Senin, 2 Mar 2026
light_mode

Hanya Dengan Islam Kebangkitan Pribumi Dapat Diraih

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2020
  • print Cetak

Oleh : Nahdoh Fikriyyah Islam
Dosen dan Pengamat Politik

 

Ketua Front Pribumi Ki Gendeng Pamungkas (KGP) mengatakan telah terjadi pengusiran TKA China di beberapa daerah.

Hal tersebut indikasi kebangkitan pribumi karena telah berani memperjuangkan haknya.

KGP berpendapat, rakyat akan terus mengusir TKA Cina karena menganggap kedatangan mereka sebagai penjajahan terhadap bumi pertiwi.

KGP menilai, pribumi akan terus melawan terhadap TKA Cina dan itu tidak termasuk rasis. Sebab menurutnya yang ingin dipertahankan pribumi adalah kedaulatan bangsa Indonesia dan menikmati kekayaan negeri sendiri.

KGP mendesak pemerintah untuk mengutamakan pribumi dalam setiap kebijakan. Ia juga menandaskan bahwa TKA China selalu berlindung di balik aturan yang ada. Dan pemerintah harus segera menghilangkan peraturan yang menguntungkan TKA China.(idtoday.co. 06/05/2020).

Pernyataan Ki Gendeng Pamungkas tersebut layak diapresiasi. Sebab ia telah berani mengoreksi kebijakan pemerintah yang menurutnya merampas hak pribumi dan menjamin TKA China. Tidak semua pimpinan ormas berani seperti Ki Gendeng mengkritik pemerintah sebab takut akan masuk buih.

Meskipun demikian, pernyataan Ki Gendeng masih perlu diluruskan agar masyarakat memahami dengan benar makna kedaulatan dan kebangkitan yang shahih bukan sekedar kebangkitan emotional yang sifatnya sementara.

Pertama, aksi pengusiran TKA China yang terus berdatangan ke Nusantara layak diberikan apresiasi sebab perasaan memiliki tanah air dan menjaganya dari rongrongan penjajah adalah sesuatu yang diharuskan.

Selayaknya memang seperti itulah sikap yang benar ketika menghadapi penjajah yang datang untuk merampas dan menguasai aset bangsa. Apalagi banyak kabar beredar bahwa TKA China yang berdatangan tidak sembarang warga biasa. Bukankah baru-baru ini mereka diketahui membawa bahan persenjataan? Untuk apa warga biasa membawa benda-benda tersebut ke negara orang?

Kedua, hal yang sangat disayangkan ketika hanya rakyat biasa dan ormas tertentu yang tidak punya kekuatan dana jabatan yang peduli pada nasib bangsa ini dari penjajah China. Sementara para penguasa duduk diam dan membiarkan mereka masuk hingga melindungi dengan kebijakan yang diterbitkan.

Entah pemikiran apa yang membuat penguasa dan rezim ini begitu menganakemaskan TKA dan imigran Cina. Tetapi apalah daya, sebagian pejabat negeri ini duduk di kursi kekuasaan karena bantuan dukungan dan modal cukong kapitalis China. Ditambah utang luar negeri yang sangat besar membuat politik saling sandera terus berlajut.

Ketiga, sangat mungkin sekali kedaulatan negeri ini akan hilang jika para imigran dan TKA asing maupun China berbondong-bondong masuk ke Nusantara dan dilindungi serta dipenuhi kebutuhannya oleh pemerintah. Sementara pribumi terus gigit jari. Mereka kelak akan mendapatkan keistimewaan undang – undang untuk berpartisipasi terlibat dalam urusan politik dalam negeri. Kenapa tidak? Bukankah mereka punya modal untuk membeli idealisme siapapun yang harus materi agar menggadaikan tanah airnya?

Keempat, kebangkitan pribumi yang disampaikan oleh Ki Gendeng Pamungkas karena berani mengusir TKA China sebenarnya belumlah bisa menjadi indikator kebangkitan yang shahih untuk negeri ini. Sebab, masih bersifat untuk kepentingan parsial. Faktanya, begitu banyak imigran yang masuk ke negara ini misalnya dari kapitalis Barat, tetapi rakyat tidak merasa terusik sebagaimana China hadir belakangan ini. Padahal baik pendatang Barat maupun China keduanya sama-sama bengis dan punya tujuan yang sama, yakni menjajah.

Jika berbicara tentang kebangkitan, maka kebangkitan yang shahih adalah kebangkitan dari dasar keyakinan. Sebagai bangsa yang mayoritas muslim, maka aqidah Islam harus dijadikan sebagai dasar kebangkitan. Sebab dengan aqidah Islam, masyarakat Indonesia akan memiliki kesadaran penuh bahwa yang mampu melawan penjajah kapitalis adalah ideologi Islam. Ideologi tandingannya haruslah ideologi juga.

Islam bukan hanya sekedar agama ritual yang mengatur urusan manusia dengan Penciptanya secara vertikal. Namun Islam juga agama yang mengatur bagaimana cara membawa kebangkitan ditengah-tengah ummat hingga membawa pada kemenangan hakiki. Islam mengajarkan untuk merajut kekuatan dengan ukhuwah Islamiah dan menjadikan syariah sebagai hukum yang harus diterapkan dalam negara.

Islam adalah agama yang khas dan unik. Selain sebagai agama yang mengatur urusan ibadah, Islam adalah sebuah ideologi yang mampu membawa kebangkitan manusia juga suatu negara menuju kejayaan dan kedigdayaan. Oleh karena itu, kebangkitan menuju perubahan Indonesia yang berdaulat dimata dunia hanya bisa diraih dan dapat diwujudkan dengan Islam.

Tentu semua rakyat Indonesia menginginkan kemerdekaan hakiki tanpa dintervensi oleh negara asing. Harapan yang begitu besar agar para TKA China dan imigran Barat segera angkat kaki dari tanah tercinta ini menjadi impian bersama.

Oleh karena itu, agar semua tidak sebatas impian dan khayalan, agar pribumi dapat meraih kebangkitan hakiki, maka jadikanlah Islam sebagai modal untuk berjuang membebaskan negeri ini dari cengkraman kaum kolonialisme dan Neo imprealisme modern.

Kebangkitan yang didasarkan dari aqidah Islam dan kesadaran penuh oleh masyarakat, akan kembali membawa Indonesia meraih kedaulatannya dmata dunia. Indonesia akan menjadi negara yang disegani dan mandiri mengelola urusan dalam negeri tanpa campur tangan asing serta bebas utang luar negeri dengan menerapkan syariat Islam. Wallahu a’lam bissawab.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dialog Narkoba di Darul Mursyid

    Dialog Narkoba di Darul Mursyid

    • calendar_month Kamis, 15 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    TAPSEL (Mandailing Online) – Semua guru atau tenaga pengajar wajib tahu tentang narkoba, sebab masalah narkoba sudah merambah di semua lini kehidupan. Hal itu diutarakan Kasat Narkoba Polres Tapanuli Selatan, Rudi Candra, SH.MM saat mengadakan dialog interaktif di Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid pada 31 Juli 2013 lalu. ”Dialog interaktif diadakan untuk mengisi kekosongan […]

  • Pelantikan 183 Pejabat Madina di Halaman Masjid

    Pelantikan 183 Pejabat Madina di Halaman Masjid

    • calendar_month Rabu, 23 Mar 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak 183 pejabat Pemkab Mandailing Natal eselon III dan IV dilantik, Rabu (23/3/2022). Mereka dilantik oleh Wakil Bupati Mandailing Natal, Atika Azmi Utammi Nasution di halaman masjid agung Nur Ala Nur, Panyabungan. Hingga berita ini ditulis, wartawan belum mendapatkan nama-nama yang dilantik dari Badan Kepegawaian Daerah Mandailing Natal. Pejabat yang dilantik […]

  • Demo M3, Minta Ketua DPRD Madina Mundur

    Demo M3, Minta Ketua DPRD Madina Mundur

    • calendar_month Kamis, 9 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kejaksaa Juga Diminta Tuntaskan Kasus-kasus Korupsi   Panyabungan (MO)-Puluhan massa dari Gerakan Masyarakat Madina Care dan DPP Ikatan Mahasiswa Muslim Madina (M3) melakukan unjuk rasa ke DPRD Madina, Kamis (9/2) mengusung lima agenda yang menyangkut pemerintahan, mosi tak percaya kepada ketua DPRD Madina, PT.Sorikmas Mining, Geotermal dan kasus percetakan sawah. Massa yang berjumlah sekitar 60 […]

  • RAPBD Madina 2011 Dibahas

    RAPBD Madina 2011 Dibahas

    • calendar_month Senin, 3 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Setelah beberapa kali ditunda, sidang pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Mandailing Natal Tahun Anggaran 2011 mulai dibahas di Gedung Paripurna DPRD Madina, Selasa (28/12/2010). Rapat pembahasan RAPBD dibuka langsung oleh Ketua Banggar yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Madina As Imran Khaitami Daulay. Rapat pembahasan RAPBD dihadiri Anggota Banggar Wildan […]

  • Harga Karet Di Madina Bergerak Naik

    Harga Karet Di Madina Bergerak Naik

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Setelah lama harga karet alam membuat petani kalang kabut, kini harga terlihat bergerak naik. Pantauan wartawan di Kecamatan Kotanopan, Panyabungan dan Kecamatan Panyabungan Timur di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) penjualan getah karet di tingkat petani naik antara 800 hingga 1.000 rupiah per kilo gram. “Kita menjual karet hari ini […]

  • Madina Sudah Memproduksi Sejumlah Merek Bubuk Kopi

    Madina Sudah Memproduksi Sejumlah Merek Bubuk Kopi

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Saat  ini ada beberapa daerah penghasil bubuk kopi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), yakni Desa Simpang Banyak Kecamatan  Ulu Pungkut dengan merek dagang “Langgam Tama” Selain itu juga di desa Ulu Pungkut Kecamatan Kotanopan dengan merek “Torsijanggut” dan merek “Kopi Sakti”. Dan dari Panyabungan ada merek “Lopo Mandailing”. Selain itu […]

expand_less