Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Idul Fitri, Salaman dan Toleransi di Tengah Keberagaman

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 2 Mei 2022
  • print Cetak


Oleh : Moechtar Nasution

 

Idul Fitri sebagai hari kemenangan bukan hanya bermakna sebagai pembebasan sekaligus pembersihan secara personal menuju kefitrian setelah berjuang sebulan penuh melaksanakan Ibadah Shoum namun juga memiliki makna perekat dan pemersatu diantara sesama masyarakat ditengah kemajemukan beragama yang merupakan anugerah dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa untuk bangsa Indonesia. Inilah makna Idul Fitri secara komunal atau kolektif dengan pendekatan kebersamaan dan kekeluargaan dalam bingkai kebangsaan.

Idul Fitri sebagai pemersatu komponen kemasyarakatan terwujudkan dalam kesediaan untuk saling memberikan toleransi membangun kesepahaman bahwa setiap hari besar keagamaan apapun merupakan ajakan untuk membangunkan solidaritas dan juga ajang untuk menunjukkan kasih sayang bagi sesama ummat manusia.

Membangun relasi sosial kemasyarakatan tanpa adanya sekat primodordialisme seperti suku, agama, kepercayaan, status ekonomi dan strata pendidikan sejatinya melalui perayaan Idul Fitri dapat diejawantahkan dalam sikap, tingkah laku, perkataan dan perbuatan. Saling bersilaturrahmi dan mengunjungi diantara sesama warga masyarakat setelah melaksanakan sholat Idul Fitri membuktikan tingkat toleransi dan penghargaan terhadap multikultural ini sudah menyatu dengan urat nadi kehidupan masyarakat tanpa adanya rekayasa dan pencitraan.

Inilah substansi kesucian Idul Fitri melalui persatuan yang inklusif, hubungan sesama manusia yang tidak dibatasi perbedaan apapun baik etnik, bahasa dan juga suku. Semua membaur dalam khakikat kemanusiaan. Menyatu dalam keanekaragaman. Bersekutu dalam perbedaan.

Masing masing saling menjulurkan tangan untuk bersalaman disertai ucapan minal Aidin wal Faidzin menandakan bahwa semua manusia memiliki  posisi yang sama di hadapan Allah SWT. Semua sama tanpa adanya kasta dan strata. Sama sama sadar memiliki kesalahan dan sama sama memohon kemaafan. Dalam terminologi Islam yang membedakan semua manusia hanyalah ketaqwaan saja.

Bersalaman merupakan bentuk pengakuan tertinggi dalam kemanusiaan dimana kebersediaan untuk saling mengulurkan tangan merupayakan upaya untuk merontokkan ego dan cara untuk meluluhlantakkan kesombongan. Tidak ada larangan bagi yang tua terlebih dahulu mengulurkan tangan kepada yang muda dan juga sebaliknya malah yang lebih dahulu mengulurkan tangan disertai permohonan maaf merupakan tindakan terpuji yang nilai pahalanya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan yang menerima uluran tangan tersebut.

Hari ini, saya dan keluarga melaksanakan Sholat Idul Fitri 1443 di Mesjid Al Ikhlas Kampung Losung, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan. Mesjid kecil yang berada di tengah komunitas penduduk yang Nasrani. Bukti toleransi itu nyata adanya saya temukan di sini. Puluhan pemuda Nasrani yang tergabung dalam organisasi Pemuda Batak Bersatu tampak sigap mengamankan prosesi peribadatan sholat Idul Fitri. Lengkap dengan uniform, mereka sibuk mengatur lalu lintas jalan raya, mengatur parkir baik roda dua atau empat dan juga melakukan penjagaan di luar komplek masjid. Mereka menebar senyum dan bertutur sopan menandakan mereka juga turut merasakan kebahagiaan di hari yang fitri ini.

Menjadi pemandangan yang indah saat mereka menyalami kaum muslimin yang keluar dari kompleks mesjid sebagai tanda kegembiraan mereka melihat saudara saudara mereka yang sudah mencapai “kemenangan” pada hari ini.

Semua berlangsung secara alamiah. Tidak sedikitpun terlihat adanya keengganan mereka untuk membantu kaum muslimin yang hendak menunaikan sholat Ied. Saat hujan gerimis turun menyiram bumi, mereka seakan enggan untuk beranjak sedikit pun.

Begitu sholat selesai, saya hampiri salah satu dari mereka. Saya ucapkan terimakasih atas keterpanggilan dan kepedulian mereka. Terimakasih untuk keterpanggilan dan kepedulian mereka yang menurut saya lahir dari sanubari dan hati yang terdalam sebagai manusia.

Allaahu Akbar…Allaahu Akbar… Allaahu Akbar… Laa Ilaaha Illallaahu Wallaahu Akbar…

Allaahu Akbar Wa lillaahilhamd…

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Daerah Wisata Sampuraga Seperti Tak bertuan

    Daerah Wisata Sampuraga Seperti Tak bertuan

    • calendar_month Minggu, 24 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Legenda Cerita rakyat Sumatera Utara khususnya Mandailing merupakan cerita rakyat yang jadi kebanggaan daerah, Namun saat ini kondisi lokasi wisata Sampuraga yang berada di Desa Sirambas Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal seperti tak bertuan, padahal ini merupakan asset daerah dan penambahana APBDDaerah bila dikelola dengan baik,(MOL-HOL)

  • Kriteria Bupati Madina : Yang Penting Ikhlas Majukan Madina

    Kriteria Bupati Madina : Yang Penting Ikhlas Majukan Madina

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Syahriwan Nasution menyatakan tidak muluk-muluk soal kriteria calon bupati Madina. “Yang penting orangnya mau dan punya niat untuk memajukan Madina,” katanya kepada wartawan, Senin (1/6). Menurutnya, bupati itu mau memajukan Madina. Membawa Madina ini malangkah meninggalkan keterpurukan. "Tentu saja, tidak satu orang pun […]

  • 2011, LBH Medan Terima 269 Pengaduan

    2011, LBH Medan Terima 269 Pengaduan

    • calendar_month Senin, 2 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Sepanjang Tahun 2011 Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan menerima pengaduan sebanyak 269 kasus. Sebagian besar dari kasus-kasus tersebut merupakan kasus-kasus yang berhubungan langsung dengan kepentingan publik (public interest cases), yang justru luput dari skema penyelenggaraan bantuan hukum dalam UU Bantuan Hukum. “Sepanjang Tahun 2011, ketidakadilan terus menerus menjadi warna dominan hukum dan HAM di […]

  • Atlit Madina Raih 9 Medali Kegiatan Pospedasu di Medan
    Tak Berkategori

    Atlit Madina Raih 9 Medali Kegiatan Pospedasu di Medan

    • calendar_month Kamis, 2 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online)- Atlit Kabupaten Mandailing Natal, berhasil meraih 9 medali dengan rincian, 2 emas, 3 perak dan 4 perunggu dalam acara Pekan Olah Raga dan Seni Daerah Sumatera Utara (Pospedasu) ke V antara Pondok Pesantren yang dilaksanakan di Medan mulai tanggal 26-28 April 2013. “Alhamdulillah Madina berhasil meraih 2 emas, 3 perak dan 4 […]

  • GEGER! Bupati & Wakil Bupati Madina Diusulkan Diberhentikan, Aliansi Madina Bersatu Resmi Surati DPRD

    GEGER! Bupati & Wakil Bupati Madina Diusulkan Diberhentikan, Aliansi Madina Bersatu Resmi Surati DPRD

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ||Mandailing Online – Peta politik Mandailing Natal memanas. Aliansi Mandailing Natal Bersatu atau AMNB secara resmi memasukkan surat usulan pemberhentian Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal ke DPRD Madina, Kamis (24/9/2026). Surat bernomor 001/AMNB/IX/2026 itu telah diterima Sekretariat DPRD. Isinya bukan main-main, desakan agar DPRD segera menggunakan hak pengawasan konstitusionalnya, termasuk membentuk Panitia Angket. […]

  • Tercepat dalam Sejarah Madina, Hari Ini Terima DIPA dan TKDD 2022

    Tercepat dalam Sejarah Madina, Hari Ini Terima DIPA dan TKDD 2022

    • calendar_month Senin, 13 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Hari ini Pemkab Madina telah menerima DIPA dan TKDD tahun 2022. Penyerahan dilakukan Gubernur Sumut, Eddy Rahmayadi kepada Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution di Rumah Dinas Gubernur Aula Tengku Rizal Nurdin, Medan, Senin (13/12/2021). Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA) adalah dokumen pelaksanaan anggaran yang disusun oleh Pengguna Anggaran / […]

expand_less