Selasa, 14 Jul 2026
light_mode

Yuliani, Siswi yang Diduga Kesurupan Sudah Membaik, Ingin Sekolah Lagi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 13 Des 2010
  • print Cetak


SIDIMPUAN- Yuliani, siswi SMPN 1 Padangsidimpuan (Psp) kelas 8-7, warga Gang Sado, Kelurahan Wek V, Kecamatan Psp Selatan, Kota Psp, yang diduga kesurupan di sekolahnya, kondisinya sudah mulai membaik, Minggu (12/12). Saat kejadian itu, Sabtu (11/12) siang, Yuliani mengaku tidak ingat apa-apa.

“Saya sudah bisa sekolah, dan Senin (13/12), saya akan masuk sekolah karena sudah sehat. Waktu itu saya tidak ingat apa-apa,” ujarnya tersenyum malu-malu.

Ibu Yuliani, Hotmasari (40) menjelaskan, saat dibawa berobat ke paranormal di Kampung Marancar sekitar setengah jam lamanya, putrinya sudah sadar. Namun, kondisi fisik Yuliani masih lemah. Pagi harinya, Yuliani sudah segar kembali.

Ketika ditanyakan apakah pihak sekolah sudah ada datang melihat kondisi putrinya, Hotmasari menjawab, guru putrinya tersebut sudah ada yang datang, Minggu (12/12).

“Gurunya sudah datang satu orang dan menyampaikan permintaan maaf Kepala SMPN 1 Psp, hanya itu saja,” terangnya.

Kepala SMPN 1 Psp, Syamsu Rijal yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Minggu (12/12), untuk menanyakan perihal kondisi siswinya yang diduga kesurupan, hanya berkomentar singkat.

“Saya sudah lihat, terima kasih,” kata Syamsu. Saat METRO ingin menanyakan hal yang lainnya, telepon selulernya langsung dimatikan.

Kemudian METRO mencoba menelepon lagi dengan pertanyaan sudah bagaimana kondisi siswinya tersebut, dan bagaimana tindakan yang dilakukan sekolah, Kasek menjawab, “Saya sudah suruh guru untuk melihat ke rumahnya, namun saya belum tahu kabarnya.” Ketika METRO ingin menanyakan hal lainnya, Syamsu langsung mematikan ponselnya.

Sementara itu, pengamat politik dan sosial, Arman Badrisah Hasibuan kepada METRO, Minggu (12/12), sangat menyayangkan sikap pihak sekolah yang kurang merespon terhadap kejadian yang dialami siswa didiknya saat kejadian itu. Padahal, SMPN 1 Psp merupakan sekolah standar nasional (SSN) yang menjadi panutan buat sekolah lainnya.

Hal senada dikatakan Ketua Pekerja Sosial (Peksos) Tabagsel, Baun Aritonang. “Pasti akan ada sorotan dari masyarakat, bagaimana kalau kejadian itu menimpa kita atau saudara kita, dan pastinya gejolak ini akan menimbulkan pandangan buruk terhadap sistem dunia pendidikan di Psp apalagi SMPN 1 adalah SSN. Wajar jika masyarakat berharap besar terhadap sekolah ini,” ujarnya.

Dirinya juga menyayangkan sikap kepala sekolah yang tidak respon terhadap permasalahan siswanya sendiri. Padahal, menurutnya selama siswa masih di dalam sekolah dan pada jam belajar menjadi tanggung jawab pihak sekolah.

Ketua Komisi I DPRD Psp, Khoiruddin Rambe menuturkan, dirinya sangat menyayangkan minimnya tanggung jawab yang bisa ditunjukkan oleh pihak sekolah dalam hal ini khususnya kepala sekolah sebagai penanggung jawab.

Dirinya mengharapkan ketegasan dari Kadisdik Psp dan juga Wali Kota Psp dalam menyikapi hal ini agar kejadian yang sama tidak terulang lagi ke depannya di dunia pendidikan Kota Psp.

Ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPRD Psp, H Khoiruddin Nasution menegaskan, apapun kejadian yang terjadi di dalam lingkungan sekolah adalah tanggung jawab pihak sekolah.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Hukum, Rahuddin Harahap mengatakan, dirinya belum mengetahui hal tersebut. Namun, dirinya akan menyampaikannya kepada Wali Kota Psp dan akan meminta penjelasan secara langsung dari Kadisdik Psp.

Sementara itu salah satu anggota Baperjakat Psp, Drs Khairul Alamsyah yang juga Asisten III Pemko Psp menambahkan, dalam hal penempatan pejabat biasanya diawali dari usulan dari SKPD bersangkutan untuk kemudian diserahkan ke Baperjakat untuk digodok mengenai kelayakan calon yang hendak diangkat.

“Biasanya kita lihat dulu latar belakangnya selama ini sebagai PNS. Jadi di Baperjakat itu hanya melihat layak atau tidak layaknya. Kalau dasarnya ya usulan dari SKPD bersangkutan, kita hanya melihat layak atau tidak layaknya saja,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Yuliani diduga kesurupan di sekolahnya, Sabtu (11/12) sekira pukul 11.00 WIB. Namun, hampir selama 20 menit, siswi yang tinggal di Kelurahan Wek V, Kecamatan Psp Selatan tersebut tidak ditemani pihak sekolah dan guru melainkan hanya bersama ortunya di musholla sekolah. (phn)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Baru 2 Kadidat Ambil Formulir Cakada Dari Partai PDIP Madina

    Baru 2 Kadidat Ambil Formulir Cakada Dari Partai PDIP Madina

    • calendar_month Jumat, 3 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – sejak 25 April 2024 lewat, Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Mandailing Natal telah membuka pendaftaran Calon Kepala Daerah (Cakada) dan Wakil Calon Kepala Daerah (Wacakada) Madina 2024. sampai hari ini tercatat baru 2 Cakada yang ambil formulir. Hal ini diakui Sekretaris DPC PDIP Madina Khoirul pada Mandailing Online […]

  • Penambang Emas Liar Marak di Nagajuang

    Penambang Emas Liar Marak di Nagajuang

    • calendar_month Selasa, 10 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Penambangan liar (ilegal mining) semakin menggila maraknya di Madina. Setelah beberapa tahun ini dilakoni ribuan orang di Kecamatan Hutabargot, penambangan emas tanpa izin ini juga marak di Nagajuang. Informasi yang didapat Metro, banyak dari penambang di Hutabargot yang pindah ke Nagajuang, tepatnya di Sambung Desa Humbang 1, Nagajuang. Tapi, penambang yang pindah ini banyak dari […]

  • Operasional RSU Panyabungan Panatapan Ditarget Tahun Ini

    Operasional RSU Panyabungan Panatapan Ditarget Tahun Ini

    • calendar_month Kamis, 27 Mar 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal Saipullah Nasution menegaskan pada masa awal pemerintahannya bersama Wabup Atika Azmi Utammi Nasution RSUD Panyabungan di Panatapan wajib difungsikan tahun ini. “Ini tidak ditunda-tunda lagi, wajib harus ditempati di tahun 2025 ini,” lanjut bupati usai meninjau rumah sakit tersebut didampingi Asisten II Ahmad Meinul Lubis, Direktur dr. […]

  • Bupati Madina : 78 Tahun RI Pemerintah dan Masyarakat Harus Evaluasi Diri

    Bupati Madina : 78 Tahun RI Pemerintah dan Masyarakat Harus Evaluasi Diri

    • calendar_month Jumat, 18 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online )-Usai melalui rangkaian kegiatan memperingati HUT ke 78 RI, Pemerintah Daerah Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) pagi ini Jum’at 18/8/2023 melaksanakan zikir bersama sebagai bentuk rasa syukur atas terlaksananya seluruh rangkaian kegiatan 17 san di daerah ini. Zikir dan Do’a berlangsung di Masjid Nur Alan’nur Aek Godang Panyabungan yang diikuti Pelajar, […]

  • DALIHAN NA TOLU

    DALIHAN NA TOLU

    • calendar_month Selasa, 1 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Askolani Nasution Budayawan Mandailing Hubungan kekerabatan antar individu dalam masyarakat Mandailing tercermin dalam konsep Dalihan Na Tolu. Segala aktivitas sosial budaya indovidu tidak dapat dipisahkan dari ikatan kekerabatan ini. Konsep ini diyakini asli kreasi nenek moyang Mandailing karena tidak ditemukan padanannya dalam budaya manapun. Mereka meyakini bahwa konsep Dalihan na Tolu dapat membentuk […]

  • Kecewa Kondisi Jalan, Warga Bertanam dan Beternak Di Badan Jalan

    Kecewa Kondisi Jalan, Warga Bertanam dan Beternak Di Badan Jalan

    • calendar_month Rabu, 20 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 5Komentar

    Gambar aksi warga Panyabungan Barat di badan jalan LONGAT (Mandailing Online) – Warga Kecamatan Panyabungan Barat, Mandailing Natal (Madina) menanam pohon pisang, padi dan beternak bebek di badan jalan raya menuju kecamatan tersebut, Selasa (19/11/2013). Aksi itu mereka lakukan akibat rasa kecewa terhadap kondisi jalan yang hancur sepanjang sekira 6 kilo keter dari titik Desa […]

expand_less