Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Jaminan Keselamatan Warga Tak Jelas, Tan Gozali Desak SMGP Tutup

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 8 Mar 2021
  • print Cetak

Tan Gozalil

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – KNPI Mandailing Natal tetap besikap agar PLTP Sorik Marapi ditutup sebelum ada jaminan keselamatan bagi rakyat sekitar.

Selain itu, konpensasi kepada korban tersisa yang terdampak tragedi keracunan tanggal 25 Januari 2021 menjadi perhatian Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Mandailing Natal (Madina)

Dalam siaran persnya diterima Mamdailng Online, Senin (8/3/2021) Ketua KNPI Madina, Tan Gozali Nasution yang juga merupakan putera daerah di WKP PT SMGP itu menyampaikan kekecewaannya terhadap pihak perusahaan yang dinilai hanya mau mengejar keuntungan saja tanpa peduli bagaimana kondisi psikis, kesehatan, dan perekonomian masyarakat pasca insiden tersebut.

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sorik Marapi dikelola PT SMGP (Sorik Marapi Geothermal Power).

KS Orka berbasis di Singapura merupakan usaha patungan antara Hugar Orka ehf, sebuah perusahaan Islandia dan Zhejiang Kaishan Compressor Co., Ltd (Kaishan) yang tercatat di bursa saham Shenzhen, Cina. 

Saham PT SMGP dimiliki KS Orka setelah mengakuisisi 100 persen kepemilikan OTP Geothermal Pte Ltd (OTP) dari Origin Energy Geothermal Singapore Pte Ltd (Origin Energy) dan Tata Power International Pte Ltd (Tata Power) di SMGP tahun 2016 lalu.

“Insiden 25 Januari mengakibatkan 5 warga meninggal dunia dan puluhan orang  dilarikan ke Rumah Sakit. Ini kasus terbesar dalam ruang lingkup PLTP yang katanya ramah lingkungan. Dan ingat! Meski perdamaian telah disepakati, untuk persoalan kompensasi kepada korban luka yang pernah dirawat Rumah Sakit itu juga belum semuanya dituntaskan oleh SMGP,” ucap pria kelahiran Desa Roburan Lombang, Panyabungan Selatan ini.

“Selain itu, permohonan warga kepada pihak perusahaan untuk mengganti kerugian masyarakat selama 20 hari karena tidak bisa melakukan aktivitas juga belum disahuti sampai sekarang. Bayangkan berapa kerugian masyarakat khususnya petani yang terpaksa meninggalkan mata pencahariannya,” sambung Tan Gozali.

Dan lagi, menurut pria yang akrab disapa Tan ini, salah satu poin terpenting dalam persoalan ini adalah tidak adanya jaminan keselamatan terhadap warga.

“Dan juga sangat kita sayangkan, sampai saat ini kita lihat perusahaan belum bisa  memberikan jaminan keselamatan warga yang bermukim di sekitar SMGP, akan tetapi izin beraktivas kembali sudah terbit. Jaminan keselamatan warga adalah hal yang sangat urgen dan mutlak dipenuhi oleh perusahaan, karena hal itu adalah hukum tertinggi menurut kita,” bebernya lagi.

“Hal yang sanga krusial ini menurut kita harus dibuat dalam surat perjanjian antara perusahaan, pemerintah dan warga agar tidak terulang lagi kejadian yang mengakibatkan korban meninggal dunia.  Jika belum ada perjanjin tertulis saya kira lebih baik pihak management SMGP berpikir untuk menutup aktivitasnya,  atau pindah lokasi ke tempat yang jauh dari aktivitas warga. Karena kami tidak ingin mati konyol,” desak Tan.

“Ini adalah tanah leluhur kami, tempat dimana kami dilahirkan dan tumbuh kembang, wajar jika kami memilki hak veto untuk menolak investasi yang menurut kami belum memiliki komitmen yang jelas dengan keselamat kami.Karena kejadian ini bukan pertama kalinya, masih ada kasus kebocoran pipa dulu, belum lagi meninggalnya dua santri,” tegasnya.

“Dan catat, kami warga yang ada di sekitar ring SMGP ini tidak akan berhenti melakukan upaya pembelaan terhadap hak kami. Karena sampai saat ini kami masih trauma kejadian yang sama akan terjadi disuatu hari nanti. Dan sampai saat ini belum ada yang bisa menjamin hal itu,” pungkas Tan mengakhiri. (rel)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pesantren Musthofawiyah Tak Akui Alumni Yang Deklarasi Jokowi

    Pesantren Musthofawiyah Tak Akui Alumni Yang Deklarasi Jokowi

    • calendar_month Rabu, 13 Feb 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Deklarasi mendukung Jokowi oleh sekitar 700 massa yang mengatasnamakan Alumni Musthofawiyah Nahdiyin di Panyabungan, berbuntut panjang. Deklarasi yang dihadiri menantu Jokowi, Bobby Nasution berlangsung di lapangan Aek Galoga, Panyabungan, Mandailing Natal, Sumut, Rabu (13/2/2019) itu menuai protes dari Keluarga Abituren Musthafawiyah, organisasi resmi alumni Pesantren Musthofawiyah. Ketua Lembaga Bantuan Hukum DPP […]

  • KPK Geledah Rumah Keluarga Surung

    KPK Geledah Rumah Keluarga Surung

    • calendar_month Selasa, 4 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggeledah salah satu rumah mewah di Medan, Senin (3/6). Rumah itu diketahui milik keluarga pengusaha Surung Panjaitan, di Jalan KH Ahmad Dahlan No.9 Medan. Surung Panjaitan merupakan salah satu tersangka dugaan suap senilai Rp1 miliar kepada Bupati Madina (tersangka), terkait dugaan korupsi dana BDB di Pemkab Madina yang […]

  • Inilah Rumah Orangtua Mochtar Lubis di Kotanopan, Mandailing, Sumut

    Inilah Rumah Orangtua Mochtar Lubis di Kotanopan, Mandailing, Sumut

    • calendar_month Jumat, 26 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Selama ini publik Indonesia mengatahui Mochtar Lubis lahir di Padang, Sumatera Barat. Tak banyak yang tahu bahwa sastrawan dan jurnalis pejuang ini berdarah bangsawan Mandailing. Pun, sangat sedikit yang tahu rumah orangtua Mochtar Lubis. Ternyata rumah itu berada di Kotanopan, Mandailing Julu, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. “Kaget ketika akhirnya saya berada di rumah […]

  • Mantan Kapolri Jenderal Kunarto Tutup Usia

    Mantan Kapolri Jenderal Kunarto Tutup Usia

    • calendar_month Rabu, 28 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA : Mantan Kepala Kepolisian RI Jenderal (Purn) Kunarto meninggal dunia di Rumah Sakit Internasional Surabaya, Rabu pada pukul 04.00 WIB. “Rencananya almarhum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata sekitar pukul 14.00 WIB,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas), Brigjen Pol Ketut Untung Yoga Ana di Jakarta, Rabu 28 September 2011. Almarhum Kunarto adalah […]

  • Sejarah Toge Taing Tumpat

    Sejarah Toge Taing Tumpat

    • calendar_month Rabu, 3 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    Pernah Dicicipi Amin Rais PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Siapa tak kenal toge Panyabungan. Toge ini mashur bukan saja bagi masyarakat Mandailing Natal, tetapi juga terkenal di Sumatera Utara. Salah satu toge Panyabungan yang populer adalah toge Taing Tumpat. Bahkan tokoh nasional, Amin Rais pernah singgah di sini. Toge Panyabungan adalah makananan sejenis kolak campuran dari […]

  • Batang Pungkut Green: Programn CI di Madina Tak Berdampak

    Batang Pungkut Green: Programn CI di Madina Tak Berdampak

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Batang Pungkut Green Concervation (BPGC) mendesak Pemkab Mandailing Natal (Madina) mengevaluasi MoU antara Pemkab Madina dengan Causeruation International (CI). Paslanya, sudah tiga tahun MoU (Memorandum of Understanding) itu ditandatangani kedua pihak, kegiatan yang dilakukan CI belum memberikan kontribusi apapun terhadap masyarakat Madina. Koordinator BPGC, Syafruddin Lubis kepada wartawan, Senin (6/1/2014) di […]

expand_less