Rabu, 9 Sep 2026
light_mode

El Sisi dan Kebijakan Anti-Ikhwanul Muslimin Mesir

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 1 Jul 2016
  • print Cetak
Jenderal Abdel Fattah Al Sisi

Jenderal Abdel Fattah Al Sisi

Pengadilan Pidana Kairo pada Senin, 30 Mei 2016 memvonis Mohammed Badie dan 35 anggota Ikhwanul Muslimin dengan hukuman penjara seumur hidup terkait dengan kasus yang dikenal sebagai “Peristiwa Ismailia” di pertengahan 2013.

“Peristiwa Ismailia” mengacu pada dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh anggota-anggota Ikhwanul Muslimin di kota Ismailia menyusul kudeta militer tahun 2013 yang menggulingkan Presiden Muhammad Mursi.

Sebelumnya, pengadilan militer Mesir juga menjatuhkan hukuman mati terhadap delapan anggota Ikhwanul Muslimin atas tuduhan melakukan tindakan terorisme.

Periode politik Ikhwanul Muslimin di Mesir dari tahun 2011 dan setelahnya harus dibagi menjadi dua bagian. Periode pertama berlangsung dari awal 2012 hingga Juli 2013, yaitu ketika Ikhwanul Muslimin mencapai kekuasaan setelah perjuangan politik di Mesir selama 84 tahun.

Selama periode tersebut, Ikhwanul Muslimin selain meraih kemenangan dalam pemilu parlemen dan dewan, juga menang dalam pemilu presiden. Muhammad Mursi adalah Presiden pertama Mesir yang berasal dari kelompok Ikhwanul Muslimin.

Sayangnya, periode menggembirakan bagi Ikhwanul Muslimin tersebut hanya berlangsung selama 18 bulan. Setelah berjuang selama kurang lebih 84 tahun untuk mencapai kekuasaan, namun ketika berhasil, Ikhwanul Muslimin hanya bisa mempertahankan kekuasaannya itu selama 18 bulan.

Kudeta militer pada Juli 2013 telah menggulingkan pemerintahan legal Mursi dan sejak saat itu, periode gelap lain bagi Ikhwanul Muslimin dimulai. Pemerintah Mesir pasca Mursi mulai menerapkan kebijakan keras terhadap Ikhwanul Muslimin.

Untuk menghapus dukungan kepada Ikhwanul Muslimin, pemerintahan El Sisi memasukkan kelompok tersebut ke dalam daftar organisasi teroris. Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Kuwait menyambut keputusan tersebut dan ikut memasukkan Ikhwanul Muslimin ke dalam daftar kelompok teroris.

Kebijakan pemerintah Mesir telah menyebabkan terbukannya peluang untuk menindak keras Ikhwanul Muslimin seperti dengan penangkapan dan hukuman berat dan tidak adil terhadap para pemimpin dan anggota kelompok ini.

Ketidakadilan tersebut sangat terlihat jelas, bahkan pengadilan Mesir dalam beberapa kasus menjatuhkan hukuman mati secara massal terhadap ratusan anggota Ikhwanul Muslimin. Hukuman keji terhadap kelompok yang memperoleh dukungan luas dari rakyat Mesir itu sangat tidak sebanding dengan yang dituduhkan.

Mohammed Badie dan 35 anggota Ikhwanul Muslimin divonis hukuman penjara seumur hidup dengan tuduhan demonstrasi di depan kantor Gubernur Ismailia pada Juli 2013, membahayakan ketertiban umum, menyerang masyarakat dan merusak aset publik, pembunuhan dan membuat aparat keamanan mengambil kebijakan kekerasan.

Dengan kata lain, pengadilan Kairo mengaitkan pembunuhan pada Juli 2013 dengan Ikhwanul Muslimin, padahal peristiwa yang menyebabkan ratusan demonstrasn tewas dan terluka itu terjadi dua hari pasca kudeta terhadap Mursi. Pengadilan Kairo juga mengklaim bahwa perilaku Ikhwanul Muslimin di masa itu telah menyebabkan pembunuhan terhadap warga Mesir oleh polisi.

Tampaknya, pengadilan Kairo berusaha agar pemerintah sementara dan militer Mesir di masa itu terbebas dari pembunuhan dan terlukanya ribuan warga pada peristiwa antara bulan Juli-September 2013, sehingga kejahatan besar tersebut akan tercatat dalam sejarah Mesir sebagai kejahatan Ikhwanul Muslimin. (RA)

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siabu Proyeksikan 56 Ha Lahan Ubi Kayu, Untuk Pabrik Tapioka

    Siabu Proyeksikan 56 Ha Lahan Ubi Kayu, Untuk Pabrik Tapioka

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIABU (Mandailing Online) – Kecamatan Siabu memberikan estimasi 56 hektar lahan untuk ubi kayu. Penyiapan lahan seluas 56 hektar itu dalam rangka mendukung pendirian pabrik tapioka di Mandailing Natal (Madina). Tiga investor Sumut dalam pertemuan dengan bupati Madina Dahlan Hasan Nasution di Panyabungan, Jum’at (1/11/2019) menyatakan bersedia menanamkan modal pendirian pabrik tapioka di Madina […]

  • Mualaf Sebarkan Kebaikan Islam Hingga Pelosok Nusantara

    Mualaf Sebarkan Kebaikan Islam Hingga Pelosok Nusantara

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    BEKASI – Pesantren Al-Fatih Kaffah Nuu Waar (AFKN) kedatangan dua anggota keluarga baru. Mereka adalah Muhammad Al Fatih (9 tahun) dan Sahrul Gunawan (10 tahun). Keduanya memantapkan hati menjadi Muslim dan mendalami ajaran Islam dibawah bimbingan Ustaz Fadzlan Gharamatan. "Cita-cita saya ingin menjadi penghafal Alquran," kata Al-Fatih dengan semangat. Al-Fatih berasal dari daerah pedalaman Papua […]

  • Hindari Pemuda Dari Narkoba, Warga Harapkan Pembangunan Lapangan Sepakbola

    Hindari Pemuda Dari Narkoba, Warga Harapkan Pembangunan Lapangan Sepakbola

    • calendar_month Senin, 6 Mar 2017
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    Panyabungan, 6/3 (Mandailing Online) –  Untuk mengantisipasi para pemuda  terhadap penggunaan narkoba, warga desa Rantonatas kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal harapkan pembangunan lapangan sepak bola. Harapan itu disampaikan oleh warga masyarakat desa itu kepada pada Dprd Kabupaten Mandailing Demokrat, Dodi Martua Tanjung, S.Pi pada reses I tahun  2017  beberapa hari yang lalu. Selain itu […]

  • Kalau Kondisi Memungkinkan, Prabowo Akan ke Palestina jika Terpilih

    Kalau Kondisi Memungkinkan, Prabowo Akan ke Palestina jika Terpilih

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Calon Presiden Prabowo Subianto membuka peluang mengunjungi langsung Palestina jika dirinya terpilih menjadi presiden Republik Indonesia periode 2014-2019 mendatang. Namun, dia masih mempertimbangkan kondisi yang ada di sana nantinya. "Insya Allah, kalau memang memungkinkan keadaannya di sana, kenapa tidak?" Kata Prabowo seusai menghadiri aksi damai untuk Palestina di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Jumat (11/7/2014) […]

  • Alat Berat Milik Penambang Emas Ilegal di Kotanopan Kembali Beroperasi. Sebutan Todung Mulya Lubis Polisi dan Pemerintah ” Ommission ” Takberarti

    Alat Berat Milik Penambang Emas Ilegal di Kotanopan Kembali Beroperasi. Sebutan Todung Mulya Lubis Polisi dan Pemerintah ” Ommission ” Takberarti

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Kotanopan ( Mandailing Online ): Pelaku tambang emas ilegal kembali mengoperasikan alat berat jenis excavator  di wilayah hukum Polsek Kota Nopan tepatnya di antara desa jambur tarutung dan aek kapesong, di Kecamatan Kota Nopan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ). Dalam video pendek yang dikirimkan warga pada Minggu sore 16/3/2025 terlihat alat berat milik pelaku […]

  • PMII Tak Terlibat Demo soal Defisit

    PMII Tak Terlibat Demo soal Defisit

    • calendar_month Minggu, 14 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) membantah PMII terlibat dalam setiap aksi massa yang terjadi beberapa waktu terakhir, yang menuntut pertanggungjawaban defisit anggaran belasan miliar yang terjadi di Pemkab Madina. Bantahan ini disampaikan Ketua Umum PC PMII Madina A Rijal Lubis SPdI, didampingi Sekretaris, Khairul Andi, serta belasan […]

expand_less