Senin, 19 Okt 2026
light_mode

Gagalkan Penyelundupan 17 Kg Ganja, Polisi & Tersangka Kejar-kejaran di Hutan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 5 Okt 2010
  • print Cetak

TAPSEL-METRO; Aparat kesatuan Polsek Pintu Padang berhasil menggagalkan penyelundupan 17 kilogram (kg) ganja kering dari Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ke Kota Padangsidimpuan (Psp), Senin (4/10) sekitar pukul 03.30 dini hari. Dalam aksinya, polisi berhasil mengamankan 3 tersangka. Dua tersangka dibekuk dari pinggir jalan, satu tersangka tertangkap di dalam hutan setelah sebelumnya terlibat kejar-kejaran. Namun, dalam pengejaran itu, satu tersangka lagi berhasil melarikan diri.

Kapolres Tapanuli Selatan (Tapsel), AKBP Subandriya SH MH, melalui Kasat Narkoba, AKP Sabar Nainggolan, didampingi Kapolsek Pintu Padang, Iptu Abdi SH, kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (4/10), menjelaskan bahwa penangkapan ganja tersebut berdasarkan informasi yang disampaikan warga kepada pihaknya.

Dalam penangkapan tersebut berhasil diamankan barang bukti ganja kering sebanyak 17 bal dalam dua karung atau sekitar 17 kilogram, 3 telepon genggam, uang senilai Rp600 ribu dan dua unit sepedamotor jenis supra Fit dengan nomor polisi (Nopol) BB 2209 FE dan sepedamotor jenis KTM tanpa nopol.

Keduanya menceritakan, dua tersangka yang bertugas membawa ganja, Rahmat Bangun Nasution (26) dan Maruli Hasibuan alias Uli ditangkap dari Desa Aek Badak sekitar pukul 03.30 WIB dini hari. Sedangkan dua tersangka lainnya, Irsan Efendi (28) sebagai driver dan MR yang bertugas sebagai penyurvei jalan langsung kabur, begitu mengetahui dua rekannya sudah tertangkap. Keduanya meninggalkan sepedamotor KTM yang digunakan begitu saja di pinggir jalan dan lari ke arah pebukitan di Desa Aek Badak.

Karena lari, personel Polsek Pintu Padang dibantu dengan Satuan Narkoba Polres Tapsel yang berjumlah sekitar 15 personel melakukan pengejaran dan perburuan ke dalam hutan berbukit dan dibantu masyarakat sekitar hingga pagi.

Akhirnya sekitar pukul 09.00 WIB, salah satu tersangka yakni Irsan Efendi (28) berhasil ditangkap di Desa Tolang Jae saat hendak menaiki salah satu angkutan umum jurusan Psp. Sedangkan satu tersangka lainnya MR masih masih dalam pengejaran di hutan di sekitaran Kecamatan Sayurmatinggi.

Keduanya menambahkan, keempat tersangka merupakan warga Purba Tua Salambue, Kecamatan Psp Tenggara. Menurut pengakuan tersangka, jika berhasil mengantarkan barang haram tersebut ke salah satu penampung di Kota Psp, mereka diberi upah Rp100 ribu per bal dari bandar di Madina.

Dijelaskan keduanya lagi, sebenarnya komplotan ini sudah menjadi Target Operasi (TO) Polres Tapsel. Pihaknya melihat bahwa jaringan ini sudah professonal dan terkoordinir dan memiliki jaringan yang luas. Sebab, dari pengakuan 3 tersangka mereka sudah menjalankan pekerjaan sebagai kurir dari Madina ke Psp sebanyak 10 kali.

“Kita akan kembangkan kasus ini agar otaknya juga bisa kita tangkap baik bandar dari Madina ataupun penampung di Kota Psp,” jelasnya. (phn)
sumber: metrotabagsel

Tags
  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kritik Marx Terhadap Penyelenggaraan Pemilu Raya Mahasiswa UIN Jakarta

    Kritik Marx Terhadap Penyelenggaraan Pemilu Raya Mahasiswa UIN Jakarta

    • calendar_month Selasa, 19 Mar 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : AGUSTIAR HARIRI LUBIS Mantum Himpunan Mahaiswa Mandailing Natal Jakarta Periode 2017-2018   Karl Marx, tanpa perlu dipertanyakan lagi pemikiran canggihnya yang masih dipergunakan sampai sekarang, pastinya, Aktivis mahasiswa mengetahui apa dan bagaimana pemikiran Karl Marx yang tertuang dalam DAS KAPITAL sehingga mampu mempengaruhi kehidupan sosial disetiap sudut bumi, termasuk kehidupan sosial di pojok […]

  • Mata Rakyat

    Mata Rakyat

    • calendar_month Sabtu, 7 Jul 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : MISRON SAIDI BATUBARA, ST* Pemilu 2019 yang sudah mendekat, haruslah dijamin bahwa secara kualitas akan lebih baik dari pada Pemilu 2014, baik dari jumlah pemilih yang lebih banyak dan jumlah pelanggaran yang harus lebih berkurang. Itu semua menjadi PR penting bagi seluruh elemen baik penyelenggara pemilu bahkan rakyat secara umum untuk menjamin pemilu […]

  • Sungai Batang Natal Meluap

    Sungai Batang Natal Meluap

    • calendar_month Rabu, 18 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      BATANG NATAL (Mandailing Online) – Sungai Batang Natal meluap. Hingga Rabu sore (18/8/2021) arus air tetap tinggi. Progres dinamika peluapan sudah mulai terlihat sejak kemarin. Sejumlah warga Muara Soma yang dihubungi, di sejumlah titik arus air telah mencapai permukaan tebing sungai. Dan dikhawatirkan arus bisa merembes ke pemukiman jika luapan kian tinggi. Sejauh ini […]

  • Tunggu Sikap Presiden, Sumut Pecah jadi 4 Provinsi

    Tunggu Sikap Presiden, Sumut Pecah jadi 4 Provinsi

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pihak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) belum melakukan penyisiran terhadap berkas persyaratan usulan pembentukan Provinsi Tapanuli, Provinsi Sumatera Tenggara (Sumteng), dan Provinsi Kepulauan Nias. Kementerian yang dipimpin Gamawan Fauzi itu masih menunggu petunjuk dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait 65 RUU pembentukan daerah baru yang disodorkan DPR, yang tiga diantaranya pembentukan provinsi baru yang […]

  • Mahfud: Hampir Semua Calon “Incumbent” Curang

    Mahfud: Hampir Semua Calon “Incumbent” Curang

    • calendar_month Jumat, 10 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD bersama Ketua Tim Investigasi atas dugaan kasus suap di MK, Refly Harun (tengah) dan Anggota Tim Investigasi Adnan Buyung Nasution menggelar konferensi pers. Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menyatakan, sidang sengketa pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang melibatkan pasangan dari “incumbent” terbukti curang. “Dari 190 kasus lebih yang ditangani […]

  • DPRD Madina Masih Bergolak

    DPRD Madina Masih Bergolak

    • calendar_month Selasa, 7 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Konstalasi politik di tubuh DPRD Madina masih panas. Dampaknya, draf Perhitungan APBD 2011 yang sudah sebulan diajukan pemkab ke gedung dewan itu, hingga kini nasibnya terkatung-katung belum dibahas lembaga legislatif itu. Ini mengindikasikan DPRD Madina masih bergolak. Kabar yang hangat di gedung dewan, bahwa terjadi “perang dingin” yang rumit antara dua kelompok di DPRD Madina. […]

expand_less