Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Hawa Nafsu

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 20 Des 2021
  • print Cetak

Oleh: Alfi Ummuarifah S.Pd
Pegiat Literasi Islam Kota Medan

 

Ketika kita hidup, kita tak luput dari pengaruh hawa nafsu. Hawa nafsu ini senantiasa melingkupi kita. Bahkan terkadang mempengaruhi pilihan-pilihan kita.

Tak jarang hawa nafsu ini menjerumuskan kita pada aktifitas maksiat. Hawa nafsu juga mengantarkan pada sifat rakus dan tamak untuk memiliki sesuatu tanpa batas.

Hawa nafsu pun terkadang menyebabkan kecewa dan marah atas kesulitan yang kita alami. Begitu buruk perannya pada manusia. Sampai-sampai Nabi Adam terpengaruh oleh bujukan syaithan yang terkutuk.

Ya, hawa nafsu memang harus  dikendalikan. Bukan dibunuh. Dia bagian dari potensi manusia yaitu naluri. Agar tak besar kepala mengatur kita sebagai manusia yang berakal, maka kita wajib mengendalikannya.

Hawa nafsu tidak mungkin bisa kita hapuskan. Hal yang paling mungkin adalah kita mengendalikannya. Sebagaimana kita mengendalikan pelana kuda. Saat kuda itu berlari.

Mari kita lihat surat cintaNya Allah untuk kita semua manusia. Ayat ini menampar kita. Masihkah kita tak merasakan apa-apa? 

Inilah QS.Al-Jatsiyah Ayat 23:

اَفَرَءَيۡتَ مَنِ اتَّخَذَ اِلٰهَهٗ هَوٰٮهُ وَاَضَلَّهُ اللّٰهُ عَلٰى عِلۡمٍ وَّخَتَمَ عَلٰى سَمۡعِهٖ وَقَلۡبِهٖ وَجَعَلَ عَلٰى بَصَرِهٖ غِشٰوَةً  ؕ فَمَنۡ يَّهۡدِيۡهِ مِنۡۢ بَعۡدِ اللّٰهِ‌ ؕ اَفَلَا تَذَكَّرُوۡنَ

Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat dengan sepengetahuan-Nya, dan Allah telah mengunci pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutup atas penglihatannya? Maka siapa yang mampu memberinya petunjuk setelah Allah (membiarkannya sesat?) Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?

Jawabannya tentu pernah ya sahabat? Bahkan mungkin kita sendiri. Ayat itulah menjadi ayat saat Allah bertanya pada nabi Muhammad Saw.

Saat manusia menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka manusia akan mengikuti dan menurutinya. Allah membiarkannya sesat dan larut dalam kesesatannya itu. Tentu dengan sepengetahuan-Nya.

Ilmu Allah Yang Mahaluas, dan Allah telah mengunci pendengaran sehingga mereka tidak dapat mendengar kebenaran dan mengunci hatinya.

Manusia itu akhirnya enggan meyakini kebenaran serta meletakkan tutup atas penglihatannya sehingga tidak dapat melihat bukti-bukti ke-Esaan Allah di muka bumi ini?

Maka siapakah yang mampu memberinya petunjuk setelah Allah berpaling dan membiarkannya sesat? Mengapa kamu, wahai kaum musyrik atau siapa pun juga, tidak meng-ambil pelajaran dari apa yang terjadi pada orang-orang yang sesat itu?

Muqatil mengatakan bahwa ayat ini turun berhubungan dengan peristiwa percakapan Abu Jahal dengan Al-Walid bin Al-Mugirah.

Pada suatu malam Abu Jahal tawaf di Baitullah bersama Walid. Kedua orang itu membicarakan keadaan Nabi Muhammad. Abu Jahal berkata, “Demi Allah, sebenarnya aku tahu bahwa Muhammad itu adalah orang yang benar”. Al-Walid berkata kepadanya, “Biarkan saja, apa pedulimu dan apa alasan pendapatmu itu?”

Abu Jahal menjawab, “Hai Abu Abdisy Syams, kita telah menamainya orang yang benar, jujur, dan terpercaya di masa mudanya, tetapi sesudah ia dewasa dan sempurna akalnya, kita menamakannya pendusta lagi pengkhianat. Demi Allah, sebenarnya aku tahu bahwa dia itu adalah benar.”

Al-Walid berkata, “Apakah gerangan yang menghalangimu untuk membenarkan dan mempercayai seruannya?” Abu Jahal menjawab, “Nanti gadis-gadis Quraisy akan menggunjingkan bahwa aku pengikut anak yatim Abu Thalib, padahal aku dari suku yang paling tinggi. Demi Al-Lata da Al-Uzza, saya tidak akan menjadi pengikutnya selama-lamanya.” Kemudian turunlah ayat ini.

Mereka telah lupa bahwa kehadiran mereka di dunia yang fana ini ada maksud dan tujuannya. Ada misi yang harus mereka bawa yaitu sebagai khalifah Allah di muka bumi. Sebagai khalifah Allah, dia harus merealisasikan hukum Allah supaya menjadi aturan kehidupan.

Sebenarnya hawa nafsu yang ada pada manusia itu merupakan anugerah yang tidak ternilai harganya yang diberikan Allah kepada manusia. Karena pada saat yang sama Allah memberikan akal dan agama kepada manusia agar dengan keduanya manusia dapat mengendalikan hawa nafsunya.

Jika seseorang mengendalikan hawa nafsunya sesuai dengan pertimbangan akal yang sehat dan tidak bertentangan dengan tuntunan agama, maka orang yang demikian itu telah berbuat sesuai dengan fitrahnya.

Ibnu ‘Abbas berkata, “Setiap kali Allah menyebut hawa nafsu dalam Al-Qur’an, setiap kali itu pula Ia mencelanya.”

Allah berfirman : “Dan sekiranya Kami menghendaki niscaya Kami tinggikan (derajat)nya dengan (ayat-ayat) itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan mengikuti keinginannya (yang rendah), maka perumpamaannya seperti anjing, jika kamu menghalaunya dijulurkan lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia menjulurkan lidahnya (juga)”.

Pada ayat lain disebutkan “Dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena akan menyesatkan engkau dari jalan Allah”. (shad/38: 26)

Dalam ayat ini, Allah memuji orang-orang yang dapat menguasai hawa nafsunya dan menjanjikan baginya tempat kembali yang penuh kenikmatan.

Allah berfirman selanjutnya :
Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya, maka sungguh, surgalah tempat tinggal(nya). (QS.An-Nazi’at/79: 40-41).

Banyak hadis-hadis Nabi saw yang mencela orang-orang yang memperturutkan hawa nafsunya. Diriwayatkan oleh ‘Abdullah bin ‘Amr bin ‘As bahwa Nabi saw berkata.

Tidak beriman seseorang dari antara kamu sehingga hawa nafsunya itu tunduk kepada apa yang saya bawa (petunjuk).(Riwayat al-Khathib al-Bagdadi)

Syaddad bin Aus meriwayatkan hadis, “Orang cerdik ialah orang yang menguasai hawa nafsunya dan berbuat untuk kepentingan masa sesudah mati. Tetapi orang yang zalim ialah orang yang memperturutkan hawa nafsunya dan mengharap-harap sesuatu yang mustahil dari Allah. (Riwayat at-Tirmidhi dan Ibnu Majah).

Orang yang selalu memperturutkan hawa nafusnya biasanya kehilangan kontrol dirinya. Itulah sebabnya ia terjerumus dalam kesesatan karena ia tidak mau memperhatikan petunjuk yang diberikan kepadanya, dan akibat perbuatan jahat yang telah dilakukannya karena memperturutkan hawa nafsu.

Pada akhir ayat ini, Allah mengingatkan mereka mengapa mereka tidak mengambil pelajaran dari alam semesta. Begitu juga  kejadian pada diri mereka sendiri.

Sebab hawa nafsu menyebabkan azab yang menimpa umat-umat terdahulu sebagai bukti bahwa Allah Mahakuasa lagi berhak disembah.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • PILKADA MADINA : APA KABAR NETRALITAS PNS ?

    PILKADA MADINA : APA KABAR NETRALITAS PNS ?

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Dewasa ini, cibiran dan sinisme masyarakat kepada pegawai negeri sipil atau sekarang lebih trend disebut dengan aparatur sipil negara sungguh sedemikian banyak. Penyebab dominan tidak lain karena banyak diantara mereka yang terbelit kasus hukum. Yang paling banyak adalah kasus korupsi dan ini hampir merata diseluruh penjuru negeri dari seluruh tingkatan eselenoring. Julukan sebagai birokrat […]

  • Elizar Yahmid : Kesejatraan Nelayah di Pantai Barat Madina Hanya Dijanji Politik

    Elizar Yahmid : Kesejatraan Nelayah di Pantai Barat Madina Hanya Dijanji Politik

    • calendar_month Senin, 7 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

      NATAL ( Mandailing Online ): Nelayan di wilayah Pantai Barat Kabupaten Mandailing Natal keluhkan tak adanya perhatian Pemerintah Daerah. Kesejahtraan seolah hanya pada saat janji politi saja. Meski TPI ( tempat pelelangan ikan ) telah ada, namun tidak serta merta membantu kesejahtraan nelayan. Harga ikan hasil tangkapan nelayan tetap saja dibawah sebab tidak adanya […]

  • Seri HUT Madina : Mandailing Melahirkan Banyak Ulama Kharismatik (3)

    Seri HUT Madina : Mandailing Melahirkan Banyak Ulama Kharismatik (3)

    • calendar_month Jumat, 10 Mar 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : BASYRAL HAMIDI HARAHAP (In Memorial) Sejarahwan Mandailing Syekh Abdul Manan Siregar lahir di Sipirok pada tahun 1894 dan wafat pada tahun 1989 di Padangsidimpuan. Pada usia mudanya ia bercita-cita menjadi ulama. Ia pun meningkalkan desanya, Sipirok, berjalan kaki selama berhari-hari menempuh jarak hampir 300 kilometer menuju Basilam di Tanjungpura. Untuk belajar agama pada […]

  • Bagaimana Kelanjutan Ribut Golkar di Senayan? Tunggu Kamis

    Bagaimana Kelanjutan Ribut Golkar di Senayan? Tunggu Kamis

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Konflik panas dua kubu Fraksi Partai Golkar di Senayan mereda. Kedua kubu yang berseteru sepakat menunggu hasil rapat paripurna DPR yang dijadwalkan dilaksanakan pada Kamis (2/4) untuk mengetahui siapa yang berhak memimpin fraksi partai berlambang pohon beringin itu. Kesepakatan itu dicapai setelah dilakukan mediasi yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Dia […]

  • Kebocoran dana PNPM meningkat

    Kebocoran dana PNPM meningkat

    • calendar_month Senin, 28 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (MAndailing Online) – Deputi Menko Kesra Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat sekaligus Ketua Tim Pokja PNPM Mandiri, Sujana Royat, mengungkapkan, kebocoran dana Program Nasional Pemberidayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri (PNPM) terus meningkat. Meskipun jumlahnya relatif kecil, secara kumulatif dana yang diselewengkan sejak tahun 2007-2013 meningkat mencapai hampir 0,4% dari total dana PNPM Mandiri […]

  • Ini Kronologis Pembukaan Sumur PT SMGP Menurut Perusahaan

    Ini Kronologis Pembukaan Sumur PT SMGP Menurut Perusahaan

    • calendar_month Jumat, 23 Feb 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN ( Mandailing Online ): Pihak perusahaan PT.SMGP melalui Kepala Teknik Panas Bumi ( KTPB) SMGP Ali Sahid  memberi penjelasan terkait peristiwa keracunan H2S warga Sibanggor, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Mandailing Natal ( Madina ). Menurut Ali Sahid, pihaknya mendapat laporan tercium bau menyengat di desa Sibanggor Julu bersamaan saat kegiatan aktivasi sumur baru […]

expand_less