Kamis, 16 Apr 2026
light_mode

PARRODANG: BERTAHAN SEPANJANG ZAMAN

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 12 Okt 2015
  • print Cetak

Catatan : Holik Nasution

Parrodang, begitu ia disebut. Pekerjaan ini identik dengan para pencari ikan di kawasan Rodang Tinapor, hamparan rawa besar.

Rodang ini membentang mulai dari Desa Huraba, Siabu, Bonandolok, Simangambat, Hutapuli dan batas muara Batang Gadis di sebelah barat (Mandailing Natal) hingga ke batas Sayur Matinggi di sebelah utara (Tapanuli Selatan).

Selain menjadi sarang nyamuk malaria, sebagaian kawasan Rodang ini juga menjadi lahan pertanian yang subur serta menjadi sumber resapan air. Pertemuan dua sungai besar, yakni Sungai Batang Gadis dan Sungai Batang Angkola,  membentuk  kawasan  rawa yang sangat luas. Karena itu juga menjadi sumber ikan rawa yang khas. Tak banyak yang tahu bahwa suplai ikan sungai untuk wilayah Siabu, Panyabungan, dan Padangsidimpuan, berasal dari kawasan ini.

Berbagai jenis ikan rawa mudah ditemukan di sini, misalnya Aruting, Tingkalang, Limbat, Inggit-inggit, Tawes, Capet dan Tunggu Lubuk. Kadang-kadang ada juga ikan air tawar yang berasal dari ekosistem sungai, misalnya Ikan Mas,  Siruan, Aporas, dan Sulum. Ikan jenis ini diduga berasal dari kedua sungai besar tadi.  Kawasan ini, karena sedemikian pentingnya, ada di peta kolonial. Tapi tentu tak ada di peta daerah Mandailing Natal.

Ratusan keluarga dari desa-desa sekitar memperoleh rezeki di Rodang, baik sebagai petani sawah, palawija, kebun (di daratan yang tak tergenang) dan tentu sebagai pencari ikan (yang tergenang). Lahan-lahan non rawa yang membentang ratusan hektar merupakan lahan yang subur karena kekayaan unsur hara yang dibawa banjir kedua sungai utama.

Banjir memang menjadi musuh utama petani. Masa akhir tahun ketika curah hujan sangat tinggi, celah sempit di Lumpatan Harimau tidak mampu lagi menampung debit air untuk disalurkan ke hilir. Air Sungai yang meluap melimpah di kawasan ini, membentuk genangan besar ratusan hektar. Banjir ini yang membuat panen gagal dan hanyut terbawa banjir. Sudah menjadi tradisi tahunan seperti itu.

Tetapi bersamaan dengan datangnya banjir, beberapa ikan melimpah dari kedua sungai. Dan saat banjir kering, petani ikan akan membawa tangkapan yang banyak.  Perahu nelayan rawa ini akan berseliweran menyusuri celah-celah rawa yang sempit sambil membawa alat penangkap ikan yang berbagai rupa: jaring, keramba, lobu-lobu, dan sebagainya.

Semakin surut air, semakin mudah menangkap ikan, karena ikan terperangkap dalam genangan-genangan rawa. Hanya dalam satu kubangan kecil bisa ditemukan berkilo-kilo ikan dalam berbagai ukuran. Ikan aruting misalnya ada yang sampai seberat 5 – 10 kilogram per ekor. Ikan tangkapan ini yang dijual di desa-desa sekitar Kecamatan Siabu setiap pagi dan sore, atau oleh pedagang tertentu dijual  di  pasar  Panyabungan hingga Padangsidimpuan.

Pekerjaan menangkap ikan ada yang dilakukan malam hari. Ketika hari telah gelap, nelayan mendayung perahunya menyusuri rawa, sambil membawa lampu teplok, bubuh, kail, dan alat penangkap ikan lainnya.  Rawa yang penuh ular berbisa dan binatang buas lainnya, tentu bukan hal yang jarang lagi.

Para nelayan harus melintas di bawah rindangnya pohon yang dahannya tepat di atas lintasan perahu, acapkali berpapasan dengan ular paling berbisa. Bahkan beberapa jenis ular yang menyukai cahaya, segera berlari ke lampu teplok di depan perahu, atau melintas di atas perahu. Dalam kondisi begitu, nelayan sering harus melompat dari atas perahu, berenang tanpa alat penerang, atau menghabiskan malam di atas pohon menunggu pagi. Tapi ada kalanya, kalau rezeki sedang baik, para nelayan bisa membawa tangkapan berkilo-kilo, cukup untuk menutupi biaya kebutuhan hidup dua-tiga hari.

Pagi mereka pulang, mendayung perahu ke pangkalan, lalu minum kopi dan makan lontong di bawah rumpun bambu yang menjadi tambatan perahu. Senda gurau di kedai kopi itu seolah tak ada kesan baru saja menjalani pekerjaan yang bertarung nyawa.  Belasan nelayan duduk di sana sambil menunggu matahari terbit, yang lain di kedai yang ada di sisi lain. Tangkapan pagi hari itu yang dijual di pasar-pasar kecamatan mulai dari Sihepeng, Simangambat, Siabu, Sinonoan, Malintang, Mompang, dan Panyabungan. Beberapa ditampung untuk di jual di Padangsidimpuan.

Ada juga yang menangkap ikan pada siang hari. Begitu sampai di pangkalan perahu, mereka minum kopi sebentar sambil menunggu panas.  Lalu satu dua nelayan mulai mendayung perahu menyusuri rawa. Sore mereka kembali membawa hasil tangkapan.  Lalu kembali ke pangkalan sambil  minum kopi menunggu maghrib.   Hasil  tangkapan siang itu yang akan dijual di pajak-pajak pagi tradisional di desa-desa sekitar.

Kehidupan seperti itu yang mereka jalani sejak berpuluh atau mungkin ratusan tahun yang lalu. Mereka adalah kelompok sosial yang nyaris tak pernah digubris, padahal mereka yang sepanjang tahun mensuplai kebutuhan ikan tawar di daerah ini.  Jangan sebut bantuan,  mereka tidak pernah dicatat sebagai petani ikan.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pj Bupati Madina Tepungtawari Calhaj Dinas Pendidikan

    Pj Bupati Madina Tepungtawari Calhaj Dinas Pendidikan

    • calendar_month Senin, 4 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Pj Bupati Mandailing Natal (Madina) Ir Aspan Sofian Batubara MM menepungtawari pegawai Dinas Pendidikan yang akan berangkat menunaikan ibadah haji di di Gedung Serba Guna Parabungan, Kecamatan Panyabungan, Ahad (03/10/2010). Kepala Dinas Pendidikan Madina Drs Musaddad Daulay MM dalam sambutannya mengatakan, tepung tawar bagi pegawai Dinas Pendidikan dan guru-guru yang berangkat menunaikan ibadah haji […]

  • Pemerintah Jamin Keamanan Kapal Penjemput TKI

    Pemerintah Jamin Keamanan Kapal Penjemput TKI

    • calendar_month Sabtu, 23 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Serang – Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono mengatakan pemerintah menjamin keamanan pelayaran kapal penjemput para TKI “overstay” di Arab Saudi, karena dikawal anggota Marinir dan Kopassus sehingga bebas dari kemungkinan pembajakan. “Kapal pengangkut TKI tersebut dikawal ketat anggota Kopassus dan Marinir, kita berharap dan berdoa mudah-mudahan saudara-saudara kita selamat sampai tanah air,” […]

  • Rapper Asal Amerika Ini Temukan Kedamaian dalam Islam

    Rapper Asal Amerika Ini Temukan Kedamaian dalam Islam

    • calendar_month Jumat, 4 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    “Aku memiliki segalah hal, ketenaran, uang, wanita , rumah mewah dan semua yang diinginkan dalam hidup. Tapi aku masih saja tidak senang. Aku tak dapat menemukan kedamaian jiwa,” ujar Mutah Beale Wassin Shabazz, seorang anggota grup hip-hop Outlaw binaan rapper ternama Amerika,Tupac Shakur. Ketenaran dan kekayaan tak membuat rapper dengan nama panggung Naopleon itu bahagia. […]

  • Ketika Fir’aun Berkuasa

    Ketika Fir’aun Berkuasa

    • calendar_month Jumat, 18 Mei 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Ketika Fir’aun berkuasa, dirinya dikelilingi pemuka agama, konglomerat, dan juga para penjaga keamanan. Ketika Fir’aun berkuasa, di sisi kanannya ada Bal-am bin Ba’ura. Bal-am adalah seorang pemuka agama, yang dengan penguasaannya atas dalil-dalil agama di zamannya, dia memutar-mutar lidahnya demi membenarkan semua tindakan Fir’aun dan dengan kejinya menuding orang-orang yang memperjuangkan kebenaran sebagai penjahat […]

  • Hut Bhayangkara : " Dalam Perjalanannya Polri Hadapi banyak Tantangan

    Hut Bhayangkara : " Dalam Perjalanannya Polri Hadapi banyak Tantangan

    • calendar_month Rabu, 4 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kapuas (MO) – Upacara memperingati HUT Bhayangkara ke 66 pada Minggu 1/7 kemarin yang dilaksanakan Polres Kapuas berlangsung dengan khidmat. Selain dihadiri Bupati Kapuas Ir. HM Mawardi MM beserta unsur pimpinan Muspida juga dihadiri sejumlah kepala SKPD, para purnawirawan Polri, tokoh masyarakat, Organisasi masyarakat dan sejumlah anggota LSM. Kapolri Jenderal Timur Pradopo dalam amanatnya yang […]

  • 2012, PMII Tingkatkan Kualitas Kader

    2012, PMII Tingkatkan Kualitas Kader

    • calendar_month Kamis, 26 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA-Di tahun 2012 ini, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII PMII) Madina berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kader. Hal ini merupakan tuntutan organisasi. Selain itu, peningkatakan kualitas dan kuantitas kader ini juga merupakan jawaban dari berbagai tudingan, bahwa dalam berbagai kegiatan di luar program PMII Madina kader-kader PMII ditunggangi oleh sejumlah pihak. Demikian […]

expand_less