU Madina, Senin (23/2) membahas persiapan Pilkada Madina. Dalam rapat itu apihak KPU menghitung anggaran dana menelan sekitar 20 milyar. Berdasar revisi UU nomor […]

  • Bupati Madina Serahkan SK Pelantikan Seribuan Pegawai Formasi 2024

    Bupati Madina Serahkan SK Pelantikan Seribuan Pegawai Formasi 2024

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Saipullah Nasution menyerahkan petikan Surat Keputusan  (SK) pelantikan pengawai pemerintah, formasi tahun 2024. Bertempat di Gedung Serba Guna H.Amru Daulay, Panyabungan, Selasa (29/4/2025). Jumlah yang menerima SK pelantikan meliputi 325 orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan 1.261 orang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Pelantikan […]

  • 43 Mobil Dinas DPRD Langkat Tak Masuk Dalam APBD

    43 Mobil Dinas DPRD Langkat Tak Masuk Dalam APBD

    • calendar_month Sabtu, 26 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Setelah memanggil mantan pejabat Pemkab Langkat dan sejumlah rekanan, Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sumatera Utara (Kejatisu) kembali memanggil empat saksi terkait aliran dana APBD Langkat Tahun 2000 hingga 2007 senilai Rp102,7 milliar. Untuk mengetahui aliran dana selama tujuh tahun tersebut, kejaksaan pun menelusuri pengeluaran anggaran, termasuk diantaranya menelusuri pembelian sebanyak 43 unit mobil […]

  • Peradi : Perintah Bupati Madina Larang Berlangganan Surat Kabar Melawan UU Pers

    Peradi : Perintah Bupati Madina Larang Berlangganan Surat Kabar Melawan UU Pers

    • calendar_month Kamis, 3 Mar 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua Peradi Tabagsel Ridwan Rangkuti menilai bupati Madina Dahlan Hasan Nasution melawan UU Pers saat menerbitkan surat edaran kepada SKPD tidak berlangganan surat kabar Malintang Pos. “Munculnya surat edaran bupati Madina kepada semua pimpinan SKPD yang melarang berlangganan surat kabar Malintang Pos merupakan bentuk dan cerminan bahwa bupati Madina tidak siap […]

  • SBY korbankan rakyat sendiri

    SBY korbankan rakyat sendiri

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Aboe Bakar Al Habsyi berpendapat pemberian pembebasan bersyarat kepada terpidana kasus narkoba asal Australia, Schapelle Leigh Corby, sama seperti mengorbankan rakyat sendiri. Corby merupakan salah satu terpidana kasus narkoba jaringan internasional yang berpotensi merusak masa depan rakyat Indonesia. “Ini tidak memberikan efek jera terhadap para pengedar narkoba, padahal Corby adalah Ratu Marijuana yang […]

  • Baru Diaspal Sudah Mulai Mengelupas

    Baru Diaspal Sudah Mulai Mengelupas

    • calendar_month Selasa, 26 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Pembangunan jalan menuju Kecamatan Panyabungan Timur perlu dipertanyakankan. Sebab, baru diaspal, terlihat ada yang sudah terkelupas. Demikian pantauan MedanBisnis di Panyabungan Timur, Jumat (22/10). Aspal yang terkelupas mulai terlihat dari titik 2+950 yang baru beberapa hari dilaksanakan penghamparan aspalnya. Dari pengakuan masyarakat setempat, jalan Panyabungan Timur yang baru dikerjakan itu sering dilewati truk pengangkut […]

expand_less