Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode

Idul Fitri, Salaman dan Toleransi di Tengah Keberagaman

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 2 Mei 2022
  • print Cetak


Oleh : Moechtar Nasution

 

Idul Fitri sebagai hari kemenangan bukan hanya bermakna sebagai pembebasan sekaligus pembersihan secara personal menuju kefitrian setelah berjuang sebulan penuh melaksanakan Ibadah Shoum namun juga memiliki makna perekat dan pemersatu diantara sesama masyarakat ditengah kemajemukan beragama yang merupakan anugerah dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa untuk bangsa Indonesia. Inilah makna Idul Fitri secara komunal atau kolektif dengan pendekatan kebersamaan dan kekeluargaan dalam bingkai kebangsaan.

Idul Fitri sebagai pemersatu komponen kemasyarakatan terwujudkan dalam kesediaan untuk saling memberikan toleransi membangun kesepahaman bahwa setiap hari besar keagamaan apapun merupakan ajakan untuk membangunkan solidaritas dan juga ajang untuk menunjukkan kasih sayang bagi sesama ummat manusia.

Membangun relasi sosial kemasyarakatan tanpa adanya sekat primodordialisme seperti suku, agama, kepercayaan, status ekonomi dan strata pendidikan sejatinya melalui perayaan Idul Fitri dapat diejawantahkan dalam sikap, tingkah laku, perkataan dan perbuatan. Saling bersilaturrahmi dan mengunjungi diantara sesama warga masyarakat setelah melaksanakan sholat Idul Fitri membuktikan tingkat toleransi dan penghargaan terhadap multikultural ini sudah menyatu dengan urat nadi kehidupan masyarakat tanpa adanya rekayasa dan pencitraan.

Inilah substansi kesucian Idul Fitri melalui persatuan yang inklusif, hubungan sesama manusia yang tidak dibatasi perbedaan apapun baik etnik, bahasa dan juga suku. Semua membaur dalam khakikat kemanusiaan. Menyatu dalam keanekaragaman. Bersekutu dalam perbedaan.

Masing masing saling menjulurkan tangan untuk bersalaman disertai ucapan minal Aidin wal Faidzin menandakan bahwa semua manusia memiliki  posisi yang sama di hadapan Allah SWT. Semua sama tanpa adanya kasta dan strata. Sama sama sadar memiliki kesalahan dan sama sama memohon kemaafan. Dalam terminologi Islam yang membedakan semua manusia hanyalah ketaqwaan saja.

Bersalaman merupakan bentuk pengakuan tertinggi dalam kemanusiaan dimana kebersediaan untuk saling mengulurkan tangan merupayakan upaya untuk merontokkan ego dan cara untuk meluluhlantakkan kesombongan. Tidak ada larangan bagi yang tua terlebih dahulu mengulurkan tangan kepada yang muda dan juga sebaliknya malah yang lebih dahulu mengulurkan tangan disertai permohonan maaf merupakan tindakan terpuji yang nilai pahalanya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan yang menerima uluran tangan tersebut.

Hari ini, saya dan keluarga melaksanakan Sholat Idul Fitri 1443 di Mesjid Al Ikhlas Kampung Losung, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan. Mesjid kecil yang berada di tengah komunitas penduduk yang Nasrani. Bukti toleransi itu nyata adanya saya temukan di sini. Puluhan pemuda Nasrani yang tergabung dalam organisasi Pemuda Batak Bersatu tampak sigap mengamankan prosesi peribadatan sholat Idul Fitri. Lengkap dengan uniform, mereka sibuk mengatur lalu lintas jalan raya, mengatur parkir baik roda dua atau empat dan juga melakukan penjagaan di luar komplek masjid. Mereka menebar senyum dan bertutur sopan menandakan mereka juga turut merasakan kebahagiaan di hari yang fitri ini.

Menjadi pemandangan yang indah saat mereka menyalami kaum muslimin yang keluar dari kompleks mesjid sebagai tanda kegembiraan mereka melihat saudara saudara mereka yang sudah mencapai “kemenangan” pada hari ini.

Semua berlangsung secara alamiah. Tidak sedikitpun terlihat adanya keengganan mereka untuk membantu kaum muslimin yang hendak menunaikan sholat Ied. Saat hujan gerimis turun menyiram bumi, mereka seakan enggan untuk beranjak sedikit pun.

Begitu sholat selesai, saya hampiri salah satu dari mereka. Saya ucapkan terimakasih atas keterpanggilan dan kepedulian mereka. Terimakasih untuk keterpanggilan dan kepedulian mereka yang menurut saya lahir dari sanubari dan hati yang terdalam sebagai manusia.

Allaahu Akbar…Allaahu Akbar… Allaahu Akbar… Laa Ilaaha Illallaahu Wallaahu Akbar…

Allaahu Akbar Wa lillaahilhamd…

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wisata Memikat, Upaya Minim

    Wisata Memikat, Upaya Minim

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Kabupaten Mandailing Natal memiliki banyak potensi wisata yang mampu menghipnotis wisatawan, baik waisatawan lokal maupun manca negara. Hanya saja konsentrasi pemerintah daerah, kalangan swasta dan masyarakat luas belum begitu besar mengembangkannya. Dari sisi promosi, brosur pariwisata yang dikeluarkan Pemkab Madina sejauh ini masih Bendungan Batang Gadis, Air Panas Siabu, Gordang Sambilan, Bagas dan Sopo […]

  • Drainase Jalan Negara Pasar Lama Penyebab Banjir Mulai Diperbaiki

    Drainase Jalan Negara Pasar Lama Penyebab Banjir Mulai Diperbaiki

    • calendar_month Sabtu, 2 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )-Perbaikan drainase yang kerap menyebabkan banjir ke jalan negara di pasar lama Panyabungan, Mandailing Natal ( Madina ) mulai di lakukan. pekerja sejak tadi malam bekerja mengganti Box Culvert di simpang jalan Banjar Sibaguri yang diduga salah satu penyebab drainase tersumbat. Selain mengganti Box Culvert, pekerja juga terlihat membongkar trotoar pejalan […]

  • Gayus Pelesiran ke Makau dan KL

    Gayus Pelesiran ke Makau dan KL

    • calendar_month Rabu, 5 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Menkum HAM: Gunakan Nama Sony Laksono JAKARTA-Kabar kepergian terdakwa kasus mafia pajak Gayus Halomoan Tambunan ke luar negeri saat menjalani masa tahanan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, sepertinya bukan isapan jempol. Menkum HAM Patrialis Akbar mengungkapkan menemukan paspor dengan foto mirip Gayus menggunakan wig seperti saat plesiran ke Bali. Patrialis mengatakan, dalam paspor […]

  • Tambang Emas Longsor, 12 Ibu Rumah Tangga Tewas

    Tambang Emas Longsor, 12 Ibu Rumah Tangga Tewas

    • calendar_month Kamis, 28 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LINGGABAYU (Mandailing Online) – Setidaknya 12 orang perempuan tewas tertimpa longsor bekas tambang emas ilegal di Desa Banjar Limabung, Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal, Sumut, Kamis (28/4/2022). Selain itu, 2 orang dinyatakan selamat yang kini masih dirawat di puskesmas terdekat. Semuanya adalah ibu rumah tangga. Mereka sedang mencari emas di lokasi itu saat longosor […]

  • 3 Desa di Panyabungan Barat Belum Punya Kepala Desa?

    3 Desa di Panyabungan Barat Belum Punya Kepala Desa?

    • calendar_month Rabu, 24 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN BARAT (Mandailing Online) – Warga tiga desa di Kecamatan Panyabungan Barat mengaku belum memiliki pelaksana tugas kepala desa pasca berakhirnya priode kepala desa defenitif. Hal itu diadukan sekitar 15 orang perwakilan masyarakat dari  Desa Batang Gadis, Desa Saba Jior dan Desa Huta Baringin didampingi Camat Panyabungan Barat M.Amin kepada Komisi I DPRD Mandailing Natal […]

  • Bupati Gratiskan Sewa Los Pasar Tapanuli 3 Bulan

    Bupati Gratiskan Sewa Los Pasar Tapanuli 3 Bulan

    • calendar_month Minggu, 28 Sep 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) akan menggratiskan sewa los pasar Tapanuli selama tiga bulan kepada pedagang. Itu dikatakan Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution dalam acara dialog pedagang dengan pemerintah di Pasar Kuliling, Panyabungan, Jumat (26/9/2025). “Sewa los bagi pedagang sayur dan kue-kue basah gratis sampai akhir tahun. Pembayaran sewa baru […]

expand_less