SIABU (Mandailing Online) – Lahan persawahan di Desa Hutapuli dan Hutaraja Kecamatan Siabu dinyatakan akan gagal panen akibat terrendam banjir. Padahal padi-padi itu sudah diambang panen.
Tanaman padi yang mayoritas telah menguning itu pun diprediksi akan gagal panen karena rendaman banjir sudah seminggu berlangsung yang menyebabkan bulir padi bakalan busuk.
Sejauh ini belum ada data resmi luas sawah yang direndam banjir di dua desa itu. Namun, berdasar perkiraan petani, luasnya diatas 200 hektar.
Dua petani di Desa Hutapuli bernama Monag dan Abdurrahman Batubara menjawab Mandailing Online, Kamis (8/12) menyatakan mereka sudah resah karena padi mereka akan gagal panen.
Mereka mengungkapkan, persawahan sudah tergenang banjir selama satu pekan. Para petani menyebutkan bahwa harapan panen sudah sirna, karena berdasar pengalaman, tiga hari saja terrendam sudah menyebabkan buah padi membusuk.
Ketinggian banjir rata-rata mencapai 1 meter menyebabkan tanaman padi terbenanm karena tinggi batang padi hanya sekitar 50 hingga 70 Cm.
Hamparan persawahan ini berada di dalam lingkup eko sistem rawa-rawa Rodang Tinapor yang terbentang dari kecamatan Siabu hingga kecamatan Bukit Malintang.
Di hari yang sama, sejumlah penangkap ikan sungai menjawab Mandailing Online, mengungkapkan, banjir itu terjadi akibat volume air yang tinggi dari berbagai aliran irigasi menggenangi kawasan rawa-rawa tersebut serta termasuk pantulan air dari Sungai Batang Angkola yang memasuki hamparan rawa-rawa akibat curah hujan yang tinggi dalam dua bulan terakhir.
Hamparan persawahan yang banjir di dua desa itu termasuk hasil percetakan sawah tahun 2012 yang dilakukan Dinas Pertanian Madina.
Peliput : Jakfar Nasution
Editor : Dahlan Batubara
One thought on “Dua Desa Bakal Gagal Penen, Ratusan Ha Padi Direndam Banjir”