Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Demo M3, Minta Ketua DPRD Madina Mundur

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 9 Feb 2012
  • print Cetak

Demo M3 ke DPRD Madina, 09/02/2012

Kejaksaa Juga Diminta Tuntaskan Kasus-kasus Korupsi

 

Panyabungan (MO)-Puluhan massa dari Gerakan Masyarakat Madina Care dan DPP Ikatan Mahasiswa Muslim Madina (M3) melakukan unjuk rasa ke DPRD Madina, Kamis (9/2) mengusung lima agenda yang menyangkut pemerintahan, mosi tak percaya kepada ketua DPRD Madina, PT.Sorikmas Mining, Geotermal dan kasus percetakan sawah.

Massa yang berjumlah sekitar 60 orang itu tiba di gedung dewan sekira pukul 11.00 WIB dipimpin Kordinator Aksi, Fauzan Helmi Rangkuti dan Kordinator Lapangan, Akhir Lubis dengan membawa berb agai poster. Sebelum ke DPRD, massa lebih dahulu berunjuk rasa ke sekretariat Pemkab Madina

Lima poin usungan adalah, pertama, meminta Kejatisu menuntaskan kasus dugaan korupsi pengucuran dana Rp.1,4 Milyar APBD Padangsidempuan TA 2007 yang diduga melibatkan Sekda Madina, Daud Batubara.

Kedua, meminta Ketua DPRD Madina As Imran Khaytami Daulay legowo dan mengundurkan diri dari jabatan sebagai ketua DPRD Madina karena adanya mosi tidak percaya 26 anggota DPRD Madina kepadanya, agar lebih tercipta lembaga DPRD Madina yang lebih bermartabat dan kondusif dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya.

“Mosi tidak percaya itu menurut kami representasi mayoritas masyarakat Mandailing Natal. Anggota dewan adalah dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat,” teriak orator, Fauzan.

Ketiga, meminta kejaksaan, Polres Madina menuntaskan kasus dugaan korupsi percetakan sawah di Desa Banjar Aur Utara, Sinunukan, Madina yang nilainya diduga mencapai Rp.2,25 Milyar yang bersumber dari APBN tahun 2011.

Keempat, meminta presiden RI, gubsu, bupati Madina menghentikan operasional PT.Sorikmas Mining dan PT.Sorik Marapi Geothermal Power sampai persoalan perusahaan itu selesai dengan masyarakat.

Kelima, meminta Bupati Madina Hidayat Batubara menjalankan pemerintahan yang anti KKN, karena saat ini merebak isu adanya dugaan suap dalam mutasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal.

Massa diterima anggota DPRD Madina, Jafar Rangkuti, Riyadi Husnan dan Iskandar Hasibuan. Anggota DPRD dihadapan massa menyatakan akan meneruskan aspirasi massa tersebut kepada pihak terkait dan akan jadi agenda bahasan di komisi-komisi dewan. (dab)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kader Ulama Perempuan, Jadi Solusi Kesejahteraan Hakiki?

    Kader Ulama Perempuan, Jadi Solusi Kesejahteraan Hakiki?

    • calendar_month Rabu, 3 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Riani,S.Pd.I Guru tinggal di Medan Topik mengenai perempuan dan anak selalu jadi perhatian dan hangat untuk diperbincangkan, salah satunya pemberdayaan perempuan. Di dalam sistem kapitalis segala aspek diincar untuk diberdayakan, begitupun perlindungan anak yang tak kunjung habisnya. Namun dengan begitu, masalah yang dihadapi perempuan baik persoalan keluarga, ekonomi, pendidikan, kesehatan hingga persoalan kekerasan […]

  • Kaban Pertamanan Belum Tahu

    • calendar_month Jumat, 24 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PAYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepala Badan Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Ahmad Ansyari Nasution menyatakan akan memanggil Kabid Kebersihan dan Pertamanan terkait pulau jalan Jalinsum Siabu. Hal itu dinyatakan Ahmad Asyari kepada wartawan Jum’at, terkait keluhan belum adanya perbaikan pulau jalan tersebut meski dananya telah diberikan seorang pengendara kepada Kabid Kebersihan […]

  • MENAGIH KUALITAS GURU BERSERTIFIKASI (1)

    MENAGIH KUALITAS GURU BERSERTIFIKASI (1)

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      (Tinjauan Kritis Jelang Hari Pendidikan Nasional) Oleh : Moechtar Nasution   PENDAHULUAN Pengakuan jujur tentang kualitas guru bersertifikasi yang tidak memiliki perbedaan dengan guru non sertifikasi dapat dibaca dalam berita Malintang Pos edisi 06-12 April 2015 halaman 5 kolom 3 dengan judul “Sertifikasi Guru Tak Meningkatkan Mutu”. Judul yang menyedihkan sekaligus memilukan apalagi testimoni […]

  • Diberitakan Jalan Rusak, Kadis PUPR Madina Pastikan Kelapangan

    Diberitakan Jalan Rusak, Kadis PUPR Madina Pastikan Kelapangan

    • calendar_month Rabu, 11 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )- Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mandailing Natal beserta Tim Pengawas Lapangan bergerak cepat meninjau lokasi ruas jalan yang dikabarkan media mengalami kerusakan padahal baru saja dibangun yang terletak di Desa Roburan Kecamatan Panyabungan Selatan, Rabu (11/10) sore. Elpianti Harahap, ST selaku Kepala Dinas PUPR Madina mengungkapkan ingin melihat langsung kondisi jalan […]

  • Simak Perolehan SAHATA dan ONMA di 23 Kecamatan di Madina Berdasar C-1

    Simak Perolehan SAHATA dan ONMA di 23 Kecamatan di Madina Berdasar C-1

    • calendar_month Kamis, 28 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pasangan calon bupati dan wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2, H. Saipullah Nasution-Atika Azmi Utammi Nasution telah rampung menerima laporan c-1 hasil penghitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari seluruh saksi di 801 TPS, Rabu (27/11/2024) malam sekitar pukul 23.40 WIB. Dari hasil perhitungan 801 TPS yang […]

  • Proyek Sawah Cina Digandeng Negara, Nasib Petani Lokal Bagaimana?

    Proyek Sawah Cina Digandeng Negara, Nasib Petani Lokal Bagaimana?

    • calendar_month Rabu, 8 Mei 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dewi Soviariani Ibu dan Pemerhati Umat Berlatarbelakang negara agraris, Indonesia terkenal sebagai negeri yang maju sektor pertaniannya. Sayangnya akibat salah kelola kekayaan alam terkesan dijajah oleh ekonomi neoliberalis kapitalisme kini ketahanan pangan nasional dalam ancaman. Nasib petani lokal kini bisa terancam. Sungguh ironis bangsa kita terkenal dengan julukan gemah ripah loh jinawi. Namun kini […]

expand_less