Selasa, 21 Apr 2026
light_mode

El Sisi dan Kebijakan Anti-Ikhwanul Muslimin Mesir

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 1 Jul 2016
  • print Cetak
Jenderal Abdel Fattah Al Sisi

Jenderal Abdel Fattah Al Sisi

Pengadilan Pidana Kairo pada Senin, 30 Mei 2016 memvonis Mohammed Badie dan 35 anggota Ikhwanul Muslimin dengan hukuman penjara seumur hidup terkait dengan kasus yang dikenal sebagai “Peristiwa Ismailia” di pertengahan 2013.

“Peristiwa Ismailia” mengacu pada dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh anggota-anggota Ikhwanul Muslimin di kota Ismailia menyusul kudeta militer tahun 2013 yang menggulingkan Presiden Muhammad Mursi.

Sebelumnya, pengadilan militer Mesir juga menjatuhkan hukuman mati terhadap delapan anggota Ikhwanul Muslimin atas tuduhan melakukan tindakan terorisme.

Periode politik Ikhwanul Muslimin di Mesir dari tahun 2011 dan setelahnya harus dibagi menjadi dua bagian. Periode pertama berlangsung dari awal 2012 hingga Juli 2013, yaitu ketika Ikhwanul Muslimin mencapai kekuasaan setelah perjuangan politik di Mesir selama 84 tahun.

Selama periode tersebut, Ikhwanul Muslimin selain meraih kemenangan dalam pemilu parlemen dan dewan, juga menang dalam pemilu presiden. Muhammad Mursi adalah Presiden pertama Mesir yang berasal dari kelompok Ikhwanul Muslimin.

Sayangnya, periode menggembirakan bagi Ikhwanul Muslimin tersebut hanya berlangsung selama 18 bulan. Setelah berjuang selama kurang lebih 84 tahun untuk mencapai kekuasaan, namun ketika berhasil, Ikhwanul Muslimin hanya bisa mempertahankan kekuasaannya itu selama 18 bulan.

Kudeta militer pada Juli 2013 telah menggulingkan pemerintahan legal Mursi dan sejak saat itu, periode gelap lain bagi Ikhwanul Muslimin dimulai. Pemerintah Mesir pasca Mursi mulai menerapkan kebijakan keras terhadap Ikhwanul Muslimin.

Untuk menghapus dukungan kepada Ikhwanul Muslimin, pemerintahan El Sisi memasukkan kelompok tersebut ke dalam daftar organisasi teroris. Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Kuwait menyambut keputusan tersebut dan ikut memasukkan Ikhwanul Muslimin ke dalam daftar kelompok teroris.

Kebijakan pemerintah Mesir telah menyebabkan terbukannya peluang untuk menindak keras Ikhwanul Muslimin seperti dengan penangkapan dan hukuman berat dan tidak adil terhadap para pemimpin dan anggota kelompok ini.

Ketidakadilan tersebut sangat terlihat jelas, bahkan pengadilan Mesir dalam beberapa kasus menjatuhkan hukuman mati secara massal terhadap ratusan anggota Ikhwanul Muslimin. Hukuman keji terhadap kelompok yang memperoleh dukungan luas dari rakyat Mesir itu sangat tidak sebanding dengan yang dituduhkan.

Mohammed Badie dan 35 anggota Ikhwanul Muslimin divonis hukuman penjara seumur hidup dengan tuduhan demonstrasi di depan kantor Gubernur Ismailia pada Juli 2013, membahayakan ketertiban umum, menyerang masyarakat dan merusak aset publik, pembunuhan dan membuat aparat keamanan mengambil kebijakan kekerasan.

Dengan kata lain, pengadilan Kairo mengaitkan pembunuhan pada Juli 2013 dengan Ikhwanul Muslimin, padahal peristiwa yang menyebabkan ratusan demonstrasn tewas dan terluka itu terjadi dua hari pasca kudeta terhadap Mursi. Pengadilan Kairo juga mengklaim bahwa perilaku Ikhwanul Muslimin di masa itu telah menyebabkan pembunuhan terhadap warga Mesir oleh polisi.

Tampaknya, pengadilan Kairo berusaha agar pemerintah sementara dan militer Mesir di masa itu terbebas dari pembunuhan dan terlukanya ribuan warga pada peristiwa antara bulan Juli-September 2013, sehingga kejahatan besar tersebut akan tercatat dalam sejarah Mesir sebagai kejahatan Ikhwanul Muslimin. (RA)

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pj Bupati Madina: Aktifkan siskamling

    Pj Bupati Madina: Aktifkan siskamling

    • calendar_month Kamis, 7 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Untuk mencegah masuknya jaringan teroris dan kejahatan lainnya ke wilayah Kabupaten Mandailing Natal, Pj Bupati Madina, Aspan Sopian Batubara menghimbau masyarakat khususnya para kepala desa, supaya mengaktifkan lagi pos ronda malam maupun sistem keamanan lingkungan (siskamling). Itu dikatakannnya saat melakukan silaturrahmi dengan masyarakat Kecamatan Batang Natal di Desa Tarlola baru-baru ini. Ia meminta […]

  • Bawaslu Madina Proses Pelanggaran Kampanye Tim ON MA di Fasilitas Negara

    Bawaslu Madina Proses Pelanggaran Kampanye Tim ON MA di Fasilitas Negara

    • calendar_month Rabu, 20 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Mandailing Natal (Bawaslu Madina) segera memproses Laporan Nomor 011/PL/LP/Kab/02.17/XI/2024 tentang dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan oleh tim pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Madina nomor urut 1, Harun-Ichwan (ON MA) di Kantor Bawaslu Madina yang merupakan fasilitas negara, beberapa hari lalu. PP dan Datin Bawaslu Madina […]

  • SOLUSI ISLAM MENGATASI KRISIS PANGAN

    SOLUSI ISLAM MENGATASI KRISIS PANGAN

    • calendar_month Jumat, 18 Mar 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sudah berpekan-pekan krisis minyak goreng melanda Tanah Air sehingga memukul rumah tangga dan para pengusaha kecil menengah. Banyak yang mengantri dan berebut mendapatkan minyak goreng. Harganya pun melambung tinggi. Antrian ini juga sudah menelan korban. Seorang ibu rumah tangga meninggal saat mengantri minyak goreng. Warga bukan saja menghadapi krisis kelangkaan minyak goreng. Sejumlah harga kebutuhan […]

  • Calon Bupati Madina, Amin Nasution Mencuat

    Calon Bupati Madina, Amin Nasution Mencuat

    • calendar_month Jumat, 12 Jul 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Nama HM Amin Nasution,SH.MA mulai mencuat sebagai calon Bupati Madina di Pilkada Madina yang sudah dekat. HM Amin Nasution adalah putra daerah Mandailing Natal (Madina) yang berkecimpung di dunia advokad nasional, juga pendiri LBH AL Amin Madina yang telah melakukan banyak aktivitas sosial dan bantuan hukum bagi kalangan kurang mampu di […]

  • Tambang Emas Ilegal Meraja Lela di TNBG Madina

    Tambang Emas Ilegal Meraja Lela di TNBG Madina

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Madina-Mandailing Online: Perusakan lingkungan akibat aktifitas Pertambangan emas ilegal kini semakin marak dan sudah merambah ke wilayah Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) yang notabene dilindungi oleh negara sebagai paru-paru dunia. Aktifitas tambang emas ilegal di kawasan TNBG ini sepertinya kebal hukum. Sebab diketahui telah beberapa kali tim dari TNBG sudah melakukan razia. Namun, tampaknya tak […]

  • Soal Kelangkaan Pupuk, Ternyata Akibat Pengurangan Kuota

    Soal Kelangkaan Pupuk, Ternyata Akibat Pengurangan Kuota

    • calendar_month Jumat, 25 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Pemkab Mandailing Natal (Madina) mengakui kebenaran kelangkaan pupuk bersubsidi di daerah ini. Penyebabnya, terjadi pengurangan kuota oleh pemerintah. Kepala Bdang Agribisnis Dinas Pertanian Peternakan Madina, Latifa Hannum menjawab wartawan, Jum’at (25/10/2013) mengungkapkan jenis kuota pupuk yang dikurangi adalah ZA, Ponska dan SP36. Penyebab kekurangan pupuk subsidi ini akibat kelengahan kelompok […]

expand_less