Sabtu, 7 Mar 2026
light_mode

Harga Daging, Infrastruktur dan Peternak Lokal

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 8 Jun 2016
  • print Cetak
Sapi dan orang grafis

Sapi dan orang grafis

Tahun 2012 lalu saya dikontrak satu lembaga, menyurvey kebutuhan daging di Mandailing Natal (Madina), hasilnya : dalam sepekan Madina membutuhkan 25 ekor lembu. Lembu itu didatangkan dari Sumbar atau Bengkulu (beberapa tahun sebelumnya didatangkan dari kawasan Padang Lawas, tetapi karena tambah mahal akhirnya pedagang beralih ke Sumbar dan Bengkulu).

Itu bukan sapi impor, melainkan sapi yang diternakkakan oleh peternak lokal. Sapi potong impor hanya dipasarkan di kota-kota besar seperti Jakarta dan Medan.

Mengapa importir sapi tak melirik Madina atau kawasan Tabagsel sebagai pasaran sapi impor? Bukankah Tabagsel termasuk pasaran lumayan? Kalkulasinya, hitungan rata-rata saja : 5 kabupaten/kota x 25 ekor sepekan = 125 x 4 pekan = 500 ekor per sebulan x 12 bulan = 6.000 ekor setahun.

Menurut hitungan awam saya, importir sapi ogah membuka pasar di Tabagsel, karena : infrastruktur jalan yang bagai suar sair alias sudah sempit rusak parah pula. Bayangkan, sapi diimpor dari Australia atau India, tiba di Belawan pakai kapal. Dari Belawan ke Medan masih lumayan karena jalan tol mulus bagai paha artis cantik. Tetapi, naik truk dari Belawan ke kawasan Tabagsel justru membutuhkan biaya membengkak, karena pihak ekspedisi (truk) akan bilang : “ongkosnya sekian rupiah. Anda kan tahu, jalanan bagai kurap dan kudis yang tak kunjung sembuh, belum lagi ente lewat Aek Latong bikin truk ente batuk-batuk alias ringsek sebelum usia tua”.

Akibat infrastruktur jalan yang sempit dan bagai kolam ikan lele di musim hujan itulah mungkin sapi impor tak masuk Tabagsel. Dan sapi lokal pun jadi tuan rumah di kawasan sendiri. Dan itu bagus dari satu sisi, karena peternak lokal tak di “invasi” peternak Australia. Tetapi, ketika Jokowi menyuruh harga 80 ribu sekilo, kepala peternak lokal pun jadi gatal, pasalnya akan sulit menurunkan harga di bawah 100 ribu.

Mengapa peternak lokal sulit menurunkan harga? teori “banyak barang harga dibawah masih dapat untung – barang sedikit harga dibawah hanya balik modal”.

Peternak Australia masih untung walau laba per ekor sapi sebesar Rp500.000 (sudah bersih dari tetek bengek biaya produksi), sebab jumlah ternak peternak di sana rata-rata di atas seribu ekor : Rp 500.000 x 1000 ekor = 500.000.000 setahun.

Tetapi, “Parlombu” atau peternak lembu lokal di kawasan Tabagsel rata-rata hanya punya 4 hingga 10 ekor lembu, kandangnya pun di samping rumah. Jika laba per ekor Rp 500.000 maka total 2 juta rupiah per tahun (jika 4 lembu). Rp2 juta dibagi 12 bulan = -+ 160 ribu per bulan. Jika 160 ribu dibagi 30 hari = Rp 53 saja lah gaji parlombu menyabit rumput dan memandikan lembu tiap hari.

Makanya, instruksi Rp80 ribu per kilo oleh pak Jokowi akan sulit terjadi di Tabsagel. Kecuali “Parlombu” mau garuk-garuk kepala yang sebenarnya tak gatal.

Hingga posisi 2 hari Ramadan, harga daging di pasar Panyabungan masih tetap bercokol di kisaran Rp130.000 per kilo gram, bukan Rp80.000 sesuai dengan angka yang diinstruksikan presiden Jokowi.

Mengapa instruksi presiden tak digubris pedagang? Apakah data di Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan tidak valid? Entahlah, mungkin peternak di daerah tak akan rela dimiskinkan oleh ketidakberesan Jakarta. (Dahlan Batubara)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sungai Barumun dan Sosa Meluap, Ratusan Rumah Terendam

    Sungai Barumun dan Sosa Meluap, Ratusan Rumah Terendam

    • calendar_month Minggu, 17 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PALAS, (MO) – Dua sungai besar di Palas yaitu sungai Barumun dan Sosa, serta sungai kecil sungai Galanggang, sungai Sihoping meluap secara bersamaan Kamis malam (14/2) sekitar pukul 23.00 WIB. Akibatnya, ratusan rumah di sekitar aliran sungai terendam. Pantauan wartawan Kamis malam sekitar pukul 23.00 WIB, pasca hujan turun deras yang mengguyur Palas sekitar 3 […]

  • Barisan Raja Menguat Wujudkan Konsep Patujoloon Mandailing

    Barisan Raja Menguat Wujudkan Konsep Patujoloon Mandailing

    • calendar_month Kamis, 23 Mei 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Raja-raja di Mandailing semakin menguatkan barisan dalam mewujudkan gagasan Patujoloon Mandailing, suatu konsep “standar baru kemajuan daerah”. Patujoloon Mandailing ini dipandang sebagai kerangka universal untuk menjawab kondisi Mandailing Natal (Madina) yang saat ini sedang juga-jage, jumarampar, jumarorap, suatu keadaan yang terus-terusan menghadapi permasalahan besar dan sangat kompleks. Hal itu terungkap pada […]

  • Manajemen Indomart: Kami Sudah Bermohon Izin

    Manajemen Indomart: Kami Sudah Bermohon Izin

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Indomart menyatakan bahwa mereka tetap menjalani proses perizinan dalam mendirikan minimarket di Panyabungan, Mandailing Natal (Madina). Hanya saja pihak pemkab terkesan berupaya adanya kendala dalam pemberian izin akibat adanya tekanan dari masyarakat. Manejer Minimarket Indomaret, Roy Panggabean melalui telefon seluler menjawab wartawan, kemarin mengungkapkan bahwa pihaknya sudah melayangkan surat permohonan […]

  • Sekda Gozali Pimpin Rapat Finalisasi Perayaan HUTRI

    Sekda Gozali Pimpin Rapat Finalisasi Perayaan HUTRI

    • calendar_month Selasa, 9 Agt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Mandailing Natal (Madina) Gozali Pulungan membuka rapat finalisasi kegiatan HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia di Aula Kantor Bupati Madina, Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Selasa (9/8/2022). Dalam rapat itu, Gozali berharap perayaan HUT RI tahun ini dapat bermakna dan berkesan di hati masyarakat. Seperti tagline Madina Bersyukur Madina […]

  • Malaysia Belajar Tangani Napi ke Indonesia

    Malaysia Belajar Tangani Napi ke Indonesia

    • calendar_month Rabu, 23 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Penyebutan penjara di Indonesia dengan “pemasyarakatan” menarik perhatian pihak Maktab Penjara Kerajaan Malaysias. Mereka juga salut melaihat keterampilan warga binaan LP Klas I Tanjung Gusta Medan, khususnya dalam budidaya jangkrik. Komandan Maktab Penjara Kerajaan Malaysia Nawawi Bin Hamid dalam kunjungannya sekaligus studi banding 54 taruna Maktab Penjara Kerajaan Malaysia atau Akademi Pemasyarakatan ke di […]

  • BMKG: Gempa Padang Berkekuatan 4,2 SR

    BMKG: Gempa Padang Berkekuatan 4,2 SR

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika menyatakan gempa bumi yang terjadi di Padang pada Jumat, 3 Desember 2010, berkekuatan 4,2 SR dengan kedalaman 10 kilometer di lokasi 0.92 Lintang Selatan dan 100.41 BUjur Timur. Keterangan resmi BMKG yang diterima ANTARA, di Jakarta, Jumat, menyebutkan, lokasi gempa terjadi di darat tujuh kilometer Timurlaut Padang dan […]

expand_less