Minggu, 1 Mar 2026
light_mode

Disperindag Gelar OP di Dua Kecamatan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 3 Jan 2011
  • print Cetak


MADINA- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menggelar operasi pasar (OP) di Kecamatan Siabu dan Panyabungan Timur, Rabu (29/12). Operasi pasar ini bertujuan untuk menstabilkan harga beras di pasaran.
Pantauan METRO di Desa Sinonoan, Kecamatan Siabu, truk pembawa beras non subsidi ini diramaikan warga dari desa-desa di Siabu yang ingin memeeroleh beras murah yang disediakan oleh Pemkab Madina melalui Disperindag.
Nurjannah (45) seorang ibu rumah tangga (IRT) asal Desa Lumban Dolok, Kecamatan Siabu, kepada METRO, mengaku senang dengan beras bulog alias non subsidi yang disediakan oleh pemerintah untuk masyarakat. Sebab, selama ini warga kesulitan untuk membeli beras mengingat harganya mahal.
“Kami (IRT, red) berterima kasih kepada pemerintah atas bantuan beras murah. Selama ini kami hanya memeeroleh beras dengan harga yang tinggi dan sulit buat kami yang ekonomi rendah,” sebut Nurjannah diamini puluhan IRT lainnya di lokasi pembagian beras.
Kepala Dinas Perindag Madina, Drs A Ansyari Nasution, kepada METRO di lokasi penjualan beras, menyebutkan, beras murah non-subsidi kali ini hanya dibagikan kepada 2 kecamatan. Ini merupakan uji coba untuk melihat animo atau respon masyarakat dan apabila masyarakat menerima, maka Pemkab Madina akan terus menggelar operasi pasar yang sama dengan tujuan untuk menstabilkan harga.
“Untuk Kecamatan Siabu kita bagikan 1 truk dengan muatan 18 ton sedangkan untuk Kecamatan Panyabungan Timur kita alokasikan sebanyak 10 ton,” ucap Kadis.
Disebutkannya, harga yang dibebankan kepada masyarakat hanya sebesar Rp6.300 per kilogram dari harga pasar yang melebihi Rp8 ribu perkilogram. Dan program tersebut merupakan instruksi Pj Bupati Madina, Aspan Sofian Batubara.
Diungkapkannya, seluruh masyarakat berhak mendapatkan beras murah tersebut bukan hanya warga miskin saja, namun jumlahnya dibatasi. “Setiap rumah tangga kita batasi dengan jumlah maksimum sebanyak 50 kilogram dan tak boleh lebih, supaya warga lainnya juga kebagian,” kata Ansyari.
Saat ditanyai METRO soal penyebab mahalnya harga beras saat ini Ansyari Nasution menjelaskan, penyebab utamanya adalah akibat gagal panen bagi masyarakat petani dimana hasil tani tahun ini menurun.
“Di samping itu, penyebab lainnya adalah petani yang menjual hasil panennya ke luar daerah. Ini yang paling urgent sebagai penyebabnya, dan kondisi ini digunakan oleh pedagang beras sebagai moment untuk menaikkan harga,” ungkapnya. (wan)
Sumber : Metrotabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kaum Mandailing akan Mengadakan Malam Mandailing Malaysia

    Kaum Mandailing akan Mengadakan Malam Mandailing Malaysia

    • calendar_month Rabu, 27 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SHAH ALAM, MALAYSIA (Mandailing Online) – Etnis Mandailing di Malaysia direncanakan menggelar acara “Malam Mandailing Malaysia” berupa pagelaran kesenian Mandailing pada 30 Juli mendatang. Malam kebudayaan Mandailing ini digagas oleh Persatuan Saroha Malaysia, satu perkumpulan kaum Mandailing di Malaysia. Selain, mempegelarkan kesenian Mandailing, malam kebudayaan ini juga ditujukan bagi mempererat tali persatuan etnis Mandailing yang […]

  • Gaji 11 Bulan Tak Jelas, Guru TKS SMA/SMK Demo ke DPRD Madina

    Gaji 11 Bulan Tak Jelas, Guru TKS SMA/SMK Demo ke DPRD Madina

    • calendar_month Senin, 27 Nov 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 200 guru TKS SMA dan SMK melakukan unjukrasa ke DPRD Madina mengadukan nasib soal gaji yang belum diterima selama 11 bulan. Mereka berjalan kaki dari lapangan Aek Godang menuju gedung DPRD Madina, Senin (27/11/2017). Sejumlah spanduk diusung. Salah satu bertulis “Gimana mau paten kalau gaji guru belum cair”. Bisri […]

  • Wakil Bupati Atika Tinjau TPA Batanggadis

    Wakil Bupati Atika Tinjau TPA Batanggadis

    • calendar_month Rabu, 24 Nov 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    BATANGGADIS (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution meninjau tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Desa Batanggadis, Kecamatan Panyabungan Barat, Rabu (24/11). Wakil Bupati tiba di TPA didampingi beberapa pejabat di lingkungan Pemkab Madina. Termasuk Kadis DLH Madina Khasmir. Dalam peninjauan ini terlihat kondisi sampah yang tidak terurus. Bahkan sampah […]

  • Konflik Lahan Warga Tapus Vs PT.M3 Ditangani Poldasu

    Konflik Lahan Warga Tapus Vs PT.M3 Ditangani Poldasu

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      LINGGA BAYU (Mandailing Online) – Konflik antara warga Kelurahan Tapus,  Kecamatan Lingga Bayu, Mandailing Natal (Madina) versus PT. Madina Madani Mining (M3) soal klaim lahan di kelurahan itu mulai ditangani Polda Sumut. Lahan itu seluas 4 hektar berada di sisi timur Kelurahan Tapus. Menurut warga, lahan itu merupakan tanah adat dan memiliki sertifikat yang […]

  • Agar Guru Semakin Maju

    Agar Guru Semakin Maju

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Peringatan Hari Guru tahun ini merupakan momen penting dimana para guru mendapatkan tiga kado ulang tahun, yaitu pertama, dileburnya Dirjen PMPTK menjadi Badan Pengembangan Profesi Pendidik dan Tenaga Kependidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan. Kedua, dikeluarkannya Permendiknas No.28 tahun 2010 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah dan madrasah akan diangkat oleh pusat tidak lagi diangkat oleh […]

  • Kisah Imam Denmark Menemukan Cahaya Islam

    Kisah Imam Denmark Menemukan Cahaya Islam

    • calendar_month Senin, 28 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Reino Arild Pedersen, merupakan imam pertama pengisi khotbah Jumat di Denmark. Ia lebih terkenal dengan nama Abdul Wahid Pedersen, namanya setelah berislam. Siapa sangka, sang imam yang pengetahuan keislamannya luas itu merupakan seoran mualaf. Hingga mengenal Islam, perjalanannya pun tak singkat. Ia menempuh banyak perjalanan hingga mendapat manisnya hidayah. Perjalanannya dimulai saat usianya masih 16 […]

expand_less