Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Hentikan!! Jangan Gadaikan Aqidahmu dengan Perayaan Umat Lain

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 23 Des 2020
  • print Cetak

Oleh : Novida Sari
Ketua Forum Muslimah Peduli Mandailing Natal

 

Warga Nahdlatul Ulama (NU) di Surabaya, Jawa Timur ikut terlibat mempersiapkan kebutuhan perayaan Natal di Gereja Katolik Kristus Raja, Surabaya. Salah satu warga NU yang kerap disapa Ustaz Nur Kholis Saleh, ikut merangkai pohon Natal yang terbuat dari masker dan hand sanitizer. Ustaz yang juga pengurus PW ISNU Jawa Timur Bidang Pengkaderan ini mengatakan, Hari Raya Natal merupakan perayaan untuk semua umat, sebagaimana Idul Fitri (jatim.inews.id, 21 Desember 2020).

Bukan kali ini saja, umat Islam mengucapkan selamat dan berpartisipasi dalam perayaan di luar agamanya. PWNU Riau pernah menggelar yasinan bersama pada malam Natal (detiknews.com, 25 Desember 2019), Tokoh Muhammadiyah dan NU menghadiri perayaan Natal Nasional 2019 (tribunnews.com, 21 Desember 2019), Banser NU setiap tahun membantu penjagaan Natal, termasuk ucapan selamat dari para pejabat Muslim pemerintah mulai dari pejabat pusat sampai ke pejabat daerah atas nama toleransi.

Islam Agama Yang Terbukti Toleran

Islam sudah mempraktikkan makna Toleransi yang sesungguhnya semenjak awal kemunculan lebih dari 14 abad yang lalu. Islam telah mengajarkan untuk tetap bermuamalah dengan keluarga ataupun orang tua yang bukan beragama Islam. Sebagaimana firman Allah SWT di dalam Alquran Surah Luqman ayat 15: “Jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak kamu ketahui, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik”.

Islam melarang keras berbuat Zalim serta merampas yang bukan hak, sebagaimana Firman Allah SWT di dalam surah Al Mumtahanah ayat 8: “Allah tidak melarang kalian berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangi kalian dalam urusan agama dan tidak pula mengusir kalian dari negeri kalian. Sungguh Allah menyukai kaum yang berlaku adil”.

Bahkan Islam mengecam dan mengancam dengan keras pembunuhan terhadap kafir dzimmi, kafir musta’min dan mu’ahad. Sebagaiman sabda Rasulullah SAW, “Siapa saja yang membunuh seorang kafir dzimmi tidak akan mencium bau surga. Padahal bau surga itu tercium dari perjalanan empat puluh tahun”. (HR An Nasa’i)

Hukum Merayakan Perayaan Agama Lain

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالنَّصَارَىٰ وَالصَّابِئِينَ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Artinya : “Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani, dan orang-orang Shabi’in, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima balasan dari Tuhan mereka, tidak ada kekuatiran di dalam hati mereka tidak tidak pula mereka bersedih hati” (TQS Al Baqarah : 62).

Ayat ini merupakan ayat yang paling sering digunakan sebagai hujjah oleh orang Liberal yang mengatakan semua agama itu sama. Padahal Allah SWT menggunakan kata (صَالِحًا ) tanpa menggunakan kata naqiroh ( ال ) yang berarti صَالِحًا di sini bukanlah melakukan syariat Islam. Sehingga mereka menjalankan syariat agama mereka bukan syariatnya Allah SWT sehingga jawaban Allah SWT (فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ ), maka mereka mendapat balasan dari Tuhan mereka, yang bukan Allah SWT.

Allah SWT berfirman,
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا لَا تَقُوۡلُوۡا رَاعِنَا وَ قُوۡلُوا انۡظُرۡنَا وَاسۡمَعُوۡا ‌ؕ وَلِلۡڪٰفِرِيۡنَ عَذَابٌ اَلِيۡمٌ
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad) ‘Raainaa’ tetapi katakan ‘Unzhurna’ dan dengarlah. Dan bagi orang-orang kafir siksaan yang pedih”. (TQS Al Baqarah : 104). Imam Ibnu Katsir menafsirkan ayat ini dengan berkata: “Allah SWT telah melarang orang-orang yang beriman untuk menyerupai orang-orang kafir dalam ucapan dan perbuatan mereka” (Tafsir Ibnu Katsir, 1/149).

Ayat-ayat yang semakna ini banyak, yakni yang mengharamkan muslim tasyabbuh bil kuffar (menyerupai orang kafir) dalam perkataan dan perbuatan kaum kafir yang terkait dengan agama mereka, beberapa diantaranya Al Baqarah : 120, Al Baqarah : 145, Ali Imran : 156, Al Hasyr : 19, Al Jatsyiah : 18-19, dll.

Rasulullah SAW pun bersabda, “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka”. (HR Abu Dawud no 403). Hadits ini telah mengharamkan umat Islam menyerupai kaum kafir dalam perkara yang menjadi ciri kekafiran mereka (fi khasha ‘ishihim) seperti aqidah, ibadah, hari raya, pakaian khas, cara hidup mereka, dll

Merayakan hari raya agama lain haram hukumnya karena perbuatan ini termasuk menghadiri ataupum mempersaksikan suatu kebatilah ataupun kebohongan. Allah SWT berfirman,
…ٱلزُّورَ يَشْهَدُونَ لَا وَٱلَّذِينَ
Artinya : “Dan (hamba-hamba Tuhan yang maha Penyayang itu adalah) orang-orang yang tidak menghadiri suatu kebohongan…” (TQS Al Furqon : 72). Kata “az-zuur” itu sendiri menurut sebagian tabi’in seperti Mujahid, Rabi’ bin Anas, Ikrimah berarti hari-hari besar kaum musyrik atau kaum jahiliyah sebelum Islam (Imam Suyuti, Al Amru bi Al Ittiba’ wa An Nahyu “an Al-Ibrida’ (terj), hal. 91-95; M. Bin Ali Adh Dhabi’i).

Sehingga dapat ditegaskan bahwa haram hukumnya seorang muslim ikut merayakan hari raya orang kafir, perayaan yang paling dekat dengan umat Islam saat ini adalah perayaan agama Kristen, sehingga seorang Muslim yang ikut merayakan Natal, baik dengan mengikuti peribadatan maupun tidak seperti hanya mengucapkan Natal kepada mereka, memasang dan membantu menata pohon natal dan sebagainya.

Oleh karenanya kaum muslimin harus menghindari toleransi yang kebablasan ala pelaku dan ulama liberal yang bisa mengeluarkan kita dari aqidah Islam. Jangan sampai latah dengan fakta yang ada, karena bagi kaum Muslim pedoman hidup adalah Alquran dan Assunnah bukan fakta. Wallahu a’lam bishshawab.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Angkola-Mandailing

    Angkola-Mandailing

    • calendar_month Kamis, 8 Sep 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan ringkas: Askolani Nasution Budayawan Dalam bahasa Mandailing-Angkola “batang” bermakna muara sungai. Misalnya, sungai Batang Natal, artinya sungai yang bermuara ke Natal. Seluruh geografis yang dilewati sungai itu sampai bermuara ke Natal dinamai “alak” Batang Natal. Sungai Batang Angkola artinya sungai yang bermuara ke wilayah Angkola. Jadi, semua kawasan yang dilalui sungai itu disebut “alak” […]

  • Jamsu Minta Poldasu Usut Idris Batubara

    Jamsu Minta Poldasu Usut Idris Batubara

    • calendar_month Rabu, 1 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Terkait Rekomendasi Pindah Palsu Panyabungan(MO)-Kasus dugaan penipuan tandatangan bupati Labura oleh Sekcam Panyabungan, Kabupaten Madina, Drs.Mhd.Idris Batubara, makin panas. Jaringan Aktivis Mahasiswa Sumatera Utara (Jamsu) meminta Poldasu segera memprosesnya secara hukum. Jamsu juga mendesak Bupati Madina, Hidayat Batubara mengambil tindakan tegas agar kasus ini tak memalukan Madina serta agar publik tak menilai tindakan Idris Batubara […]

  • Wartawan TV Tertembak Saat Liput Demo BBM

    Wartawan TV Tertembak Saat Liput Demo BBM

    • calendar_month Selasa, 18 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta – Wartawan Trans7 Nugroho Anton terkena serpihan gas air mata saat meliput demo BBM di Jambi, sedangkan seorang fotografer di Ternate terkena peluru karet pada paha kirinya. Ini kata Kapolri Jenderal Timur Pradopo. “Sejauh ini Kapolda belum memberitahu. Itu mungkin dalam arti dinamika di lapangan. Tapi yang jelas itu bukan peluru tajam ya. Tapi […]

  • Saipullah Imam Salat Jum’at di Gunung Baringin

    Saipullah Imam Salat Jum’at di Gunung Baringin

    • calendar_month Sabtu, 28 Sep 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Calon Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution menjadi imam salat jumat di Masjid Jami Diaul Islam, Kelurahan Gunung Baringin, Kecamatan Panyabungan Timur, Madina, Jumat (27/9/2024). Kelurahan Gunung Baringin adalah kampung halaman Saipullah Nasution. Turut hadir sebagai makmum, calon Gubernur Sumatera Utara nomor satu Bobby Nasution, Ketua DPW PKB Sumatera Utara […]

  • 500 Ha Pengembangan Kacang Kedelai

    500 Ha Pengembangan Kacang Kedelai

    • calendar_month Jumat, 13 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Pengembangan kacang kedelai di Kabupaten Mandailing Natal untuk tahun 2015 mencapai 500 hektar. Pengembangan itu melibatkan 50 kelompok tani  tersebar di berbagai desa dan kecamatan. Untuk Kecamatan Kotanopoan digarap 12 kelompok tani. Kepala Dinas Pertanian Mandailing Natal, Taufik Zulhendra Ritonga, kemarin, menyatakan program ini dilaksanakan dalam rangka menyahuti Program Gerakan Tanam PAT-PIT, […]

  • Pemkab Madina Rencanakan Pembangunan Museum Mandailing

    Pemkab Madina Rencanakan Pembangunan Museum Mandailing

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 10Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mulai menggagas pembangunan Museum Mandailing dan Bagas Godang. Pemkab Madina saat ini masih tahap menyiapkan proposal. Anggaran biayanya direncanakan berasal dari APBD Madina dan sumbangan para perantau yang sudah sukses. Kepala Dinas Pemuda Olahraga, Budaya dan Pariwisata Madina, Meinul Lubis, Senin (16/9/2013) menyatakan di dalam museum […]

expand_less