Selasa, 14 Jul 2026
light_mode

Ketika Azan Mesjid Dikelilingi Pemilik Banyak Uang Tanjung Balai

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 2 Agt 2016
  • print Cetak

Kolom

Dahlan Batubara
Pemimpin Redaksi Mandailing Online

Dahlan Batubara

Dahlan Batubara

Ketika zaman kian menempatkan posisi uang di segala garis edar pergerakan manusia, maka mereka yang memiliki banyak uang akan mudah berenang di arus pergerakan aktivitas di peradaban bumi.

Ketika zaman kian menempatkan posisi uang sebagai energi nafas menggerakkan arus aktivitas manusia, maka si pemilik banyak uang akan lebih kuat perkasa menguasai jalur malur lalulintas pergerakan percaturan ekonomi.

Ketika zaman telah berada di garis edar industri, maka si pemilik uang banyak ternyata sudah berada dikemahiran berindustri dan berperdagangan. Sedangkan si pemilik sedikit uang masih tetap di kemahirannya memegang cangkul, jadi Satam, jadi kuli, jadi PNS, jadi tukang beca, jadi supir pribadi.

Ketika si pemilik sedikit uang tak berkemahiran berindustri dan berperdagangan, maka si pemilik sedikit uang itu akan menjauh dari garis edar perrezekian dunia indutsri dan perdagangan, pergi ke tempat sepi, tempat para manusia sedikit uang melanjutkan hidup. Mereka hanya mampu menonton kepulan asap cerobong industri dan menonton saban hari hilir mudik truk-truk angkutan barang industri.

Ketika para pemilik sedikit uang meninggal dunia, maka anak-anaknya akan menjual rumah itu kepada si pemilik banyak uang. Dan anak-anak si pemilik sedikit uang akan pergi menjauh ke tempat kumpulan  manusia-manusia pemilik sedikit uang, lalu membentuk komunitas kepemilikan sedikit uang. Mereka tetap menjadi komunitas pemegang cangkul, perkulian, per-PNS-an, pertukangbecaan, persupir pribadian atau berjualan jengkol di pasar kumuh.

Lalu, rumah-rumah dan tanah-tanah yang ditinggalkan anak-anak sedikit pemilik uang itu telah ditempati keluarga-keluarga pemilik banyak uang dan bertetangga dengan keluarga-keluarga pemilik sedikit uang yang belum terpaksa menjual rumah atau tanahnya. Maka, kampung itu telah berubah menjadi perkampungan orang kaya dan orang miskin.

Karena keluarga miskin itu masih banyak yang tinggal di kampung itu, maka mesjid mereka juga masih berdiri di kampung itu, mesjid yang didirikan puluhan tahun lalu atau ratusan tahun silam.

Para keluarga pemilik banyak uang itu tidak saja bertetangga dengan keluarga-keluarga pemilik sedikit uang, juga betetangga dengan mesjid, mesjid yang didirikan puluhan tahun lalu atau ratusan tahun silam.

Maka ketika lama-lama suara azan Subuh mulai mengganggu telinga para keluarga pemilik banyak uang itu, maka insiden Tanjung Balai di bulan Juli 2016 pun tak terhentikan.

Lalu, pemerintah berkata begini begitu, DPRD berkoar-koar, pengamat beradu argumentasi, polisi menangkapi. Mereka kata bahwa insiden ini tak harus begitu, solusinya yang begini. Tetapi, belum ada yang menyatakan bahwa harus ada aturan yang tegas agar si pemilik uang banyak tak membeli rumah di dekat toa mesjid agar ke depan peristiwa Tanjung Balai tak lagi terjadi.

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemda Dilarang Angkat Guru jadi Pejabat Struktural

    Pemda Dilarang Angkat Guru jadi Pejabat Struktural

    • calendar_month Selasa, 12 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Pemerintah daerah dilarang keras melakukan mutasi terhadap tenaga pendidik. Kepala daerah (Kada) juga diminta tidak menempatkan guru di jabatan struktural kecuali masih dalam ruang lingkup pendidikan seperti kadis pendidikan. Penegasan tersebut disampaikan Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (SesmenPAN-RB) Tasdik Kinanto menyikapi minimnya tenaga guru di daerah-daerah. “Bagaimana tidak […]

  • Atika: TNI Selalu Hadir Membantu Pemerintah Daerah

    Atika: TNI Selalu Hadir Membantu Pemerintah Daerah

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Padangsidimpuan (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina), Sumut Atika Azmi Utammi Nasution mengatakan TNI selama ini selalu hadir membantu pemerintah daerah dan masyarakat Bumi Gordang Sambilan. Kehadiran TNI ini, Atika, tidak hanya pada pesta demokrasi, tapi juga saat-saat masyarakat butuh bantuan. “Mulai dari penanganan covid, bencana alam, banjir bandang, pengamanan pilkada. Banyak […]

  • Uang Makan PNS Diganti Uang Tambahan Penghasilan

    Uang Makan PNS Diganti Uang Tambahan Penghasilan

    • calendar_month Minggu, 14 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BINJAI- Dihapuskannya uang makan untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kota Binjai ditanggapi beragam. Erlina Pulungan, Kepala Keuangan Pemko Binjai mengatakan uang makan bukan dihapuskan, tetapi diganti dengan uang tambahan penghasilan. “Semua uang makan PNS kita berikan, tapi semenjak tahun 2010, uang makan diganti dengan tambahan penghasilan,” ujar Erlina seraya menambahkan, tahun 2011 tidak ada […]

  • Inilah 14 CPNS yang ‘jadi’ lulus

    Inilah 14 CPNS yang ‘jadi’ lulus

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Pasca kisruhnya pengumuman penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintahan Kota Medan, Walikota Medan Rahudman Harahap berjanji akan transparan dan terbuka dalam rekrutmen yang diduga terjadinya kecurangan. Mantan Sekda Tapsel ini mengatakan, semua hasil ranking akan diumumkan kepada publik pada saat pengumuman nama-nama CPNS yang lulus testing. Namun, panitia seleksi penerimaan […]

  • Kasus DAK Dinas Pendidikan Madina, Mahasiswa “Adu Mulut” dengan Humas Kejatisu

    Kasus DAK Dinas Pendidikan Madina, Mahasiswa “Adu Mulut” dengan Humas Kejatisu

    • calendar_month Kamis, 18 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Puluhan mahasiswa yang berasal dari Mandailing Natal demo di Kejatisu menuntut penanganan secara hukum dugaan korupsi dana DAK TA 2020 di Dinas Pendidikan Mandailing Natal. Mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa Anti Korupsi dan Penindasan (Koman Koran) Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) Rabu (17/2/2021) itu mempertanyakan penanganan dan pengusutan secara […]

  • Pencurian Kator Camat Siabu, Data Server e-KTP Selamat

    Pencurian Kator Camat Siabu, Data Server e-KTP Selamat

    • calendar_month Senin, 13 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Peristiwa pencurian di kantor Camat Siabu, termasuk komputer yang memproses perekaman e-KTP, tidak mempengaruhi data e KTP. Karena server tempat menyimpan data tidak ikut dicuri. Kadis Kependudukan Catpil Sonnakertrans Muhammad Jamil, S.sos bersama Kabid Catpil Ibrahim Lubis kepada Mandailing Online, diruang kerjanya Senin (13/2) mengungkapkan bahwa data seluruh penduduk yang sudah melakukan […]

expand_less