Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Jaminan Keselamatan Warga Tak Jelas, Tan Gozali Desak SMGP Tutup

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 8 Mar 2021
  • print Cetak

Tan Gozalil

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – KNPI Mandailing Natal tetap besikap agar PLTP Sorik Marapi ditutup sebelum ada jaminan keselamatan bagi rakyat sekitar.

Selain itu, konpensasi kepada korban tersisa yang terdampak tragedi keracunan tanggal 25 Januari 2021 menjadi perhatian Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Mandailing Natal (Madina)

Dalam siaran persnya diterima Mamdailng Online, Senin (8/3/2021) Ketua KNPI Madina, Tan Gozali Nasution yang juga merupakan putera daerah di WKP PT SMGP itu menyampaikan kekecewaannya terhadap pihak perusahaan yang dinilai hanya mau mengejar keuntungan saja tanpa peduli bagaimana kondisi psikis, kesehatan, dan perekonomian masyarakat pasca insiden tersebut.

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sorik Marapi dikelola PT SMGP (Sorik Marapi Geothermal Power).

KS Orka berbasis di Singapura merupakan usaha patungan antara Hugar Orka ehf, sebuah perusahaan Islandia dan Zhejiang Kaishan Compressor Co., Ltd (Kaishan) yang tercatat di bursa saham Shenzhen, Cina. 

Saham PT SMGP dimiliki KS Orka setelah mengakuisisi 100 persen kepemilikan OTP Geothermal Pte Ltd (OTP) dari Origin Energy Geothermal Singapore Pte Ltd (Origin Energy) dan Tata Power International Pte Ltd (Tata Power) di SMGP tahun 2016 lalu.

“Insiden 25 Januari mengakibatkan 5 warga meninggal dunia dan puluhan orang  dilarikan ke Rumah Sakit. Ini kasus terbesar dalam ruang lingkup PLTP yang katanya ramah lingkungan. Dan ingat! Meski perdamaian telah disepakati, untuk persoalan kompensasi kepada korban luka yang pernah dirawat Rumah Sakit itu juga belum semuanya dituntaskan oleh SMGP,” ucap pria kelahiran Desa Roburan Lombang, Panyabungan Selatan ini.

“Selain itu, permohonan warga kepada pihak perusahaan untuk mengganti kerugian masyarakat selama 20 hari karena tidak bisa melakukan aktivitas juga belum disahuti sampai sekarang. Bayangkan berapa kerugian masyarakat khususnya petani yang terpaksa meninggalkan mata pencahariannya,” sambung Tan Gozali.

Dan lagi, menurut pria yang akrab disapa Tan ini, salah satu poin terpenting dalam persoalan ini adalah tidak adanya jaminan keselamatan terhadap warga.

“Dan juga sangat kita sayangkan, sampai saat ini kita lihat perusahaan belum bisa  memberikan jaminan keselamatan warga yang bermukim di sekitar SMGP, akan tetapi izin beraktivas kembali sudah terbit. Jaminan keselamatan warga adalah hal yang sangat urgen dan mutlak dipenuhi oleh perusahaan, karena hal itu adalah hukum tertinggi menurut kita,” bebernya lagi.

“Hal yang sanga krusial ini menurut kita harus dibuat dalam surat perjanjian antara perusahaan, pemerintah dan warga agar tidak terulang lagi kejadian yang mengakibatkan korban meninggal dunia.  Jika belum ada perjanjin tertulis saya kira lebih baik pihak management SMGP berpikir untuk menutup aktivitasnya,  atau pindah lokasi ke tempat yang jauh dari aktivitas warga. Karena kami tidak ingin mati konyol,” desak Tan.

“Ini adalah tanah leluhur kami, tempat dimana kami dilahirkan dan tumbuh kembang, wajar jika kami memilki hak veto untuk menolak investasi yang menurut kami belum memiliki komitmen yang jelas dengan keselamat kami.Karena kejadian ini bukan pertama kalinya, masih ada kasus kebocoran pipa dulu, belum lagi meninggalnya dua santri,” tegasnya.

“Dan catat, kami warga yang ada di sekitar ring SMGP ini tidak akan berhenti melakukan upaya pembelaan terhadap hak kami. Karena sampai saat ini kami masih trauma kejadian yang sama akan terjadi disuatu hari nanti. Dan sampai saat ini belum ada yang bisa menjamin hal itu,” pungkas Tan mengakhiri. (rel)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa Sosa Desak Wisjnu Selidiki Pembalak Liar di Palas

    • calendar_month Kamis, 19 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Belasan massa dari Ikatan Mahasiswa Sosa dan Sekitarnya (IMSS) menuntut Kapolda Sumut Irjen Wisjnu Amat Sastro melakukan pemeriksaan terhadap PT Evi Group, yang diduga melakukan pembalakan liar hasil hutan dikawasan Hutang Batang Lubu Sutam, Padang Lawas (Palas). Dalam pernyataan sikapnya, pengunjuk rasa, menggelar orasi di depan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolda Sumut, Kamis (19/7/2012), […]

  • Segera Blokir Konten LGBT di YouTube

    Segera Blokir Konten LGBT di YouTube

    • calendar_month Selasa, 21 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Khadijah Nelly, M.Pd Akademisi dan Pemerhati Sosial Masyarakat Sangat disayangkan baru-baru ini publik kembali dihebohkan dengan adanya tayangan di laman YouTube anak tontonan konten homo (LGBT). Terang saja sejumlah ulama, tokoh masyarakat pun bersuara. Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) turut menyoroti dugaan adanya video bernuansa lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) […]

  • KPK Menunggu, Poldasu dan Kejatisu Mempersilakan

    KPK Menunggu, Poldasu dan Kejatisu Mempersilakan

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ambil Alih Kasus Korupsi Besar yang Mandeg JAKARTA-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memberikan sinyal kesiapannya untuk mengambil alih perkara-perkara dugaan korupsi yang mandeg di kejaksaan dan kepolisian di Sumatera Utara. Juru Bicara KPK Johan Budi menjelaskan, pengambilalihan akan dilakukan jika prosedurnya terpenuhi. Dijelaskan Johan, kasus dugaan korupsi yang bisa diambil alih KPK adalah kasus yang […]

  • CPNS Dimonopoli Keluarga Pejabat?

    CPNS Dimonopoli Keluarga Pejabat?

    • calendar_month Minggu, 26 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tarutung, Dari 203 orang CPNS yang diterima di Pemkab Tapanuli Utara Formasi Tahun 2010, yang diumumkan lulus hanya sebanyak 184 orang. Hal itu tertera pada pengumuman bupati yang dipampangkan di Kantor BKD Taput. Pengumuman Nomor 800/5272/BKD/II/2010 tentang penetapan nomor ujian serta yang dinyatakan lulus seleksi CPNS Daerah Tapanuli Utara TA 2010 tersebut, ditandatangani Bupati Taput […]

  • Dibangun Tahun 2009, Jembatan ke Desa Adangkahan Tak Selesai

    Dibangun Tahun 2009, Jembatan ke Desa Adangkahan Tak Selesai

    • calendar_month Selasa, 31 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BATANG NATAL (Mandailing Online) – Jembatan yang menghubungkan jalan negara ke Desa Adangkahan. Kecamatan Batang Natal, Mandailing Natal (Madina) tak pernah difungsikan sejak dibangun tahun 2009 lalu. Pasalnya, jembatan itu tak pernah diselesaikan hingga kini. Padahal hanya jembatan ini satu-satunya penghubung ke desa itu. Alhasil, jembatan itu mubazir hingga kini, dan penduduk desa tetap harus […]

  • Sekretaris Komisi III DPRD Madina Nasrul Hilmi Nasution Ternyata Sering Absen Dalam Agenda Dewan

    Sekretaris Komisi III DPRD Madina Nasrul Hilmi Nasution Ternyata Sering Absen Dalam Agenda Dewan

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): Ketidak hadiran Sekretaris Komisi III DPRD Madina Nasrul Hilmi Nasution dalam sejumlah agenda kerja Dewan sedang jadi sorotan. Sudah hampir setahun sejak dilantik jadi anggota DPRD Madina dari Partai Golkar Nasrul Hilmi Nasution nyaris tidak pernah mengikuti agenda resmi DPRD seperti sidang paripurna. Dan baru baru ini Komisi III DPRD […]

expand_less