Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

HATA MANDAILING

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 16 Okt 2014
  • print Cetak

 

Oleh: Jasinaloan

 

Di wilayah Propinsi Sumatera Utara dapat dijumpai beberapa kelompok etnis. Salah satu diantaranya adalah Orang Mandailing. Di samping memiliki adat-istiadatnya sendiri, Orang  Mandailing juga memiliki bahasa ibunya yang disebut Hata (Bahasa) Mandailing.

Bahasa Mandailing memiliki kekhasan, baik dari segi bentuk, proses pembentukan kata, makna kata maupun berdasarkan ragam pemakaiannya.  Dalam hal ini, penulis sering membuat suatu pengertian kata dengan uraian yang relatif cukup panjang karena tidak menemukan padanan kata yang sesuai dalam bahasa Indonesia.

Dari segi fonologis, bahasa Mandailing adalah bahasa yang bersistem silabis. Dituliskan dalam aksara surat tulak-tulak (aksara Mandailing) yang terdiri atas 24 fonem: a, ha, na, ma, nga, la, pa, ga, ja, ba, ta, ra, sa ,da, ka, ca, nya, wa, i, ya, u, e, o, ng. Fonem-fenem tersebut dilambangkan dengan  23 induk ni surat dan 5 anak ni surat.

ahnm<lpgjbtr
ahanamangalapagajabatara
sdkc[wIyUsEsosi
sadakacanyawaiyau(s)e(s)o(s)i
Ss^(s)e(s)o(s)i
(s)usang   

 

Fonem k velar dan glotal di akhir kata dilambangkan dengan satu tanda, meskipun pada hakikatnya berbeda, seperti contoh berikut:

tetek       =     tetes                         sosak     =     cepat, buru-buru

tetek       =     buang air besar      sosak     =     sesak

golak      =     gelak                         etek       =     bibi

golak      =    ejek                            etek       =     alat musik pukul dari bambu

Bunyi vokal sangat produktif dan variatif digunakan, misalnya:

sarsar        taktak       saksak        dosar        sa

sirsir         tiktik        siksik            dosir        si

sursur       tuktuk      suksuk         dosur        su

serser       tektek       seksek         doser        se

sorsor       toktok       soksok         dosor        so

Bahkan terdapat kata yang terdiri atas gugus vokal seperti, aua, uai ee, aa. Untuk jelasnya lihat kalimat uai iaua ia au i (wah akan diapakannyalah aku itu) yang terdiri atas dua belas gugus vokal yang belum pernah penulis temukan dalam bahasa lain. Sebaliknya satu vokal juga dapat berfungsi sebagai satu morfem seperti,  a pada kata bilangan, adua (keduanya);  i dapat bermakna ”itu” (misalnya kata ima, bermakna ”itulah”) dan awalan ”di” (misalnya kata isadu, bermakna ”disana”), e bermakna ”hai”, u  bermakna ”ku”, dan o yang bermakna ”ya” atau ”kau”.

Dalam bahasa Mandailing intonasi sangat memengaruhi arti. Pada kata dasar bagas, tekanan tempo sangat berperan menentukan arti. Kata ba’gas berarti rumah, sedangkan bag’as berarti dalam. Contoh lain misalnya kata parmangan. Dengan pengucapan yang berbeda dapat bermakna (1) suka makan; (2) uang yang digunakan untuk membeli makanan; dan (3) cara makan. Begitu juga dengan bentuk-bentuk lain seperti da’bu berarti jatuhkan, dan dabu’ berarti dalam keadaan terjatuh.

Akar kata, meskipun tidak pernah secara tuntas dikaji oleh ahli bahasa, penulis yakin bahwa dalam bahasa Mandailing akar kata sangat berperan dalam pembentukan kata dasar. Untuk jelasnya dapat dilihat pada contoh berikut: (1) antuk, batuk, kurtuk, lantuk, maturutuk,potuk, retuk, sotuk, tuktuk, utuk; (2) apit, ubit, lompit, sipit, pitpit, jungkit,dalkit, gigit, ancit, singit, rongit,angit,arit, sirit, gorit, ririt; (3) andarohot, dapot,dohot, lolot, morot, korot, sorot,porot,, potpot, lampot, sangkot, sungkot, singkot, sohot ,ngot, tungkot, ingot, sirohot, salohot, moncot, to’pot, topo’t. Dari ketiga contoh di atas masing-masing kelompok memiliki relevansi makna. Untuk contoh nomor satu memiliki hubungan dengan bunyi, pada contoh kedua hubungan maknanya berhubungan dengan sesuatu yang minim, kecil, dan hampir, sedangkan contoh ketiga memiliki hubungan makna dengan tempat, proses menuju atau meninggalkan tempat.

Selanjutnya, pemakaian imbuhan sangat produktif. Disamping jumlah imbuhan banyak, fungsi dan nosi yang muncul lebih variatif. Satu kata dasar dapat diimbuhi oleh lebih dari dua puluh imbuhan. Awalan ma + dabu dapat menjadi: (1) mada’bu (terjatuh); (2) ma’dabu (sudah/dalam keadaan terjatuh; dan (3) mandabu (menjatuhkan). Alomorf atau variasi morfem tidak hanya terjadi pada awalan me- dan pe-, tetapi awalan sa-, misalnya lihat bentuk sambola,sandok,sanggotap. Gabungan imbuhan dapat terjadi di akhir kata misalnya untuk kata dokon + on (dokonon), + kon (dokononkon), + on (dokononkonon), dorapkononkon. Selain itu, imbuhan juga dapat membentuk tingkat kata sifat, misalnya lihat godang, godangan, gumodang, mago’dang, ma’godang, magodangan, magodangtu,murgodang, murmagodang, murmurmagodang, targodang, tarumgodang, tartargodang, sagodang-godangna.

Pada bagian lain, pemakaian partikel sangat dominan. Partikel yang digunakan  antara lain: ba, bo, da, do, ke, le, ma, pe,te, dll. Dalam bahasa tutur (lisan) penggunaan partikel tersebut sering disingkat menjadi sebuah akronim, seperti  roson (ro ma ho tu son), kesi (kehe ma ho tu si), dll.

Bahasa Mandailing memiliki dialek yang sangat banyak dan dengan berbagai ragam bahasa antara lain: (1) hata andung dipakai pada upacara dan kesusasteraan; (2) hata bulung-bulung yaitu menggunakan lambang-lambang berupa daun-daunan tertentu (bladerentaal); (3) hata jampolak atau ata teas dipakai untuk caci- maki; (4) hata parkapur dipakai pada waktu meramu dan mencari kapur barus; (5) hata sibaso dipakai pada bidang keilmuan; dan (6) hata somal dipakai pada percakapan sehari-hari.

Itulah gambaran sekilas tentang Hata (bahasa) Mandailing.

 

Medan, 27 Maret 2009

Biodata penulis:

Mhd. Bakhsan Parinduri (Jasinaloan). Lahir 10 November 1964 di Tombang Bustak, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing-Natal. Lulusan SD Inpres Tombang Bustak (1977), SMP Negeri 2 Kotanopan (1982), SMA Negeri Kotanopan (1985), Fakultas Sastra Jurusan Bahasa Universitas Sumatera Utara (1990), Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Medan Program Akta IV (2000).

Pengalaman mengajar: SMA Al-Azhar Medan (1990-1996), USU-asisten dosen Bahasa Indonesia dan Metode Penulisan Karya Ilmiah (1990-1998), IAIN-asisten dosen Bahasa Indonesia (1990-1994), SMA YPI Amir Hamzah (1996-2008), SMP/SMA Prime One School (2008-sekarang). Tentor (pembimbing) bahasa Indonesia BT/BS BIMAFIKA (1987-1990), BT/BS Alumni (1988-1990), BT/BS DAKWAH USU (1990-1996), BT/BS Al-Fitrah (1996-1998), BKB Adzkia (2006-sekarang).

Aktif menulis puisi dan cerpen sejak SMA. Puisi-puisi yang pernah dimuat antara lain di harian Mimbar Umum, Waspada, Buletin Mandailing ni Mandailing, dan  Tabloid Sinondang Mandailing. Menulis Modul Belajar Bahasa Indonesia di beberapa bimbingan belajar.

Dalam bidang organisasi menjadi pengurus KBSI dan HMI Fakultas Sastra USU, Parsarimpunan Kesenian Mandailing Bulan Tamba Tua, YAPEBUMA (Yayasan Pengkajian Budaya Mandailing), HIKMA (Himpunan Keluarga Besar Mandailing) Sumut, dewan redaksi Buletin Mandailing ni Mandailing dan  tabloid Sinondang Mandailing. Selain guru juga sering tampil sebagai pargordang/pargondang bersama group kesenian Mandaling Gunung Kulabu, Sinadoras, Parata Namalos, dan pemimpin Parsarimpunan Uning-Uningan Mandailing Sisunggul Lungun, dll.

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tiga Penambang Tewas, Diduga Menghirup Gas Beracun

    Tiga Penambang Tewas, Diduga Menghirup Gas Beracun

    • calendar_month Selasa, 25 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MUARA SIPONGI (Mandailing Online) – Diduga akibat menghirup gas beracun dari lobang tambang emas, tiga orang penambang meninggal dunia di Hutan Garunggung, Desa Koto Boru, Kecamatan Muara Sipongi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Senin (24/9). Ketiganya bernama Armen penduduk Desa Koto Baringin; Ilham warga Desa Tanjung Medan dan Gadang yang juga warga Desa Tanjung Medan Kecamatan […]

  • Pemkab Madina Tak Mampu Jawab Soal Dana Covid

    Pemkab Madina Tak Mampu Jawab Soal Dana Covid

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab tak mampu menjawab kesiapan dana penanggulangan Covid-19 di Mandailing Natal (Madina). Bahkan untuk biaya puding dan honor para petugas posko pemeriksaan di perbatasan Madina saja hingga kini tak jelas nasibnya. Nasib anggaran dana ini terungkap di Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi 4 DPRD Madina dengan tim Gugus Tugas […]

  • Karikatur Pilkada di Mata Rakyat Madina

    Karikatur Pilkada di Mata Rakyat Madina

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Karikatur Pilkada di Mata Rakyat Madina. Banyak calon pemilih membahas Pilkada Madina di lopo-lopo yang ada di desa-desa. Selain membahas figur calon juga membahas kemungkinan besaran uang yang akan diberikan oleh para Tim Sukses kepada mereka (istilahnya: Serangan Fajar) di malam menjelang hari pencoblosan. “Sajia do mainna, ido naponting jita. Ise pe bupatina, les […]

  • Reses Fahrizal, Penguatan Hubungan Legislator dengan Pemilih

    Reses Fahrizal, Penguatan Hubungan Legislator dengan Pemilih

    • calendar_month Jumat, 2 Des 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Reses anggota DPRD Sumut, H. Fahrizal Efendi Nasution di Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal, Jum’at (2/12/2022) dihadiri warga dengan antusias. Reses berlangsung di Kelurahan Panyabungan II dan Desa Pagaran Tonga. Di Desa Pagaran Tonga, Kecamatan Panyabungan, antusias warga juga sangat tinggi, meski reses berlangsung malam, Jum’at (2/12/2022). Hubungan antara legislator (anggota DPRD […]

  • Jalan di Sumut 60% Rusak, Pendapatan Sumut Dihisap APBN

    Jalan di Sumut 60% Rusak, Pendapatan Sumut Dihisap APBN

    • calendar_month Jumat, 29 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi menyebut jalan yang ada di Provinsi Sumatera Utara merupakan jalan terpanjang di dunia. Namun sayangnya, 60% dari jalan tersebut rusak. “Jalan terpanjang di dunia setingkat provinsi, panjangnya 3.005 kilometer, terpanjang. Jawa Timur aja 1.700 kilometer. Sumatera Utara ini 3.005 kilometer, dan 60 persen jalannya rusak semua,” […]

  • Boby Nasution Kunjungi Kampoeng Kaos Madina

    Boby Nasution Kunjungi Kampoeng Kaos Madina

    • calendar_month Jumat, 15 Des 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Boby Nasution, mengungjungi Kampoeng Kaos Madina  di Panyabungan, Mandailing Natal, Jum’at (15/12/2017). Kunjungan menantu Presiden Jokowi  ke Kampoeng Kaos ini merupakan salah satu titik lawatan selama berada di Mandailing Natal (Madina). Dia menyatakan mengagumi Kampoeng Kaos Madina sebagai satu industri kreatif yang berbasis budaya Mandailing. Di Kampoeng Koas dia didampingi bupati […]

expand_less