Kamis, 16 Jul 2026
light_mode

Hentikan!! Jangan Gadaikan Aqidahmu dengan Perayaan Umat Lain

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 23 Des 2020
  • print Cetak

Oleh : Novida Sari
Ketua Forum Muslimah Peduli Mandailing Natal

 

Warga Nahdlatul Ulama (NU) di Surabaya, Jawa Timur ikut terlibat mempersiapkan kebutuhan perayaan Natal di Gereja Katolik Kristus Raja, Surabaya. Salah satu warga NU yang kerap disapa Ustaz Nur Kholis Saleh, ikut merangkai pohon Natal yang terbuat dari masker dan hand sanitizer. Ustaz yang juga pengurus PW ISNU Jawa Timur Bidang Pengkaderan ini mengatakan, Hari Raya Natal merupakan perayaan untuk semua umat, sebagaimana Idul Fitri (jatim.inews.id, 21 Desember 2020).

Bukan kali ini saja, umat Islam mengucapkan selamat dan berpartisipasi dalam perayaan di luar agamanya. PWNU Riau pernah menggelar yasinan bersama pada malam Natal (detiknews.com, 25 Desember 2019), Tokoh Muhammadiyah dan NU menghadiri perayaan Natal Nasional 2019 (tribunnews.com, 21 Desember 2019), Banser NU setiap tahun membantu penjagaan Natal, termasuk ucapan selamat dari para pejabat Muslim pemerintah mulai dari pejabat pusat sampai ke pejabat daerah atas nama toleransi.

Islam Agama Yang Terbukti Toleran

Islam sudah mempraktikkan makna Toleransi yang sesungguhnya semenjak awal kemunculan lebih dari 14 abad yang lalu. Islam telah mengajarkan untuk tetap bermuamalah dengan keluarga ataupun orang tua yang bukan beragama Islam. Sebagaimana firman Allah SWT di dalam Alquran Surah Luqman ayat 15: “Jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak kamu ketahui, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik”.

Islam melarang keras berbuat Zalim serta merampas yang bukan hak, sebagaimana Firman Allah SWT di dalam surah Al Mumtahanah ayat 8: “Allah tidak melarang kalian berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangi kalian dalam urusan agama dan tidak pula mengusir kalian dari negeri kalian. Sungguh Allah menyukai kaum yang berlaku adil”.

Bahkan Islam mengecam dan mengancam dengan keras pembunuhan terhadap kafir dzimmi, kafir musta’min dan mu’ahad. Sebagaiman sabda Rasulullah SAW, “Siapa saja yang membunuh seorang kafir dzimmi tidak akan mencium bau surga. Padahal bau surga itu tercium dari perjalanan empat puluh tahun”. (HR An Nasa’i)

Hukum Merayakan Perayaan Agama Lain

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالنَّصَارَىٰ وَالصَّابِئِينَ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Artinya : “Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani, dan orang-orang Shabi’in, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima balasan dari Tuhan mereka, tidak ada kekuatiran di dalam hati mereka tidak tidak pula mereka bersedih hati” (TQS Al Baqarah : 62).

Ayat ini merupakan ayat yang paling sering digunakan sebagai hujjah oleh orang Liberal yang mengatakan semua agama itu sama. Padahal Allah SWT menggunakan kata (صَالِحًا ) tanpa menggunakan kata naqiroh ( ال ) yang berarti صَالِحًا di sini bukanlah melakukan syariat Islam. Sehingga mereka menjalankan syariat agama mereka bukan syariatnya Allah SWT sehingga jawaban Allah SWT (فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ ), maka mereka mendapat balasan dari Tuhan mereka, yang bukan Allah SWT.

Allah SWT berfirman,
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا لَا تَقُوۡلُوۡا رَاعِنَا وَ قُوۡلُوا انۡظُرۡنَا وَاسۡمَعُوۡا ‌ؕ وَلِلۡڪٰفِرِيۡنَ عَذَابٌ اَلِيۡمٌ
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad) ‘Raainaa’ tetapi katakan ‘Unzhurna’ dan dengarlah. Dan bagi orang-orang kafir siksaan yang pedih”. (TQS Al Baqarah : 104). Imam Ibnu Katsir menafsirkan ayat ini dengan berkata: “Allah SWT telah melarang orang-orang yang beriman untuk menyerupai orang-orang kafir dalam ucapan dan perbuatan mereka” (Tafsir Ibnu Katsir, 1/149).

Ayat-ayat yang semakna ini banyak, yakni yang mengharamkan muslim tasyabbuh bil kuffar (menyerupai orang kafir) dalam perkataan dan perbuatan kaum kafir yang terkait dengan agama mereka, beberapa diantaranya Al Baqarah : 120, Al Baqarah : 145, Ali Imran : 156, Al Hasyr : 19, Al Jatsyiah : 18-19, dll.

Rasulullah SAW pun bersabda, “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka”. (HR Abu Dawud no 403). Hadits ini telah mengharamkan umat Islam menyerupai kaum kafir dalam perkara yang menjadi ciri kekafiran mereka (fi khasha ‘ishihim) seperti aqidah, ibadah, hari raya, pakaian khas, cara hidup mereka, dll

Merayakan hari raya agama lain haram hukumnya karena perbuatan ini termasuk menghadiri ataupum mempersaksikan suatu kebatilah ataupun kebohongan. Allah SWT berfirman,
…ٱلزُّورَ يَشْهَدُونَ لَا وَٱلَّذِينَ
Artinya : “Dan (hamba-hamba Tuhan yang maha Penyayang itu adalah) orang-orang yang tidak menghadiri suatu kebohongan…” (TQS Al Furqon : 72). Kata “az-zuur” itu sendiri menurut sebagian tabi’in seperti Mujahid, Rabi’ bin Anas, Ikrimah berarti hari-hari besar kaum musyrik atau kaum jahiliyah sebelum Islam (Imam Suyuti, Al Amru bi Al Ittiba’ wa An Nahyu “an Al-Ibrida’ (terj), hal. 91-95; M. Bin Ali Adh Dhabi’i).

Sehingga dapat ditegaskan bahwa haram hukumnya seorang muslim ikut merayakan hari raya orang kafir, perayaan yang paling dekat dengan umat Islam saat ini adalah perayaan agama Kristen, sehingga seorang Muslim yang ikut merayakan Natal, baik dengan mengikuti peribadatan maupun tidak seperti hanya mengucapkan Natal kepada mereka, memasang dan membantu menata pohon natal dan sebagainya.

Oleh karenanya kaum muslimin harus menghindari toleransi yang kebablasan ala pelaku dan ulama liberal yang bisa mengeluarkan kita dari aqidah Islam. Jangan sampai latah dengan fakta yang ada, karena bagi kaum Muslim pedoman hidup adalah Alquran dan Assunnah bukan fakta. Wallahu a’lam bishshawab.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Daftar Napi LP Tanjung Gusta yang Ditangkap

    Daftar Napi LP Tanjung Gusta yang Ditangkap

    • calendar_month Senin, 15 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan,- Kepala Bidang Pembinaan Lembaga Pemasyarakatan Tanjung Gusta, Medan, Sumatera Utara, Bagus Kurniawan mengungkapkan, masih ada ratusan narapidana yang berkeliaran di luar. Hingga hari ini, Senin 15 Juli 2013, sudah ada 95 napi yang ditangkap atau menyerahkan diri. “Berdasarkan data kami, ada 117 orang napi yang masih berkeliaran bebas di luar,” kata Bagus Kurniawan, Kabid […]

  • Banyak Halte di Panyabungan Kena Coret Tilisan “Tutup SMGP – Tangkap Riza Pasiki dan Aditiya”

    Banyak Halte di Panyabungan Kena Coret Tilisan “Tutup SMGP – Tangkap Riza Pasiki dan Aditiya”

    • calendar_month Kamis, 14 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejumlah halte dan dinding bangunan di berbagai titik  Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), menjadi sasaran aksi corat-coret. Coretan berupa tulisan di antaranya “Tutup SMGP, Tangkap Riza Pasiki dan Aditiya”. Coretan-coretan itu nampaknya menggunakan jenis pilok. Mulai marak terlihat sejak hari ini, Kamis (14/4/2022). Dari pantauan, lokasi titik halte jalan raya yang dicoret […]

  • Mobil Dinas Pemkab Madina Dinilai Tak Punya Etika di Jalan Raya

    Mobil Dinas Pemkab Madina Dinilai Tak Punya Etika di Jalan Raya

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pejabat Pemkab Mandailing Natal (Madina) yang mengenderai kenderaan dinas agar senantiasa beretika di jalan raya dan jangan seenaknya saja melintas. Itu dinyatakan Ketua Lembaga Bantuan Hukum Suara Rakyat Tapanuli Cabang Mandailing Natal, Sahrin Nasution SH kepada Mandailing online, Jum’at (20/3) di Panyabungan. Hal ini dikatakannya berawal dari kejadian yang dialaminya pada […]

  • 3 Desa di Puncak Sorik Marapi Tak Tau Keberadaan TKA di Wilayah nya

    3 Desa di Puncak Sorik Marapi Tak Tau Keberadaan TKA di Wilayah nya

    • calendar_month Kamis, 27 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA- Mandailing Online : 3 Desa di kawasan izin operasional PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) di Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Madina tidak pernah tau keberadaan Tenaga Kerja Asing ( TKA ) diwilayahnya. Para Kepala Desa mengaku tak pernah ada laporan perusahaan ke mereka. ” pernah kami meminta data ke perusahaan terkait TKA namun tidak […]

  • Rem Blong, Trailer Tabrak Sepeda Motor

    Rem Blong, Trailer Tabrak Sepeda Motor

    • calendar_month Jumat, 11 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIANTAR- Akibat rem blong, mobil trailer pengangkut peti kemas menabrak pengendara sepeda motor Yamaha Mio BK 6924 TAB di Lampu Merah Jalan Medan-Ahmad Yani Selasa (8/3) sekira pukul 13.30 WIB. Akibatnya, pengendara sepeda motor Charles James Lubis (53) warga Jalan Serumpun, Siantar Utara tewas di lokasi kejadian dengan luka kepala yang cukup parah. Usai menabrak […]

  • Tanpa Mahar, NasDem Madina Buka Pendaftaran Balon Bupati

    Tanpa Mahar, NasDem Madina Buka Pendaftaran Balon Bupati

    • calendar_month Senin, 29 Apr 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPD Partai NasDem Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut akan membuka pendaftaran bagi bakal calon bupati/wakil bupati dalam rangka Pilkada 2024. Pendaftaran dibuka sejak tanggal 1 hingga 7 Mei 2024, tanpa membebankan mahar. Kegiatan pendaftaran dipusatkan di Sekretariat DPD Partai NasDem Madina, Jl. Willem Iskander, Dalan Lidang, Panyabungan. Sekretaris Partai NasDem […]

expand_less