Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Ketika Azan Mesjid Dikelilingi Pemilik Banyak Uang Tanjung Balai

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 2 Agt 2016
  • print Cetak

Kolom

Dahlan Batubara
Pemimpin Redaksi Mandailing Online

Dahlan Batubara

Dahlan Batubara

Ketika zaman kian menempatkan posisi uang di segala garis edar pergerakan manusia, maka mereka yang memiliki banyak uang akan mudah berenang di arus pergerakan aktivitas di peradaban bumi.

Ketika zaman kian menempatkan posisi uang sebagai energi nafas menggerakkan arus aktivitas manusia, maka si pemilik banyak uang akan lebih kuat perkasa menguasai jalur malur lalulintas pergerakan percaturan ekonomi.

Ketika zaman telah berada di garis edar industri, maka si pemilik uang banyak ternyata sudah berada dikemahiran berindustri dan berperdagangan. Sedangkan si pemilik sedikit uang masih tetap di kemahirannya memegang cangkul, jadi Satam, jadi kuli, jadi PNS, jadi tukang beca, jadi supir pribadi.

Ketika si pemilik sedikit uang tak berkemahiran berindustri dan berperdagangan, maka si pemilik sedikit uang itu akan menjauh dari garis edar perrezekian dunia indutsri dan perdagangan, pergi ke tempat sepi, tempat para manusia sedikit uang melanjutkan hidup. Mereka hanya mampu menonton kepulan asap cerobong industri dan menonton saban hari hilir mudik truk-truk angkutan barang industri.

Ketika para pemilik sedikit uang meninggal dunia, maka anak-anaknya akan menjual rumah itu kepada si pemilik banyak uang. Dan anak-anak si pemilik sedikit uang akan pergi menjauh ke tempat kumpulan  manusia-manusia pemilik sedikit uang, lalu membentuk komunitas kepemilikan sedikit uang. Mereka tetap menjadi komunitas pemegang cangkul, perkulian, per-PNS-an, pertukangbecaan, persupir pribadian atau berjualan jengkol di pasar kumuh.

Lalu, rumah-rumah dan tanah-tanah yang ditinggalkan anak-anak sedikit pemilik uang itu telah ditempati keluarga-keluarga pemilik banyak uang dan bertetangga dengan keluarga-keluarga pemilik sedikit uang yang belum terpaksa menjual rumah atau tanahnya. Maka, kampung itu telah berubah menjadi perkampungan orang kaya dan orang miskin.

Karena keluarga miskin itu masih banyak yang tinggal di kampung itu, maka mesjid mereka juga masih berdiri di kampung itu, mesjid yang didirikan puluhan tahun lalu atau ratusan tahun silam.

Para keluarga pemilik banyak uang itu tidak saja bertetangga dengan keluarga-keluarga pemilik sedikit uang, juga betetangga dengan mesjid, mesjid yang didirikan puluhan tahun lalu atau ratusan tahun silam.

Maka ketika lama-lama suara azan Subuh mulai mengganggu telinga para keluarga pemilik banyak uang itu, maka insiden Tanjung Balai di bulan Juli 2016 pun tak terhentikan.

Lalu, pemerintah berkata begini begitu, DPRD berkoar-koar, pengamat beradu argumentasi, polisi menangkapi. Mereka kata bahwa insiden ini tak harus begitu, solusinya yang begini. Tetapi, belum ada yang menyatakan bahwa harus ada aturan yang tegas agar si pemilik uang banyak tak membeli rumah di dekat toa mesjid agar ke depan peristiwa Tanjung Balai tak lagi terjadi.

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keributan Kerap Terjadi di Areal Tambang Emas Liar

    Keributan Kerap Terjadi di Areal Tambang Emas Liar

    • calendar_month Rabu, 23 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Penambangan emas liar di perbukitan Kecamatan Huta Bargot, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), semakin marak. Tidak hanya merusak lingkungan, keberadaan tambang emas liar tersebut juga diprediksi bakal merenggut korban jiwa. Prediksi yang disampaikan warga tersebut, cukup beralasan. Sebab saat ini di lokasi tambang kerap terjadi keributan, akibat rebutan areal tambang. Mengantisipasi terjadinya keributan sesama penambang […]

  • Peserta UN SD/MI Se-Madina Tercatat 9.473 Siswa

    Peserta UN SD/MI Se-Madina Tercatat 9.473 Siswa

    • calendar_month Rabu, 6 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Berita) : Kabid Dikdas Pendidikan Madina Jamila, SH mengatakan Pendidikan milik bangsa dan tanggung jawab kita bersama baik itu pemerintah, masyarakat maupun orang tua. Maka dukungan yang seimbang dari ketiga unsur ini sangat dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah kita ini. Apalagi dalam menghadapi UN yang tidak lama lagi akan diselenggarakan secara serentak tutur […]

  • 15 Pemain PSMS Medan Tandatangani Kontrak

    15 Pemain PSMS Medan Tandatangani Kontrak

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Medan – Sebanyak 15 pemain resmi bergabung dengan tim PSMS Medan setelah melewati proses seleksi dan menandatangani kontrak dengan menajemen klub tersebut. CEO PSMS Medan Sunardi A. di Medan, Sumut, Jumat, mengatakan sebanyak 15 pemain telah setuju meneken kontrak dengan pihak manajemen, dan selanjutnya nama-nama tersebut didaftarkan ke PT.Liga Indonesia. “Ada enam pemain lagi yang […]

  • Christopher Shelton: Selesai Baca Alquran, Saya Menjadi Muslim

    Christopher Shelton: Selesai Baca Alquran, Saya Menjadi Muslim

    • calendar_month Selasa, 10 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Setiap harinya, Christopher Shelton mendengar teman-temannya tengah membahas Islam. Satu atau dua temannya memang seorang Muslim.  Itu terjadi ketika Shelton duduk di bangku sekolah. “Awalnya ada teman saya seorang Muslim bernama Raphael, ia bercerita banyak tentang Islam. Saat itu, saya belum tertarik mendengar bahasan itu,” ucap dia seperti dikutip arabnews.com, Rabu (4/12). Memasuki kelas sepuluh, […]

  • RSU Panyabungan Bau

    RSU Panyabungan Bau

    • calendar_month Jumat, 10 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Air Kosong di Kamar Mandi MADINA-Air di kamar mandi Rumah Sakit Umum (RSU) Panyabungan, Kabupaten Madina kosong. Akibatnya, seluruh ruangan di tempat bau busuk yang menyebabkan pasien dan keluarga pasien merasa resah dan merasa tidak nyaman. Amatan METRO, Kamis (9/2) sekitar pukul 11.00 WIB di beberapa kamar mandi RSU plat merah yang berada di Kelurahan […]

  • Makanan Kedaluwarsa Banyak Dijual Di Pasar Madina

    Makanan Kedaluwarsa Banyak Dijual Di Pasar Madina

    • calendar_month Minggu, 7 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Tim Pengawas Peredaran Barang dan Makanan (TPPBM) Padangsidimpuan merazia sejumlah toko makanan dan minuman, Kamis (4/8). Dalam razia tersebut, tim menemukan sejumlah produk susu yang rusak kemasannya. Sementara di Madina, Disperindagkop UKM dan Pasar menemukan makan kedaluwarsa yang masih dijual. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi dan UKM Padangsidimpuan (Psp) Islahuddin Nasution melalui Kabid Perdagangan […]

expand_less