Sabtu, 11 Apr 2026
light_mode

HATA MANDAILING

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 16 Okt 2014
  • print Cetak

 

Oleh: Jasinaloan

 

Di wilayah Propinsi Sumatera Utara dapat dijumpai beberapa kelompok etnis. Salah satu diantaranya adalah Orang Mandailing. Di samping memiliki adat-istiadatnya sendiri, Orang  Mandailing juga memiliki bahasa ibunya yang disebut Hata (Bahasa) Mandailing.

Bahasa Mandailing memiliki kekhasan, baik dari segi bentuk, proses pembentukan kata, makna kata maupun berdasarkan ragam pemakaiannya.  Dalam hal ini, penulis sering membuat suatu pengertian kata dengan uraian yang relatif cukup panjang karena tidak menemukan padanan kata yang sesuai dalam bahasa Indonesia.

Dari segi fonologis, bahasa Mandailing adalah bahasa yang bersistem silabis. Dituliskan dalam aksara surat tulak-tulak (aksara Mandailing) yang terdiri atas 24 fonem: a, ha, na, ma, nga, la, pa, ga, ja, ba, ta, ra, sa ,da, ka, ca, nya, wa, i, ya, u, e, o, ng. Fonem-fenem tersebut dilambangkan dengan  23 induk ni surat dan 5 anak ni surat.

ahnm<lpgjbtr
ahanamangalapagajabatara
sdkc[wIyUsEsosi
sadakacanyawaiyau(s)e(s)o(s)i
Ss^(s)e(s)o(s)i
(s)usang   

 

Fonem k velar dan glotal di akhir kata dilambangkan dengan satu tanda, meskipun pada hakikatnya berbeda, seperti contoh berikut:

tetek       =     tetes                         sosak     =     cepat, buru-buru

tetek       =     buang air besar      sosak     =     sesak

golak      =     gelak                         etek       =     bibi

golak      =    ejek                            etek       =     alat musik pukul dari bambu

Bunyi vokal sangat produktif dan variatif digunakan, misalnya:

sarsar        taktak       saksak        dosar        sa

sirsir         tiktik        siksik            dosir        si

sursur       tuktuk      suksuk         dosur        su

serser       tektek       seksek         doser        se

sorsor       toktok       soksok         dosor        so

Bahkan terdapat kata yang terdiri atas gugus vokal seperti, aua, uai ee, aa. Untuk jelasnya lihat kalimat uai iaua ia au i (wah akan diapakannyalah aku itu) yang terdiri atas dua belas gugus vokal yang belum pernah penulis temukan dalam bahasa lain. Sebaliknya satu vokal juga dapat berfungsi sebagai satu morfem seperti,  a pada kata bilangan, adua (keduanya);  i dapat bermakna ”itu” (misalnya kata ima, bermakna ”itulah”) dan awalan ”di” (misalnya kata isadu, bermakna ”disana”), e bermakna ”hai”, u  bermakna ”ku”, dan o yang bermakna ”ya” atau ”kau”.

Dalam bahasa Mandailing intonasi sangat memengaruhi arti. Pada kata dasar bagas, tekanan tempo sangat berperan menentukan arti. Kata ba’gas berarti rumah, sedangkan bag’as berarti dalam. Contoh lain misalnya kata parmangan. Dengan pengucapan yang berbeda dapat bermakna (1) suka makan; (2) uang yang digunakan untuk membeli makanan; dan (3) cara makan. Begitu juga dengan bentuk-bentuk lain seperti da’bu berarti jatuhkan, dan dabu’ berarti dalam keadaan terjatuh.

Akar kata, meskipun tidak pernah secara tuntas dikaji oleh ahli bahasa, penulis yakin bahwa dalam bahasa Mandailing akar kata sangat berperan dalam pembentukan kata dasar. Untuk jelasnya dapat dilihat pada contoh berikut: (1) antuk, batuk, kurtuk, lantuk, maturutuk,potuk, retuk, sotuk, tuktuk, utuk; (2) apit, ubit, lompit, sipit, pitpit, jungkit,dalkit, gigit, ancit, singit, rongit,angit,arit, sirit, gorit, ririt; (3) andarohot, dapot,dohot, lolot, morot, korot, sorot,porot,, potpot, lampot, sangkot, sungkot, singkot, sohot ,ngot, tungkot, ingot, sirohot, salohot, moncot, to’pot, topo’t. Dari ketiga contoh di atas masing-masing kelompok memiliki relevansi makna. Untuk contoh nomor satu memiliki hubungan dengan bunyi, pada contoh kedua hubungan maknanya berhubungan dengan sesuatu yang minim, kecil, dan hampir, sedangkan contoh ketiga memiliki hubungan makna dengan tempat, proses menuju atau meninggalkan tempat.

Selanjutnya, pemakaian imbuhan sangat produktif. Disamping jumlah imbuhan banyak, fungsi dan nosi yang muncul lebih variatif. Satu kata dasar dapat diimbuhi oleh lebih dari dua puluh imbuhan. Awalan ma + dabu dapat menjadi: (1) mada’bu (terjatuh); (2) ma’dabu (sudah/dalam keadaan terjatuh; dan (3) mandabu (menjatuhkan). Alomorf atau variasi morfem tidak hanya terjadi pada awalan me- dan pe-, tetapi awalan sa-, misalnya lihat bentuk sambola,sandok,sanggotap. Gabungan imbuhan dapat terjadi di akhir kata misalnya untuk kata dokon + on (dokonon), + kon (dokononkon), + on (dokononkonon), dorapkononkon. Selain itu, imbuhan juga dapat membentuk tingkat kata sifat, misalnya lihat godang, godangan, gumodang, mago’dang, ma’godang, magodangan, magodangtu,murgodang, murmagodang, murmurmagodang, targodang, tarumgodang, tartargodang, sagodang-godangna.

Pada bagian lain, pemakaian partikel sangat dominan. Partikel yang digunakan  antara lain: ba, bo, da, do, ke, le, ma, pe,te, dll. Dalam bahasa tutur (lisan) penggunaan partikel tersebut sering disingkat menjadi sebuah akronim, seperti  roson (ro ma ho tu son), kesi (kehe ma ho tu si), dll.

Bahasa Mandailing memiliki dialek yang sangat banyak dan dengan berbagai ragam bahasa antara lain: (1) hata andung dipakai pada upacara dan kesusasteraan; (2) hata bulung-bulung yaitu menggunakan lambang-lambang berupa daun-daunan tertentu (bladerentaal); (3) hata jampolak atau ata teas dipakai untuk caci- maki; (4) hata parkapur dipakai pada waktu meramu dan mencari kapur barus; (5) hata sibaso dipakai pada bidang keilmuan; dan (6) hata somal dipakai pada percakapan sehari-hari.

Itulah gambaran sekilas tentang Hata (bahasa) Mandailing.

 

Medan, 27 Maret 2009

Biodata penulis:

Mhd. Bakhsan Parinduri (Jasinaloan). Lahir 10 November 1964 di Tombang Bustak, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing-Natal. Lulusan SD Inpres Tombang Bustak (1977), SMP Negeri 2 Kotanopan (1982), SMA Negeri Kotanopan (1985), Fakultas Sastra Jurusan Bahasa Universitas Sumatera Utara (1990), Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Medan Program Akta IV (2000).

Pengalaman mengajar: SMA Al-Azhar Medan (1990-1996), USU-asisten dosen Bahasa Indonesia dan Metode Penulisan Karya Ilmiah (1990-1998), IAIN-asisten dosen Bahasa Indonesia (1990-1994), SMA YPI Amir Hamzah (1996-2008), SMP/SMA Prime One School (2008-sekarang). Tentor (pembimbing) bahasa Indonesia BT/BS BIMAFIKA (1987-1990), BT/BS Alumni (1988-1990), BT/BS DAKWAH USU (1990-1996), BT/BS Al-Fitrah (1996-1998), BKB Adzkia (2006-sekarang).

Aktif menulis puisi dan cerpen sejak SMA. Puisi-puisi yang pernah dimuat antara lain di harian Mimbar Umum, Waspada, Buletin Mandailing ni Mandailing, dan  Tabloid Sinondang Mandailing. Menulis Modul Belajar Bahasa Indonesia di beberapa bimbingan belajar.

Dalam bidang organisasi menjadi pengurus KBSI dan HMI Fakultas Sastra USU, Parsarimpunan Kesenian Mandailing Bulan Tamba Tua, YAPEBUMA (Yayasan Pengkajian Budaya Mandailing), HIKMA (Himpunan Keluarga Besar Mandailing) Sumut, dewan redaksi Buletin Mandailing ni Mandailing dan  tabloid Sinondang Mandailing. Selain guru juga sering tampil sebagai pargordang/pargondang bersama group kesenian Mandaling Gunung Kulabu, Sinadoras, Parata Namalos, dan pemimpin Parsarimpunan Uning-Uningan Mandailing Sisunggul Lungun, dll.

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • IJM Madina Kecam Dugaan Pemerkosaan Oknum DPRD Madina Terhadap Wartawati

    IJM Madina Kecam Dugaan Pemerkosaan Oknum DPRD Madina Terhadap Wartawati

    • calendar_month Kamis, 2 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Badan Presidium Pusat Ikatan Jurnalis Madani (IJM) kecam keras dugaan pemerkosaan oleh oknum anggota DPRD Madina berinisial H.BEH terhadap seorang wartawati berinisial TH yang kini sedang diproses secara hukum di Polres Madina. Pelecehan terhadap wartawati dinilai bukan saja perbuatan bejat seorang wakil rakyat terhadap seorang wanita, namun juga menginjak-injak nama baik dunia jurnalis serta […]

  • Konten Pornografi di Buku Pelajaran, Pendidikan Gagal Beri Harapan?

    Konten Pornografi di Buku Pelajaran, Pendidikan Gagal Beri Harapan?

    • calendar_month Senin, 15 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Nelly, M.Pd Akademisi dan Pemerhati Masalah Generasi Sungguh miris dengan berita yang baru-baru ini viral dan kembali mengejutkan publik, tentang adanya konten pornografi di buku pelajaran sekolah. Seperti diberitakan bahwa perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G) menerima laporan dari guru di daerah Jawa Barat mengenai adanya tautan situs porno di dalam Buku Pelajaran […]

  • Jalan lingkungan yang dirusak desa tanpa ada pelepasan aset daerah ( ist )

    Skandal Pengrusakan Aset Daerah Oleh Kades Jambur Baru Batang Natal. Usai Lebaran Akan di Proses

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Batangnatal ||Mandailing Online-Kehawatiran Riswan Haedy, Kepala Desa Jambur Baru, Kecamatan Batangnatal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), akan terbongkarnya pengrusakan aset daerah yang dilakukan desa akhirnya terkuak. Pengakuan warga desa mengungkapkan bahwa proyek pembukaan jalan Unte Albung didesanya diduga kuat dikerjakan oleh Kepala Desa sendiri, dengan menggunakan anggaran APBDes tahun 2024 dan 2025. Fakta mengejutkan adalah, proyek […]

  • Binsar Nasution : Retribusi Pasar di Madina Sudah Lama Ditengarai Bocor

    Binsar Nasution : Retribusi Pasar di Madina Sudah Lama Ditengarai Bocor

    • calendar_month Kamis, 30 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online): Mantan Anggota DPRD Mandailing Natal ( Madina) Binsar Nasution melihat retribusi pasar sudah lama ditengarai bocor terutama pasar pasar kelas tiga jarang ada yang tercapai terget, namun kepala pasarnya tetap di pakai kalaupun diganti tanpa ada sanksi. ” Terkait retribusi pasar, itu sudah lama bocor, tidak hanya tahun 2023 saja. Meski […]

  • Anak Tidak Masuk Polwan Rp130 Juta Lenyap

    Anak Tidak Masuk Polwan Rp130 Juta Lenyap

    • calendar_month Rabu, 23 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Stabat, Suparti (52), warga Dusun IV Desa Suka Jadi Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat, melaporkan BS (35) penduduk Jalan Eka Surya Perumahan Taman Permata Surya Medan ke Polres Langkat, Senin (21/2). Pengaduan dilakukan korban terhadap tersangka, pasalnya anak Suparti dijanjikan dapat diangkat menjadi Polwan. Namun hingga kini anaknya tidak juga diterima menjadi anggota Polri. Akibat kejadian […]

  • DCS Dapil 3 GERINDRA Madina

    DCS Dapil 3 GERINDRA Madina

    • calendar_month Senin, 8 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 3 GERINDRA Madina

expand_less