Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Untuk Industri Tapioka, Nagajuang Siapkan 14 Ha Lahan Ubi Kayu

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 5 Nov 2019
  • print Cetak

 

H. Yais Nasution

NAGAJUANG (Mandailing Online) – Kecamatan Nagajuang diproyeksikan menyiapkan 14 hektar lahan budidaya ubi kayu untuk kebutuhan bahan baku industri tepung tapioka di Mandailing Natal (Madina).

Dari 14 hektar itu, seluas 7 hektar diproyeksikan akan disediakan semua pemerintah desa yang ada di kecamatan itu. Sedangkan 7 hektar lainnya akan disediakan pihak pemerintah Kecamatan Nagajuang dengan Dinas Pertanian Madina.

Karena hanya berjumlah 7 desa di kecamatan itu, sehingga masing-masing desa menyiapkan 1 hektar per desa.

Persiapan lahan itu dilakukan menyusul adanya rencana 3 investor Sumut yang berencana menanamkan modal di industri pengolahan tepung tapioka plus perkebunan ubi kayunya di Madina.

Rencana investasi itu dibicarakan ketiga investor dengan Pemkab Madina dalam pertemuan di rumah dinas bupati Madina, Jumat (1/11/2019) lalu.

Belum diketahui pasti sudah sejauh mana tahap perencaaan investasi itu.

Camat Nagajuang, H. Yais Nasution menjawab Madina Bisnis via telefon selular, Selasa (5/11/2019) mengatakan saat ini pihak kecamatan sedang melakukan konsolidasi dengan desa-desa di kecamatan itu.

Hingga posisi Selasa, sudah dua desa yang menyatakan kesiapan menyiapkan lahan itu.

Sebelumnya, Kadis Pertanian Madina, Taufik Zulhandra Ritonga, Jumat (1/11/2019) lalu menyebutkan lokasi yang direncanakan untuk mendukung perkebunan ubi kayu sebagai bahan baku tapioka ini berada di Kecamatan Naga Juang, Siabu dan Kecamatan Bukit Malintang.

“Lokasi yang memenuhi syarat untuk perkebunan untuk ubi ini ada tiga sasaran yakni Naga Juang, Bukit Malintang, Siabu, dengan luas 6.492 ha yang semuanya lahan masyarakat,” kata kadis.

Pihak investor memang meminta syarat ketersediaan lahan sekitar 6.500 hektar lahan ubi kayu.

Surianto satu dari 3 investor Sumut Jumat (1/11/2019) menjelaskan, untuk bahan baku pabrik tapioka proyeksinya paling minimum  membutuhkan 500 ton ubi kayu perhari. Tentu dengan jumlah ini harus didukung dengan bahan baku yang cukup. Sedangkan untuk lahan yang dibutuhkan adalah seluas 6.500 hektar.

“Kita lihat dulu persiapan lahan apakah sesuai atau mencukupi dengan kapasitas minimum yang diharapkan,” ujar pengusaha yang sudah 30 tahun bergerak dalam bidang tapioka itu.

 

Sumber : Madina Bisnis

Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kuota LPG Yang Rendah Hingga Permainan Harga

    Kuota LPG Yang Rendah Hingga Permainan Harga

    • calendar_month Kamis, 13 Apr 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Persoalan kuota ditengarai menjadi penyebab seringnya gas Elpiji atau LPG bersubsidi langka di pasaran Mandailing Natal (Madina). Ketika terjadi kelangkaan, maka kaum ibu rumah tangga bukan saja harusberlari dari warung yang satu ke warung yang lain mencari LPG yang ukuran 3 Kg itu, tetapi juga harus menghadapi harga yang meninggi […]

  • Cerpen: GULAI BATU

    Cerpen: GULAI BATU

    • calendar_month Selasa, 22 Agt 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Karya: Rina Youlida Nurdina Waktu sudah menunjukkan pukul 18.30 WIB, Rahmadi yang biasa disapa Madi baru saja pulang bermain sepak bola dengan teman-temannya di lapangan yang ada di kampung sebelah. Adzan berkumandang menandakan sudah  waktunya untuk melaksanakan salat Magrib. Madi yang badan dan kakinya dipenuhi dengan lumpur langsung bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya […]

  • Megakorupsi Rp47 Triliun di Sumut

    Megakorupsi Rp47 Triliun di Sumut

    • calendar_month Jumat, 10 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN- Hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumut terkait dugaan penyelewengan Rp47 triliun anggaran yang dilakukan 29 pemerintah daerah di Sumut dan dua perusahaan daerah, membuat sejumlah penegak hukum di Sumut terperangah dan mulai sibuk mengusutnya. Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu) Irjen Pol Oegreseno yang dihubungi koran ini Kamis (9/12), berjanji ikut […]

  • SK Larang Polwan Pakai Jilbab harus Fleksibel

    SK Larang Polwan Pakai Jilbab harus Fleksibel

    • calendar_month Rabu, 19 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta – Peraturan larangan untuk memakai jilbab bagi Polisi wanita (Polwan) yang tercantum dalam Surat Keputusan (SK) Kapolri harus dibuat lebih fleksibel. Pasalnya jangan sampai larangan tersebut melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) bagi Polwan. Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi III DPR Fraksi PDIP Eva Sundari kepada INILAH.COM, Rabu (19/6/2013). “Memang ada SK soal seragam […]

  • Si Bulus-bulus Si Rumbuk-rumbuk

    Si Bulus-bulus Si Rumbuk-rumbuk

    • calendar_month Minggu, 17 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    Apa itu Si bulus-bulus Si rumbuk-rumbuk ??? semacam makanankah? Atau tempat kah? Atau semacam mitos??? Yaa, Si bulus-bulus Si rumbuk-rumbuk merupakan karya fenomenal dari Sati Nasution. Siapakah dia??? mungkin banyak orang yang tdk mengenalnya. Bahkan orang mandailing (ato batak) pun banyak tidak mengenalnya. Beliau adalah pahlawan (menurut orang mandailing) pendidikan (pemikir) tentang pentingnya sekolah (menuntut […]

  • Kabag Hukum: Itu Mobil Dinas Direktur RSUD

    Kabag Hukum: Itu Mobil Dinas Direktur RSUD

    • calendar_month Senin, 23 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN – Diduga telah dilakukan  pemalsuan plat mobil dinas  Kijang Innova putih dengan nomor polisi BB 1519 F yang merupakan mobil dinas Direktur RSUD Kota Padangsidimpuan (Psp) dr Aminuddin. Kenderaan sebagai penunjang kinerja pejabat itu menurut plat dan warnanya jelas milik Direktur RSUD. Hal itu dipastikan Kabag Umum Tobonsyah Pulungan saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (20/12). […]

expand_less